Daftar
Daftarkan dirimu sebagai Airy Traveler

DAFTAR
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Sudah punya akun Airy? MASUK
|
Masuk
Masuk sebagai Airy Traveler


MASUK
LUPA PASSWORD?
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Belum punya akun Airy? DAFTAR
February 2019
Su
Mo
Tu
We
Th
Fr
Sa
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
1 Malam
Cari Kamar

2 Hotel Di Magelang

Urutkan Berdasarkan:Paling direkomendasikanHarga

Hint Icon
​AiryRooms Eco adalah salah satu kategori kamar AiryRooms yang menawarkan kamar dengan harga termurah dengan standar kenyamanan Airy Eco. AiryRooms Eco bekerja sama dengan penginapan, ​​residence dan ​guest house yang tersebar di seluruh Indonesia.
Airy Indonesia
Harga Per Malam
Rp 167,400
Sisa 1 kamar

Mohon menunggu, sedang mencari kamar terbaik untuk Anda
Maaf kami tidak bisa menemukan property sesuai kriteria pencarian anda.
1 dari 1 halaman
1 Filter Diterapkan
Reset Filter
Tampilan Harga
Harga per malam
Harga total
Pengaturan Lain
Tampilkan Full Book
Lihat Peta

Tentang Magelang

Magelang menjadi salah satu wilayah yang berada di Provinsi Jawa Tengah bagian tengah, tidak jauh dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara geografis, wilayah dengan luas sebesar 108.573 hektare atau sekitar 3,34 persen dari luas keseluruhan Provinsi Jawa Tengah itu sendiri.

Adapun batas wilayah dari Magelang adalah Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Semarang di bagian Utara, Kabupaten Semarang dan Kabupaten Boyolali di sebelah Timur, Kabupaten Purworejo dan Yogyakarta di bagian Selatan, dan Kabupaten Temanggung juga Kabupaten Wonosobo di bagian Barat. Di bagian tengahnya adalah Kota Magelang. Sementara secara administratif, Magelang terbagi menjadi 21 kecamatan dan sebanyak 372 kelurahan atau desa.

Dari segi topografinya, Magelang adalah sebuah daerah dataran tinggi berupa cekungan yang dikelilingi oleh gugusan gunung api yang terbilang masih aktif. Beberapa di antaranya adalah Merapi, Andong, Merbabu, Sumbing, dan Telomoyo juga pegunungan Menoreh. Dua buah sungai besar mengalir di sepanjang kawasan ini, yaitu Sungai Elo dan Sungai Progo dengan arus yang cukup deras, sehingga banyak dimanfaatkan untuk olahraga arung jeram.

Mayoritas penduduk yang mendiami wilayah Magelang berasal dari Suku Jawa, dengan Islam sebagai agama terbanyak yang dianut. Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah Bahasa Jawa, baik dengan logat halus atau krama inggil, krama, maupun ngoko atau Bahasa Jawa kasar.

Sejarah Magelang

Sejarah mencatat bahwa sebelum menjadi Magelang, wilayah ini dahulu adalah sebuah desa perdikan Mantyasih. Tahun-tahun berlalu, semakin berkembang kawasan Magelang tak lantas membuat desa asli Magelang hilang. Kini, desa perdikan Mantyasih mendiami sebuah kampung bernama Meteseh yang berlokasi di Kabupaten Magelang. Di kampung ini, ada sebuah lumpang batu yang digunakan oleh masyarakat untuk melaksanakan upacara penetapan Perdikan atau Sima.

Salah satu bukti yang menjelaskan asal mula Kota Magelang dengan lengkap bisa ditemukan pada beberapa prasasti, seperti prasasti Gilikan, Poh, dan Mantyasih. Ketiga prasasti ini ditulis pada sebuah lempengan yang terbuat dari tembaga. Ditulis pada zaman Kerajaan Mataram Hindu di masa pemerintahan Raja RakeWatukura Dyah Balitung, Prasasti Poh dan Mantyasih menyebutkan bahwa dahulu ada sebuah daerah bernama Desa Glanggang dan Desa Mantyasih.

Mantyasih ini kemudian berganti nama menjadi Meteseh, sementara Desa Glanggang berubah nama menjadi Magelang hingga sekarang. Tidak hanya itu, prasasti Mantyasih juga menyebutkan bahwa Desa Mantyasih ditetapkan sebagai desa Perdikan atau desa bebas pajak yang kemudian dipimpin oleh seorang patih. Ada pula bagian yang menyebutkan tentang Wukir Sumbing dan Gunung Susundara yang kini lebih dikenal dengan nama Gunung Sumbing dan Sindoro.

Pada abad ke-18, kala Inggris menduduki Magelang, kota ini dijadikan sebagai pusat pemerintahan bersamaan dengan pengangkatan mas Ngabehi Danukromo menjadi Bupati pertama. Selanjutnya, sang bupati membangun Magelang dengan membuat alun-alun, rumah tinggal, dan masjid. Tahun 1818, Magelang dipilih sebagai ibu kota wilayah Keresidenan Kedu.

Kedudukan Magelang menjadi semakin kuat setelah Belanda mengalahkan pemerintahan Inggris di Indonesia. Bangsa Belanda menjadikan Magelang sebagai sentra lalu lintas ekonomi. Tidak cukup sampai di situ, Magelang juga dijadikan sebagai pusat pelatihan militer, karena tidak hanya lokasinya terbilang strategis, Magelang juga memiliki udara yang sejuk dengan pemandangan alam yang indah.

Di tangan pemerintahan Belanda, Magelang menjadi kota yang semakin maju dan berkembang. Tahun 1981, dibangun sebuah menara air di tengah-tengah pusat kota, menyusul kemudian pengoperasian listrik pada tahun 1927. sarana dan prasarana wilayah ini semakin lengkap dengan pengaspalan jalan arteri.

Cara Menuju Kota Magelang

Menuju Magelang Lewat Jalur Darat

Jika memilih jalur darat dari arah barat, Magelang bisa dituju dengan kendaraan pribadi dari Semarang menuju ke arah Yogyakarta. Melewati wilayah Ambarawa dan Secang sebelum tiba di Kabupaten Magelang. Jika dari arah selatan, Magelang bisa ditempuh dari arah Yogyakarta dengan rute menuju Semarang. Sementara dari arah timur, Magelang bisa dijangkau dari arah Sragen menuju ke arah Yogyakarta.

Magelang memiliki sebuah terminal, yaitu Terminal Soekarno-Hatta atau yang lebih dikenal dengan nama Terminal Tidar. Setiap harinya, terminal ini dilalui oleh bus antarkota antarprovinsi, baik dari arah barat, timur, dan selatan. Selain bus, jalur darat yang tersedia untuk menuju ke Magelang adalah kereta, dengan terlebih dahulu singgah ke stasiun Yogyakarta atau stasiun Semarang.

Menuju Magelang Lewat Jalur Udara

Sebenarnya, Magelang tidak memiliki bandar udara. Namun, jika memilih jalur udara untuk menuju ke wilayah ini, pengunjung bisa memilih penerbangan dengan rute ke Semarang menuju Bandara Internasional Ahmad Yani atau menuju Bandara Internasional Adisutjipto di Yogyakarta. Kemudian, perjalanan bisa dilanjutkan dengan bus menuju ke Terminal Tidar Magelang.

Menuju Magelang Lewat Jalur Laut

Terakhir, melalui jalur laut. Magelang juga tidak dilengkapi dengan pelabuhan. Jadi, jika memilih jalur laut untuk menuju ke Magelang, pelabuhan terdekat yang bisa dituju adalah Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang. Lalu, lanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus.

Transportasi di Magelang

Di Magelang, ada beberapa jenis alat transportasi yang bisa digunakan, seperti:

  • Bus Damri. Alat transportasi ini khusus digunakan untuk rute Magelang menuju ke Bandara Internasional Adisutjipto di Yogyakarta.
  • Angkutan umum. Sarana transportasi ini ditujukan untuk masyarakat Magelang yang ingin menuju ke suatu area dalam kota dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Tersedia angkutan umum dengan berbagai trayek.
  • Kendaraan berbasis aplikasi online.

Tempat Wisata di Magelang dan Sekitarnya

Berikut adalah beberapa tempat wisata yang bisa dikunjungi sesampainya di Magelang. Apa saja?

Taman Kyai Langgeng

Taman yang berlokasi di Jl. Cempaka No. 6, Kota Magelang ini menjadi destinasi keluarga ramah anak yang paling banyak dituju kala liburan bersama keluarga dan buah hati tercinta. Kyai Langgeng, nama taman seluas 5 hektare ini, diambil dari nama seorang pejuang pada masa gerilya Pangeran Diponegoro, yang dimakamkan di area taman.

Tidak hanya menyuguhkan pemandangan alam yang indah dan suasana yang sejuk, Taman Kyai Langgeng juga dilengkapi dengan berbagai wahana permainan yang sangat menarik. Ada flying fox, waterball, kolam renang, dan beragam wahana seru lain yang harus dicoba. Namun, beberapa area permainan mungkin akan memberlakukan biaya tiket tambahan.

Ketep Pass

Selanjutnya, adalah Ketep Pass, destinasi wisata yang menyuguhkan fenomena alam Gunung Merapi dan segala sejarahnya. Tempat wisata yang sebelumnya bernama Gardu Pandang Ketep ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang masih berhubungan dengan aktivitas yang terjadi pada Gunung Merapi, seperti Museum Vulkanologi, bioskop mini, gardu pandang, teropong, dan peralatan Pancaarga.

Selain menambah edukasi tentang segala hal yang berhubungan dengan Gunung Merapi, ada banyak penjaja camilan ringan di sekitar lokasi Ketep Pass. Jadi, setelah puas berkeliling dan belajar, tak ada salahnya singgah dan menjajal jagung bakar, aneka gorengan, dan segelas teh atau secangkir kopi panas.

Punthuk Mongkrong

Fenomena alam matahari terbit dan terbenam tidak pernah menjadi sesuatu yang membosankan untuk disaksikan. Siapa tidak kagum dengan kekuasaan Tuhan melukis alam dengan begitu indahnya hanya dengan membuat matahari muncul di pagi hari dan kembali pada sorenya? Apalagi dengan latar megahnya Candi Borobudur di kejauhan, tentu akan membuat suasana menjadi semakin tidak dapat dilukiskan dengan kata.

Sejauh 5 kilometer dari Candi Borobudur, terdapat salah satu tempat terbaik untuk menyaksikan fenomena alam tersebut, yaitu Punthuk Mongkrong. Selain latar Candi Borobudur, siluet gugusan pegunungan Merbabu, Menoreh, dan Merapi akan semakin menyempurnakan lukisan alam ini. Supaya terasa lebih dekat, tersedia jembatan kayu menjorok ke jurang berbentuk huruf V. Cukup memacu adrenalin, tetapi akan sangat sayang jika dilewatkan.

Balkondes Ngadihardjo

Sebenarnya, kata balkondes merupakan sebuah singkatan dari balai perekonomian desa. Namun, bukan berupa bangunan biasa, karena balkondes yang dimiliki oleh Desa Ngadihardjo ini sangat menawan. Berdiri di kawasan perbukitan, pengunjung akan disuguhkan dengan arsitektur yang apik, paduan antara modern dan tradisional Jawa pada setiap sisi bangunannya.

Pada bagian dalamnya, terdapat amfiteater yang didesain dengan konsep seperti era Romawi Kuno. Bukan sekadar pajangan, teater yang disediakan bahkan bisa digunakan sebagai sarana pendukung jika memang sedang digelar sebuah pertunjukan. Belum lagi dengan spot-spot indah dan kuliner khasnya, jet coolet yang terbuat dari singkong.

Balkondes Kenalan

Menikmati alam Magelang memang menyenangkan, terlebih jika berbalut dengan nuansa Jawa yang kental. Menuju Balkondes Kenalan mungkin menjadi pilihan yang tepat. Balai desa ini identik dengan bangunan pendopo khas Jawa dengan larat pegunungan Menoreh yang indah. Tidak hanya sedap dipandang mata, udara pun sejuk dan segar.

Selain menikmati alam dan berfoto di berbagai spot yang unik dan apik, Balkondes Kenalan juga menawarkan berbagai camilan tradisional dengan cita rasa yang khas. Beberapa di antaranya yang wajib dicoba adalah slondok, klamijoro, dan bubur leri. Penasaran? Yuk ke Balkondes Kenalan yang berada di Desa Kenalan, Kabupaten Magelang.

Pemandian Air Hangat Candi Umbul

Pemandian Air Hangat Candi Umbul berada di satu lokasi dengan Candi Umbul, candi peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang dibangun pada abad ke-9 Masehi silam. Dahulu, kabarnya kolam air hangat ini adalah tempat mandi para putri raja setelah melakukan ritual kerajaan yang digelar di Candi Borobudur.

Sebenarnya, hanya reruntuhan yang tersisa dari bangunan asli Candi Umbul, tetapi pemandiannya memang tidak ikut terpendam. Bagian fondasi dari candi ini dikabarkan masih berada di dalam tanah. Mulanya, muncul gelembung dari dasar kolam, yang kemudian menjadi nama dari pemandian ini. Tidak hanya air hangat, pengunjung juga bisa berenang di air dingin khas pegunungan sembari merasakan nuansa alam yang sangat kental.

Candi Selogriyo

Candi bercorak Hindu ini dibangun pada abad ke-8 Masehi. Kabarnya, candi ini dibangun bersamaan dengan gugusan candi yang berada di Dataran Tinggi Dieng. Candi Selogriyo ditemukan dalam kondisi berupa reruntuhan, tetapi kelima arca yang ada di dalamnya utuh. Arca tersebut yaitu Durga, Ganesha, Mahakala, dan Nandiswara.

Sebenarnya, keunikan Candi Selogriyo ada pada bagian puncaknya yang disebut Amalaka, dengan bentuk yang menyerupai buah keben. Terdapat pancuran air yang kabarnya bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Dahulu, candi ini menjadi tempat yang selalu digunakan para raja untuk menyepi.

Candi Borobudur

Popularitas destinasi satu ini memang tidak bisa lagi dibantah. Candi yang telah ada sejak tahun 800 Masehi silam dan dinobatkan menjadi salah satu dari 7 Keajaiban Duni ini menjadi daya tarik wisatawan tertinggi untuk singgah ke Magelang. Selain bangunannya yang memang mengagumkan, ada berbagai keunikan tersendiri yang dimiliki Candi Borobudur. Salah satunya adalah patung arca Budha yang berjumlah 504 buah.

Tidak cukup sampai di situ, candi megah ini juga memiliki sebuah stupa berukuran besar di bagian puncak yang dikelilingi oleh 72 stupa berukuran kecil melingkar lengkap dengan patung arca di bagian dalamnya. Mitos beredar bahwa siapa saja pengunjung yang bisa menyentuh tangan patung arca yang ada di dalam stupa, maka apa pun keinginannya akan terkabulkan.

Bukit Tidar

Paku Tanah Jawa. Begitulah kira-kira sebutan masyarakat setempat akan Bukit Tidar. Bukit yang masih digunakan sebagai sarana latihan militer ini kabarnya memiliki mitos yang cukup menyeramkan. Dari namanya pun sudah terasa, karena “tidar” sendiri sebenarnya berarti “modar” atau “mati”.

Tingginya pepohonan pinus yang mendominasi menjadikan suasana Bukit Tidar terasa begitu asri dan alami. Udaranya pun sangat segar, khas udara pegunungan di pagi hari. Namun, cobalah masuk ke dalam dan ungkap sisi mistisnya, karena di tengah bukit ini, terdapat makam keramat Syekh Subakir yang kabarnya merupakan penakluk Bukit Tidar, lengkap dengan makam Kyai Sepanjang yang tak lain adalah tongkat sepanjang 7 meter milik Syekh Subakir.

Selain makam sang penakluk juga tongkat keramatnya, terdapat makam lain di bukit ini, yaitu makam Kyai Semar yang dipercaya adalah penunggu Bukit Tidar pada masanya. Jauh melaju semakin ke dalam, akan ada tanah lapang luas dengan sebuah tugu bersimbol huruf “sa”. Tugu inilah yang dipercaya masyarakat setempat sebagai Paku Tanah Jawa.

Air Terjun Silawe

Tidak hanya perbukitan, bangunan candi-candi bersejarah, atau taman, Magelang juga memiliki wisata alam air terjun, yaitu Curug Silawe. Destinasi wisata ini terbilang masih cukup sepi, karena memang jarang pengunjung yang singgah ke sini. Akses jalannya yang terbilang sulit dan menantang membuat para pengunjung urung. Padahal, lokasinya tidak terlalu jauh dari Ketep Pass.

Pemberian nama Silawe pada air terjun ini terbilang unik. Berdasarkan cerita, kabarnya dahulu ada banyak sekali sarang laba-laba yang membuat lokasi ini menjadi cukup tersembunyi dan sulit dijamah. Eksistensi sarang laba-laba inilah yang kemudian menjadi nama dari air terjun yang berada di Desa Sutopati, Kabupaten Magelang ini.

Kuliner Khas Magelang

Lepas berkeliling mengunjungi berbagai destinasi wisata dan menikmati segala keindahan dan keunikan yang ditawarkan, kini saatnya memanjakan perut dan lidah dengan mencicipi aneka kuliner khas Magelang.

Tahu Kupat

Berkunjung ke Magelang, jangan pernah lupa untuk menyantap sepiring kupat tahu. Makanan ini menjadi ikon Kota Magelang, berupa potongan tahu dan ketupat. Lalu, ditambahkan taoge, telur mata sapi, dan taburan daun bawang. Sebagai kuahnya, dibuat campuran dari air, rempah-rempah, dan kecap. Soal rasa? Jangan ditanya, tentu saja sangat nikmat.

Ada banyak warung makan tahu kupat di Magelang. Namun, warung milik Pak Pangat, Pak Slamet, dan Warung Pojok menjadi tempat yang sangat direkomendasikan untuk disinggahi. Meski menyuguhkan hidangan yang sama, tetapi racikan tahu kupat dari ketiga tempat ini benar-benar juara. Jadi, jangan sampai salah lokasi.

Jemunak

Pernah mencicipi bubur sumsum? Jika iya, kudapan tersebut mirip dengan camilan khas Magelang satu ini, jemunak. Namun, bukan bubur sumsum, jemunak adalah bubur yang terbuat dari bahan dasar ketela, dengan siraman kuah gula atau kinca sehingga menghadirkan rasa manis dan gurih. Tak ketinggalan, taburan parutan kelapa di bagian atasnya. Camilan ini merupakan camilan musiman, alias tidak selalu hadir setiap hari.

Biasanya, jemunak akan sangat mudah ditemukan menjelang Ramadan, tentu saja sebagai menu ringan untuk takjil. Penganan ini dihidangkan dengan alas daun pisang, supaya lebih mudah disantap oleh masyarakat yang sedang dalam perjalanan sepulang beraktivitas. Jemunak sangat digemari sebagai takjil karena bisa mengembalikan energi setelah seharian berpuasa dan beraktivitas.

Kripik Singkong dan Slondok

Mencari camilan sebagai penunda lapar kala menjelajah eksotisme Magelang? Coba cicipi kripik singkong. Camilan ringan ini sangat mudah didapat, karena ada banyak penjaja kripik singkong di sepanjang Kota Magelang. Penganan dari bahan dasar singkong ini cukup murah dan mengenyangkan. Biasanya, ada beberapa pilihan rasa yang ditawarkan, seperti asin, gurih, pedas, dan manis asin.

Selain kripik singkong, camilan lain yang juga terbuat dari bahan dasar singkong adalah slondok. Namun, camilan ini lebih berupa kerupuk, bukan keripik. Tak heran jika slondok sering dijadikan teman kala makan besar. Rasanya gurih, tapi ada juga yang pedas. Kerupuk satu ini sangat mudah didapatkan di Magelang, tepatnya di sentra oleh-oleh.

Sop Senerek

Nama sop senerek mungkin masih terdengar cukup asing di telinga. Kabarnya, kuliner khas Magelang ini telah ada sejak masa pemerintahan Belanda. Soal tampilan, sup ini memang tidak jauh berbeda dengan sup yang disajikan di tempat lain. Ada potongan daging sapi maupun ayam lengkap dengan irisan wortel. Lalu, apa yang membuat sop senerek ini berbeda dengan sup lainnya?

Jawabannya, ada pada tambahan kacang merah dan bayam. Di beberapa tempat, sup ini dinamai sup kacang merah, meski ada beberapa wilayah yang menyajikannya tanpa sayur bayam, hanya menggunakan kentang potong. Bakso, atau sosis. Kuliner satu ini memang sangat pas disantap kala Magelang sedang dingin, karena panas kuah akan membuat tubuh ikut terasa hangat. Belum lagi dengan aroma kuah yang terbuat dari kaldu daging dan sepiring nasi hangat sebagai pelengkap. Perpaduan yang sangat sempurna.

Wedang Kacang

Suasana Magelang yang dingin di malam hari pasti sangat tepat untuk mengonsumsi minuman hangat. Cobalah untuk mencicipi wedang kacang, minuman yang tergolong tradisional asli Magelang. Namun, kini wedang kacang juga sudah bisa ditemui dengan mudah di beberapa wilayah lainnya di Jawa Tengah, seperti misalnya Solo dan Yogyakarta, bersanding dengan minuman hangat lainnya, wedang ronde.

Seperti halnya wedang ronde, minuman wedang kacang ini juga menggunakan jahe sebagai salah satu racikannya. Tidak hanya membuat rasanya menjadi lebih nikmat, jahe juga berfungsi untuk menghangatkan tubuh. Ditambah dengan aneka racikan lain dan kacang tanah, minuman ini sangat nikmat disantap kala menyapa dinginnya Magelang.

Mangut Ikan Beong

Ikan, atau yang dalam Bahasa Jawa dilafalkan dengan “iwak” menjadi santapan favorit di Magelang, terlebih ikan beong, sejenis ikan patin atau lele. Ikan beong menjadi jenis ikan yang sangat sulit dibiakkan, sehingga kini, pasokannya hanya bergantung pada hasil alam. Masyarakat setempat kemudian mengolah ikan ini menjadi santapan yang begitu lezat, yaitu mangut.

Berbeda dengan mangut biasa, mangut ikan beong ini kuahnya berwarna cokelat kehitaman dan tidak kental. Lalu, ditambahkan beberapa rempah lain yang membuat rasa sajian ini semakin kuat dan lezat. Tak lupa, cabai sebagai penguat rasa pedas. Kuliner ini sangat tepat kala disantap dengan nasi putih panas dan gudangan, atau sekumpulan sayuran yang diolah dengan cara direbus. Tak ketinggalan, segelas teh panas.

Buntil Daun Talas

Tidak hanya di Magelang, sebenarnya, buntil menjadi kuliner yang sangat khas di Tanah Jawa. Namun, di Magelang, buntil yang dimaksud berbeda pada pembungkusnya, yaitu dengan daun talas. Mayoritas buntil yang disajikan di wilayah lain dibungkus dengan daun pepaya, meski isiannya tidak berbeda, yaitu parutan kelapa, biji petai, dan udang yang memiliki rasa asin.

Sebagai pelengkap dan penyempurna rasanya, buntil ini disajikan bersamaan dengan kuah yang terbuat dari santan, cabai, dan campuran rempah lainnya, menghasilkan warna kemerahan yang menggoda. Jangan lupa, sepiring nasi hangat dan beberapa lauk khas, yaitu ikan pindang, sambal bawang, dan lalapan berupa sayuran kacang panjang. Pasti lezat sekali ya, apalagi jika disantap bersama-sama dengan keluarga.

Opor Enthog

Biasanya, opor disajikan dengan bahan ayam, dan sangat erat kaitannya dengan kuliner khas lebaran. Namun, di Magelang, sajian opor bisa dinikmati kapan saja. Terlebih dengan campuran di dalamnya yang bukan ayam, melainkan enthog. Sebenarnya, enthog adalah angsa dalam Bahasa Jawa. Jadi, menyantap opor enthog tak ubahnya dengan menikmati semangkuk opor dengan daging angsa.

Sebagai pelengkap, biasanya akan ditambahkan potongan kentang dan irisan cabai agar lebih menggugah selera. Agar rasanya lebih nikmat, enthog akan dibakar terlebih dahulu sebelum akhirnya diolah bersama dengan rempah lainnya. Penyajiannya juga terbilang unik, karena enthog tidak disajikan dalam satu wadah bersama kuahnya, melainkan dipisah.

Es Plered

Bagaimana jika mengunjungi Magelang kala musim kemarau? Pasti kota ini sedang panas-panasnya diterpa sinar matahari. Namun, tidak perlu khawatir, karena ada banyak minuman segar yang bisa dicicipi, salah satunya adalah es plered. Hidangan segar ini dibuat dari tepung beras dengan tambahan cendol atau durian. Kuah santan dengan tambahan susu dan gula serta es serut menjadikan es satu ini sangat segar kala disantap.

Kampung Bogeman, Kecamatan Magelang, tepatnya di Jalan Sriwijaya adalah tempat penjaja es plered yang paling direkomendasikan meski hanya berupa kedai sederhana berukuran kecil, kedai es plered yang telah ada sejak tahun 1999 ini sangat diminati wisatawan. Bahkan, pengunjungnya juga datang dari luar kota. Sepertinya, rasa es ini sangat nikmat, ya!

Nasi Lesah

Sekilas, nasi lesah sangat mirip dengan soto. Namun, tidak banyak pengunjung yang mengetahui bahwa nasi lesah juga termasuk kuliner khas Magelang. Jika soto biasanya disajikan dengan menggunakan mangkuk, nasi lesah dihidangkan dengan menggunakan piring. Sebagai isinya, digunakan campuran soun, seledri, wortel, kecambah, dan suwiran daging ayam. Lalu, disiramkan kuah kaldu yang hampir memenuhi piring.

Beberapa penjaja nasi lesah mengatakan bahwa makanan khas Magelang ini kurang diminati oleh wisatawan karena menggunakan kuah santan. Terbilang berat untuk menu sarapan. Ya, soto memang lebih nikmat jika disajikan dengan kuah bening, sehingga tidak membuat perut penuh kala menyantapnya. Inilah yang membuat nasi lesah jadi kurang dikenal.

Tempat Nongkrong di Magelang

Rumahku Art Cafe

Biasanya, kafe identik dengan lokasinya yang strategis, yaitu mudah ditemukan dan berada tak jauh dari jalan raya. Namun, tidak dengan kafe satu ini. Rumahku Art Cafe justru berlokasi di dalam sebuah komplek perumahan berlantai dua. Salah satu rumah yang berlokasi di Jalan Puri Cendrawasih Kav. 6, Magelang ini disulap menjadi bangunan bergaya artistik modern, lengkap dengan berbagai hiasan dan patung-patung unik.

Tersedia dua pilihan tempat untuk para pengunjung, yaitu di dalam dan luar ruangan. Bagian luar ruangan menjadi lokasi yang lebih banyak dipilih, karena mencicipi kopi dan aneka hidangan khas kafe ini tidak pernah lengkap tanpa ditemani semilir angin dan pemandangan rumah-rumah yang terbilang unik. Terlebih dengan harga menunya yang terbilang sangat terjangkau.

Meetnite Cafe Magelang

Kafe yang cukup terkenal di Magelang ini memiliki kisah yang cukup unik. Sebelum menjadi kafe bernama Meetnite Cafe, tempat ini hanyalah sebuah lapak dengan gerobak, atau yang lebih sering disapa gerobak kucingan. Menu-menunya juga sederhana, khas menu angkringan pada umumnya.

Namun, kini gerobak angkringan telah disulap menjadi sebuah kafe yang begitu nyaman. Meski berkonsep outdoor, tetapi atap seng yang kokoh akan menjadi penaung terbaik kala hujan turun atau panas matahari begitu menyengat. Supaya suasana semakin nyaman, pihak pemilik menambahkan suguhan musik berirama jazz dan blues. Pasti sudah bisa terbayangkan bagaimana nyamannya kafe satu ini.

Bond Cafe & Bakery

Nah, kafe satu ini berada di pusat Kota Magelang, destinasi terbaik kalau ingin mencicipi berbagai kopi dan makanan ringan yang rasanya sudah pasti lezat. Bond Cafe & Bakery menjadi kafe favorit para pengunjung yang ingin menghabiskan waktu di Magelang bersama teman atau pasangan.

Tempatnya sangat nyaman, didukung dengan perabotan yang tertata dengan apik. Belum lagi dengan adanya akses internet gratis, pasti akan membuat para tamu semakin betah berlama-lama di sini. Soal harga, tidak perlu risau, karena meski tampilannya begitu cantik dan rasanya sangat enak, harga setiap menu di Bond Cafe & Bakery ini tidak mahal.

The Cabin Coffee Bar

The Cabin Coffee Bar menawarkan suasana vintage yang begitu kentara. Kafe ini terbilang baru berdiri di Magelang, tetapi keunikannya mampu membuat para pengunjung tertarik untuk menghabiskan waktu di dalamnya berlama-lama. Meski harga menu yang ditawarkan sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kafe lain yang ada di Magelang, cita rasa dan kelezatannya tidak akan membuat menyesal telah mengeluarkan kocek yang sedikit berlebih.

Nah, jika mencari specialty coffee, mengunjungi The Cabin Coffee Bar tidak pernah menjadi pilihan yang salah. Pasalnya, kafe ini adalah satu-satunya tempat yang menawarkan menu specialty coffee untuk para tamu.

Rumah Kopi Signature

Konsep modern dan elegan sepertinya begitu melekat pada tempat ini. Namun, unsur minimalisnya juga tidak ketinggalan, membuat paduannya terasa cukup unik. Dominasi warna gelap menghiasi dinding dan meja. Namun, supaya tercipta kombinasi yang sempurna, dipilih bangku dengan warna-warna kayu yang lembut.

Rumah Kopi Signature menawarkan pengalaman menyesap kopi dan mencicipi berbagai hidangan yang bisa disesuaikan dengan keinginan. Meski identik dengan menu kopi, para tamu juga bisa menikmati aneka minuman dan makanan lain, terutama bagi yang tidak menyukai kopi. Beberapa menu tanpa kopi yang direkomendasikan seperti out of category, tea, milk base, dan chocolate.

Restoran Terkenal di Magelang

Joglo Ndeso Restoran

Nuansa Jawa yang amat terasa mungkin memang menjadi ciri khas restoran dengan nama Joglo Ndeso ini. Dari namanya saja, pasti sudah bisa ditebak bahwa restoran ini menawarkan pengalaman bersantap dengan ditemani nuansa tradisional yang begitu kental. Tersedia area bersantap utama dalam bentuk rumah Joglo, tetapi para tamu juga bisa menikmati menu di area outdoor.

Tidak hanya suasananya yang asri dan menyenangkan, restoran ini juga terkenal ramah anak. Di bagian depan setelah memasuki pintu utama, para tamu akan disambut dengan aneka permainan anak, mulai dari ayunan hingga jungkat-jungkit. Lalu, terdapat pula sebuah taman hidroponik yang dikeliling oleh saung-saung untuk bersantap. Aneka sayuran segar ditanam di sini, membuat pemandangannya semakin menyejukkan mata. Hasil panen inilah yang kemudian menjadi bahan dasar utama untuk semua menu yang tersedia.

Sekar Kedhaton

Berbeda dengan Joglo Ndeso Restoran yang menghadirkan pengalaman bersantap seperti menyatu dengan alam, Sekar Kedhaton menawarkan nuansa elegan yang sarat dengan kemewahan yang berlaut dengan unsur tradisional. Menu yang ditawarkan juga sangat beragam, baik menu tradisional khas Jawa, masakan Nusantara, juga hidangan dari Barat dan Asia.

Bagian dalam restoran didesain dengan konsep etnik Jawa yang begitu terasa. Bahkan, akan digelar pertunjukan wayang kulit untuk menghibur para tamu, biasanya ketika jam makan siang tiba. Tersedia pula area dengan kapasitas besar untuk berbagai keperluan, seperti rapat atau arisan. Jika berkunjung ke sini, cobalah menu lumpia gudeg yang begitu melegenda.

Saung Makan Bu Empat

Tak seperti restoran di Magelang pada umumnya yang menyajikan aneka menu kuliner khas Jawa, Saung Makan Bu Empat hadir untuk para tamu yang ingin menyantap aneka masakan khas Sunda. Desain bangunannya pun dibuat agar para tamu merasa seperti sedang bersantap di Tanah Pasundan, dengan gubuk-gubuk bambu yang mengelilingi kolam ikan.

Menu-menu yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari petai, jengkol, hingga beraneka lalapan. Namun, jangan sampai tidak menjajal sop gurami, oseng genjer, dan udang galah bakar madu lengkap dengan sambalnya yang super pedas.

Senthong Asri

Berlokasi di kawasan Candi Borobudur, Senthong Asri merupakan akomodasi yang berbalut dengan restoran untuk umum. Konsep restorannya dibuat seperti pendopo Jawa yang sedikit terbuka untuk menampilkan pemandangan alam di luar. Tak lupa, aneka lampu gantung yang akan menampilkan unsur mewah dan glamor, juga gazebo kecil untuk para tamu yang ingin bersantap di luar ruangan utama.

Menu-menu yang ditawarkan oleh Senthong Asri juga bervariasi, tak terbatas pada hidangan khas Jawa. Tersedia pula sajian khas Asia dengan cita rasa yang tak kalah sedapnya. Beberapa menu yang harus dicoba seperti gado-gado, ayam goreng, dan mi goreng.

Amata Resto

Lalu, ada pula Amata Resto, restoran keluarga yang juga menjadi satu dengan hotel di kawasan Candi Borobudur. Nuansa mewah dan glamor akan sangat terasa begitu memasuki tempat ini. Dekorasinya sangat bergaya Jawa, tetapi menu yang ditawarkan berkelas internasional, seperti misalnya oxtail fried rice dan salmon steak with mushroom sauce. Keduanya sangat wajib dicoba.

Tak hanya sempurna sebagai restoran keluarga, Amata Resto juga sangat cocok sebagai tempat bersantap bersama pasangan. Dengan memilih gazebo yang berbatas dengan tepi kolam, makan malam romantis pun tak lagi hanya sekadar impian. Belum lagi dengan iringan musik bernada syahdu yang menemani momen indah tersebut.

Oleh-Oleh Khas Magelang

Pothil Magelang

Singkong menjadi bahan dasar yang banyak digunakan untuk membuat camilan di Magelang. Sebut saja kripik singkong, slondok, dan satu lagi, pothil. Namun, masing-masing tentu memiliki ciri khas. Seperti halnya pothil, yang berbentuk cincin kecil dengan rasa gurih yang begitu kentara.

Sama seperti slondok, pothil khas Magelang ini juga sering dijadikan teman kala bersantap. Teksturnya yang begitu renyah membuat camilan ini juga bisa berfungsi sebagai kerupuk. Camilan ini bisa dengan mudah didapat di gerai oleh-oleh sepanjang Kota Magelang.

Grubi

Nama penganan ringan ini memang cukup unik. Adalah grubi, camilan manis khas Magelang yang terbuat dari ubi jalar yang diparut hingga tampak seperti mi. Kudapan ini lalu dibentuk menyerupai bola sebelum akhirnya digoreng. Tak lupa, campurkan gula jawa dalam adonan.

Grubi memang terbilang unik, karena camilan ini hanya ada di Magelang. Rasanya juga sangat khas, beda dengan berbagai olahan manis lain yang biasa dijumpai. Jadi, sempatkan untuk menjajal Grubi kala bertandang ke Kota Getuk ini. Dijamin ketagihan.

Gethuk Trio

Masih berbahan singkong, oleh-oleh khas Magelang berikutnya adalah getuk trio. Masyarakat Magelang memang sangat piawai dalam memproduksi kudapan manis ini, membuat Magelang mendapat julukan sebagai Kota Getuk. Seperti misalnya getuk trio, getuk tiga warna dengan rasa manis. Namun, pastikan untuk menghitung jarak tempuh perjalanan, karena getuk ini hanya bisa bertahan selama 2 jam saja. Hal ini disebabkan karena pembuatan getuk trio yang tidak menggunakan bahan pengawet.

Tape Ketan

Berbahan dasar ketan putih, tape ketan menjadi kudapan dengan rasa yang terbilang unik. Paduan rasa manis dan asam hasil fermentasinya sangat khas, terlebih dengan warna hijaunya yang cantik. Kudapan ini lebih cocok digunakan untuk campuran es, tetapi bisa juga disantap tanpa campuran atau dengan mengaduknya bersama segelas air hangat atau air es.

Tersedia dua pilihan tape ketan yang bisa dibeli sebagai oleh-oleh. Pertama, tape ketan dengan bungkus setengah kilo. Kedua, tape ketan yang dibungkus dengan plastik satu kilo atau langsung dimasukkan ke dalam stoples. Supaya tidak cepat basi, sebaiknya segera simpan kudapan ini pada lemari es sesampainya di rumah.

Wajik Salaman

Selain tape, masih ada lagi kudapan khas Magelang yang dibuat dari bahan dasar tape, yaitu wajik salaman. Wajik juga memiliki rasa manis dan tekstur yang lembut. Wajik salaman, kudapan khas Magelang ini sering dijadikan buah tangan oleh wisatawan, karena diproduksi dengan bahan-bahan berkualitas tanpa adanya tambahan bahan pengawet.

Seperti halnya tape ketan dan berbagai kudapan ringan khas Magelang lainnya, wajik salaman juga bisa dengan mudah didapatkan dengan langsung berkunjung ke sentra oleh-oleh yang berada di pusat Kota Magelang. Selamat mencoba!

Daftar Mall di Magelang

Amada Town Square (Artos) Magelang

Armada Town Square, atau yang disingkat Artos, menjadi satu-satunya pusat perbelanjaan terbesar dan paling modern di Magelang. Sentra belanja ini berlokasi tepat di jantung Kota Magelang, dan merupakan bagian dari perusahaan New Armada. Artos memiliki empat tingkat, dengan berbagai gerai mewah yang sudah memadati sebagian gedungnya.

Tradisi di Magelang

Bajong Banyu

Bajong Banyu menjadi tradisi Magelang yang terbilang unik. Biasanya, tradisi ini digelar menjelang bulan puasa, karena memang menjadi tradisi musiman yang selalu ada kala bulan Ramadan tiba. Tujuannya sederhana, yaitu kembali menjadi suci sebelum akhirnya bulan Ramadan tiba.

Tradisi ini diawali dengan upacara ritual yang ditunjukkan dengan gelaran berbagai tarian tradisional, seperti Tari Jathilan hingga Tari Topeng Ireng. Lalu, aktivitas akan berlanjut upacara pengambilan air di Sendang Kedawung. Air yang dibawa ini kemudian diarak sepanjang 100 meter dengan pengawalan ketat. Sebelum mengambil air, dilakukan tarian khusus terlebih dahulu.

Grebeg Gulai

Lalu, ada pula tradisi Grebeg Gulai, atau membuat gunungan dengan menggunakan gulai kambing. Tradisi ini dilakukan setiap memasuki bulan Dzulhijjah oleh masyarakat Desa Cacaban. Adanya Grebeg Gulai adalah untuk menghormati pada leluhur desa yang telah berpulang terlebih dahulu kembali ke pangkuan Tuhan. Tidak hanya itu, tradisi ini juga dilakukan sebagai upaya pelestarian adat istiadat yang memang sudah dilakukan secara turun-temurun.

Mulanya, masyarakat akan berkumpul di sebuah lapangan yang ada di kampung. Para perempuan kemudian akan membawa gulai kambing yang telah ditampung dalam wadah berupa kendi atau tempayan yang terbuat dari bahan berupa tanah liat. Lalu, masyarakat akan berjalan beriringan menuju makam sesepuh bernama Tuk Songo yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi awal. Kendil kemudian akan diserahkan pada penjaga makam untuk didoakan sebelum pada akhirnya menjadi rebutan warga. Kabarnya, jika bisa membawa pulang dan menyantap gulai tersebut, akan datang berkah pada keluarga masyarakat itu.

Hotel di Magelang

Saat berkunjung ke kota Magelang sayang sekali bila pulang kembali ke kota asal di hari itu juga. Apalagi jika anda berasal dari kota yang jauh dari Magelang, karena banyak tempat wisata di Magelang yang bisa anda kunjungi selama berada di kota ini. Berkunjung ke Magelang yang jauh dari rumah tentu tidak cukup untuk sebentar, pastinya Anda butuh dua hingga beberapa hari kedepan menikmati sajian keindahan kota Magelang.

Selama berada di Magelang, Anda butuh hotel atau penginapan untuk menginap menghabiskan malam. Untuk itu Anda tak perlu takut tidak menemukan hotel, penginapan atau rumah singgah (guest house) ketika berkunjung ke Magelang ini.Anda tak perlu bingung karena ada banyak penginapan atau hotel murah di Magelang yang menawarkan harga menarik.

Perlu diketahui bahwa kategori hotel murah juga memiliki kelas - kelas tersendiri seperti di Airy Magelang. Hotel murah memang sangat cocok untuk anda yang bertipe budget traveler. Namun bukan berarti tidak bisa digunakan anda dan keluarga. Hotel murah di Magelang memiliki fasilitas yang lengkap dan membuat tidur anda nyaman seperti menginap di hotel berbintang tinggi sekalipun. Harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau mulai dari 100 ribuan dan Anda akan menemukan banyak di Magelang. Untuk itu anda perlu mengetahui jenis hotel di Magelang yang ada di Airy yaitu sebagai berikut:

Kelas Eco

Jika anda memiliki budget terbatas dan harus menginap saat sedang berkunjung ke kota Magelang, maka anda dapat memilih hotel jenis Eco ini. Karena hotel ini memberikan harga yang sangat terjangkau dibanding kelas lain diatasnya. Harga yang murah bukan berarti fasilitasnya murahan, anda tak perlu ragu, walaupun dengan harga yang lebih murah, tetapi hotel ini juga memiliki jaminan fasilitas yang pastinya membuat tidur anda nyaman. Fasilitas tersebut seperti wifi gratis, tempat tidur bersih, perlengkapan mandi, air minum gratis, tv dan air conditioner (AC). Tentu hotel jenis ini cocok untuk para Backpacker dengan budget terbatas yang hanya butuh tempat untuk tidur. Harga untuk hotel eco di Magelang mulai dari 100 ribuan anda dapat temukan dengan mudah.

Kelas Standard

Jika anda memiliki budget yang cukup, tentunya anda dapat upgrade atau meningkatkan fasilitas kenyamanan kamar, maka anda dapat memilih hotel murah di Magelang dengan kelas Standard. Harga yang ditawarkan kelas ini tidak terlalu berbeda jauh dengan kelas Eco, Anda tetap akan mendapatkan harga yang terjangkau untuk kelas hotel murah ini. Dengan harga yang tidak jauh berbeda dari kelas Eco, anda dapat menikmati ekstra kenyamanan kamar diatas kelas Eco. Fasilitas tambahan dapat berupa air panas untuk mandi hingga sarapan pagi gratis. Sangat direkomendasikan untuk anda yang berwisata untuk lebih lama di hotel atau staycation saat berkunjung ke kota Magelang. Selain itu, hotel murah kelas standard ini juga sangat cocok untuk anda yang sedang melakukan perjalanan bisnis bertemu klien di Magelang. Anda dapat menikmati malam sambil menyiapkan presentasi atau menyelesaikan pekerjaan saat disaat harus keluar kota di dalam hotel.

Kelas Premier

Kelas yang terakhir adalah kelas Premier atau kelas yang paling high class di Airy Magelang. Ini cocok untuk anda yang memprioritaskan kenyamanan kamar atau hotel secara keseluruhan tanpa bergantung pada budget. Kelas Premier ini menawarkan hotel murah yang setara dengan hotel bintang 4 atau 5. Fasilitas yang ditawarkan hotel keseluruhan termasuk lengkap dan berbeda dengan kelas Standard. Harga yang ditawarkan sedikit lebih tinggi dari kelas Standard, namun anda dapat menikmati kenyamanan yang lebih ekstra jika anda memilih hotel kelas ini. Cocok sekali untuk yang sedang honeymoon dan lebih banyak berdiam di hotel. Kelas hotel murah ini banyak ditemukan di Kota besar seperti Magelang.

Tips Memilih Hotel di Magelang

Sebelum berkunjung dan berwisata ke Kota Magelang, tentu anda rencanakan dahulu akomodasi saat berada disana. Bagi Anda yang mencari hotel murah di Magelang, maka anda akan menemukan banyak tawaran. Penting untuk anda mengetahui tips-tips agar terhindar dari hotel murahan. Berikut tips-tips yang bisa anda lakukan.

Perhatikan Harga Per Malam

Budget menjadi faktor penting bagi beberapa wisatawan untuk memilih hotel, karena harganya yang cukup menguras dompet. Itulah yang menjadi kebanyakan wisatawan mencari hotel atau penginapan murah ketika berkunjung ke Magelang. Tak jarang pula wisatawan yang terjebak dengan harga yang ditawarkan hotel - hotel disana yang sangat murah dengan penipuan fasilitas. Oleh karena itu penting untuk Anda memerhatikan harga yang ditawarkan hotel murah di Magelang.

Pastikan harga hotel murah yang ingin Anda booking berada pada standar OTA. Hotel murah yang disediakan Airy tentu lebih murah dibanding penyedia hotel lainnya di Magelang. Harga yang murah bukan berarti fasilitasnya murahan, Anda dapat membuktikannya. Selain itu, jangan memaksakan untuk memilih hotel yang melebihi budget yang anda punya. Karena harga murah pun Anda dapat menikmati kenyamanan yang dijamin oleh Airy Magelang.

Perhatikan Lokasi Hotel

Selanjutnya Anda harus perhatikan lokasi hotel murah yang Anda pilih di Magelang. Jangan sampai lokasi yang anda booking jauh dari tempat tujuan anda. Walaupun banyak hotel yang memang sudah dibangun dekat tempat wisata, tetap anda harus mencari lokasi yang terbaik di Magelang. Ada yang bisa anda perhatikan mengenai lokasi hotel di Magelang seperti hotel dekat tempat wisata (pantai, pegunungan), hotel dekat wisata kuliner, atau hotel dekat pusat keramaian.

Lokasi juga menentukan transportasi yang akan anda gunakan. Jika anda akan selalu menggunakan taksi di Magelang atau kendaraan pribadi mungkin tidak menjadi prioritas, namun apabila anda seorang backpacker maka anda perlu memperhatikan transportasi yang anda akan gunakan untuk menuju tempat wisata dari hotel. Lokasi hotel dekat keramaian tentu akan membuat anda dekat dengan kuliner ataupun tempat belanja sehingga tidak perlu pusing ketika berada di Magelang.

Sesuaikan Fasilitas Yang Anda Butuhkan

Dengan adanya kelas-kelas hotel murah di Magelang, tentu berdampak dengan fasilitas yang ada pada hotel tersebut. Anda dapat menyesuaikan dengan fasilitas yang ada di hotel-hotel Magelang. Jika anda Backpacker mungkin hanya butuh stop kontak untuk charge gadget dan tempat tidur yang nyaman saja, tetapi jika anda seorang traveler maka mungkin anda ingin hotel dengan fasilitas lebih lengkap seperti sarapan pagi, kolam renang, atau air hangat. Di hotel Airy Magelang anda akan menikmati semua fasilitas penunjang kenyamanan anda. Sehingga anda tak perlu takut untuk mendapatkan hotel dengan fasilitas seadanya.

Bandingkan Harga

Tentu harga yang dipatok masing-masing hotel murah di Magelang akan berbeda. Perbedaan harga juga bergantung pada waktu booking anda. Biasanya jika booking di hari yang sama lebih mahal dibandingkan booking hotel dari jauh hari. Kemudian untuk booking hotel Magelang secara online juga lebih banyak yang menyediakan. Anda dapat membandingkan harga dengan fasilitas yang disediakan serta benefit yang diberikan dari penyedia hotel. Airy memberikan harga yang lebih murah dibandingkan OTA lain dengan kamar yang memiliki fasilitas lengkap di Magelang.

Pilihan Hotel Airy di Magelang

Airy Eco Mertoyudan Nakul D110

Akomodasi Airy yang tersedia di Magelang pertama adalah tipe Airy Eco, tepatnya di kawasan Mertoyudan Nakula D110. Tipe kamar ini menawarkan harga yang terjangkau dengan fasilitas dalam kamar disesuaikan dengan kenyamanan Eco. Airy Rooms Eco ini bekerja sama dengan beberapa residence, guesthouse, dan penginapan yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara.

Sama halnya dengan penginapan lain, akomodasi ini memiliki peraturan check-in pada pukul 14.00 dan check-out pada pukul 12.00 WIB. Pada kawasan tertentu dengan suhu yang terbilang sejuk atau dingin, akomodasi Airy Eco tidak menyediakan fasilitas AC. Pemilihan lokasinya juga terbilang strategis, yaitu dekat dengan berbagai destinasi wisata dan mudah dalam akses transportasi.

Airy Sunan Bonang 16

Pilihan berikutnya adalah Airy yang berlokasi di Sunan Bonang No. 16. Akomodasi ini menjadi pilihan tepat untuk para wisatawan yang ingin mengunjungi Candi Borobudur, Taman Nasional Gunung Merbabu, juga Gunung Merapi. Harganya sangat terjangkau, dengan fasilitas yang terbilang lengkap untuk akomodasi dengan konsep low-budget.

Di setiap kamar, tersedia fasilitas tempat tidur yang nyaman dan bersih, akses internet gratis, kamar mandi yang bersih lengkap dengan fasilitas penunjangnya, air hangat, juga fasilitas air minum. Tak lupa, televisi berlayar datar untuk penunjang hiburan dan AC. Lokasinya juga cukup strategis, membuat akomodasi ini mudah ditemukan.

Nah, jika mencari penginapan murah tetapi tidak murahan, Airy bisa menjadi rekomendasi pilihan untuk dipertimbangkan. Kapan saja ingin memesan, cukup dengan mengakses lama website atau aplikasi Airy dari ponsel. Segera pilih lokasi dan jenis kamar yang diinginkan, jangan lupa pastikan tanggal singgah dan keluar sudah benar. Lalu, selesaikan transaksinya dengan membayar melalui transfer ATM, kartu kredit, atau melalui gerai Indomaret terdekat.