Daftar
Daftarkan dirimu sebagai Airy Traveler

DAFTAR
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Sudah punya akun Airy? MASUK
|
Masuk
Masuk sebagai Airy Traveler


MASUK
LUPA PASSWORD?
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Belum punya akun Airy? DAFTAR
October 2019
Su
Mo
Tu
We
Th
Fr
Sa
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1 Malam
Cari Kamar

2 Hotel Di Salatiga

Urutkan Berdasarkan:Paling direkomendasikanHarga

Hint Icon
​AiryRooms Eco adalah salah satu kategori kamar AiryRooms yang menawarkan kamar dengan harga termurah dengan standar kenyamanan Airy Eco. AiryRooms Eco bekerja sama dengan penginapan, ​​residence dan ​guest house yang tersebar di seluruh Indonesia.
Mohon menunggu, sedang mencari kamar terbaik untuk Anda
Maaf kami tidak bisa menemukan property sesuai kriteria pencarian anda.
1 dari 1 halaman
1 Filter Diterapkan
Reset Filter
Tampilan Harga
Harga per malam
Harga total
Pengaturan Lain
Tampilkan Full Book
Lihat Peta

Tentang Salatiga

Kota Salatiga merupakan salah satu kota kecil yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Wilayah Kota Salatiga, hanya seluas 56,781 km persegi. Meski begitu, kota ini dikenal sebagai kota dengan hawa yang begitu sejuk dan nyaman. Apalagi, Salatiga merupakan kota dataran tinggi dengan ketinggian berkisar di 750 sampai 850 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Secara administratif, Salatiga memiliki 4 kecamatan, yakni Kecamatan Sidorejo, Kecamatan Tingkir, Kecamatan Argomulyo, serta Kecamatan Sidomukti. Anggapan Kota Salatiga sebagai bagian dari wilayah Kabupaten Semarang sering menjadi pemahaman yang salah terkait kota ini. Apalagi, wilayah Kota Salatiga memang sepenuhnya dikelilingi oleh Kabupaten Semarang.

Letak Salatiga yang berada di lereng bagian timur Gunung Merbabu diapit oleh 2 kota besar di Jawa Tengah. Di bagian selatan, terpisah jarak sejauh 49 km, terdapat Semarang yang menjadi Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah. Sementara itu, di bagian utara, terdapat Kota Surakarta yang dikenal sebagai salah satu kota terbesar di Jawa Tengah. Karena diapit oleh kota-kota besar di Jawa Tengah, tak heran kalau Salatiga disebut sebagai kota transit.

Kota Salatiga memiliki jumlah penduduk sebanyak 183.815 jiwa. Mayoritas penduduk Kota Salatiga beragama Islam. Selanjutnya, pemeluk Agama Kristen Protestan dan Katolik menjadi yang cukup dominan. Sementara itu, pemeluk agama lain, seperti Budha, Konghucu, dan Hindu, tak lebih dari 0,1% jumlah total penduduk di Kota Salatiga.

Meski memiliki wilayah yang sangat terbatas, Kota Salatiga dikenal sebagai kota dengan tingkat perekonomian yang cukup tinggi. Industri pemotongan hewan, tekstil, serta produksi ban begitu dominan di wilayah Kota Salatiga. Selain itu, lokasinya yang berada di persimpangan antara Semarang, Surakarta, serta Yogyakarta, menjadikan sektor perdagangan begitu maju di Salatiga.

Selain itu, Kota Salatiga yang notabene wilayahnya sangat kecil, memiliki lembaga pendidikan yang cukup lengkap. Ada beberapa lembaga perguruan tinggi ternama yang bisa ditemukan di Salatiga. Di kota ini, terdapat Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) yang merupakan salah satu universitas Kristen tertua dan terbaik di Indonesia. Lalu, ada pula Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga yang merupakan perguruan tinggi Islam pertama di Salatiga.

Sejarah Salatiga

Wilayah yang kecil tak membuat Kota Salatiga juga memiliki sejarah yang singkat. Sebaliknya, Salatiga dikenal sebagai salah satu kota tertua yang ada di Indonesia. Kota ini telah berdiri sejak tahun 750 Masehi, dibuktikan dengan keberadaan Prasasti Plumpungan yang berada di wilayah Dukuh Plumpungan, Desa Kauman Kidul di Kecamatan Sidorejo.

Lewat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 tahun 1955, Pemerintah Kota Salatiga menetapkan tanggal 24 Juli tahun 750 sebagai hari jadi Kota Salatiga. Penetapan tanggal tersebut bukan tanpa alasan. Apalagi, lewat Prasasti Plumpungan, diketahui bahwa sejak tahun 750 Masehi, wilayah Kota Salatiga adalah daerah perdikan. Perdikan merupakan istilah untuk wilayah dari kerajaan tertentu yang dibebaskan dari pemungutan pajak atau upeti karena kekhususan yang dimilikinya.

Pemberian status perdikan lewat Prasasti Plumpungan pada wilayah Desa Hampra yang merupakan cikal bakal Kota Salatiga ini dilakukan oleh Raja Bhanu dari Wangsa Syailendra. Peristiwa ini merupakan momen yang begitu istimewa di masa lalu. Apalagi, status perdikan tidak diberikan secara sembarangan, hanya ditujukan untuk wilayah yang benar-benar berjasa pada kerajaan.

Pada zaman penjajahan Belanda, Kota Salatiga sudah memiliki status yang jelas. Lewat Statsblad 1917 Nomor 266, tercantum bahwa Stadsgemeente Salatiga membawahi sebanyak 8 desa di Jawa Tengah. Kota ini juga kerap disebut sebagai kota favorit orang-orang kulit putih. Hal itu dibuktikan dengan keberadaan deretan bangunan mewah yang berdiri di Kota Salatiga.

Lukisan dari Josias Cornelis Rappard menggambarkan begitu jelas keindahan pemandangan Kota Salatiga di tahun 1880-an. Pada lukisan tersebut, dia menggambarkan keberadaan sebuah gereja dengan latar belakang Gunung Merbabu dan pepohonan rindang di sekelilingnya. Orang-orang Belanda pun menyebutkan Salatiga sebagai De Schoonste Stad van Midden-Java atau kota paling indah di Jawa tengah.

Pada era setelah kemerdekaan, Salatiga mendapatkan status sebagai Kotamadya Daerah Tingkat II. Pemberian status ini dilakukan lewat UU Nomor 17 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kecil dalam Lingkungan Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Hanya saja, wilayah Kota Salatiga ketika itu hanya terdiri dari Kecamatan Salatiga.

Tahun 1983, muncul wacana untuk melakukan pemekaran pada wilayah Kota Salatiga. Wacana ini kemudian terwujud pada tahun 1992 lewat penerbitan Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1992. Pada masa ini, Kota Salatiga tak lagi memiliki 1 kecamatan, tetapi 4 kecamatan dengan 22 wilayah kelurahan.

Cara Menuju Salatiga

Lokasinya yang berada dekat dengan kota besar di Jawa Tengah memberi kemudahan transportasi bagi para wisatawan yang ingin datang ke Salatiga. Kemudahan tersebut dihadirkan lewat beragam opsi transportasi yang bisa digunakan. Opsi transportasi tersebut di antaranya adalah:

Menuju Salatiga Lewat Jalur Darat

Akses transportasi menuju ke Salatiga yang paling utama bisa dilakukan dengan menggunakan bus. Ada 2 terminal bus di Kota Salatiga, yakni Terminal Tingkir dan Terminal Rejosari. Terminal Tingkir menjadi tempat pemberhentian bus yang melayani rute antarkota dalam provinsi (AKDP) ataupun antarkota antarprovinsi (AKAP). Sementara itu, Terminal Rejosari menyediakan layanan transportasi bus dengan tujuan Kota Magelang, Kopeng, Getasan, serta Ngablak.

Tak hanya ditunjang dengan keberadaan terminal bus yang memadai. Akses transportasi darat menuju ke Salatiga juga didukung dengan kondisi jalanan yang bagus. Apalagi, Kota Salatiga menjadi salah satu kota yang dilintasi oleh jalur Tol Semarang-Solo. Terdapat 2 pintu tol yang ada di wilayah Kota Salatiga, yakni Gerbang Tol Salatiga di Tingkir dan Gerbang Tol Pattimura di Sidorejo. 

Selain memiliki bus, Kota Salatiga juga punya Stasiun Tuntang yang terletak di perbatasan dengan wilayah Kabupaten Semarang. Stasiun yang dibangun pada tahun 1873 ini termasuk dalam kategori stasiun kecil yang masuk dalam wilayah Daerah Operasi (DAOP) IV Semarang.

Sejak tahun 1976, pihak KAI tak lagi melayani rute transportasi menuju ke Stasiun Tuntang. Sebagai gantinya, stasiun ini melayani kereta wisata yang menghubungkan antara Tuntang dengan Museum Kereta Api Ambarawa di Kota Ambarawa. Pemerintah pun kini berupaya untuk mengaktifkan kembali jalur kereta antara Salatiga menuju ke Semarang. Hanya saja, proyek tersebut masih menemui berbagai hambatan.

Menuju Salatiga Lewat Jalur Udara

Selain menggunakan kereta dan bus, ada pula alternatif menuju ke Salatiga dengan naik pesawat. Hanya saja, untuk menggunakan sarana transportasi ini, wisatawan tidak secara langsung mendarat di wilayah Kota Salatiga. Ada 2 opsi bandara yang lokasinya berada tidak jauh dari Kota Salatiga, yakni Bandara Ahmad Yani di Semarang dan Bandara Adi Soemarmo di Solo.

Transportasi di Salatiga

Selama berada di wilayah Kota Salatiga, pilihan transportasi yang dapat digunakan juga bervariasi. Terminal Tamansari menjadi tempat pemberhentian angkutan umum yang melayani berbagai rute di dalam kota. Di sini, wisatawan bisa menjumpai pilihan transportasi massal seperti bus kota, taksi, ataupun angkutan kota.

Tidak ketinggalan, keberadaan sarana transportasi berbasis aplikasi seperti GoJek ataupun Grab juga bisa ditemukan di Salatiga. Sebagai tambahan, ada pula alat transportasi tradisional seperti andong dan becak. Kedua alat transportasi tradisional tersebut bisa dipakai sebagai kendaraan umum alternatif sembari menikmati keindahan alam Salatiga.

Tempat Wisata di Salatiga dan Sekitarnya

Ketika berada di Kota Salatiga, wisatawan bisa menemukan beragam tempat wisata yang menarik. Pilihan tempat-tempat wisata tersebut di antaranya adalah:

Rawa Pening

Rawa Pening jadi destinasi wisata utama yang bisa ditemukan di Salatiga. Rawa Pening dikenal sebagai danau yang begitu luas, mencapai 2.670 hektare dan menjadi bagian dari wilayah Kecamatan Tuntang di Salatiga, Ambarawa, Bawen, serta Banyubiru.

Pemandangan di Rawa Pening menjadi daya tarik yang begitu tinggi bagi para wisatawan. Apalagi, dari sekitar danau, wisatawan bisa menyaksikan pemandangan Gunung Merbabu secara menyeluruh. Ditambah lagi, di sini juga terdapat Bukit Cinta yang menawarkan wisata foto instagramable.

Pemandian Kalitaman

Pilihan wisata berikutnya di Salatiga adalah Pemandian Kalitaman. Pemandian umum yang satu ini merupakan salah satu bekas peninggalan Belanda, dulu dikenal dengan nama Kaligedong. Selain memiliki nilai sejarah yang tinggi, Pemandian Kalitaman juga menawarkan air yang begitu menyegarkan, bersumber dari mata air alami.

Mata Air Senjoyo

Selain Pemandian Kalitaman, ada pula Mata Air Senjoyo yang menawarkan wisata air alami yang menyegarkan. Di sini, wisatawan bisa menjumpai mata air yang begitu jernih dengan suasana alami di sekelilingnya. Konon, mata air alami di Salatiga ini merupakan lokasi pertapaan sekaligus tempat berendamnya Joko Tingkir atau Raden Mas Karebet yang dikenal sebagai pendiri Kerajaan Pajang.

Prasasti Plumpungan

Menelusuri sejarah Kota Salatiga dengan berkunjung ke Prasasti Plumpungan yang juga dikenal dengan nama Prasasti Hampran bisa jadi aktivitas menarik. Prasasti ini berbentuk sebuah batu andesit dengan panjang 170 cm dan lebar 160 cm serta garis lingkar 5 meter. Di atas permukaan batu tersebut, terdapat tulisan yang menggunakan Bahasa Jawa Kuno serta Bahasa Sanskerta.

Lewat keberadaan prasasti ini, wisatawan bisa menemukan bukti sejarah cikal bakal Kota Salatiga. Prasasti Plumpungan merupakan bukti adanya pemberian tanah perdikan pada lokasi prasasti ini berada. Tak ketinggalan, pada prasasti ini juga tertulis kalimat yang memiliki arti, “semoga bahagia, selamatlah rakyat sekalian”.

Atlantic Dreamland

Kota Salatiga juga memberikan pilihan tempat wisata keluarga yang tak kalah menarik dibandingkan dengan kota-kota besar di Jawa Tengah. Atlantic Dreamland menyediakan beragam wahana permainan yang sangat bervariasi. Di sini, wisatawan bisa menemukan total sebanyak 16 wahana permainan yang dapat digunakan.

Wahana waterbom dengan kolam renangnya, bisa menjadi tempat untuk bermain air yang begitu menyenangkan. Ada pula wahana flying fox untuk para pengunjung yang ingin mencari tantangan. Selain itu, ada pula beberapa wahana lainnya seperti, jet coaster, bom-bom car, carousel, dan lain-lain. 

Lapangan Pancasila

Lapangan Pancasila jadi pilihan untuk menghabiskan waktu liburan yang murah meriah di Kota Salatiga. Lapangan ini merupakan alun-alun Kota Salatiga dan merupakan salah satu peninggalan penjajah Belanda. Nama Lapangan Pancasila disematkan pada alun-alun ini karena keberadaan tugu berbentuk Pancasila yang diapit oleh 2 pohon beringin di dalamnya.

Desa Wisata Tingkir Lor

Untuk para wisatawan yang menginginkan suasana liburan khas pedesaan di Salatiga, bisa memilih berkunjung ke Desa Wisata Tingkir Lor. Desa yang satu ini berlokasi di wilayah perbatasan antara Kota Salatiga dengan Kabupaten Semarang. Di sini, wisatawan bisa menjumpai suasana desa yang benar-benar asri.

Hal yang menarik terkait keberadaan Desa Wisata Tingkir Lor ini adalah fakta bahwa desa ini dulunya menjadi tempat tinggal Joko Tingkir. Selain itu, wisatawan juga bisa menyaksikan atraksi unik bernama drumblek, yakni pertunjukan drum band menggunakan kaleng bekas. Tidak ketinggalan, ada pula berbagai pilihan oleh-oleh yang merupakan kreasi asli dari masyarakat Desa Tingkir Lor.

Museum Kereta Api Ambarawa

Berada sekitar 30 km dari pusat Kota Salatiga, wisatawan bisa menjumpai keberadaan Museum Kereta Api Ambarawa. Tempat wisata yang dikenal sebagai museum perkeretaapian pertama di Indonesia ini, berlokasi di Kecamatan Ambarawa di Kabupaten Semarang.

Di sini, wisatawan pun bisa menjumpai keberadaan kereta wisata yang menghubungkan Museum Kereta Api Ambarawa dengan Stasiun Tuntang di Salatiga. Selain itu, ada pula kereta wisata tujuan Ambarawa-Bedono.

Stasiun ini dulunya dikenal dengan nama Stasiun Willem I, dibuka untuk pertama kali pada tahun 1873. Pemerintah Hindia Belanda sempat melakukan renovasi bangunan stasiun pada tahun 1907. Ketika masih berfungsi sebagai stasiun, tempat ini digunakan untuk melayani jalur Semarang Lawang-Solo Balapan-Yogyakarta. Hanya saja, layanan stasiun ini secara resmi ditutup pada tahun 1976 seiring dengan penutupan jalur Yogyakarta-Magelang-Secang.

Di tempat ini, wisatawan bisa menemukan koleksi kereta yang dikenal sebagai lokomotif modern pada masanya. Beberapa koleksi tersebut di antaranya adalah lokomotif uap B2502 dan B2503, lokomotif diesel hidraulik D 300 23, kereta kayu dari Kebonpolo, kereta inspeksi Sultan Madura, gerbong GR yang berasal dari Balai yasa Manggarai, dan beragam jenis lokomotif tua lainnya.

Tlogo Plantation

Pilihan wisata agro juga dapat ditemukan di Kota Salatiga, tepatnya di Tlogo Plantation. Di Tlogo Plantation, wisatawan akan diajak untuk menjelajahi area perkebunan yang bernuansa sejuk dan dingin. Wilayah perkebunan Tlogo Plantation merupakan peninggalan dari perusahaan Belanda bernama NV Cultuur Marschappy, yang dibangun pada tahun 1838.

Pada awal pembangunannya, area perkebunan ini digunakan untuk sarana penanaman tumbuhan cokelat. Saat ini, beragam jenis tumbuhan bisa ditemukan di wilayah perkebunan Tlogo Plantation. Selain cokelat, ada pula jenis tanaman lainnya, seperti cengkeh, karet, kopi, kayu manis, dan pala.

Arrowhead Park

Untuk para wisatawan yang ingin menikmati keindahan pemandangan Kota Salatiga dengan cara yang berbeda, bisa memilih datang ke Arrowhead Park. Tempat wisata yang satu ini berlokasi di Desa Tegal Tawon yang ada di wilayah perbatasan Salatiga dan Kabupaten Semarang. Keberadaan Arrowhead Park bisa ditemukan tepat berhadapan dengan area pacuan kuda yang ada di desa ini.

Di tempat ini, wisatawan bisa merasakan pengalaman menarik menikmati pemandangan alami Salatiga dengan menaiki kuda. Menariknya lagi, kuda-kuda yang ada di Arrowhead benar-benar kuda tunggangan. Para pengunjung juga akan disertai dengan beberapa fasilitas pendukung, termasuk di antaranya adalah helm, sepatu, serta pelatih kuda profesional.

Selain bisa menghabiskan waktu dengan menaiki kuda, ada pula beragam aktivitas lainnya yang bisa dilakukan di Arrowhead Park Salatiga. Wisatawan bisa mencoba untuk berkeliling menggunakan ATV, bermain trampolin, ataupun mengajak teman-teman untuk berkompetisi dalam air soft gun ataupun paint ball.

Umbul Sidomukti

Pilihan tempat wisata menarik berikutnya yang dapat dikunjungi selagi berada di Kota Salatiga adalah Umbul Sidomukti. Tempat wisata ini memang bukan berada di wilayah Salatiga, melainkan bagian dari Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.

Di tempat ini, wisatawan bisa merasakan suasana liburan yang menyejukkan khas dataran tinggi. Fasilitas yang disediakan juga begitu lengkap. Di sini, pihak pengelola menyediakan kolam renang dengan ukuran yang cukup luas, area camping ground, ataupun fasilitas outbond.

Kuliner Khas Kota Salatiga

Selain memiliki deretan wisata yang menarik, wisatawan juga berkesempatan untuk mencicipi beragam kuliner khas Salatiga yang menggugah selera. Pilihan kuliner khas Salatiga yang wajib disantap ketika liburan ke sana di antaranya adalah:

Tumpang koyor

Kuliner tumpang koyor jadi pilihan pertama yang bisa Anda cari selagi berada di Kota Salatiga. Makanan yang satu ini biasanya disajikan ketika sarapan, dengan menggunakan nasi ataupun bubur. Menariknya, bahan-bahan yang digunakan untuk proses pembuatan tumpang koyor sebenarnya merupakan makanan sisa. Meski begitu, makanan ini menawarkan rasa yang gurih dan lezat.

Bahan utama yang digunakan untuk membuat tumpang koyor adalah daging urat serta tempe busuk. Selanjutnya, ada pula kerupuk karak yang dibuat dari nasi sisa. Ada pula serundeng yang dibuat dari ampas santan kelapa yang melalui proses penyangraian. Untuk bumbunya, tumpang koyor menggunakan campuran bawang merah, bawang putih, cabai, lengkuas, daun jeruk, kencur, serta daun salam.

Meski menggunakan bahan-bahan yang sederhana, tetapi proses pembuatan tumpang koyor butuh waktu yang cukup lama. Proses pemasakannya dilakukan memakai kuali selama kurang lebih 2 jam. Sebagai pelengkap, terkadang tumpang koyor juga disajikan dengan adanya tambahan daun pepaya, mi goreng, taoge rebus, dadar jagung, tempe goreng, ataupun tahu isi.

Lotek

Lotek juga menjadi makanan yang begitu banyak dijumpai di Kota Salatiga. Meski dikenal sebagai kuliner khas Sunda, ternyata lotek sudah cukup lama diketahui keberadaannya di Salatiga. Bahkan, keberadaan makanan mirip gado-gado ini bisa ditelusuri telah ada di Kota Salatiga sejak zaman penjajahan Belanda.

Gudeg koyor

Gudeg dikenal sebagai kuliner khas dari Yogyakarta. Namun, ada pula gudeg yang menjadi cita rasa khas Salatiga, namanya gudeg koyor. Gudeg koyor memiliki cara penyajian yang berbeda dengan gudeg biasa. Pada makanan ini, terdapat tambahan berupa koyor atau urat sapi yang disertai dengan kuah bersantan.

Dalam proses penyajiannya, koyor terlebih dahulu dipotong dalam ukuran kecil-kecil yang kemudian ditambahkan pada nasi gudeg. Tak ketinggalan, ada tambahan daun singkong yang selanjutnya disiram dengan kuah pedas. Sebagai tambahan, ada pula opsi untuk membubuhkan kuah opor pada sajian kuliner ini.

Gecok kambing

Gecok kambing jadi pertimbangan kuliner khas Salatiga berikutnya yang bisa Anda santap. Menariknya, warung makan yang menyajikan gecok kambing, tersebar begitu banyak di berbagai penjuru Kota Salatiga. Wilayah Tuntang secara khusus menjadi pusat kuliner gecok kambing khas Salatiga.

Gecok kambing khas Salatiga dibuat dengan beragam bumbu rempah-rempah, termasuk di antaranya adalah merica serta cabai jawa. Kuliner ini memiliki rasa pedas yang berpadu dengan rasa gurih. Masyarakat Salatiga sendiri, percaya bahwa mengonsumsi gecok kambing berkhasiat untuk kesehatan, termasuk di antaranya adalah meringankan flu dan membuat badan lebih segar.

Pecel keong

Olahan pecel sudah begitu banyak dijumpai di berbagai kota di Pulau Jawa. Namun, lain halnya kalau berbicara tentang kuliner pecel keong yang menjadi ciri khas dari Kota Salatiga. Bumbu pecel yang ada pada makanan ini memang tak jauh berbeda dengan bumbu pecel di tempat lain. Hanya saja, dalam penyajiannya, pecel dikombinasikan dengan oseng-oseng keong.

Keong atau tutut yang digunakan pada makanan ini berasal dari keong sawah yang ditemukan di Rawa Pening. Daging keong memiliki tekstur yang mirip dengan kerang, tetapi terasa lebih kenyal. Konon, pecel keong dipercaya mampu menyembuhkan pegal linu serta rematik bagi siapa pun yang memakannya.

Gendar pecel

Karak gendar dikenal sebagai kerupuk yang menjadi ciri khas dari Kota Salatiga. Dalam penyajiannya, karak gendar tak hanya dijadikan sebagai kerupuk, tetapi juga dibuat untuk campuran pecel, namanya gendar pecel. Cara penyajian gendar pecel tak ubahnya seperti pecel biasa, hanya disertai gendar. Sebagai tambahan, gendar pecel khas Salatiga juga kadang disertai dengan bongko yang terbuat dari bahan campuran kacang tolo dan kelapa parut.

Es gempol pleret

Untuk pilihan minuman, Kota Salatiga punya opsi yang tidak kalah segar, namanya es gempol pleret. Minuman ini terbuat dari gempol yang berasal dari adonan tepung beras dan pleret yang dibuat dari bahan adonan tepung ketan. Selanjutnya, gempol dan pleret disiram dengan campuran es batu, santan, serta sirop.

Tempat Nongkrong di Salatiga

Perkembangan pesat yang ada di Kota Salatiga juga memunculkan deretan kafe sebagai pilihan tempat nongkrong yang asyik. Kafe-kafe yang saat ini tengah ngehits dan populer di Salatiga di antaranya adalah:

Kafeole

Kafeole jadi pertimbangan tempat nongkrong yang asyik untuk wisatawan yang menyukai suasana tempat makan yang alami. Di kafe ini, pengunjung akan menemukan kebun yang penuh dengan beragam jenis tumbuhan yang begitu menyejukkan mata.

Kafeole menyediakan beragam menu yang bisa dinikmati dengan harga cukup murah. Pilihan menu yang mereka hidangkan di antaranya adalah, menu nusantara, chinese food, serta western food. Sebagai pilihan tempat untuk menyantap makanan, tersedia gazebo yang dikelilingi oleh kebun hijau di dalam kafe.

Susu Segar 39

Susu Segar 39 menjadi pilihan yang tepat untuk para pencinta olahan susu asli. Olahan susu yang bisa dijumpai di antaranya adalah, jus susu pisang, susu murni, susu cokelat, susu madu, dan sebagainya. Ada pula beragam menu pendamping yang bisa dipesan, seperti roti bakar, Indomie, ataupun chicken pompom. Semua sajian tersebut bisa diperoleh dengan harga yang cukup ramah di kantong. 

Pinog Coffee

Pinog Coffee menjadi pertimbangan berikutnya bagi wisatawan yang ingin mencari tempat nongkrong nyaman di Salatiga. Kafe ini buka pada akhir tahun 2016 dengan menghadirkan suasana ruangan ala retro yang begitu khas. Di sini, pengunjung tak hanya bisa menemukan sajian menu yang komplet, tetapi juga hiburan live music yang mengasyikkan setiap Jumat dan Sabtu.

Waroeng Lawas

Meski berlabel dengan nama Waroeng Lawas, kafe yang satu ini menjadi tempat nongkrong yang asyik untuk kawula muda di Kota Salatiga. Kafe ini sengaja didesain sesuai dengan namanya, dengan memajang berbagai barang antik yang sulit ditemukan di era modern seperti sekarang. Dengan suasana yang unik tersebut, tak heran kalau Waroeng Lawas menjadi tempat berfoto favorit para pengunjung. Ditambah lagi, pilihan menu, baik makanan ataupun minuman yang ada di sini juga begitu lengkap.

Godhong Pring

Kesan tradisional khas Jawa begitu kental ketika memasuki Kafe Godhong Pring. Para pengunjung dapat memilih untuk menyantap menu secara lesehan atau menggunakan tempat duduk kayu. Tak ketinggalan, sajian yang bisa disantap di sini juga sesuai dengan tema tempo dulu yang mereka tawarkan, termasuk di antaranya adalah teh asli dari Salatiga.

Restoran Terkenal di Salatiga

Selain punya deretan kafe yang keren dan nyaman, Kota Salatiga juga penuh dengan tempat makan dengan sajian yang enak. Berikut ini 6 pilihan restoran dan tempat makan legendaris dan terkenal yang bisa dijumpai di Salatiga:

Sate Sapi Suruh

Kedai Sate Sapi Suruh jadi pilihan tempat menarik untuk berburu kuliner legendaris di Salatiga. Sate sapi yang bisa ditemukan di kedai ini bukanlah sate sapi biasa. Sate sapi yang ditawarkan di tempat ini telah berdiri sejak tahun 1987. Nama Suruh yang ada pada kedai ini, merupakan nama daerah Suruh di Kabupaten Semarang yang merupakan tempat asal pemilik kedai Sate Sapi Suruh.

Sekilas, sate sapi yang ada di kedai Sate Sapi Suruh tak jauh berbeda dengan sate sapi di tempat lain. Di sini, pengunjung bisa menemukan beberapa tusuk sate dari daging sapi yang kemudian disajikan dengan bumbu saus kacang, potongan ketupat, serta irisan bawang dan cabai. Namun, dari segi rasa, sate sapi di tempat ini jauh lebih unggul dibandingkan sate di tempat lain.

Sate Sapi Suruh menyajikan sate dengan daging yang begitu empuk dan lembut. Tekstur yang empuk dan lembut itu didapatkan lewat pemilihan daging sapi yang terbaik. Bukti dari kelezatan sate sapi di kedai ini pun begitu tampak dari keramaian pengunjung yang selalu mewarnainya. Bahkan, dalam sehari, kedai ini bisa menghabiskan sebanyak 1.000 tusuk sapi.

Soto Esto

Kuliner legendaris selanjutnya di Kota Salatiga adalah Soto Esto yang dapat ditemukan di alamat Jl. Langensuko, nomor 4, Sidorejo. Kedai soto yang satu ini telah berdiri sejak tahun 1953. Nama Esto yang tersemat pada kedai ini, berasal dari nama garasi kecil bertuliskan ESTO yang dulu dijumpai di depan kedai. Meski telah berpindah lokasi, pemilik kedai memutuskan untuk menggunakan Esto sebagai nama usahanya.

Soto ayam yang disajikan di Kedai Soto Esto Salatiga memiliki tampilan yang cukup sederhana. Pengunjung bakal memperoleh semangkuk nasi dengan kuah soto yang disertai dengan irisan daun seledri serta daging ayam kampung suwir. Kuah pada soto ini dibuat dengan campuran santan yang membuatnya terasa begitu gurih dan menyegarkan. Tak ketinggalan, ada pula remah kerupuk karak yang dibubuhkan pada bagian atas soto.

Nasi Kucing Senjoyo

Kuliner sederhana angkringan khas Yogyakarta juga bisa ditemukan begitu ramai di Kota Salatiga. Nasi kucing menjadi sajian utama yang dapat dijumpai di angkringan. Nah, di kota ini nama Nasi Kucing Senjoyo menjadi buruan para pencinta kuliner enak yang murah meriah. Lokasi angkringan ini berada di Jl. Senjoyo yang biasanya buka mulai sore hari sampai tengah malam.

Kedai Angkringan Nasi Kucing Senjoyo ini tak berbeda seperti angkringan lain, berupa lapak kaki lima. Ketika dalam kondisi yang ramai, terutama ketika malam Minggu, pemilik kedai kerap menggelar tikar untuk tempat duduk para pengunjung. Menu yang disajikan di sini juga begitu sederhana. Pengunjung bisa menemukan nasi kucing dengan porsi yang mini serta beragam opsi lauk, termasuk di antaranya adalah, sate usus, sate kulit ayam, sate telur puyuh, bakwan, dan lain-lain.

Ronde Sekoteng Jago

Di tengah dinginnya suasana dataran tinggi di Kota Salatiga, wisatawan bisa mencoba untuk menghangatkan tubuh dengan sajian ronde sekoteng. Apalagi, di kota ini terdapat kedai ronde sekoteng yang begitu legendaris, yakni Ronde Sekoteng Jago yang telah berdiri sejak tahun 1964.

Air jahe yang menjadi bahan untuk pembuatan ronde sekoteng dijamin bisa membuat tubuh merasa hangat. Apalagi, ronde sekoteng yang disajikan di kedai ini dibuat dengan resep istimewa yang dibuat dengan 9 ramuan. Selain itu, wedang ronde sekoteng yang ada di tempat ini disajikan dalam 2 pilihan, yakni dalam kondisi hangat ataupun dingin dengan disertai es batu.

Wedang ronde sekoteng bukanlah satu-satunya sajian yang bisa ditemukan di tempat makan legendaris di Kota Salatiga ini. Pengunjung juga dapat menjumpai opsi menu lain yang bisa dinikmati, yakni ronde kacang tanah. Menariknya lagi, kuliner legendaris ini juga kerap menjadi tempat persinggahan selebritas terkemuka tanah air, seperti Deddy Mizwar dan mendiang Bondan Winarno.

Gecok Kambing Mbah Tini

Banyak warung gecok kambing yang bisa ditemukan di Kota Salatiga. Namun, dari sekian banyak pilihan, Warung Gecok Kambing Mbah Tini merupakan pilihan yang paling direkomendasikan. Warung gecok kambing ini bisa ditemukan di wilayah Tlogo yang masuk dalam Kecamatan Tuntang, Kota Salatiga.

Gecok kambing di tempat ini memiliki kuah dengan warna cokelat muda yang terlihat begitu kental. Apalagi, kuah gecok kambing di warung ini disertai dengan kelapa sangrai yang membuatnya terasa begitu gurih. Daging kambing pada gecok yang ada di sini juga tidak berbau. Pengunjung bisa memesan seporsi gecok kambing dengan beragam isian, seperti mata, jeroan, kikil, dan lain-lain.

Lawuh Ndeso

Rekomendasi tempat makan berikutnya yang terkenal di Kota Salatiga adalah Lawuh Ndeso. Di restoran ini, pengunjung dapat menjumpai deretan menu tradisional yang saat ini begitu sulit ditemukan. Menu-menu tersebut di antaranya adalah, mangut lele, oseng-oseng, lodeh, sayur bening, beras kencur, kunir asam, pepes ikan, dan lain-lain.

Ketika berada di Restoran Lawuh Ndeso, para pengunjung tak hanya berkesempatan untuk menyantap menu tradisional dengan sepuasnya. Apalagi, cara penyajian menu di restoran ini sengaja didesain secara prasmanan. Di waktu yang sama, pengunjung juga akan memperoleh akses untuk melihat proses pembuatan masakan secara langsung.

Oleh-Oleh Khas Salatiga

Tak lengkap rasanya kalau bepergian ke Kota Salatiga tanpa membawa buah tangan untuk teman, saudara, atau rekan kerja. Apalagi, pilihan oleh-oleh khas Salatiga juga cukup banyak. Berikut ini adalah opsi oleh-oleh yang bisa Anda dapatkan:

Gethuk kethek

Gethuk kethek menjadi pilihan oleh-oleh khas Salatiga yang bisa dibawa pulang. Gethuk ini dibuat dari bahan utama singkong dengan proses pembuatan secara tradisional. Wisatawan bisa mendapatkan oleh-oleh khas Salatiga ini dalam bentuk kemasan kardus yang berisi sebanyak 20 balok gethuk.

Gethuk kethek Satu Rasa menjadi merek pilihan untuk oleh-oleh khas yang satu ini. Produsen gethuk ini telah beroperasi sejak tahun 1980-an. Nama kethek yang ada pada makanan ini berasal dari keberadaan hewan peliharaan berupa monyet yang ada di depan rumah penjualnya.

Enting-enting gepuk

Enting-enting gepuk bisa jadi pilihan oleh-oleh yang bisa dibawa pulang ketika bepergian ke Kota Salatiga. Camilan yang satu ini dibuat dengan campuran antara kacang tanah yang telah disangrai dengan gula karamel. Selanjutnya, campuran kedua bahan tersebut dipukul sampai halus.

Enting-enting gepuk yang berkualitas, dibuat dengan tanpa bahan pengawet. Meski begitu, daya tahan dari camilan tradisional khas Salatiga ini bisa cukup lama, mencapai 6 bulan. Hanya saja, proses penyimpanan harus diperhatikan, dengan tidak menempatkannya pada lokasi yang terpapar sinar matahari secara terus-menerus.

Karena dibuat dari bahan gula, enting-enting memiliki rasa yang begitu manis. Keberadaan kacang pada makanan ini, menghadirkan rasa gurih. Meski terlihat begitu keras pada bagian luarnya, enting-enting gepuk memiliki tekstur yang begitu rapuh di bagian dalam. Biasanya, enting-enting dikemas dalam bentuk prisma dan dipasarkan dalam ukuran besar serta kecil.

Karak gendar

Karak gendar yang dibuat menggunakan bahan dasar nasi jadi pertimbangan oleh-oleh yang enak berikutnya dari Kota Salatiga. Biasanya, nasi yang digunakan untuk membuat kerupuk karak gendar adalah nasi sisa. Wisatawan bisa menjumpai karak gendar khas Salatiga dalam bentuk kotak ataupun bulat.

Keberadaan karak gendar bagi masyarakat Kota Salatiga sangat sulit untuk dipisahkan. Sebagai buktinya, wisatawan bisa menjumpai kerupuk karak gendar dicampurkan dalam berbagai jenis makanan, termasuk di antaranya adalah soto serta tahu campur.

Ampyang

Ampyang merupakan jenis camilan yang dibuat dengan bahan yang hampir sama dengan enting-enting gepuk, yakni kacang tanah dan gula. Hanya saja, gula yang digunakan untuk pembuatan ampyang khas Salatiga adalah gula jawa. Bahan lain yang dipakai untuk proses pembuatan jajanan ini adalah jahe, yang membuat ampyang memiliki efek mampu menghangatkan tubuh.

Kopi Babah Kacamata

Sebagai wilayah yang ada di dataran tinggi, tak heran kalau Salatiga punya produk kopi yang khas. Nah, Kopi Babah Kacamata merupakan produk kopi yang paling terkenal di Kota Salatiga ini. Kopi ini dibuat dari jenis kopi robusta dan diolah secara rumahan.

Kopi ini terbilang sebagai kopi yang legendaris dari Kota Salatiga. Pabrik Kopi Babah Kacamata telah berdiri sejak tahun 1966, oleh pasangan Warsono (Tan Tjun Gwan) dan istrinya Lucia Rusmiyati. Wisatawan pun bisa mendapati oleh-oleh khas Salatiga ini di pabriknya secara langsung yang ada di alamat Jalan Kalinyamat No. 16, Kutowinangun, Salatiga.

Penikmat Kopi Babah Kacamata pun cukup banyak, tidak hanya warga lokal, tetapi juga bule yang berasal dari Sekolah Internasional Salatiga. Kopi ini juga sangat cocok disajikan dalam berbagai cara, baik dibuat dengan cara penyajian kopi tubruk, espresso, ataupun turkish coffee.

Daftar Pusat Perbelanjaan di Salatiga

Pusat perbelanjaan, baik berupa mall ataupun pasar tradisional, yang ada di Kota Salatiga juga cukup banyak. Deretan pusat perbelanjaan tersebut di antaranya adalah:

  • Ramayana Mall Tamansari
  • Tamansari Shopping Center
  • Pasar Raya I
  • Pasar Raya II
  • Salatiga Plaza
  • Roma Laris Swalayan

Event Tahunan di Kota Salatiga

Kota Salatiga juga punya banyak acara yang secara rutin mereka selenggarakan setiap tahun. Acara-acara tersebut di antaranya adalah:

Karnaval Salatiga

Karnaval yang satu ini menjadi ajang unjuk kebolehan budaya khas masyarakat Kota Salatiga. Acara ini pertama kali dilaksanakan pada tahun 2009 dan selanjutnya dilakukan secara rutin hingga sekarang. Dalam acara ini, masyarakat berlomba-lomba untuk menampilkan parade budaya yang ada di Indonesia.

Salah satu budaya khas Salatiga yang kini berkembang dengan cepat lewat Karnaval Salatiga adalah drumblek. Lewat drumblek, masyarakat Salatiga mampu membuktikan bahwa musik yang berkualitas bisa dihasilkan tanpa harus menggunakan alat musik yang mahal. Musik yang bagus dapat pula diciptakan lewat barang-barang bekas.

Indonesian International Culture Festival (IICF)

 IICF merupakan acara tahunan yang secara khusus diadakan oleh para mahasiswa dari kampus UKSW. Acara ini diadakan untuk menunjukkan kekayaan budaya serta toleransi beragama yang ada di Indonesia. Bahkan, banyak media yang menyebut festival ini sebagai ‘parade Indonesia mini’.

Ada beberapa rangkaian acara yang mengisi IICF setiap tahunnya. Pawai Budaya menjadi acara pembuka. Selanjutnya, ada pula Festival Nusantara serta Food Festival yang bertujuan untuk memperkenalkan beragam kuliner khas Indonesia. Tak ketinggalan, para peserta IICF juga akan menampilkan beragam jenis kesenian daerah, baik berupa tarian ataupun pertunjukan musik.

Hotel di Salatiga

Saat berkunjung ke kota Salatiga sayang sekali bila pulang kembali ke kota asal di hari itu juga. Apalagi jika anda berasal dari kota yang jauh dari Salatiga, karena banyak tempat wisata di Salatiga yang bisa anda kunjungi selama berada di kota ini. Berkunjung ke Salatiga yang jauh dari rumah tentu tidak cukup untuk sebentar, pastinya Anda butuh dua hingga beberapa hari kedepan menikmati sajian keindahan kota Salatiga.

Selama berada di Salatiga, Anda butuh hotel atau penginapan untuk menginap menghabiskan malam. Untuk itu Anda tak perlu takut tidak menemukan hotel, penginapan atau rumah singgah (guest house) ketika berkunjung ke Salatiga ini.Anda tak perlu bingung karena ada banyak penginapan atau hotel murah di Salatiga yang menawarkan harga menarik.

Perlu diketahui bahwa kategori hotel murah juga memiliki kelas - kelas tersendiri seperti di Airy Salatiga. Hotel murah memang sangat cocok untuk anda yang bertipe budget traveler. Namun bukan berarti tidak bisa digunakan anda dan keluarga. Hotel murah di Salatiga memiliki fasilitas yang lengkap dan membuat tidur anda nyaman seperti menginap di hotel berbintang tinggi sekalipun. Harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau mulai dari 100 ribuan dan Anda akan menemukan banyak di Salatiga. Untuk itu anda perlu mengetahui jenis hotel di Salatiga yang ada di Airy yaitu sebagai berikut:

Kelas Eco

Jika anda memiliki budget terbatas dan harus menginap saat sedang berkunjung ke kota Salatiga, maka anda dapat memilih hotel jenis Eco ini. Karena hotel ini memberikan harga yang sangat terjangkau dibanding kelas lain diatasnya. Harga yang murah bukan berarti fasilitasnya murahan, anda tak perlu ragu, walaupun dengan harga yang lebih murah, tetapi hotel ini juga memiliki jaminan fasilitas yang pastinya membuat tidur anda nyaman. Fasilitas tersebut seperti wifi gratis, tempat tidur bersih, perlengkapan mandi, air minum gratis, tv dan air conditioner (AC). Tentu hotel jenis ini cocok untuk para Backpacker dengan budget terbatas yang hanya butuh tempat untuk tidur. Harga untuk hotel eco di Salatiga mulai dari 100 ribuan anda dapat temukan dengan mudah.

Kelas Standard

Jika anda memiliki budget yang cukup, tentunya anda dapat upgrade atau meningkatkan fasilitas kenyamanan kamar, maka anda dapat memilih hotel murah di Salatiga dengan kelas Standard. Harga yang ditawarkan kelas ini tidak terlalu berbeda jauh dengan kelas Eco, Anda tetap akan mendapatkan harga yang terjangkau untuk kelas hotel murah ini. Dengan harga yang tidak jauh berbeda dari kelas Eco, anda dapat menikmati ekstra kenyamanan kamar diatas kelas Eco. Fasilitas tambahan dapat berupa air panas untuk mandi hingga sarapan pagi gratis. Sangat direkomendasikan untuk anda yang berwisata untuk lebih lama di hotel atau staycation saat berkunjung ke kota Salatiga. Selain itu, hotel murah kelas standard ini juga sangat cocok untuk anda yang sedang melakukan perjalanan bisnis bertemu klien di Salatiga. Anda dapat menikmati malam sambil menyiapkan presentasi atau menyelesaikan pekerjaan saat disaat harus keluar kota di dalam hotel.

Kelas Premier

Kelas yang terakhir adalah kelas Premier atau kelas yang paling high class di Airy Salatiga. Ini cocok untuk anda yang memprioritaskan kenyamanan kamar atau hotel secara keseluruhan tanpa bergantung pada budget. Kelas Premier ini menawarkan hotel murah yang setara dengan hotel bintang 4 atau 5. Fasilitas yang ditawarkan hotel keseluruhan termasuk lengkap dan berbeda dengan kelas Standard. Harga yang ditawarkan sedikit lebih tinggi dari kelas Standard, namun anda dapat menikmati kenyamanan yang lebih ekstra jika anda memilih hotel kelas ini. Cocok sekali untuk yang sedang honeymoon dan lebih banyak berdiam di hotel. Kelas hotel murah ini banyak ditemukan di Kota besar seperti Salatiga.

Tips Memilih Hotel di Salatiga

Sebelum berkunjung dan berwisata ke Kota Salatiga, tentu anda rencanakan dahulu akomodasi saat berada disana. Bagi Anda yang mencari hotel murah di Salatiga, maka anda akan menemukan banyak tawaran. Penting untuk anda mengetahui tips-tips agar terhindar dari hotel murahan. Berikut tips-tips yang bisa anda lakukan.

Perhatikan Harga Per Malam

Budget menjadi faktor penting bagi beberapa wisatawan untuk memilih hotel, karena harganya yang cukup menguras dompet. Itulah yang menjadi kebanyakan wisatawan mencari hotel atau penginapan murah ketika berkunjung ke Salatiga. Tak jarang pula wisatawan yang terjebak dengan harga yang ditawarkan hotel - hotel disana yang sangat murah dengan penipuan fasilitas. Oleh karena itu penting untuk Anda memerhatikan harga yang ditawarkan hotel murah di Salatiga.

Pastikan harga hotel murah yang ingin Anda booking berada pada standar OTA. Hotel murah yang disediakan Airy tentu lebih murah dibanding penyedia hotel lainnya di Salatiga. Harga yang murah bukan berarti fasilitasnya murahan, Anda dapat membuktikannya. Selain itu, jangan memaksakan untuk memilih hotel yang melebihi budget yang anda punya. Karena harga murah pun Anda dapat menikmati kenyamanan yang dijamin oleh Airy Salatiga.

Perhatikan Lokasi Hotel

Selanjutnya Anda harus perhatikan lokasi hotel murah yang Anda pilih di Salatiga. Jangan sampai lokasi yang anda booking jauh dari tempat tujuan anda. Walaupun banyak hotel yang memang sudah dibangun dekat tempat wisata, tetap anda harus mencari lokasi yang terbaik di Salatiga. Ada yang bisa anda perhatikan mengenai lokasi hotel di Salatiga seperti hotel dekat tempat wisata (pantai, pegunungan), hotel dekat wisata kuliner, atau hotel dekat pusat keramaian.

Lokasi juga menentukan transportasi yang akan anda gunakan. Jika anda akan selalu menggunakan taksi di Salatiga atau kendaraan pribadi mungkin tidak menjadi prioritas, namun apabila anda seorang backpacker maka anda perlu memperhatikan transportasi yang anda akan gunakan untuk menuju tempat wisata dari hotel. Lokasi hotel dekat keramaian tentu akan membuat anda dekat dengan kuliner ataupun tempat belanja sehingga tidak perlu pusing ketika berada di Salatiga.

Sesuaikan Fasilitas Yang Anda Butuhkan

Dengan adanya kelas-kelas hotel murah di Salatiga, tentu berdampak dengan fasilitas yang ada pada hotel tersebut. Anda dapat menyesuaikan dengan fasilitas yang ada di hotel-hotel Salatiga. Jika anda Backpacker mungkin hanya butuh stop kontak untuk charge gadget dan tempat tidur yang nyaman saja, tetapi jika anda seorang traveler maka mungkin anda ingin hotel dengan fasilitas lebih lengkap seperti sarapan pagi, kolam renang, atau air hangat. Di hotel Airy Salatiga anda akan menikmati semua fasilitas penunjang kenyamanan anda. Sehingga anda tak perlu takut untuk mendapatkan hotel dengan fasilitas seadanya.

Bandingkan Harga

Tentu harga yang dipatok masing-masing hotel murah di Salatiga akan berbeda. Perbedaan harga juga bergantung pada waktu booking anda. Biasanya jika booking di hari yang sama lebih mahal dibandingkan booking hotel dari jauh hari. Kemudian untuk booking hotel Salatiga secara online juga lebih banyak yang menyediakan. Anda dapat membandingkan harga dengan fasilitas yang disediakan serta benefit yang diberikan dari penyedia hotel. Airy memberikan harga yang lebih murah dibandingkan OTA lain dengan kamar yang memiliki fasilitas lengkap di Salatiga.

Pilihan Hotel Airy di Kota Salatiga

Untuk pilihan tempat menginap yang murah meriah di Kota Salatiga, terdapat 2 opsi Hotel Airy yang bisa digunakan, yakni:

Airy Syariah Sidorejo Merdeka Selatan Tiga 17

Hotel murah di Salatiga yang satu ini merupakan penginapan berkonsep syariah yang menjunjung tinggi nilai-nilai islami. Mereka yang menginap di Airy Syariah Sidorejo Merdeka Selatan, diharuskan untuk memperlihatkan Akta Nikah ataupun Kartu Keluarga, terutama jika menginap bersama dengan lawan jenis.

Selain menawarkan tarif menginap yang murah, Hotel Airy Syariah Sidorejo ini punya lokasi yang begitu strategis. Jarak antara Airy Syariah Sidorejo dengan Lapangan Pancasila hanya terpisah sejauh 4 km yang bisa ditempuh dalam waktu sekitar 10 menit. Sementara itu, Universitas Kristen Satya Wacana, berjarak hanya sekitar 2 km dari hotel.

Akses ke beragam tempat wisata juga sangat mudah. Tempat wisata instagrammable, Bukit Cinta di Rawa Pening, bisa dijangkau cukup dengan berkendara selama 25 menit. Sementara itu, wisata keluarga Atlantic Dreamland berjarak sekitar 7 km dari lokasi hotel. Selanjutnya, ada pula Arrowhead Park yang dapat didatangi dengan berkendara sekitar 25 menit berkendara dari hotel.

Airy Tuntang Beringin KM 2 Salatiga

Airy Tuntang Beringin KM 2 menawarkan lokasi yang tidak kalah strategisnya dibandingkan Hotel Airy Syariah Sidorejo. Hotel ini berada di kawasan Tuntang yang merupakan perbatasan antara Kota Salatiga dengan Kabupaten Semarang. Dengan begitu, lokasi hotel ini pun sangat cocok bagi wisatawan yang ingin menjelajahi tempat-tempat wisata yang ada di sekitar Salatiga.

Wisata Danau Rawa Pening bisa didatangi dengan begitu singkat dari hotel ini. Wisatawan hanya perlu berkendara sekitar 20 menit untuk bisa menyaksikan keindahan danau alami ini secara langsung. Sementara itu, Museum Kereta Api Ambarawa, berjarak hanya sekitar 10 km dari lokasi hotel. Destinasi wisata ini, sangat cocok bagi wisatawan yang liburan bersama keluarga.

Tidak hanya itu, akses transportasi yang begitu mudah juga menjadi keuntungan lainnya dari Hotel Airy Tuntang Beringin. Selain berada sangat dekat dengan Jl. Tol Semarang Solo, hotel ini juga memberikan akses yang mudah ke Bandara Ahmad Yani Semarang, berjarak sekitar 50 km.