Daftar
Daftarkan dirimu sebagai Airy Traveler

DAFTAR
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Sudah punya akun Airy? MASUK
|
Masuk
Masuk sebagai Airy Traveler


MASUK
LUPA PASSWORD?
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Belum punya akun Airy? DAFTAR
February 2020
Su
Mo
Tu
We
Th
Fr
Sa
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
1 Malam
Cari Kamar

30 Hotel Di Jogja

Urutkan Berdasarkan:Paling direkomendasikanHarga

Hint Icon
​AiryRooms Eco adalah salah satu kategori kamar AiryRooms yang menawarkan kamar dengan harga termurah dengan standar kenyamanan Airy Eco. AiryRooms Eco bekerja sama dengan penginapan, ​​residence dan ​guest house yang tersebar di seluruh Indonesia.
Airy Indonesia
Harga Per Malam
Rp 197,800

Airy Indonesia
Harga Per Malam
Rp 251,000
Sisa 1 kamar

Airy Indonesia
Harga Per Malam
Rp 172,200

Airy Indonesia
Harga Per Malam
Rp 249,500
Sisa 2 kamar

Mohon menunggu, sedang mencari kamar terbaik untuk Anda
Maaf kami tidak bisa menemukan property sesuai kriteria pencarian anda.
1 dari 2 halaman
Selanjutnya
2 Filter Diterapkan
Reset Filter
Tampilan Harga
Harga per malam
Harga total
Pengaturan Lain
Tampilkan Full Book
Lihat Peta

Tentang Kota Jogja

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang menyandang status “daerah istimewa.” Peleburan dua kerajaan, yaitu Kesultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman menjadi cikal bakal berdirinya provinsi yang berada di selatan Jawa ini.

Berbatasan langsung dengan Samudera Hindia dan Provinsi Jawa Tengah, Jogja menduduki wilayah seluas 3.185,80 km2.. Bentang alam Jogja terbagi dalam empat kelompok, yaitu kawasan gunung api Merapi, Pegunungan Sewu, Pegunungan Kulon Progo, dan dataran rendah. Perbedaan kondisi geografi ini berpengaruh pada persebaran penduduk, infrastruktur, dan kegiatan sosial ekonomi penduduk.

Secara administratif, provinsi ini terbagi menjadi satu kotamadya dan empat kabupaten. Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul adalah wilayah yang mempunyai kepadatan penduduk dan intensitas kegiatan sosial ekonomi tinggi. Sementara, Kabupaten Gunung Kidul dan Kulon Progo jumlah penduduknya tidak sepadat ketiga wilayah itu.

Namun, perbedaan kondisi geografi wilayah Jogja justru menawarkan variasi destinasi wisata yang kaya. Tidak hanya mengandalkan wisata budaya dari tradisi yang masih mengakar kuat, tetapi juga pilihan wisata alam beragam. Dari gunung api, pantai, hutan, hingga pegunungan kapur, semua bisa dijumpai di Jogja.

Wajar jika Jogja menjadi destinasi pariwisata kedua andalan Indonesia setelah Bali. Sektor pariwisata adalah denyut nadi perekonomian Jogja. Keberagaman objek wisata tersebut juga ditunjang oleh kearifan lokal dalam menumbuhkan atmosfer berkarya bagi komunitas seni dan keramahtamahan masyarakat pada kehadiran pendatang.

Dengan karakteristik daerah demikian, berbagai aktivitas wisata dapat dilakukan di Jogja, mulai dari MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition), wisata alam, wisata budaya, hingga wisata minat khusus yang menyasar kalangan wisatawan tertentu. Belakangan, wisata halal menjadi wisata minat khusus yang tengah populer.

Jogja berada dalam 10 besar destinasi wisata halal Indonesia sesuai Indeks Perjalanan Muslim Indonesia (IMTI) 2019 yang dirilis oleh Crescent Rating, sebuah lembaga penelitian dan sertifikasi halal. Keberadaan New Yogyakarta International Airport (NYIA) memberi nilai tambah wisata halal Jogja. Misalnya, lewat kehadiran penerbangan langsung dari negara berpenduduk mayoritas muslim seperti Malaysia.

Pariwisata Jogja pun selama ini sudah mengarah ke wisata halal. Banyak objek wisata menyediakan tempat ibadah yang memadai. Masjid atau musala dapat ditemui di sekitar lokasi wisata. Sementara itu, menyantap makanan dan minuman halal bukanlah hal yang sulit dilakukan di Jogja.

Wisata halal Jogja didukung pula oleh ketersediaan penginapan syariah murah. Rata-rata penginapan ini menempati lokasi-lokasi strategis. Wisatawan dapat menjumpai penginapan syariah murah di Jogja di sekitar tempat penting seperti stasiun maupun lokasi liburan populer.

Transportasi di Jogja

Menuju Jogja, wisatawan dapat menggunakan transportasi umum seperti kereta api, bus, dan pesawat. Walau tidak membawa kendaraan pribadi, wisatawan bisa naik transportasi umum untuk berkeliling Jogja dan mendatangi berbagai tempat wisata. Berikut pilihan alat transportasi yang tersedia di Jogja.

Bus Trans Jogja

Bus Trans Jogja adalah alternatif transportasi massa yang telah beroperasi sejak 2008. Bus ber-AC ini melayani 17 rute dan beroperasi setiap hari pukul 05.30 hingga 21.30. Wisatawan bisa menaiki bus ini dari halte-halte yang tersebar di seluruh penjuru kota. Dengan tiket seharga Rp3.600 sekali jalan, wisatawan dapat berkeliling kota Jogja menggunakan bus Trans Jogja.

Becak dan Andong

Becak dan andong atau delman menjadi dua alat transportasi tradisional yang bisa ditemui di sekitar Malioboro dan kawasan wisata. Ingin jalan-jalan di Malioboro dengan becak, wisatawan dapat menawar harga mulai dari Rp5.000 tergantung jarak. Sementara, untuk naik andong tarif dibuka di harga Rp50.000.

Sewa mobil atau motor

Ingin lebih fleksibel menjelajahi kota Jogja? Sewa mobil atau motor bisa jadi alternatif cerdas. Jasa sewa mobil dan motor tersedia di penginapan atau daerah padat turis seperti Malioboro dan Prawirotaman. Harga sewa juga relatif terjangkau. Sewa motor dapat ditebus mulai Rp50.000 dan mobil mulai Rp350.000 per hari tergantung negosiasi dengan pihak penyewa.

Kereta api

Kereta api merupakan pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin menjangkau wilayah di sekitar kota Jogja. Prameks atau Prambanan Ekspres adalah kereta komuter ekonomi yang melayani rute Solo Balapan, Yogyakarta, dan Kutoarjo. Wisatawan yang hendak menuju Klaten atau Solo dapat menaiki kereta ini.

Selain itu, terdapat kereta bandara menuju New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang berangkat dari Stasiun Maguwo menuju Stasiun Wojo. Kereta akan lebih dulu berhenti di Stasiun Tugu Yogyakarta dan Stasiun Wates. Dari Stasiun Wojo, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan selama 15 menit ke bandara dengan bus Damri.

Taksi

Wisatawan yang membutuhkan transportasi nyaman dan cepat bisa memilih taksi. Di beberapa tempat seperti bandara, tarif taksi biasanya sudah ditentukan tergantung tujuan. Wisatawan juga perlu memastikan apakah meteran taksi atau argo bekerja dengan baik. Maka, membekali diri dengan mengecek lokasi tujuan melalui Google Maps tetap perlu dilakukan wisatawan.

Transportasi berbasis aplikasi online

Selain taksi, transportasi berbasis aplikasi online juga sudah hadir di Jogja. Wisatawan dapat menggunakan motor atau mobil yang dipesan melalui aplikasi untuk menuju berbagai lokasi wisata. Keuntungan menggunakannya selain menghemat waktu dan pengeluaran, wisatawan bisa menjangkau tempat wisata yang tidak dilintasi kendaraan umum lain.

Tempat Wisata Halal di Jogja dan Sekitarnya

Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat

Keraton Yogyakarta berfungsi sebagai museum hidup kebudayaan Jawa, khususnya Jogja. Selain menjadi tempat tinggal raja dan keluarga, wisatawan dapat mempelajari budaya Jawa lewat berbagai macam koleksi yang ditampilkan.

Pertunjukan seni seperti macapat, wayang kulit, tari-tarian juga bisa disaksikan langsung. Bahkan, wisatawan juga dapat mengikuti kelas belajar nembang, menulis huruf hanacaraka, memainkan wayang kulit, dan menari klasik.

Sumur Gumuling

Berlokasi di area Taman Sari, Sumur Gumuling bisa dicapai melalui Tajug, lorong bawah tanah lebar yang menghubungkan Taman Sari-Keraton-Pulo Kenongo. Sumur Gumuling adalah masjid bawah tanah tempat raja dan keluarga beribadah. Terdiri dari dua tingkat, bagian tengah masjid dengan lima anak tangga di sekelilingnya menjadi spot favorit wisatawan untuk berfoto.

Kotagede

Wisatawan dapat menelusuri kembali jejak kejayaan masa lalu Kerajaan Mataram Islam di Kotagede. Beberapa bangunan bersejarah masih berdiri dan terawat baik hingga kini, seperti Pasar Kotagede, Kompleks Makam Pendiri Kerajaan Mataram Islam, Masjid Kotagede, dan rumah kuno di kawasan pemukiman yang masih ditinggali.

Malioboro

Jantung kota Jogja layak disematkan pada Malioboro. Sepanjang jalan ini banyak atraksi wisata yang dapat dikunjungi wisatawan, seperti Benteng Vredeburg dan Titik Nol Kilometer Jogja. Malioboro juga menjadi surga belanja berburu batik, kuliner, dan oleh-oleh khas Jogja. Pasar Beringharjo, Hamzah Batik, dan trotoar Malioboro baru segelintir nama saja yang familier.

Setiap Selasa Wage menurut penanggalan kalender Jawa, jalanan Malioboro bebas kendaraan atau car free day dari pagi hingga malam. Pada waktu ini masyarakat memanfaatkan ruas jalan Malioboro untuk berolahraga, berfoto, atau menyuguhkan atraksi menarik.

Pantai Indrayanti

Bagi wisatawan yang mencari pantai berpasir putih di Jogja bisa berkunjung ke Pantai Indrayanti atau Pantai Pulang Syawal. Berlokasi di Kabupaten Gunungkidul, pasir putih dan bukit karang seolah membingkai air laut biru yang jernih.

Sepanjang garis pantai ini bersih dan relatif bebas sampah, sehingga wisatawan dapat bersantai dengan nyaman. Kafe, restoran, dan penginapan di sekitarnya turut memudahkan wisatawan untuk beristirahat, menyantap makanan, dan beribadah.

Kuliner Halal Khas Jogja

Gudeg

Liburan ke Jogja tanpa makan gudeg kurang lengkap. Wisatawan dapat menjumpai gudeg di seluruh penjuru wilayah Jogja, dari kios pinggir jalan hingga restoran. Dini hari, pagi, siang, malam, gudeg selalu lezat disantap setiap waktu. Salah satu yang paling populer adalah sentra gudeg Wijilan dekat Alun Alun Kidul Keraton Yogyakarta.

Jadah Tempe

Sambil menyesapi udara sejuk Kaliurang, wisatawan bisa menikmati jadah tempe. Jadah terbuat dari campuran beras ketan dan kelapa parut, bertekstur kenyal, bentuknya sedikit mirip uli. Cita rasa gurih jadah berbaur sempurna dengan manisnya tempe bacem saat ditangkupkan. Siapa pun yang mencicipinya pasti tergoda dengan kenikmatan “burger Jawa” ini.

Oseng-oseng Mercon

Jogja bukan hanya menawarkan kuliner bercita rasa manis. Oseng-oseng mercon adalah kuliner khas yang wajib dicoba para pecinta pedas. Kikil dan koyoran dimasak bersama racikan bumbu pedas yang menggugah selera. Saat disantap bersama nasi hangat, rasa pedasnya begitu nendang dan meledak di mulut. Satu piring nasi tak akan cukup untuk menikmati oseng-oseng mercon sampai tandas.

Sate Klatak

Satu hal yang membedakan sate klatak dari sate lainnya adalah tusukan sate dari jeruji sepeda. Sate ini banyak dijumpai di daerah Imogiri. Daging sate pun hanya dibumbui lada dan garam saja. Kuah gulai menjadi teman santap sate klatak. Bersiaplah dengan ledakan rasa unik antara perpaduan aroma asap daging sate dan gurihnya kuah gulai.

Soto Kadipiro

Soto legendaris Jogja ini sudah ada sejak tahun 1921. Soto kadipiro menjadi ikon soto khas Jogja, yaitu soto dengan kuah bening lengkap dengan irisan daging dan sayuran. Menyantap soto ini lebih lezat jika ditemani minuman sarsaparilla, sejenis minuman bersoda rasa limun yang segar.

Restoran Halal Terkenal di Jogja

Jejamuran

Aneka olahan jamur dapat dijumpai di restoran Jejamuran. Berlokasi di Pandowoharjo, Sleman, semua makanan yang dihidangkan memakai jamur sebagai bahan dasarnya. Sebut saja, sate jamur, rendang jamur, atau gulai jamur. Selain bersantap, wisatawan juga dapat belajar mengenal berbagai jenis jamur dan membeli oleh-oleh untuk keluarga di rumah.

Bale Raos

Bertempat di sisi selatan Keraton Yogyakarta, Bale Raos menawarkan pengalaman kuliner mewah ala raja keraton. Wisatawan dapat mencicipi nikmatnya hidangan favorit para raja di restoran bernuansa tradisional Jawa. Beberapa menu yang disajikan antara lain semur piyik (burung dara dimasak manis), lombok kethok (daging sapi masak cabai), dan wedang secang (minuman hangat dari rempah-rempah).

The House of Raminten

Restoran eksentrik di kawasan Kotabaru ini menawarkan atmosfer Jawa yang kental di setiap sudut interiornya. Menu kaki lima yang tersedia dibalut dengan penataan apik, sehingga tampil lebih menggugah selera. Namun, harganya masih ramah di kantong, seperti sego kucing “tante” (tanpa telur), ayam koteka, mangut lele, dan garang asem.

Bakmi Jowo Mbah Gito

Melahap bakmi godog khas Jogja jadi obat ampuh untuk menghangatkan perut saat malam tiba. Bakmi Jowo Mbah Gito berada di kawasan Kotagede dan terkenal berkat interior nyentrik serta kelezatan bakmi godog-nya. Selain bakmi godog, tersedia juga bakmi goreng dan nasi magelangan yang tak kalah lezat.

Gudeg Yu Djum

Berlokasi di Jalan Kaliurang km 4,5, Gudeg Yu Djum adalah salah satu gudeg legendaris yang jadi favorit wisatawan. Gudeg racikan Yu Djum terkenal manis, legit, dan bercampur sempurna dengan pedasnya krecek. Tidak hanya enak disantap di tempat, wisatawan kerap menjadikan gudeg sebagai oleh-oleh dan dikemas dalam bentuk besek atau kendil.

Oleh-Oleh Halal Khas Jogja dan Lokasinya

Batik

Jalan-jalan ke Jogja wajib membawa pulang batik. Jogja terkenal sebagai pusat industri batik nasional. Beragam motif dan jenis kain batik bisa dijumpai di sini. Wisatawan dapat membeli batik dalam bentuk lembaran kain, pakaian, aksesori, hingga cindera mata.

Beberapa rekomendasi tempat berbelanja batik yang bisa dikunjungi antara lain:

  • Pasar Beringharjo di kawasan Malioboro, cocok untuk mencari kain batik meteran maupun pakaian dengan harga variatif.
  • Hamzah Batik (Mirota Batik), berada di seberang Pasar Beringharjo, berupa toko batik modern dengan konsep one-stop-shopping berbagai cindera mata khas Jogja.
  • Batik Winotosastro, berlokasi di Jalan Tirtodipuran, tempat tepat untuk belajar membatik dan berburu batik tulis maupun cap bermutu tinggi.
  • Desa Wisata Krebet di Sendangsari, Bantul, menawarkan kerajinan batik kayu berbentuk topeng, wayang, bingkai foto, hingga furnitur bermotif batik.

Bakpia Pathuk

Ke Jogja wajib bawa pulang bakpia pathuk, kue manis bulat pipih dengan isian campuran kacang hijau dan gula. Pertama kali diproduksi di Kampung Pathuk, kini bakpia tampil dalam berbagai varian rasa dan jenis.

Bagi penggemar bakpia legendaris, Bakpia Pathuk 25 di Jalan AIP II KS Tubun atau Jalan Laksda Adisucipto bisa dilirik. Sementara, penggemar keju wajib mencoba Bakpia Kurnia Sari di Jalan Glagah Sari. Jika ingin ikut tren kuliner kekinian, gerai Bakpia Kukus Tugu Jogja di Jalan Kaliurang KM 5,5 wajib disinggahi.

Yangko

Tekstur kenyal dan terasa manis adalah ciri khas yangko. Sekilas yangko mirip moci karena sama-sama terbuat dari tepung ketan, tetapi yangko lebih padat. Selain yangko rasa kacang, terdapat pula rasa durian, cokelat, wijen, hingga nangka. Wisatawan dapat membeli yangko di toko oleh-oleh seperti Bakpia Pathuk 25.

Geplak

Camilan khas Bantul ini tampil penuh warna, sehingga mudah mencuri perhatian saat dipajang di toko oleh-oleh. Berbahan dasar daging kelapa dan gula, camilan berbentuk bulat ini mempunyai cita rasa legit. Geplak dapat dibeli di berbagai toko oleh-oleh yang ada di Jogja.

Kerajinan perak

Kawasan Kotagede adalah sentra industri kerajinan perak di Jogja. Perak dibentuk dengan indah menjadi perhiasan atau pajangan bernilai jual tinggi. Wisatawan dapat berbelanja kerajinan perak sebagai oleh-oleh maupun melihat langsung bagaimana proses pembuatannya di workshop toko perak. Salah satu yang terkenal adalah HS Silver di Jalan Mondorakan, Prenggan, Kotagede.

Tempat Jajanan Murah dan Halal di Jogja

Lotek dan Gado-gado Colombo

Salad khas Indonesia, itulah julukan yang tepat untuk makanan kaki lima ini. Lotek dan Gado-gado Colombo Bu Bagyo sudah terkenal di kalangan pelajar dan mahasiswa sejak lama. Lotek berisi sayur-sayuran yang disiram bumbu kacang gurih, manis, dan pedas. Lezat disantap bersama ketupat atau nasi, gerai lotek ini tersebar di seantero Jogja. Salah satu yang paling terkenal ada di Jalan Sagan.

Waroeng SS

Pecinta sambal wajib mampir ke Waroeng SS. Warung makan ini menjadikan aneka sambal sebagai jualan utama. Berbagai jenis sambal menggoda selera siap mengisi perut dengan sepiring nasi dan aneka lauk lezat. Meski sudah buka cabang di luar Jogja, menyambangi Waroeng SS di tempat asalnya jelas berbeda, seperti cabang yang berlokasi di Jalan Palagan Tentara Pelajar.

Waroeng Steak & Shake

Waroeng Steak & Shake adalah solusi menikmati steak dengan harga ramah di kantong. Daging sapi, ayam, ikan, atau udang dapat diolah menjadi dua pilihan, yaitu steak tepung dan original steak. Tenderloin, Beef Blackpepper, dan Chicken Steak merupakan menu andalan warung steak ini. Salah satu cabang Waroeng Steak & Shake yang bisa dikunjungi ada di Jalan Colombo No. 26.

Angkringan Lek Man

Orang-orang dari luar Jogja selalu menyempatkan diri mampir ke Angkringan Lek Man yang berada dekat Stasiun Tugu. Menu andalannya sama seperti angkringan lain, seperti nasi kucing, sate usus, sate telur puyuh, dan aneka gorengan. Keistimewaan angkringan ini adalah kopi jos, yaitu segelas kopi yang disajikan dengan arang panas.

Pasar Beringharjo

Setelah lelah berbelanja batik atau oleh-oleh lain di Pasar Beringharjo, wisatawan dapat lanjut berburu kuliner tradisional. Di area pintu masuk pasar banyak penjaja makanan tradisional lezat yang bisa dicoba. Bisa beberapa jajanan yang patut dicoba adalah krasikan, pecel senggol, es dawet Mbah Hari, sate kere, dan burung puyuh bacem.

Masjid Terkenal di Jogja

Masjid Gedhe Kauman

Masjid bersejarah ini punya hubungan erat dengan berdirinya Kesultanan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Disebut juga sebagai Masjid Besar Yogyakarta, Masjid Gedhe Kauman berlokasi di sisi barat Alun Alun Utara Keraton Yogyakarta. Pembangunan masjid ini dilakukan pada 1773 dan diprakarsai oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Atap tumpang tiga dengan mustaka merepresentasikan kehidupan manusia, yaitu hakikat, makrifat, dan syariat. Sementara, penumpang bangunan masjid terbuat dari kayu jati utuh dan berusia lebih dari 200 tahun. Sebuah mimbar berbahan sama juga masih berdiri kokoh dengan ornamen ukir unik berselimutkan emas.

Masjid Syuhada

Pada masa penjajahan Jepang, warga Jogja berjuang mati-matian melawan tentara Jepang pada 1942-1945. Sejumlah 21 orang pejuang gugur di medan perang dan sebuah tugu berdiri untuk mengenangnya. Lalu, di lahan tersebut dibangun masjid dan dinamakan Masjid Syuhada.

Mulai dibangun tahun 1949, pembangunan masjid rampung pada 1952. Masjid tiga lantai ini sekilas menyerupai rumah panggung. Lantai dasar berfungsi sebagai tempat berkumpul melakukan kajian. Lantai dua menjadi lokasi salat perempuan, perpustakaan, dan kantor pengelola. Sedangkan lantai tiga menjadi lokasi salat pria.

Masjid Kotagede

Masjid Kotagede dikenal sebagai masjid tertua di Jogja. Berdiri sejak tahun 1640, masjid ini terletak dekat kompleks pemakaman para raja Mataram Islam. Akulturasi beberapa budaya tampak jelas pada arsitektur masjid, yaitu arsitektur khas Jawa melalui bangunan limasan dan ornamen lain yang mewakili agama Hindu serta Budha.

Pembangunan Masjid Kotagede dilakukan dalam dua tahap. Pertama, pada masa pemerintahan Sultan Agung berupa inti masjid yang menyerupai langgar. Kedua, masjid dibangun oleh Paku Buwono X, raja Kasunanan Surakarta. Selain itu, terdapat sebuah beduk tua pemberian seorang warga bernama Nyai Pringgit dari Desa Dondong dan masih digunakan hingga kini.

Masjid Soko Tunggal

Berlokasi di Tamansari, Masjid Soko Tunggal hanya mempunyai satu tiang penyangga atau soko tunggal. Ini berbeda dengan masjid berarsitektur Jawa pada umumnya yang mempunyai empat tiang penyangga atau empat soko guru. Tiang di masjid ini berdiri tepat di tengah ruangan dan langsung menyangga puncak atap.

Masjid Soko Tunggal kaya filosofi dan tergambar melalui arsitektur bangunan masjid Misalnya, satu batang soko guru dan empat batang soko bentung melambangkan Pancasila. Soko guru juga menjadi simbol sila pertama. Usuk sorot yang memusat seperti rangka payung mewakili kewibawaan negara dalam melindungi rakyat.

Masjid Besar Pura Pakualaman

Berlokasi di Kauman, Gunung Ketur, Pakualaman, masjid ini berdiri pada masa pemerintahan Sri Paku Alam II tahun 1831. Letaknya tepat di sisi barat daya Pura Pakualaman. Bangunan utama masjid disangga 12 tiang jati dan mempunyai luas 144 m2.

Tiang penyangga, mimbar, pintu, dan ornamen bagian dalam masjid didominasi oleh warna kuning muda. Masjid berkapasitas 500 jamaah ini juga mempunyai mihrab berkerai tempat Sri Paku Alam beribadah. Sementara, dari luar bangunan masjid tampil gagah dengan warna putih. Masjid ini sudah berkali-kali mengalami renovasi dan terakhir direnovasi tahun 2017.

Hotel Syariah di Jogja

Bagi Anda yang memiliki keinginan untuk menginap di hotel yang memberikan kenyamanan dan ketenangan saat di Jogja, Anda dapat memilih hotel syariah di Jogja. Hotel syariah yang bekerjasama dengan Airy di Jogja ini memiliki jaminan kenyamanan yang lebih tinggi dibanding tipe hotel Airy lainnya. Hal tersebut dikarenakan hotel syariah memiliki ketentuan tambahan demi meningkatkan kenyamanan semua tamu yang menginap di hotel ini.

Apa saja yang menjadi tambahan jaminan kenyamanan yang akan Anda peroleh ketika menginap di hotel Airy Syariah di Jogja ini?

1. Hanya Tamu Yang Memiliki Dokumen Resmi

Tamu yang menginap di Airy Syariah Jogja ini adalah tamu yang memiliki dokumen resmi seperti buku nikah. Karena setiap tamu pasangan lawan jenis yang akan menginap harus menunjukkan dokumen resmi yang menyatakan keduanya telah menikah yaitu dengan buku nikah.

Jadi, jika Anda ingin menginap di Airy Syariah Jogja ini, Anda wajib menunjukkan dokumen seperti buku nikah apabila bersama dengan pasangan lawan jenis. Dengan ketentuan ini, Anda dapat menginap lebih tenang di Airy Syariah tanpa perlu khawatir akan suatu hal buruk terjadi.

2. Memiliki Atribut Tambahan Pendukung

Dengan konsep syariah, tentu Anda akan mendapatkan atribut pendukung keseharian sebagai muslim ketika menginap di salah satu hotel Airy Syariah di Jogja. Anda akan menemukan atribut seperti penunjuk kiblat, perlengkapan sholat (sajadah, mukena, sarung). Di beberapa hotel yang bekerjasama dengan Airy, Anda akan menemukan mushalla untuk Anda beribadah.

3. Jaminan Produk Makanan/Minuman Halal

Konsep muslim-friendly tidak hanya atribut pendukung untuk beribadah muslim, namun juga memastikan produk makanan/minuman yang tersedia baik yang disediakan gratis ataupun diperjualbelikan dijamin halal. Jadi Anda tidak perlu khawatir juga mengenai kehalalan makanan atau minuman yang akan Anda dapatkan di hotel Airy Syariah ini.

Ketiga jaminan kenyamanan tambahan itulah yang akan Anda dapatkan ketika menginap di Airy Syariah Jogja. Hotel syariah memang sangat melekat pada muslim atau orang beragama islam, namun Airy Syariah tidak hanya untuk muslim, melainkan semua orang bisa menginap di Airy Syariah Jogja dengan menunjukan dokumen resmi yang dibutuhkan saat check in hotel.

Pilihan Hotel Airy Syariah di Jogja

Airy Eco Syariah Ngaglik Pamularsih 152

Berlokasi di Ngabean Wetan, Sinduharjo, Ngaglik, Airy Eco Syariah Ngaglik Pamularsih 152 cocok bagi wisatawan yang ingin menjelajahi kawasan Sleman dan sekitarnya. Selain jaminan kenyamanan Airy, tersedia pula fasilitas sarapan dan layanan kamar. Dari hotel syariah di Jogja ini, Hartono Mall dan Monumen Jogja Kembali dapat dicapai dalam waktu singkat.

Airy Syariah Kasihan Dusun Ngebel

Bertempat di Dusun Ngebel RT 03, Tamantirto, Kasihan, penginapan syariah murah di Jogja ini menawarkan tiga pilihan kamar. Tersedia kamar standard double, superior twin, dan superior double. Semua kamar sudah termasuk fasilitas gratis sarapan. Dari Airy Syariah Kasihan Dusun Ngebel, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta hanya berjarak sekitar 2 menit berkendara.

Airy Syariah Alun Alun Kidul Bantul 60B

Berlokasi di Jalan Bantul No. 60 B, Gedongkiwo, penginapan ini menawarkan tipe kamar standard double. Selain mengusung jaminan kenyamanan khas Airy, tersedia juga fasilitas gratis sarapan dan layanan kamar. Penginapan ini berada sekitar 5 menit perjalanan dari Alun Alun Kidul Jogja, cocok untuk wisatawan yang ingin eksplorasi kawasan Keraton Yogyakarta.

Airy Syariah Stasiun Yogyakarta Tentara Rakyat Mataram 10

Mencari hotel syariah terdekat di Jogja? Bisa coba menginap di Airy Syariah Stasiun Yogyakarta Tentara Rakyat Mataram 10. Hanya berjarak sekitar 12 menit berjalan kaki dari Stasiun Tugu Yogyakarta, penginapan ini menawarkan kamar tipe standard double dan superior double. Selain itu, kawasan Malioboro juga dapat dicapai dengan berjalan kaki selama 15 menit.

Airy Syariah Caturtunggal Cermai

Hotel syariah murah di Jogja berikutnya berlokasi di Jalan Cermai, Nologaten, Caturtunggal. Menyediakan satu tipe kamar superior double, Airy Syariah Caturtunggal Cermai berada dekat salah satu pusat perbelanjaan modern Jogja, Plaza Ambarukmo. Selain itu, di sekitar penginapan berbagai tempat makan dan fasilitas lain seperti mini market juga mudah ditemui.

Airy Syariah Gamping Kabupaten Gang Nila Yogyakarta

Sedikit jauh dari pusat kota, Airy Syariah Gamping Kabupaten Gang Nila Yogyakarta bisa jadi pilihan bagi wisatawan yang butuh ketenangan. Tersedia dua tipe kamar, yaitu standard double dan standard twin. Meski demikian, penginapan ini mudah diakses karena letaknya tak jauh dari persimpangan Jalan Ringroad Barat dan Ringroad Utara.