Daftar
Daftarkan dirimu sebagai Airy Traveler

DAFTAR
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Sudah punya akun Airy? MASUK
|
Masuk
Masuk sebagai Airy Traveler


MASUK
LUPA PASSWORD?
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Belum punya akun Airy? DAFTAR
September 2019
Su
Mo
Tu
We
Th
Fr
Sa
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1 Malam
Cari Kamar

64 Hotel Di Jogja (yogyakarta)

Urutkan Berdasarkan:Paling direkomendasikanHarga

Hint Icon
​AiryRooms Eco adalah salah satu kategori kamar AiryRooms yang menawarkan kamar dengan harga termurah dengan standar kenyamanan Airy Eco. AiryRooms Eco bekerja sama dengan penginapan, ​​residence dan ​guest house yang tersebar di seluruh Indonesia.
Airy Indonesia
Harga Per Malam
Rp 300,500
Sisa 1 kamar

Mohon menunggu, sedang mencari kamar terbaik untuk Anda
Maaf kami tidak bisa menemukan property sesuai kriteria pencarian anda.
1 dari 4 halaman
Selanjutnya
1 Filter Diterapkan
Reset Filter
Tampilan Harga
Harga per malam
Harga total
Pengaturan Lain
Tampilkan Full Book
Lihat Peta

Sejarah Kota Jogja Atau Yogyakarta

Sebelum pada akhirnya bernama Yogyakarta atau Ngayogyakarta, salah satu daerah istimewa yang dimiliki Indonesia selain Aceh ini bernama pesanggrahan Gartitawati. Nama Yogyakarta adalah pemberian langsung dari Raja Mataram Paku Buwono II. Kata Yogyakarta sendiri memiliki arti Yoga Yangkerta atau “Yogya yang Makmur”, sementara Ngayogyakarta Hadiningrat memiliki arti Kota Jogja yang makmur dan utama.

Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat sendiri sudah ada sejak tahun 1755 silam. Kasultanan ini dibentuk oleh Pangeran Mangkubumi yang kemudian mendapatkan gelar sebagai Sri Sultan Hamengku Buwono I. Sementara Kadipaten Pakualaman telah ada sejak 1813 yang didirikan oleh Pangeran Notokusumo yang saat itu memiliki hubungan darah dengan Sri Sultan Hamengku Buwono II. Pangeran Notokusumo kemudian mendapatkan gelar Adipati Paku Alam I.

Oleh pemerintahan Hindia Belanda, Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman dianggap sebagai wilayah kerajaan dengan status otonomi daerah alias memiliki hak untuk mengatur segala urusan rumah tangga kedaerahan. Pernyataan tersebut tertulis dalam kontrak politik Staatsblad 1941 No. 47 untuk wilayah Kasultanan dan Staatsblad 1941 No. 577 untuk wilayah Pakualaman.

Ketika Indonesia akhirnya mengumumkan Proklamasi Kemerdekaan, baik Sri Sultan Hamengku Buwono IX maupun Sri Paku Alam VIII memutuskan untuk menggabungkan wilayah Kasultanan dan Pakualaman Yogyakarta sebagai satu kesatuan Negara Republik Indonesia, sekaligus melebur menjadi satu dengan nama Daerah Istimewa Yogyakarta. Kedua pemimpin daerah bertanggung jawab sepenuhnya pada Presiden Republik Indonesia.

Kota Keraton ini pernah mengemban tugas besar menjadi ibu kota sementara Republik Indonesia, tepatnya pada 4 Januari 1946 hingga 17 Desember 1949. Pada masa ini, banyak sekali cerita perjuangan rakyat kala membela keutuhan NKRI dari penjajah. Selepas pertempuran mereda, beberapa pemuda pejuang memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Gajah Mada, universitas milik negara pertama yang didirikan olrh Presiden Republik Indonesia.

Kini, wilayah Kasultanan Yogyakarta dipimpin oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X, sementara wilayah Puro Pakualaman dipimpin oleh Sri Paduka Paku Alam IX. Keduanya menjadi penentu dalam pelestarian budaya dan adat khas Jawa sekaligus sebagai pemersatu masyarakat yang mendiami wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Cara Menuju Kota Jogja (Yogyakarta)

Ada beragam pilihan transportasi yang bisa Anda gunakan untuk menuju ke Jogja. Anda bisa menuju ke kota ini melalui jalur udara, laut, dan darat. Tentunya, bagi Anda yang tidak memiliki banyak waktu, jalur udara menjadi rekomendasi paling tepat. Namun, jika Anda ingin menikmati perjalanan, jalur darat mungkin bisa menjadi pertimbangan.

Menuju Jogja Melalui Jalur Darat

Jika Anda ingin mengunjungi Kota Jogja melalui jalur darat, pilihan moda transportasi yang tersedia adalah bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang akan mengantar hingga ke Terminal Besar Giwangan atau Terminal Besar Jombor di Jogja. Selain itu, ada pula moda transportasi kereta api jarak jauh yang akan mengantar Anda hingga Stasiun Besar Tugu atau Stasiun Lempuyangan Yogyakarta. Pilihan terakhir adalah menggunakan kendaraan pribadi, dengan jalur selatan melalui Jalan Tol Trans-Jawa.

Menuju Jogja Melalui Jalur Laut

Sementara itu, jika Anda ingin mengunjungi Kota Jogja melalui jalur laut, pilihan transportasi yang tersedia mungkin terbatas. Pasalnya, Kota Jogja tidak memiliki pelabuhan, sehingga Anda harus melakukan perjalanan transit. Seperti misalnya, jalur laut terdekat dari Kota Jogja adalah Pelabuhan Tanjung Emas yang ada di Semarang. Jadi, sesampainya Anda di Semarang, Anda bisa melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi darat bus.

Menuju Jogja Melalui Jalur Udara

Dibandingkan dengan jalur laut maupun darat, menuju Kota Jogja melalui jalur udara tentu memakan waktu yang lebih singkat. Jika memilih jalur udara, Anda akan diantarkan sampai pada Bandara Internasional Adi Sutjipto Yogyakarta. Ada banyak sekali maskapai dari beragam rute yang akan mengantar Anda hingga ke sini, mulai dari Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Lion Air, Batik Air, hingga Indonesia Air Asia.

Transportasi di Kota Jogja

Sesampainya di Kota Jogja, tentu Anda ingin berkeliling dan menjelajah setiap sisi keindahan destinasi ini. Bingung memilih moda transportasi di dalam kota? Tidak perlu, karena ada banyak pilihan yang bisa Anda gunakan. Berikut beberapa rekomendasinya untuk Anda:

Bus TransJogja

Mirip dengan TransJakarta di ibu kota, TransJogja adalah moda transportasi yang cukup digemari oleh masyarakat setempat berikut wisatawan. Selain nyaman karena berada dalam bus ber-AC, ongkos transportasi ini terbilang murah. Halte pemberhentiannya pun tersebar hingga ke sudut Kota Jogja.

Jangan khawatir akan tersesat, karena petugas akan membantu Anda sampai di tujuan dengan menunjukkan pilihan rute tercepat. Moda transportasi ini menjadi pilihan terbaik untuk Anda yang memiliki banyak waktu luang kala bertandang ke Kota Keraton ini.

Taksi

Pilihan moda transportasi berikutnya adalah taksi. Kendaraan ini bisa Anda dapatkan dengan mudah dengan cara langsung mencegatnya di tepi jalan, atau melakukan pemesanan melalui aplikasi resmi yang dimiliki. Dibandingkan dengan bus TransJogja, berkeliling Kota Jogja dengan menggunakan taksi tentu jauh lebih mahal, terlebih jika jalanan dalam kota sedang macet.

Ojek

Lalu, ada pula ojek konvensional maupun ojek berbasis aplikasi online. Adanya moda transportasi berbasis internet ini memang sangat memudahkan masyarakat, tak terkecuali di Jogja. Pasalnya, kini Anda tidak harus repot mencari kendaraan umum untuk menuju satu destinasi wisata. Cukup tekan aplikasi dan masukkan alamat penjemputan serta tujuan. Tak menunggu lama, ojek siap mengantar Anda.

Ojek berbasis aplikasi online tentu memiliki tarif yang lebih murah jika dibandingkan dengan ojek konvensional maupun taksi, meski tidak semurah ketika Anda memilih untuk menggunakan jasa bus TransJogja. Namun, sarana transportasi ini adalah pilihan yang terbaik untuk Anda yang tidak memiliki banyak waktu dan ingin segera tiba di destinasi tujuan.

Tempat Wisata di Kota Jogja dan Sekitarnya

Tidak hanya sarat akan budaya dan adat istiadatnya, Jogja juga kaya akan destinasi wisata yang unik dan menarik, mulai dari wisata alam hingga budaya. Apa saja? Berikut beberapa rekomendasinya untuk Anda:

Pantai Sinden dan Pulau Kalong

Wisata alam pantai tak pernah lepas dari Kota Jogja. Tak mengherankan, karena gugusan pantai selatan yang mengelilingi wilayah ini memiliki eksotisme tersendiri. Ombaknya begitu besar dan menantang, belum lagi dengan nuansa mistis yang selalu dikaitkan dengan masing-masing pantai.

Seperti Pantai Sinden yang berlokasi di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Pantai yang diapit tebing tinggi ini memiliki pasir putih yang begitu lembut. Namun, bukan itu daya tariknya.

Adalah Pulau Kalong, sebuah pulau yang berbatasan langsung dengan Pantai Sinden. Pulau karang tanpa penghuni ini menampilkan daya magis yang tak tergantikan, memancing rasa penasaran. Anda bisa menjelajah indahnya pulau ini melalui jembatan gantung yang telah tersedia. Sensasinya? Jangan ditanya, karena dijamin sangat mendebarkan bisa menyeberangi pantai dengan ombak yang sungguh besar.

Harga tiket masuk untuk menuju Pantai Sinden adalah Rp6.000. Sementara untuk meniti jembatan gantungnya, Anda akan dikenai biaya tambahan sebesar Rp25.000.

Pantai Watu Lumbung

Masih seputar destinasi wisata pantai, selanjutnya ada Pantai Watu Lumbung yang berlokasi di kawasan Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Jika pada umumnya pantai selalu identik dengan pasir putih, tidak dengan pantai satu ini. Pantai Watu Lumbung justru dipagari oleh deretan tebing bebatuan, menampilkan ekostisme yang begitu menakjubkan.

Tidak hanya itu, Anda pasti tidak akan berhenti berdecak kagum dengan gugusan pulau kecil yang bisa dijelajahi. Meski begitu, pastikan Anda tetap mengutamakan keselamatan, karena akses jalan bebatuan karang yang licin dan dengan mudah membuat Anda tergelincir.

Harga tiket masuk menuju destinasi wisata ini sangat terjangkau. Cukup dengan Rp3.000 saja, Anda bisa menjelajahi indahnya Pantai Watu Lumbung sampai puas. Sore hari menjadi saat terbaik untuk berkunjung, karena fenomena matahari terbenam di sini sangat menawan. Namun, untuk antisipasi laut pasang, jangan turun hingga ke dasar tebing.

Pantai Wedi Ombo

Berenang di lautan luas? Tidak perlu takut tersapu ombak, justru di Pantai Wedi Ombo, ombak menjadi teman terbaik kala Anda berenang. Pantai yang berlokasi di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta ini dikelilingi oleh gugusan karang, membentuk ceruk yang kemudian digunakan sebagai kolam renang oleh wisatawan.

Meski terbatasi oleh pagar karang, Anda tetap bisa menyapa ombak pantai ini, karena ombaknya bahkan masih bisa melewati bebatuan karang. Oleh karena itu, Anda tetap perlu berhati-hati, karena besarnya debur ombak ini bisa menyeret Anda menuju ke lautan atau membuat tubuh terhempas ke batuan karang.

Supaya tidak terlalu terik, datanglah pada sore hari. Berenang sembari menunggu matahari terbenam menjadi waktu kunjungan terbaik. Namun, jika musim hujan tiba, hindari berenang karena ombak laut selatan tidak pernah bersahabat. Sebagai gantinya, Anda bisa berjalan-jalan menyusuri tepi pantai atau duduk bersantai menikmati pemandangan.

Goa Pindul

Goa Pindul berlokasi di Dusun Gelaran I, Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul, Yogyakarta. Destinasi wisata gua satu ini amat terkenal dengan aliran sungai di dalamnya yang tenang, sehingga banyak dimanfaatkan oleh wisatawan untuk berenang. Sungai malas, begitu sebutan yang diberikan untuk sungai ini.

Di dalam Goa Pindul juga terdapat sebuah batang pohon yang salah satunya menjorok menuju ke sungai. Dengan ketinggian mencapai 6 meter dari permukaan sungai, batang pohon ini kemudian digunakan sebagai area melompat ke laguna oleh para wisatawan. Sensasinya begitu mendebarkan dan memacu adrenalin!

Tidak hanya itu, Anda juga bisa memanjakan mata dengan menyaksikan keindahan alam yang disuguhkan. Stalaktit dan stalagmit di gua ini telah ada sejak ratusan tahun silam, beberapa bahkan dinobatkan sebagai yang terbesar nomor 4 di dunia. Bahkan, ada pula yang dipercaya bisa meningkatkan performa “kejantanan”.

Harga tiket masuk untuk menjelajah Goa Pindul adalah sebesar Rp35.000 untuk wisatawan lokal, dan Rp50.000 untuk wisatawan asing.

Goa Langse

Anda penyuka wisata yang berbalut nuansa mistis? Goa Langse adalah destinasi pilihan paling tepat yang bisa Anda tuju. Gua yang berlokasi di kawasan Parangtritis Kretek, Kabupaten Bantul, Yogyakarta ini adalah sebuah tempat yang banyak digunakan untuk bersemadi oleh pengunjung.

Namun, Anda perlu perhatikan jalanan yang menuju ke gua ini. Memang, sebelum masuk ke pintu gua, Anda harus menempuh perjalanan sejauh 750 meter berupa jalan setapak yang dipagari oleh ladang yang rimbun. Jalur setelahnyalah yang perlu Anda waspadai.

Pasalnya, jalur jalan setapak akan berubah menjadi tangga yang begitu terjal, bahkan nyaris tegak lurus pada bibir tebing dengan ketinggian mencapai 400 meter, juga lajur jalan yang terbilang sangat sempit. Kabar beredar, selalu ada korban jiwa setiap tahunnya yang berasal dari wisatawan maupun masyarakat setempat yang ingin mengunjungi dan bersemadi di sini.

Sesampainya di dalam Goa Langse, Anda akan disambut dengan bau dupa dan melati yang begitu menyengat. Anda juga bisa menemukan adanya mata air yang bisa digunakan untuk membersihkan diri sebelum memulai meditasi. Suasana di dalam pantai begitu sunyi, hanya terdengar suara debur ombak sebagai teman menenangkan pikiran terbaik.

Candi Prambanan

Jangan sampai terlewatkan untuk mengunjungi Candi Prambanan kala bertandang ke Kota Jogja. Candi yang berlokasi di kawasan Prambanan ini menjadi salah satu situs warisan budaya dunia dari UNESCO.

Dibangun pada abad ke-9, candi bercorak Hindu ini ditujukan untuk tiga dewa, yaitu Brahma Sang Pencipta, Wisnu Sang Pemelihara, dan Siwa Sang Pemusnah. Komplek candi ini begitu menawan, setiap mata memandang hanya kekaguman yang terlihat. Terlebih kala matahari berpulang ke alam, pancaran sinarnya yang menerangi kompleks bangunan semakin membuat destinasi ini menakjubkan.

Jangan lewatkan pula pertunjukan tari paling terkenal, Sendratari Ramayana, yang digelar setiap malam hari-hari tertentu. Ada lebih dari 200 penari berpengalaman yang dengan lihai meliuk-liuk di atas panggung, menceritakan kisah Sang Raja Rama dan Sinta. Berlatar megahnya candi, tarian ini terasa begitu sakral dan menyentuh.

Harga tiket masuk Candi Prambanan adalah sebesar Rp30.000 untuk dewasa dan Rp15.000 untuk anak. Sementara itu, jika ingin menyaksikan sendratari Ramayana, Anda akan dikenakan biaya tiket sebesar Rp125.000 untuk kelas 2, Rp200.000 untuk kelas 1, Rp300.000 untuk kelas khusus, dan Rp400.000 untuk kelas VIP.

Candi Borobudur

Masih membicarakan candi, selanjutnya ada Candi Borobudur, candi bercorak Buddha yang tak kalah tenar dengan Candi Prambanan. Bahkan, candi ini disebut-sebut sebagai candi yang terbesar di seluruh dunia, lho! Bangunan bersejarah ini sangat penting bagi kehidupan masyarakat Jawa sekitar abad ke-9 silam.

Oleh masyarakat, khususnya umat Buddha, destinasi wisata ini masih menjadi tempat kunjungan favorit. Tak heran jika kompleks candi ini akan penuh sesak oleh wisatawan kala siang hari hingga sore menjelang, terlebih ketika waktu akhir pekan dan liburan.

Meski begitu, Anda tetap bisa menikmati eksotisme bangunan cagar budaya ini secara sempurna, kok. Rahasianya, datanglah pada pagi hari menjelang matahari terbit. Anda akan menemukan keindahan yang sebenarnya dari Candi Borobudur. Begitu sinar matahari mulai menyorot, inilah keajaiban yang tak tergantikan.

Harga tiket masuk untuk bisa menyaksikan indahnya Candi Borobudur adalah Rp30.000 untuk dewasa dan Rp15.000 untuk anak-anak. Destinasi ini berlokasi di kawasan Taman Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Curug Luweng Sampang

Anda pasti akan terkesima ketika sampai di destinasi satu ini. Curug Luweng Sampang begitu terkenal dengan dinding batu dengan corak garis-garis yang unik yang terbentuk dari aliran air terus-menerus. Bahkan, wisatawan menyebutkan bahwa curug satu ini tak kalah indahnya dengan Antelope Canyon yang dimiliki oleh Negeri Paman Sam.

Aliran air di curug ini langsung berasal dari Pegunungan Sewu, jatuh berdebum ke kolam yang menyerupai sungai di bawahnya. Anda bisa berenang dan merasakan segar serta dinginnya air atau sekadar duduk di batuan dan merasakan terpaan percikan air terjun langsung ke muka.

Di sekitar curug ini juga terdapat beberapa ceruk dan terowongan tersembunyi. Pastikan Anda menemukannya dan mengabadikannya dalam bidikan kamera. Oleh karena belum banyak dikunjungi para wisatawan, Curug Luweng Sampang masih terjaga keasrian dan kealamiannya, bak surga dunia yang belum terjamah.

Harga tiket masuk ke Curug Luweng Sampang adalah gratis. Destinasi wisata ini berlokasi di Jalan Juminahan, Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari, Gunung Kidul, Jogja.

Air Terjun Sri Gethuk

Air terjun satu ini terletak di antara tingginya tebing di tengah hutan, tepatnya di Dusun Menggoran, Desa Bleberan, Playen, Gunung Kidul, Yogyakarta. Kucuran 3 mata air ini memiliki nama, yaitu Ngandong, Ngumbul, dan Kedungpoh. Kabarnya, air terjun ini menyimpan salah satu alat musik gamelan yang dimiliki oleh sesosok jin bernama Anggo Meduro.

Adalah kethuk, nama alat musik yang diyakini masih disimpan dibalik derasnya aliran air di sini. Bahkan, masyarakat percaya bahwa alat musik tersebut terkadang masih terdengar sayup-sayup, beradu dengan derasnya debit air yang jatuh.

Selain menikmati indah dan segarnya aliran air terjun, Anda juga bisa memancing di dekat area parkir Air Terjun Sri Gethuk. Suasana di sekitar air terjun begitu damai dan menenangkan. Segarnya air juga bisa Anda rasakan dengan berenang di kolam berpagar bebatuan yang bertumpuk.

Harga tiket masuk Air Terjun Sri Gethuk adalah Rp3.000. Biaya ini sudah termasuk dengan tiket untuk mengunjungi Gua Rencang Kencono. Namun, jika Anda ingin menjajal serunya rafting, siapkan biaya tambahan sebesar Rp5.000 setiap orang.

Kuliner Khas Kota Jogja

Selepas menikmati keindahan yang disuguhkan oleh beragam destinasi wisata di Jogja, kini saatnya Anda memanjakan lidah dan memuaskan perut dengan mencicipi berbagai kuliner khas yang dimiliki oleh Kota Keraton ini. Beberapa rekomendasinya untuk Anda adalah sebagai berikut:

Mi Ayam Ibu Tumini

Pertama, bagi Anda pencinta mi, terutama mi ayam. Tentu saja, kuliner satu ini telah begitu mudah dijumpai, karena eksistensinya di kota-kota besar sudah tak perlu diragukan lagi. Namun, tidak dengan kedai mi ayam milik Ibu Tumini ini.

Berlokasi di Jalan Imogiri Timur Nomor 187, Umbulharjo, Jogja, mi ayam Ibu Tumini memiliki keunikan yang tidak ada duanya. Jika biasanya mi ayam memiliki kuah kaldu yang bening, mi ayam milik Ibu Tumini justru berkuah cokelat. Mi kuningnya begitu tebal dan gurih, siraman potongan daging ayam atau ceker semakin menambah cita rasa dari kuliner ini.

Tidak heran jika gerai mi ayam Ibu Tumini selalu banjir pelanggan, terlebih ketika jam makan siang datang. Masyarakat setempat, bahkan wisatawan rela mengantre lama hanya untuk mencicipi rasa mi ayam berkuah cokelat yang begitu unik ini. Harganya juga sangat terjangkau. Satu mangkuk mi ayam memiliki harga sekitar Rp10 ribu. Murah, bukan? Jadi, jangan sampai tidak mencicipi ya, karena mi ayam ibu Tumini hanya buka dari pukul 10.00 hingga 17.00 WIB.

Saoto Bathok Mbah Katro

Selanjutnya, ada kuliner saoto bathok milik Mbah Katro. Ya, sajian satu juga disebut dengan soto, karena menggunakan kuah bening dengan rasa khas dan potongan daging sapi. Lalu, apa keunikan dari kuliner satu ini?

Tentu saja pada wadah penyajiannya. Saoto atau soto, biasanya dihidangkan dalam mangkuk, tetapi saoto milik Mbah Katro ini justru disajikan di dalam bathok atau tempurung kelapa. Beberapa lauk terhidang di meja, seperti satai usus, telur puyuh, hingga tempa dan perkedel.

Semangkuk sauto bathok dibanderol dengan harga Rp5.000, sangat murah, bukan? Jadi, Anda yang ingin segera mencicipinya, segera berkunjung ke Jalan Candi Sambisari Nomor 6, Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Jogja sebelum kehabisan. Warung sauto Mbak Katro ini sudah buka mulai pukul 06.00. Sarapan semangkuk saoto hangat dengan ditemani suasana pedesaan yang khas pasti sangat menyenangkan.

Gudeg Mbah Lindu Sosrowijayan

Tak lengkap rasanya jika datang ke Jogja tanpa mencicipi kuliner paling khas yang dimiliki Kota Kasultanan ini, gudeg. Campuran sayur nangka muda, suwiran ayam, sebutir telur, dan sambal krecek dari kuliner satu ini memang sangat menggugah selera. Kuah santannya begitu khas, membuat siapa saja yang mencicipinya tidak akan puas jika hanya menyantap satu porsi.

Nah, salah satu warung makan gudeg di Kota Jogja yang legendaris adalah milik Mbah Lindu Sosrowijayan. Tidak sembarangan, gudeg ini diracik langsung oleh Mbah Lindu, sang penjual, yang kini telah berusia lebih dari 100 tahun! Kabarnya, Mbah Lindu sudah menjajakan gudeg racikannya sejak beliau masih berusia remaja.

Bukan menggunakan piring, Anda akan diberikan seporsi gudeg lengkap dengan suwiran ayam dan telur dalam pincuk yang terbuat dari daun pisang. Sudah terbayang pastinya bagaimana sensasi menyantap gudeg di atas pincuk, sangat tradisional. Penasaran dengan kelezatan gudeg ini? Yuk, segera berangkat ke Jalan Sosrowijayan, Sosromenduran Gedong Tengen, Yogyakarta dan sambangi gudeg Mbah Lindu!

Gudeg Pawon

Masih membahas gudeg, selain milik Mbah Lindu di kawasan Sosrowijayan, gudeg enak lain yang direkomendasikan untuk Anda adalah gudeg pawon. Telah ada sejak tahun 1958 silam, gudeg ini sungguh unik. Pasalnya, Anda harus rela antre di pawon atau dapur bersama puluhan pengunjung lainnya hanya untuk menikmati sepiring gudeg lezat bercampur nasi hangat.

Tidak hanya itu, warung gudeg ini hanya buka pada malam hari, mulai pukul 22.00 hingga 01.00 dini hari, alias hanya selama 3 jam! Jangan dibayangkan bagaimana pengunjung saling berdesakan supaya bisa kebagian. Sepiring gudeg komplit di pawon yang berlokasi di Jalan Janturan UH/IV No. 36, Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta ini dibanderol mulai dari Rp11 ribu hingga Rp24 ribu.


Mangut Lele Mbah Marto

Lepas menyantap sepiring gudeg lezat milik pawon di Janturan, lanjutkan wisata kuliner Anda dengan mencoba mangut, olahan ikan dengan kuah santan kental bercita rasa pedas yang unik. Seperti namanya, olahan mangut milik Mbah Marto ini menggunakan ikan lele sebagai bahan dasarnya.

Namun, jangan kira Anda akan bisa menemukan kedai makan mangut lele ini dengan mudah. Pasalnya, Anda perlu teliti dan harus blusukan ke dalam perkampungan supaya bisa mencicip sepiring mangut lele super lezat ini.

Mbah Marto sendiri menyajikan mangut lele buatannya langsung di dapur, tak beda jauh dengan gude pawon. Beliau telah berjualan mangut lele sejak tahun 1960-an. Buka mulai pukul 09.00 hingga 16.00, mangut lele Mbah Marto menjadi menu yang paling dicari oleh wisatawan maupun masyarakat setempat, terutama ketika jam makan siang.

Harga sepiring mangut lele di sini adalah Rp25 ribu. Cukup murah, ya, untuk kelezatan yang tiada duanya? Jadi, tunggu apa lagi? Segera menuju ke Jalan Parangtritis KM 6,5 Dusun Sewon, Panggungharjo, Bantul, Jogja dan blusukan ke kampung Mbah Marto, yuk!

Sate Klatak Pak Bari

Makan apa malam nanti? Belum ada ide? Coba berkunjung ke Sate Klatak Pak Bari, yuk! Di Pasar Wonokromo, tepatnya di Jalan Imogiri Timur No. 5, Wonokromo, Pleret, Bantul, Jogja, Pak Bari dengan ramah menyapa semua pengunjung yang ingin menikmati satai lezat buatannya. Satai Pak Bari ini semakin tenar setelah dijadikan sebagai salah satu lokasi pembuatan film AADC 2 beberapa waktu lalu.

Pada malam hari, udara Kota Jogja memang cukup dingin. Jadi, tak ada salahnya menyantap seporsi lezat satai klatak. Tahukah Anda bahwa nama satai klatak ini memiliki ceritanya sendiri? Tidak sembarangan, nama klatak ini diambil dari bunyi yang terdengar ketika tusuk satai beradu dengan bara api, yaitu bunyi “tak”, “tak” yang khas. Uniknya lagi, satai klatak ini tidak ditusuk dengan lidi atau batang kayu, melainkan dengan jeruji sepeda.

Ditemani semangkuk gulai kambing dan sepiring nasi panas, kelezatan satai klatak akan semakin sempurna. Seporsi satai klatak dihargai Rp20 ribu. Bagi Anda yang ingin mencicipinya, satai klatak Pak Bari buka mulai pukul 18.30 hingga 01.00 dini hari. Siap-siap berebutan, ya!

Rujak Es Krim Pak Nardi

Panas Kota Jogja bikin gerah? Tidak perlu risau, lepas dahaga dengan mencicipi sepiring kecil rujak es krim. Masih asing dengan nama penganan manis ini? Tidak salah kok, rujak es krim memang dibuat dari campuran aneka buah segar yang diserut dan dibumbu rujak dengan es krim yang berupa es puter.

Pak Nardi adalah salah satu penjaja rujak es krim yang biasa mangkal di Jalan Harjowinatan, Purwokinanti, Pakualaman, Yogyakarta. Di tangan Pak Nardi, Anda akan mendapatkan sepiring rujak es krim dengan rasa yang unik. Rasa pedas bumbu rujak berpadu dengan sempurna dengan manis dan dinginnya es krim. Dijamin, Anda akan dibuat ketagihan oleh rujak es krim Pak Nardi ini.

Sepiring rujak es krim bisa Anda santap cukup dengan membayar Rp6.000. Paling tidak, Anda bisa menghabiskan 2 hingga 3 piring rujak es krim. Jangan sampai kehabisan, ya, karena Pak Nardi hanya menjajakan rujak es krimnya hingga pukul 15.00 WIB.

Es Buah PK

Masih belum puas? Yuk, mari menuju ke Jalan Pakuningratan Nomor 76 A, Cokrodiningratan, Jetis, Yogyakarta. Ada apa di kawasan ini? Di salah satu sisi jalan, Anda akan menemukan kedai es buah yang sangat enak dan legendaris, yaitu es buah PK.

Demi semangkuk es buah segar, pengunjung rela antre. Tak heran, karena es buah ini telah membuat Kota Jogja menjadi lebih dingin sejak tahun 1973 silam. Meski disantap di tempat terbuka, jumlah pengunjung yang menyambangi kedai es buah ini tidak pernah berkurang.

Buah yang digunakan sebagai campuran dalam semangkuk es buah PK ini adalah kelapa muda, sawo, alpukat, dan nangka. Lalu, ditambahkan pula cincau hitam, susu coklat, dan tak lupa serutan es. Sepertinya enak sekali, ya! Tenang, harga semangkuk es buah ini tidak mahal, kok, hanya Rp8.000.

Oseng Mercon Bu Narti

Kembali pada menu kuliner makanan berat, untuk pencinta pedas, Anda bisa menyambangi warung milik Bu Narti. Beliau menawarkan sepiring oseng mercon yang pedasnya benar-benar membuat keringat bercucuran. Kabarnya, Bu Narti telah menjajakan dagangannya lebih selama lebih dari 20 tahun, ketika Indonesia tengah mengalami krisis ekonomi.

Campuran kikil, gajih, kulit, dan daging yang dipadu dengan bumbu rempah dan cabai ini membuat oseng mercon milik Bu Narti sangat digemari. Pedasnya pas, dan ditemani dengan sepiring nasi hangat, kelezatan olahan satu ini semakin bertambah.

Bu Narti membuka kedai oseng mercon miliknya di Jalan K.H. Ahmad Dahlan, Ngampilan, Jogja mulai pukul 18.00 hingga 23.00 WIB. Tak perlu membawa uang terlalu banyak, karena sepiring oseng mercon Bu Narti sudah bisa Anda nikmati dengan membayar Rp15 ribu.

Jenang Lempuyangan Bu Gesti

Berkeliling Jogja akan semakin manis dengan mencicipi kudapan manis tradisional satu ini, jenang Jogja. Penganan tradisional ini punya tiga macam, yaitu jenang mutiara, jenang, sumsum, dan jenang candil.

Menemukan penganan tradisional ini bukan perkara mudah. Pasalnya, peminat jajanan zaman dahulu telah mulai berkurang, sehingga pedagang jajanan pasar pun satu per satu perlahan menghilang. Namun, di antara ketatnya persaingan dengan penganan modern, Bu Gesti tetap mempertahankan eksistensi warung jajannya.

Bukan tanpa alasan, jenang Jogja Bu Gesti ini memang terkenal enak. Bahkan, beberapa tokoh besar seperti Ibu Megawati Soekarno Putri, mantan presiden Soeharto, hingga Sri Sultan Hamengku Buwono X juga menggemari kudapan satu ini.

Bu Gesti menjajakan dagangannya di kawasan Pasar Lempuyangan, di Jalan hayam Wuruk, Yogyakarta. Hanya dengan membayar Rp4.000, Anda sudah bisa mendapatkan sepiring jenang Jogja campur, lengkap dengan kuah santan dan siraman gula jawanya yang khas.

Tempat Nongkrong di Kota Jogja

Masih belum puas berkeliling Kota Jogja? Bingung di mana menghabiskan waktu di sore atau malam hari selepas mengunjungi destinasi wisata? Tidak perlu, karena Jogja juga memiliki deretan tempat nonkrong yang unik, dan pastinya tidak menguras kantong. Mana saja? berikut beberapa rekomendasinya untuk Anda:

Joglo Pari Sewu

Anak muda zaman sekarang selalu identik dengan kafe. Inilah yang membuat kafe-kafe dengan konsep yang terbilang unik dan nyentrik bermunculan, berlomba-lomba menarik perhatian dengan berbagai menu yang ditawarkan, mulai dari aneka kopi, minuman, hingga camilan ringan dengan harga yang terjangkau.

Joglo Pari Sewu adalah salah satunya. Konsepnya yang mengusung rumah adat khas Jawa Tengah, Joglo, mengundang suasana tradisional yang begitu sarat. Di dalamnya, Anda akan disambut dengan boneka beruang berukuran super besar, teddy bear hingga Doraemon lengkap dengan fasilitas pintu ke mana saja yang begitu melegenda.

Masih belum cukup, kafe kekinian ini juga mengombinasikan konsep kafe dan homestay yang membuat kunjungan Anda menjadi lebih sempurna. Anda bisa duduk berbincang dengan kaki telanjang tercelup di derasnya aliran kolam, atau menikmati camilan dan aneka penganan dengan suasana alam yang begitu kentara.

Tidak hanya menawarkan menu internasional yang terbilang kekinian, seperti corndog atau pun es krim ala Eropa, Joglo Pari Sewu juga menyediakan aneka hidangan tradisional, seperti nasi pecel dan ayam woku-woku. Harganya begitu terjangkau, bahkan kamu sudah bisa mendapatkan camilan enak mulai dari Rp2.000.

Joglo Pari Sewu buka di Jalan Bromonilan RT 8 RW 3, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.

D’Padukan Pie & Resto

Penyuka penganan manis dan pencuci mulut, terutama kue pie wajib banget berkunjung ke D’Padukan Pie & Resto, yang berlokasi di Jalan Kaliurang KM 17, Pakem, Sleman, Yogyakarta. Di sini, Anda akan mendapati aneka pie dengan varian rasa yang begitu unik, mulai dari green tea, red velvet, hingga double cheese.

Tidak hanya menyajikan kudapan manis yang lezat, D’Padukan Pie & Resto juga menawarkan pengalaman bersantap tak terlupakan dengan pemandangan alamnya yang begitu memukau. Area sawah yang hijau membentang luas, dilatar belakangi megahnya gugusan pegunungan dan angin yang bertiup semilir. Pastinya, area outdoor adalah pilihan terbaik untuk bisa menikmati nuansa ini.

Soal harga, tidak perlu khawatir. Meski memiliki tempat yang sangat menyenangkan, D’Padukan Pie & Resto tidak membanderol menu dengan harga tinggi. Menu makanan di sini dibanderol mulai dari Rp13.000, sementara harga menu minumannya adalah mulai dari Rp10.000. Kafe ini buka mulai pukul 10.00 hingga 21.00 mulai dari hari Selasa hingga Minggu, dan tutup di hari Senin.

Tap House Beer Garden & Beer House

Tempat satu ini sedang begitu digandrungi masyarakat Jogja, terutama kawula muda. Tap House Beer Garden & Beer House menjadi tempat terbaik untuk Anda yang ingin menghabiskan waktu bersama teman-teman sembari menikmati segelas bir.

Keunikan tempat nongkrong ini ada pada konsep interiornya, yang mengusung tema rumah lawas yang tampak seperti tak lagi terurus. Dindingnya dipenuhi lumut, lembap dan banyak yang mengelupas, menampilkan susunan batu bata yang semakin menonjolkan kesan bangunan tua. Namun, inilah ciri khas dan karakteristik dari Tap House Beer Garden & Beer House.

Anda bisa memilih sendiri tempat duduk yang nyaman, apakah itu kursi kecil dengan meja rendah, atau duduk lesehan bersandar pada bean bag besar yang disediakan. Biasanya, akan ada pertunjukan musik untuk menemani waktu bersantai Anda, umumnya digelar kala akhir pekan. Tempat yang terbilang baru ini berlokasi di Jalan Jlagran No. 18, Jogja. Menu yang ditawarkan juga beragam dan murah, kok.

Epic Coffee

Mencari tempat nongkrong yang instagrammable? Di mana lagi kalau bukan Epic Coffee. Desain kafe ini memang unik, dengan menyulap bangunan bekas gudang yang berlokasi di Jalan Palagan Tentara Pelajar No. 29, Yogyakarta. Bagian dalamnya mengusung konsep industrial modern dengan tambahan lampu-lampu bernuansa vintage.

Menu yang ditawarkan juga beragam, mulai dari aneka kopi hingga minuman tanpa kopi, seperti jus atau smoothie dan milkshake, aneka camilan ringan, hingga menu makanan berat dengan harga yang sudah pasti ramah di kantong. Buka mulai pukul 10.00 hingga 23.00 WIB, pastikan Anda tidak ketinggalan untuk mencoba kelezatan kuliner satu ini.

House of Raminten

House of Raminten juga menjadi tempat nongkrong pilihan masyarakat Jogja. Berlokasi di Jalan Faridan Muridan Noto No. 7 Kota Baru, Jogja. Tidak perlu takut ketinggalan, karena House of Raminten bukan setiap hari selama 24 jam. Kapan pun Anda datang, akan disambut dengan suka cita dan keramahan khas Jogja yang begitu terasa.

Dari segi konsep, tempat nongkrong ini terbilang unik. Pasalnya, Anda akan disambut dengan bau-bauan sesajen dan dupa yang begitu menyengat. Pelayannya pun turut menampilkan gaya berpakaian yang uni, yaitu menggunakan jas kaos yang berpadu dengan rompi dan jarik sebagai bawahan. Pasti sudah terbayang bagaimana nyentriknya?

Djendelo Café

Djendelo Café, atau yang dalam bahasa Indonesia berarti Kafe Jendela, berlokasi di Toga Mas Lantai 2, tepatnya di Jalan Gejayan, perempatan ring road lor. Tidak hanya cocok untuk tempat nongkrong, kafe satu ini juga tepat dijadikan tempat mengerjakan tugas ketika suasana rumah sudah terlalu menjemukan dan tak bisa menyembuhkan dengan adanya free WiFi

Kala berkunjung ke sini, Anda tidak boleh lupa untuk memesan Ice Cream Djendelo. Rasanya begitu nikmat, lumer di mulut dan tentu saja tidak akan mudah dilupakan. Tidak hanya menyediakan fasilitas internet gratis, Anda juga akan disuguhi dengan pertunjukan musik langsung yang akan semakin meramaikan suasana.

Tempo Gelato

Penyuka es krim jangan sampai tidak berkunjung ke destinasi satu ini. Tempo Gelato, kedai es krim kekinian yang sedang digandrungi anak-anak muda. Kafe es krim ini berlokasi di Jalan Prawirotaman, Yogyakarta. Di sini, Anda bisa mencicipi berbagai varian es krim dengan rasa manis dan lembut yang berpadu sempurna di mulut.

Nuansa kafe Tempo Gelato juga sangat nyaman, dengan konsep paduan antara rustic dan industrial yang membuat tempat ini tampak lebih eye catching. Meski letaknya yang terbilang nyempil, di dalamnya Anda bisa menemukan meja dan kursi berjajar dalam jumlah yang bisa menampung lebih dari 10 orang.

Lantai Bumi

Nama yang unik, ya! Memang demikian, karena tidak kafe di Jogja namanya jika tidak mampu menampilkan keunikan yang mampu mengundang rasa penasaran. Lantai Bumi berlokasi di kawasan Pogung, Jogja, didirikan dengan mengusung konsep natural yang ditata sedemikian rupa, sehingga pengunjung bisa mendapatkan kenyamanan yang tidak tergantikan.

Kafe ini buka mulai pukul 08.00 hingga 00.00 WIB setiap harinya, siap menampung para tamu yang membutuhkan tempat untuk bersantai. Bahkan, Anda juga bisa menggunakan ruang diskusi yang disediakan sembari menyesap secangkir kopi panas dengan harga yang sangat terjangkau.

Indisce Koffie Benteng Vredeburg

Tidak ada tempat paling nyaman untuk menikmati secangkir kopi yang berbalut nuansa sejarah yang sangat kental selain Indisce Koffie Benteng Vredeburg. Kedai kopi yang berlokasi di area banteng dengan nama yang sama ini mengusung konsep culinary yang dikombinasikan dengan history tour. Unik, ya?

Tidak hanya menyuguhkan suasana yang nyaman berbalut unsur sejarah, kedai kopi ini juga menawarkan berbagai menu makanan khas Nusantara yang dipadukan dengan kuliner Eropa, khususnya Belanda. Jangan penasaran, sebaiknya Anda segera berkunjung ke Indisce Koffie Benteng Vredeburg ini hanya buka hingga pukul 21.00 WIB.

Kedai Kopi Mataram

Harga menu yang ramah di kantong, internet kencang, dan banyak colokan. Tiga kriteria inilah yang menjadi penilaian masyarakat kala ingin mengunjungi suatu kedai kopi. Namun, kini mendapatkannya tak lagi menjadi hal yang sulit, karena Kedai Kopi Mataram bisa memberikan semuanya untuk Anda.

Berlokasi di Jalan Mataram bagian Timur Malioboro, Kedai Kopi Mataram menawarkan berbagai menu makanan dan minuman ringan dengan harga yang sangat terjangkau, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp20 ribu. Koneksi internetnya juga kencang, dan tersedia banyak colokan listrik untuk mendukung segala aktivitas Anda.

Restoran Terkenal di Kota Yogyakarta

Kota Jogja selalu cocok dikunjungi kapan saja dan oleh siapa saja. Liburan keluarga, urusan pekerjaan, hingga bulan madu, Jogja menawarkan segala kesempurnaan untuk Anda. Untuk urusan bersantap, Jogja pun punya tempatnya. Berikut beberapa di antaranya:

Kelapa Resto di The Westlake Resort

Berlokasi di Jalan Ring Road Barat, Bedog, Trihanggo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Kelapa Resto menawarkan aneka hidangan laut alias seafood. Restoran ini terdapat di dalam The Westlake Resort dengan konsep bangunan yang unik, yaitu didominasi oleh bebatuan dan kayu, menghasilkan suasana nyaman untuk pengunjung yang bersantap.

Model Joglo dipilih menjadi desain utama bangunan restoran keluarga ini. Di bagian dalamnya, terdapat jajaran pepohonan rindang lengkap dengan kolam ikan yang bisa Anda manfaatkan untuk memancing. Setiap spot di sini sangat unik dan sayang jika Anda tidak mengabadikannya dalam bidikan kamera. Soal harga, Kelapa Resto menawarkan harga yang terbilang murah, mulai dari Rp18 ribu untuk makanan dan Rp5.000 untuk minuman.

Warung Sawah Gondang Legi

Restoran satu ini amat direkomendasikan untuk Anda yang ingin bersantap bersama keluarga ditemani suasana pedesaan yang begitu kental terasa. Adalah Warung Sawah Gondang Legi, restoran yang menyuguhkan nuansa pedesaan yang amat tradisional, identik dengan hijaunya sawah, suara jangkrik, dan udaranya yang masih sangat alami.

Di bagian dalam, interiornya juga mengusung konsep tradisional yang sedikit dipadukan dengan nuansa modern. Tersedia taman terbuka hijau lengkap dengan meja dan kursi, cocok untuk tempat berfoto bersama. Soal menu, jangan ragu, karena sajian satai lilit, bebek krispi, dan sambal kecombrangnya sangat menggugah selera. Warung Sawah Gondang Legi berlokasi di Jalan Gito Jati, Dusun Gondang legi, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.

Warung Kepik Sawah

Restoran dengan suasana khas pedesaan yang tradisional memang sedang naik daun, terlebih di kalangan keluarga. Seperti Warung Kepik Sawah yang berlokasi di Jalan Godean, Sidoagung, Sleman, Yogyakarta. Suasana akan semakin nyaman dengan alunan musik gending Jawa yang lembut mengiringi selama Anda bersantap bersama keluarga. Tidak hanya lokasinya yang begitu tradisional, menu yang ditawarkan pun serupa, dengan tatanan yang tak kalah lawas dengan desain bangunan dan nuansanya.

Pasta Banget Signature

Penggemar pasta, jangan sampai Anda tidak berkunjung ke Pasta Banget Signature. Namanya begitu unik dan terdengar lucu, ya. Namun, memang begitulah adanya restoran ala Italia yang berlokasi di Jalan Watugede No. 2A, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta ini diberi nama. Tidak hanya masakan Italianya yang terasa begitu sempurna, desain restoran ini juga sangat Instagrammable.

Bahkan, beberapa pasangan sering kali menggelar makan malam romantis ditemani langit malam bertabur bintang dan semilir angin di sini. Beberapa menu favorit yang bisa Anda coba adalah waffle, sup cream, fettucini, dan spaghetti. Jangan salah soal harga, ya, meski terkesan mewah, nyatanya hidangan di restoran ini dibanderol dengan harga yang begitu terjangkau.

Restoran Boyong Kalegan

Pasti sangat menyenangkan bisa mengajak keluarga dan orang-orang terdekat bersantap bersama sembari berlibur di Jogja. Terlebih jika menu yang ditawarkan adalah hasil olahan laut. Jika Anda mencari tempat yang tepat, Restoran Boyong Kalegan jawabannya.

Restoran ini mengusung konsep natural dengan bangunan beratap jerami yang mengelilingi kolam. Bahkan, Anda bisa menyusuri kolam ini dengan perahu gethek yang sudah tersedia. Setelah bersantap, tidak ada salahnya untuk memberi makan ikan-ikan.

Oleh-Oleh Khas Kota Jogja dan Lokasinya

Bakpia

Ke Yogyakarta, jangan lupa beli bakpia. Oleh-oleh satu ini memang tidak pernah membuat bosan, berapa kali pun Anda menyantapnya. Bakpia memiliki rasa yang khas, paduan adonan yang lembut dan varian isian yang manis. Dahulu, isian kudapan ini hanya kacang hijau, tetapi kini Anda sudah bisa mendapatkan berbagai macam rasa.

Bakpia Pathok Kurnia Sari: Ruko Permai Pogung dan Jalan Glagah Sari.

Bakpia Pathok 25: Jalan Adisucipto KM. 9 dan Jalan Aip K.S. Tubun 65.

Yangko Kacang

Berbahan dasar kacang, yangko memiliki rasa yang unik dan khas. Selain bakpia, yangko menjadi oleh-oleh yang paling dicari oleh wisatawan. Teksturnya cukup kenyal dan hadir dalam berbagai tampilan warna yang cantik.

Yangko Pak Prapto: Jalan Pramuka No. 82.

Yangko Bu Nining: Jalan Menteri Supeno No. 118, dan Jalan Gajah Mada N0. 29.

Peyek Kacang Tumpuk

Oleh-oleh khas Jogja berikutnya adalah peyek kacang tumpuk. Penganan ini terbuat dari tepung dan kacang dengan tambahan bumbu rempah untuk menyedapkan rasanya. Berbeda dengan peyek pada umumnya yang memiliki kulit tipis, peyek kacang tumpuk sangat kaya akan kacang, membuat tampilannya tidak beraturan.

Peyek Kacang Tumpuk: Jalan Wahid Hasyim No. 104.

Thiwul

Thiwul terbuat dari singkong kering yang ditumbuk, atau yang lebih akrab disapa dengan tepung gaplek. Warnanya sedikit kecokelatan dengan rasa yang manis. Tambahan kelapa parut akan semakin menguatkan cita rasa oleh-oleh satu ini.

Thiwul Jogja: Jalan Wonosari – Yogya KM. 3,5 Siyono Tengah, dan Jalan Pramuka No. 36 Wonosari.

Geplak

Geplak terbuat dari campuran gula, kelapa, dan pewarna makanan. Seperti yangko, geplak juga memiliki varian rasa dan warna. Rasanya manis, dengan sedikit renyah dari kelapa yang digunakan sebagai campurannya.

Geplak Jago dan Geplak Mbok Tumpuk: Jalan Wahid Hasyim, Bantul.

Daftar Mall di Kota Jogja

Plaza Ambarukmo

Memiliki singkatan “Amplaz”, sentra belanja yang tak jauh dari Bandara Adi Sucipto ini menjadi tempat favorit masyarakat sekaligus wisatawan. Konsep urban terasa begitu kentara di bagian dalam mal, sangat tepat untuk generasi muda dan kaum milenial. Gerainya pun lengkap dan didukung oleh produk-produk impor berkelas.

Galeria Mall

Gale, begitulah masyarakat Jogja menyebut sentra belanja yang berada di pusat kota ini. Tidak terlalu besar, tetapi produk yang ditawarkan lengkap, didukung dengan fasilitas yang memadai. Mal ini terkenal karena banyaknya kafe dan restoran, sehingga menjadi tempat incaran pengunjung yang ingin bersantap bersama.

Jogja City Mall

Jogja City Mall atau JCM memang unik. Pasalnya, desain bangunan sentra belanja ini sangat nyentrik, dengan konsep masa kerajaan Kekaisaran Romawi kuno, ditandai dengan berdirinya pilar-pilar yang mengapit bangunan utama. Meski begitu, jangan tertipu, karena di bagian dalamnya, Anda akan disambut dengan keramahan khas Jawa.

Hartono Lifestyle Mall

Sebagai sentra belanja, Hartono terbilang baru. Meski begitu, mal ini berhasil meraih predikat sebagai mal terbesar di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Tidak heran jika setidaknya ada 300 gerai yang menawarkan produk-produk terbaiknya untuk Anda. inilah mengapa Hartono menjadi pilihan belanja alternatif jika harus menggunakan angkutan umum untuk menuju ke sana.

Lippo Plaza Jogja

Kehadiran Lippo Plaza Jogja mengungkapkan berakhirnya masa kejayaan Sapir Square pada tahun 2015 lalu. Hadir dengan mengusung konsep desain yang lebih modern dan ramah urban, Lippo Plaza Jogja hadir untuk memenuhi keinginan para tamu berbelanja atau sekadar bersantap ringan.

Sahid J-Walk

Sahid Jogja Walk berhasil menyihir para pengunjung akan keunikan desain bangunannya. Pasalnya, pusat belanja ini mengusung konsep ramah lingkungan dengan adanya ruang terbuka dengan ukuran yang terbilang luas. Tidak heran jika sejak diresmikan, mal ini tidak pernah sepi pengunjung. Terlebih dengan adanya akses internet gratis dan pertunjukan musik.

Malioboro Mall

Malioboro Mall menjadi tempat terbaik untuk Anda yang ingin berburu benda-benda unik dan kerajinan tangan khas Jogja. Di sini, dijajakan kaos khas Jogja, beragam gantungan kunci unik, batik, dan pernak-pernik lain yang selalu bisa menggugah minat untuk membelinya. Namun, pandailah menawar supaya Anda bisa mendapatkan harga terbaik.

Jogjatronik

Pusat belanja satu ini adalah destinasi yang tepat untuk Anda yang ingin berbelanja barang-barang elektronik, mulai dari ponsel, kamera, tablet, laptop, hingga komputer dan segala aksesori pendukungnya. Berlokasi di Jalan Brigjen Katamso No. 75 – 77, Jogjatronik juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang terbilang lengkap, seperti ATM hingga foodcourt.

Tempat Jajanan Murah di Kota Jogja

Kopi Joss Angkringan Lik Man

Ingin menjajal secangkir kopi hitam dengan suasana khas Jogja yang bersahabat? Kopi Joss Angkringan Lik Man mungkin bisa menjadi destinasi tujuan. Keunikan kopi milik angkringan Lik Man ini adalah tambahan arang panas yang turut dimasukkan ke dalam cangkir kopi. Namun, hal ini justru semakin membuat rasa kopi kian nikmat.

Angkringan KR

Tempat ngopi selanjutnya yang direkomendasikan untuk Anda kala menghabiskan malam di Jogja adalah Angkringan KR atau Angkringan Pak Jabrik. Angkringan ini menjadi salah satu yang paling diminati oleh wisatawan, karena letaknya yang terbilang strategis dan menunya yang sangat beragam. Angkringan KR berlokasi di Jalan Pangeran Mangkubumi, Gowongan, Jetis, Yogyakarta. Harganya mulai dari Rp1.000 untuk setiap menu.

Gardena (Onde-Onde dan Putu)

Sembari berbelanja barang kebutuhan di Gardena Department Store, Anda bisa menyempatkan waktu untuk membeli camilan satu ini. Ada banyak penjaja makanan di kawasan ini, tetapi Anda tidak boleh melewatkan lezatnya onde-onde dan putu ayu. Camilan ini memiliki rasa yang begitu lezat, paduan antara gurih dan manis yang sangat pas di lidah, terlebih jika disajikan kala panas.

Lumpia Samijaya

Lumpia tidak hanya bisa Anda temukan di Semarang. Jogja juga memiliki camilan khas satu ini, yaitu Lumpia Samijaya. Anda bisa menyambangi dan membeli jajanan enak ini kala sedang berkunjung ke sentra jajanan Malioboro, tepatnya di depan Toko Samijaya. Isinya beragam, mulai dari rebung, telur puyuh, hingga bengkuang. Tidak hanya bisa disantap di tempat, lumpia ini juga bisa Anda bawa sebagai buah tangan.

Lupis Tugu Mbah Satinem

Lupis menjadi jajanan tradisional yang banyak dicari untuk menu sarapan. Pasalnya, camilan ini memiliki rasa manis dan gurih yang berpadu dengan sempurna. Jika Anda mencari jajanan tradisional ini, Lupis Tugu Mbah Satinem bisa menjadi pilihan terbaik. Telah ada sejak tahun 1963 silam, racikan lupis milik Mbah Satinem masih sama hingga kini.

Nasi Teri Gejayan

Lapar tengah malam? Tenang saja, Jogja adalah destinasi yang tepat untuk memuaskan perut Anda di malam hari. Adalah Nasi Teri Gejayan, yang berlokasi di ujung Jalan Gejayan yang menuju ke arah Jalan Urip Sumoharjo. Warung nasi ini buka mulai pukul 21.00 hingga kala subuh menjelang. Kapan pun rasa lapar malam melanda, nasi teri Gejayan jawabannya.

Acara Tahunan atau Tradisi di Kota Yogyakarta

Sekaten

Di Jogja, Upacara Sekaten dilangsungkan untuk memperingati hari ulang tahun Nabi Muhammad SAW yang jatuh setiap tanggal 5 Rabiul Awal tahun Hijriah atau bulan Jawa Maulud. Dahulu, upacara keagamaan ini dimanfaatkan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I untuk mengajak masyarakat setempat memeluk agama Islam.

Aktivitas ini diawali dengan iring-iringan para abdi dalem keraton dengan membawa dua buah gamelan Jawa, yaitu Kyai Gunturmadu dan Kyai Nogowilogo. Iringan dimulai dari pendapa Ponconiti dan berakhir di alun-alun bagian utara dengan pengawalan ketat prajurit keraton. Nantinya, gamelan Kyai Nogowilogi akan menempati Masjid Agung bagian Utara, sementara Kyai gunturmadu akan berada di dalam Pangonan yang terletak di sisi Selatan masjid.

Abdi dalem akan memainkan set gamelan ini hingga pada 7 hari secara terus-menerus. saat malam terakhir tiba, set gamelan ini akan dibawa kembali ke rumahnya.

Siraman Pusaka

Oleh Keraton Yogyakarta, Siraman Pusaka dilangsungkan dengan tujuan untuk membersihkan semua benda pusaka yang dimiliki oleh keraton. Tradisi ini selalu dilakukan setiap masuk bulan Suro pada hari Jumat atau Selasa Kliwon, mulai dari pagi hingga siang dan berlangsung selama dua hari berturut-turut.

Jenis pusaka yang dibersihkan seperti keris, tombak, ampilan, pedang, hingga kereta. Beberapa benda pusaka bahkan dianggap penting oleh keraton, seperti keris K.K. Ageng Sengkelat, tombak K.K. Ageng Plered, dan kereta kuda Nyai Jimat. Benda pusaka yang khusus dibersihkan oleh Sri Sultan adalah Kyai Ageng Sengkelat dan K.K. Ageng Plered. Selanjutnya, pembersihan dilakukan oleh pangeran, wayah dalem, dan para bupati.

Grebeg Muludan

Grebeg Muludan merupakan bagian puncak dari Upacara Sekaten di Yogyakarta. Acara ini akan berlangsung pada pagi hari dengan pengawalan ketat prajurit keraton, Dhaheng, Wirabraja, Patangpuluh, Nyutra, Prawiratama, Bugis, Ketanggung, Surakarsa, dan Mantirejo.

Sebuah gunungan yang dibuat dari campuran beras ketan dengan aneka lauk serta buah-buahan akan dibawa mulai dari Istana Kemandungan hingga Masjid Agung melewati Pagelaran dan Sithinggil. Setelah melalui prosesi doa, gunungan ini kemudian akan dibagikan kepada masyarakat, dengan anggapan bahwa bagian gunungan tersebut membawa banyak berkah untuk kehidupan mereka kelak.

Namun, bukan untuk dimakan, bagian gunungan yang dibagikan tadi kemudian akan ditanam pada ladang sawah agar ladang menjadi subur dan tidak terdampak dari gangguan dan ancaman segala malapetaka.

Tumplak Wajik

Upacara adat ini diselenggarakan dua hari sebelum berlangsungnya Grebed Muludan. Tumplak Wajib akan digelar pada sore hari di kediaman Istana Magangan. Upacara diawali dengan permainan lagu atau Kotekan dengan menggunakan lumpang dan kentungan atau semacamnya yang menunjukkan awal dari pembuatan gunungan yang nantinya akan diarak ketika Grebeg Muludan tiba. Adapun lagu yang ditunjukkan untuk acara ini diambil dari lagu-lagu Jawa yang populer, seperti Owal Awil, Tudhung Setan, Lompong Keli, dan lagu lainnya.

Labuhan

Labuhan merupakan upacara adat yang telah dilakukan sejak masa Kerajaan Mataram Islam pada abad ke XIII hingga kini. Masyarakat percaya bahwa upacara ini akan membawa keselamatan, ketenteraman, dan kesejahteraan bagi masyarakat itu sendiri dan negara.

Labuhan biasanya dilakukan di empat tempat yang letaknya berjauhan. Masing-masing tempat memiliki cerita sejarah yang membuat upacara ini harus dilakukan. Adapun tempat-tempat tersebut adalah Dlepih di Kabupaten Wonogiri, Parangtritis, Puncak Gunung Lawu, dan terakhir adalah Puncak Gunung Merapi.

Labuhan merupakan upacara adat yang bersifat sangat religius. Pelaksanaannya hanya atas perintah sang raja yang bertindak sebagai kepala kerajaan. Berdasarkan tradisi turun-temurun Keraton Kasultanan Yogyakarta, upacara ini digelar pada beberapa acara resmi, seperti acara Penobatan Sultan, ulang tahun penobatan sultan atau yang disebut dengan Tingalan Panjenengan, dan Windo atau peringatan hari ulang tahun Penobatan Sultan setiap delapan tahun.

Pilihan Hotel Murah di Jogja

Tentunya, Anda membutuhkan penginapan kala singgah di Jogja dalam waktu yang lama. Jika Anda mencari hotel murah di Jogja, Airy Rooms adalah pilihan terbaik yang bisa Anda pertimbangkan. Pasalnya, hotel berbujet rendah ini memiliki fasilitas yang tak kalah mewah dari hotel berbintang dengan harga yang terbilang mahal.

Di setiap kamar, tersedia televisi layar datar, AC, tempat tidur yang bersih dan empuk, sarana internet dan air mineral gratis. Sementara itu, pada bagian kamar mandi, tersedia fasilitas penunjang yang lengkap beserta air hangat. Pastinya, lelah Anda segera terbayar kala beristirahat di penginapan murah di Jogja persembahan dari Airy Rooms.

Tidak hanya itu, akomodasi ini juga terletak pada lokasi yang strategis, sehingga Anda tidak perlu takut akan tersesat kala mencarinya. Lokasinya juga dekat dengan berbagai akses, seperti minimarket, warung makan, hingga apotek.

Seperti halnya hotel di Jogja pada umumnya, Airy Rooms juga memiliki berbagai tipe kamar yang bisa Anda pilih sesuai dengan kelasnya. Beberapa pilihan kamar hotel Airy di Jogja adalah sebagai berikut:

Airy Eco Syariah Sleman

Pertama adalah kelas Eco Syariah, dengan kisaran harga sewa mulai dari Rp200 ribu. Konsep syariah ini tentu berarti sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan agama Islam, seperti tidak mengizinkan pasangan diluar suami istri untuk menginap di satu kamar. Akomodasi ini berlokasi di Jalan Kaliurang KM. 6.5, Gang Bali C20F Purwosari. Tak jauh dari lokasi, Anda bisa menuju ke berbagai atraksi menarik, seperti Hartono Mall, Monumen Jogja Kembali, Galeria Mall.

Airy Eco Danurejan Sutomo Yogyakarta

Lalu, ada tipe Eco, yang salah satunya bisa Anda temukan di Jalan Dr. Sutomo No. 13A, Bausasran, Danurejan, Yogyakarta. Meski konsep yang diusung ekonomis, tetapi fasilitas yang ditawarkan hotel murah di Jogja ini terbilang lengkap dan mewah, tentunya akan semakin meningkatkan kenyamanan Anda. Tak jauh dari akomodasi, Anda bisa mengunjungi Taman Pintar, Malioboro Mall, Pasar Beringharjo, dan Istana Pakualaman.

Airy Gondokusuman Kepuh GK Tiga Yogyakarta

Berikutnya adalah tipe kamar kelas Standard. Salah satu yang bisa Anda tuju adalah Airy Gondokusuman Kepuh GK Tiga Yogyakarta, yang berlokasi di Kepuh GK III/1050, Yogyakarta. Sama halnya dengan tipe kelas Eco, Anda juga bisa mengunjungi beragam destinasi menarik yang tak jauh dari akomodasi kelas Standard ini, seperti Museum Affandi, Saphir Square, hingga Plaza Ambarukmo.

Airy Premier Sleman Raya Merapi Golf Cangkringan, Yogyakarta

Lalu, ada pula kelas premier untuk Anda yang ingin beristirahat dengan balutan kemewahan tanpa perlu menghabiskan banyak uang. Adalah Airy Premier Sleman Raya Merapi Golf Cangkringan, yang berlokasi di Jalan Raya Merapi Golf, Kecamatan Sleman. Dibandingkan dengan kelas Eco dan Standard, tipe kamar Premiere jelas memiliki fasilitas yang lebih mewah, lengkap, dan berkelas, mulai dari kolam renang hingga fasilitas spa.

Tak jauh dari akomodasi, Anda bisa menuju ke Candi Prambanan, Museum Ulen Sentalu, Candi Sambisari, dan Taman Nasional Gunung Merapi. Urusan bersantap, percayakan pada beragam restoran keluarga yang letaknya juga tidak terlalu jauh, seperti Amboja Resto atau Boyong Kalegan. Kelas Premier ini memiliki harga sewa mulai dari Rp450 ribu per malam.