Pesan Tiket Pesawat Airasia
Kota Asal
Semua Bandara
Kota Tujuan
Semua Bandara
Tanggal Berangkat
24 Nov 2017
Tanggal Pulang
26 Nov 2017
Penumpang
1 penumpang
CARI

AirAsia tidak hanya berperan sebagai operator penyedia jasa layanan penerbangan, tapi juga menjadi pionir maskapai dengan harga terjangkau yang bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Maskapai yang memiliki moto “Now Everyone Can Fly” ini memahami kebutuhan pelanggan dalam menyuguhkan layanan penerbangan terbaik. Dengan rute penerbangan ke lebih dari 160 kota tujuan di seluruh dunia, penumpang bisa memilih kursi kabin dengan kenyamanan maksimal. Dilengkapi dengan armada pesawat yang modern, pengalaman lebih dari 20 tahun, dan kru yang ramah, AirAsia adalah rekan terbang terbaik Anda.

Sejarah AirAsia

Maskapai penerbangan ini didirikan pertama kali pada tahun 1993 oleh perusahaan konglomerat milik pemerintah yang bernama DRB-Hicom. Namun, AirAsia baru memulai operasi penerbangannya pada tanggal 18 November 1996. Di awal-awal periode, kondisi maskapai penerbangan ini tidak berjalan mulus. Pengusaha Tony Fernandes yang juga pemilik Tune Air Sdn Bhd membeli perusahaan ini pada tanggal 2 Desember 2001 dengan harga 1 juta Ringgit, plus tanggungan utang senilai US $11 juta.

Di tangan Fernandes, perusahaan mulai menghasilkan untung, dan membuka rute perjalanan baru dari Kuala Lumpur. Dalam menjalankan operasionalnya, AirAsia menghentikan monopoli penerbangan yang sebelumnya ditempati oleh Malaysia Airlines, dengan menawarkan tiket promosi dengan harga sangat murah, yakni US $0.27 saja. Di tahun 2003, perusahaan membuka rute penerbangan internasional pertamanya menuju Bangkok, yang juga ditandai dengan dibukanya kantor pusat kedua di Bandar Udara Internasional Senai, Johor Baru. Dalam perkembangannya, AirAsia memulai afiliasi dengan membuka Thai AirAsia yang melayani rute penerbangan menuju Singapura.

Di Indonesia sendiri, maskapai penerbangan asal Malaysia ini baru beroperasi dengan nama Indonesia AirAsia pada tahun 2004. Sebelumnya, layanan penerbangan dilakukan oleh PT. AWAIR yang beroperasi pada tahun 2000 dengan melayani rute domestik, dan rute internasional ke Singapura. Perusahaan ini berhenti beroperasi karena tidak mampu bersaing dengan maskapai lainnya, dan diambil alih oleh AirAsia. Sejak saat itu, pihak maskapai memfokuskan target pasarnya ke penerbangan berbiaya murah, dan membuka rute penerbangan internasional ke Makau, Xiamen, dan Manila.

Setelah berafiliasi dan membuka perusahaan rekanan di beberapa negara, AirAsia kembali membuka rute penerbangan internasional ke Vietnam dan Kamboja pada tahun 2005, serta rute menuju Brunei dan Myanmar di tahun 2006. Masih di tahun yang sama, tepatnya bulan Agustus 2006, AirAsia mengambil alih operasi layanan udara perintis Malaysia Airlines dengan rute Sabah dan Sarawak. Namun, rute perjalanan tersebut dialihkan ke MASwings setahun kemudian dengan alasan komersial.

Di akhir tahun 2006, Tony Fernandes memulai rencananya untuk mengembangkan bisnis di kawasan Asia, dengan cara menambah jumlah rute penerbangan. Seluruh destinasi tujuan yang telah dibuka kemudian dihubungkan antarregional, dan melakukan ekspansi ke Vietnam, Indonesia, Tiongkok Selatan, dan India. Di tahun 2007, AirAsia bersama dua adik perusahaannya, Thai AirAsia dan Indonesia AirAsia, membuka kantor pusat di Bangkok dan Jakarta. Hasilnya, dengan penambahan rute perjalanan, maskapai ini meraih kenaikan volume penumpang sebanyak 13, 9 juta di tahun yang sama.

Meskipun ekspansi perusahaan berjalan mulus, AirAsia sempat menuai protes dari asosiasi The Barrier-Free Environment and Accessible Transport Group yang menyatakan bahwa maskapai tersebut mendiskriminasi penumpang difabel. Namun, hal tersebut dibantah oleh CEO AirAsia yang mengaku tidak menolak penumpang berkursi roda.

Di tahun 2008, perusahaan penerbangan ini kembali membuka 106 rute perjalanan baru. Awal tahun 2013 menandai kesuksesan AirAsia sebagai operator penerbangan, yang dibuktikan dengan kenaikan laba sebesar 168% dari tahun sebelumnya.

Maskapai penerbangan dengan kode IATA: AK ini mengajukan permohonan izin untuk berinvestasi di India. Dengan hal tersebut, AirAsia memiliki saham sebesar 49% di India AirAsia, dan mulai mengembangkan jaringannya ke India Selatan.

Berikut ini adalah daftar perusahan penerbangan yang berafiliasi dengan AirAsia:

  • AirAsia Kamboja
  • AirAsia Cina
  • AirAsia Vietnam
  • AirAsia India
  • AirAsia Jepang
  • AirAsia X
  • Indonesia AirAsia
  • Indonesia AirAsia X
  • AirAsia Filipina
  • AirAsia Thailand
  • Thailand AirAsia X

Prestasi yang Pernah Diraih AirAsia

Sejak beroperasi di tahun 2003, AirAsia telah mendulang beragam prestasi dan memenangkan penghargaan baik tingkat domestik maupun internasional. Airfinance Journal menobatkan AirAsia sebagai maskapai yang paling berkembang di tahun 2003, serta memperoleh status Superbrands Malaysia dan internasional.

Setahun kemudian, maskapai ini dinobatkan sebagai operator penerbangan bertarif rendah terbaik versi Centre for Asia Pacific Aviation (CAPA). Perusahaan bentukan maskapai, yakni AirAsia X, juga berhasil memperoleh penghargaan sebagai maskapai penerbangan baru terbaik dari CAPA.

Di tahun 2017, AirAsia menduduki peringkat ke-22 sebagai maskapai terbaik dalam daftar World’s Top 100 Airlines versi Skytrax, dengan rating 23. Bisa dibilang, penghargaan ini adalah Oscar di bidang penerbangan, karena penilaiannya meliputi ulasan pelanggan dari seluruh dunia, dan kualitas layanan penerbangan.

Masih di tahun 2017, Skytrax juga menobatkan AirAsia sebagai maskapai bertarif rendah terbaik, Air Asia X sebagai maskapai bertarif rendah dengan kabin premium terbaik, dan maskapai bertarif rendah dengan kursi premium terbaik. Baik AirAsia maupun AirAsia X menempati posisi ke-1 dan ke-2 sebagai operator penerbangan bertarif rendah terbaik di Asia.

Berikut adalah daftar penghargaan yang diraih AirAsia tahun 2017:

  1. AirAsia menduduki peringkat pertama sebagai World’s Best Low-Cost Airlines versi Skytrax.
  2. AirAsia X menduduki peringkat ke-7 sebagai World’s Best Low-Cost Airlines versi Skytrax.
  3. AirAsia X menduduki peringkat ke-3 sebagai World's Best "Long Haul" Low Cost Airlines versi Skytrax.
  4. AirAsia X menduduki peringkat pertama sebagai Best Low Cost Airline Premium Cabin versi Skytrax.
  5. AirAsia X menduduki peringkat pertama sebagai Best Low Cost Airline Premium Seat versi Skytrax.
  6. AirAsia dan AirAsia X masing-masing ada di peringkat ke-1 dan ke-2 sebagai Best Low-Cost Airlines in Asia versi Skytrax.
  7. AirAsia X menduduki peringkat ke-2 sebagai Best Low-Cost Airlines in Australia/Pacific versi Skytrax

Maskapai AirAsia ini berhasil mengokohkan posisinya sebagai operator penerbangan bertarif rendah terbaik selama 9 tahun berturut-turut. Selain Skytrax, World Travel Awards juga menobatkan AirAsia sebagai maskapai bertarif rendah terbaik secara berturut-turut dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.

Kontak AirAsia

AirAsia memberikan kemudahan bagi setiap pelanggan untuk menghubungi pusat layanan melalui call center, situs resmi, akun sosial media, atau email perusahaan. Berikut adalah daftar call center AirAsia yang tersebar di seluruh dunia:

Negara

No. Kontak

Australia

+61281882133

Tiongkok

+8651285557711

Hong Kong

+85230135060

Indonesia

+622129270999
+628041333333

India

18605008000

Iran

+982126200686

Jepang

+815068648181

Makau

+85362626352

Malaysia

1600858888

Selandia Baru

+6498876920

Filipina

+632722 2742

Korea Selatan

050409200525

Thailand

+886287933532

Taiwan

+662515 9999

Amerika Serikat

18447274588

 

Call center AirAsia membuka layanan sesuai jam operasional di masing-masing negara. Jika ingin menghubungi pihak maskapai tanpa melakukan panggilan, pelanggan bisa mengakses situs askairasia.com untuk pertanyaan seputar penerbangan lainnya.

Kelas Penerbangan AirAsia

Maskapai penerbangan biasanya memberlakukan jenis kelas kabin untuk membedakan layanan selama penerbangan, tapi tidak dengan AirAsia. Di maskapai ini, penumpang tidak bisa memilih kelas ekonomi, bisnis, atau kelas satu. Namun, pilihan layanan yang diberikan tergantung pada jenis dan lokasi kursi yang dipilih saat melakukan pemesanan.

Kursi Standar

Kursi penumpang standar banyak mendominasi kabin di dalam armada pesawat AirAsia. Ukuran kursi terbilang cukup besar, dengan desain ergonomis yang menjamin kenyamanan selama penerbangan. Masing-masing kursi terlihat bergaya jok dengan material kulit, bantalan empuk, serta posisi tempat duduk yang bisa diatur.

Hot Seat

Penumpang yang memesan kursi hot seat memiliki keistimewaan lebih ketimbang pelanggan yang duduk di kursi standar. Anda berhak untuk memasuki pesawat lebih dulu. Hot seat memiliki ukuran yang lebih lebar, dengan ruang kaki lebih lega untuk kenyamanan pernerbangan. Desain kursi juga lebih modern, dengan posisi yang bisa diatur, sandaran kepala berwarna merah, serta bantalan empuk.

Premium Flatbed

Bisa dibilang, premium flatbed adalah kursinya penumpang kelas satu versi AirAsia. Maskapai menawarkan fasilitas premium bagi pelanggan yang memesan kursi premium flatbed. Untuk menjamin privasi, masing-masing kursi dirancang dengan sekat pemisah di bagian atas.

Tempat duduk premium ini bisa diubah menjadi kasur datar yang empuk, sesuai keinginan penumpang. Penerbangan jarak jauh akan terasa lebih nyaman jika Anda memesan kursi premium flatbed. Selain itu, ada pula fasilitas layar pribadi pada setiap kursi, lampu baca, dan stopkontak universal. Keistimewaan ini bisa dimanfaatkan pelanggan yang ingin menonton tayangan berita, atau mengisi daya gadget selama penerbangan.

Saat kursi diubah menjadi tempat tidur, Anda juga bisa memanfaatkan bantal dan selimut yang disediakan untuk beristirahat. Penyangga kepala dan kaki yang dapat diatur juga menambah kenyamanan selama penerbangan berlangsung.

Penumpang yang memesan penerbangan AirAsia X menggunakan premium flatbed akan mendapatkan jatah bagasi seberat 40kg, makanan gratis, serta Xpress boarding. Tak hanya itu, beragam fasilitas penunjang juga disediakan termasuk bagasi prioritas, prioritas imigrasi di Bandara Internasional Kuala Lumpur, serta akses menuju premium lounge di terminal KLIA2. Penumpang juga berhak atas kemudahan untuk mengganti penerbangan maksimal 2 jam sebelum keberangkatan sebelumnya, dan maksimal 4 jam sebelum keberangkatan yang baru dipilih.

Deretan kursi penumpang AirAsia bisa dipesan saat melakukan reservasi, dengan posisi dan harga berbeda. Bagi Anda yang tidak suka kebisingan, ada baiknya untuk memesan kursi di zona tenang yang terdapat di pesawat Airbus A330. Di sini, penumpang akan terbebas dari keributan karena tidak ada penumpang anak-anak, memperoleh layanan makanan lebih cepat, dan pencahayaan kabin yang lembut.

Selain itu, posisi kursi favorit juga berada di baris pintu keluar pesawat. Di zona ini, penumpang harus memiliki kesehatan fisik yang prima, dan tidak diperuntukkan bagi wanita hamil, atau anak-anak.

Fasilitas kenyamanan penerbangan bersama AirAsia tidak hanya sampai di situ. Di dalam pesawat, penumpang bisa menjajal menu makanan lezat dan menikmati fasilitas in-flight entertainment yang disediakan.

Makanan di Dalam Pesawat

Hidangan yang disajikan di dalam pesawat tersedia dengan beragam menu khas Asia, masakah barat, dan menu vegetarian. Makanan berat dan ringan disajikan sesuai permintaan penumpang, dan dimasak oleh koki yang andal.

Pilihan makanan bisa berbeda dari waktu ke waktu, dengan variasi yang lebih beragam. Anda bisa melakukan pemesanan di muka untuk masakan tertentu dengan menghubungi kru maskapai maksimal 24 jam sebelum jadwal keberangkatan. Jika ada perubahan makanan yang dipesan, penumpang harus memberitahu pihak maskapai, dan membayar kekurangan jika terdapat selisih harga. Untuk melakukan klaim makanan pesanan, Anda cukup memperlihatkan boarding pass sebagai bukti pembelian.

Layanan In-flight Entertainment

Hiburan di dalam maskapai AirAsia siap menemani penerbangan Anda melalui fasilitas Xcite Tab. Sayangnya, fitur ini hanya tersedia pada penerbangan AirAsia X (kecuali rute ke Selandia Baru, Nepal, Saudi Arabia dan Amerika Serikat). Penumpang yang ingin menikmati fasilitas tersebut sebaiknya memesan saat melakukan reservasi tiket. Pasalnya, harga saat memesan di dalam pesawat lebih mahal, yakni RM60, dibanding RM45 untuk harga pemesanan di muka.

Xcite Tab memiliki fitur layar Full HD 10.1 inci, dengan teknologi audio Harman Kardo, dan dilengkapi headset untuk pengalaman hiburan yang lebih privat. Penumpang bisa menonton film-film favorit, bermain games, mendengarkan musik, atau menonton acara TV pilihan. Selain itu, ada juga fitur majalah lokal dan internasional yang bisa diakses melalui gadget ini.

Bagi penumpang yang memesan kursi premium flatbed, layanan Xcite Tab bisa diakses secara cuma-cuma. Anda hanya perlu melakukan klaim peminjaman di atas pesawat. Satu hal yang menjadi catatan adalah jumlah XCite Tab yang terbatas. Penumpang disarankan untuk melakukan pemesanan sebelumnya jika ingin menikmati fasilitas tersebut.

Program Khusus AirAsia

Maskapai penerbangan asal Malaysia ini memiliki program loyalitas atau frequent flyer yang bernama BIG. Program ini diluncurkan untuk memberi tambahan fasilitas kenyamanan bagi penumpang setia AirAsia, yang bekerja sama dengan Think BIG Digital. Setiap pelanggan yang terbang bersama AirAsia akan memperoleh poin miles untuk ditukarkan dengan fasilitas premium yang tersedia.

Kartu BIG Red

Kartu keanggotaan ini bisa diperoleh saat pelanggan telah terbang sebanyak 0-13 kali bersama AirAsia. Penumpang juga berhak mendapatkan tarif hemat hingga 1.5 kali, dan premium flatbed 2 kali.

Kartu BIG Gold

Pemegang kartu BIG Gold bisa menggunakan fasilitas program setelah terbang bersama AirAsia sebanyak 14-23 kali. Penumpang juga berhak menikmati tarif hemat hingga 3 kali, dan premium flatbed 4 kali.

Kartu BIG Platinum

Untuk mendapatkan kartu BIG Platinum, Anda harus terbang bersama AirAsia sekurang-kurangnya 24 sampai 49 kali. Dengan kartu platinum, penumpang berhak atas tarif hemat sampai 5.5 kali, dan premium flatbed 7 kali.

Kartu BIG Black

Kartu BIG Black bisa digunakan setelah terbang bersama AirAsia sebanyak lebih dari 50 kali. Pemegang kartu ini bisa menikmati layanan tarif hemat sampai 10 kali, dan premium flatbed 12 kali.

Poin yang telah terkumpul dari transaksi penumpang bisa ditukarkan dengan beragam fasilitas premium yang tersedia. Bagi anggota BIG, keuntungan eksklusif seperti 24 jam prioritas booking, promo AirAsia BIG final call yang menawarkan harga terhemat, atau menukar poin dengan destinasi favorit. Program loyalitas AirAsia berhasil memenangkan medali emas dalam ajang Loyalty & Engagement Awards 2016 untuk kategori Regional Loyalty Marketing Campaign terbaik, Use of Direct Marketing terbaik, dan Use of Social terbaik.

Keuntungan menjadi anggota program loyalitas BIG AirAsia antara lain:

  1. Penukaran poin dengan tiket penerbangan.
  2. Final Call Sale dengan diskon mencapai 90%.
  3. Melakukan klaim menggunakan uang tunai dan poin BIG.
  4. Penukaran poin untuk menginap di hotel rekanan AirAsia.
  5. Penukaran poin belanja di toko rekanan AirAsia.
  6. Diskon belanja di toko rekanan AirAsia.
  7. Akses prioritas layanan AirAsia.

Jumlah poin keanggotaan BIG yang didapatkan penumpang tergantung dari durasi penerbangan yang dipesan, seperti yang tercantum dalam tabel berikut:

Durasi Penerbangan

Poin BIG

≤ 1 jam

4.500

1-2 jam

6.500

2-3 jam

10.500

3-4 jam

16.500

4-5 jam

20.500

5-6 jam

25.000

≥ 6 jam

30.000

Armada Pesawat AirAsia

Saat ini, AirAsia mengoperasikan kurang lebih 80 armada pesawat untuk melayani penerbangan domestik dan internasional. Sebelumnya, penggunaan pesawat didominasi oleh jenis Boeing 737-300 sebanyak 30 armada. AirAsia juga pernah menggunakan pesawat jenis Boeing 747-200 sebanyak 3 armada, dan jenis McDonnell Douglas MD-11 sebanyak 1 armada. Namun, kini perusahaan hanya menggunakan pesawat jenis Airbus.

Bersamaan dengan meningkatnya jumlah penumpang, di tahun 2011 AirAsia memesan 200 buah pesawat jenis Airbus A320Neo di Paris Air Show untuk bisa digunakan pada tahun 2015. Dengan total transaksi sebesar US $18 miliar, maskapai ini menjadi pengguna Airbus terbesar. Tahun 2012, perusahaan kembali memesan 100 buah pesawat tipe Airbus A320 Jets, yakni Airbus A320Neo sebanyak 64 armada, dan A320Ceo sebanyak 36 armada. Tak berhenti sampai di situ, pihak maskapai kembali memesan 100 pesawat jenis Airbus A321Neo.

Sampai dengan bulan Agustus 2017, AirAsia mengoperasikan 73 pesawat Airbus A320-200 yang berkapasitas 180 penumpang, dan 7 pesawat Airbus A320Neo yang berkapasitas 186 penumpang. Pihak maskapai masih menanti datangnya 262 armada pesanan, yakni Airbus A320Neo sebanyak 262 pesawat.

Untuk AirAsia Indonesia sendiri, maskapai mengoperasikan pesawat jenis Airbus A320 dan A330. Airbus A320 memiliki kapasitas 186 kursi, dengan rincian 42 kursi hot seat dan 144 kursi standar. Armada jenis Airbus A320Neo memiliki kapasitas kursi sebanyak 192, dengan rincian 42 kursi hot seat, dan 160 kursi standar. Untuk armada tipe Airbus A330, AirAsia bisa mengangkut penumpang sejumlah 373 orang, dengan pilihan 12 kursi premium flatbed, 27 kursi hot seat, dan 335 kursi standar. Rata-rata usia armada yang dimiliki AirAsia adalah 5-6 tahun.

Kru Pesawat AirAsia

Dengan reputasi sebagai maskapai penerbangan bertarif rendah terbaik di dunia, AirAsia terus meningkatkan mutu layanan kepada setiap pelanggan. Awak kru pesawat menggunakan seragam berwarna merah terang yang senada dengan dominasi warna perusahaan. Desain seragam menggunakan model dua potong, yakni blazer merah dengan krah berwarna putih, dan rok span sepanjang lutut berwarna senada.

Meski maskapai ini berasal dari Malaysia, banyak yang berpendapat bahwa seragam kru tidak mencerminkan budaya asli negaranya. Hal tersebut dikarenakan pihak perusahaan mengusung konsep modern dan fitur universal yang bisa diterima masyarakat global.

Dengan perspektif dinamis dan kekinian, seragam AirAsia memungkinkan para kru untuk bergerak lebih leluasa dalam melayani kebutuhan penumpang selama penerbangan. AirAsia bekerja sama dengan HPE (High Performance Engineering) Clothing yang menciptakan bahan seragam dengan menyesuaikan suhu tubuh, melancarkan sirkulasi darah, dan meredakan rasa lelah.

Kebijakan Airline

Kebijakan Tiket

Calon penumpang bisa memesan tiket melalui situs resmi AirAsia, maupun agen perjalanan yang bekerja sama dengan pihak maskapai. Tiket yang dikeluarkan hanya bisa digunakan oleh penumpang dengan identitas sama yang tertera, rute yang sama, dan tidak dapat dipindahtangankan. Untuk itu, penumpang wajib menunjukkan kartu identitas saat melakukan check-in.

Kebijakan Penumpang

AirAsia memberlakukan kebijakan untuk menerima dan menolak penumpang berdasarkan peraturan yang berlaku. Berikut adalah kebijakan penumpang AirAsia:

  1. Penumpang Anak-Anak

Calon penumpang yang berusia di bawah 12 tahun harus didampingi oleh orang tua atau wali, dengan menandatangani formulir “Limited Liability Statement” saat check-in. Penumpang anak tanpa pendamping tidak diizinkan untuk terbang.

  1. Wanita Hamil

Penumpang dengan usia kehamilan 27 minggu diperkenankan untuk terbang (kecuali untuk rute dari dan menuju Amerika Serikat), dengan menandatangani formulir “Limited Liability Statement” saat check-in.

Penumpang dengan usia kehamilan 28-34 minggu diperkenankan untuk terbang (kecuali untuk rute dari dan menuju Amerika Serikat), dengan menunjukkan surat rekomendasi dokter, dan surat yang menyatakan usia kehamilan yang diterbitkan tidak lebih dari 30 hari dari jadwal penerbangan.

Penumpang dengan usia kehamilan lebih dari 35 minggu tidak diperkenankan untuk terbang.

  1. Penumpang Difabel

Penumpang yang memiliki masalah kesehatan/sakit harus menghubungi pihak maskapai sekurang-kurangnya 48 jam sebelum penerbangan untuk pendampingan yang diperlukan. AirAsia mengakomodasi kursi roda untuk masuk ke dalam kabin. Penumpang harus melakukan konfirmasi permintaan layanan sekurang-kurangnya 4 jam sebelum penerbangan.

Kebijakan Bagasi

Pihak maskapai mengizinkan penumpang untuk membawa bagasi dengan berat maksimal 32kg, dan dimensi 319cm. Jika ingin menggunakan jatah bagasi lebih berat, penumpang bisa menggunakan fasilitas pre-book yang tersedia dalam satuan 15kg, 20kg, 25kg, 30kg, dan 40kg. Untuk pelanggan anggota BIG, Anda akan memperoleh jatah bagasi tambahan seberat 40kg. Penambahan bagasi juga bisa dilakukan di konter bandara, namun biaya yang dikenakan lebih mahal, dan hanya dibatasi sampai 15kg.

Tarif pre-book dan kelebihan bagasi berbeda-beda tergantung rute penerbangan. Untuk informasi lebih lengkap, ada baiknya untuk menghubungi call center AirAsia.

Kebijakan Tarif

Tarif yang berlaku adalah tarif yang diterbitkan oleh atau atas nama AirAsia, atau dibuat sesuai peraturan maskapai untuk rute tertentu pada tanggal tertentu melalui media elektronik atau lainnya. Semua tarif, harga, jadwal penerbangan, rute, dan prepaid product yang diterbitkan adalah sesuai kebijakan maskapai, dan dapat berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Kebijakan Refund

Kebijakan refund AirAsia diberlakukan jika terjadi pembatalan penerbangan, penundaan, atau perubahan jadwal oleh maskapai setelah penumpang melakukan pemesanan. Refund akan dibayarkan jika pihak maskapai tidak bisa mengganti penerbangan Anda.

Refund akan dibayarkan ke rekening penumpang dalam kurun waktu 6 bulan setelah penerbangan. AirAsia tidak memberikan refund di hari yang sama dengan keberangkatan.

Kebijakan Check-in

Calon penumpang bisa melakukan check-in di konter AirAsia yang dibuka 3 jam sebelum keberangkatan untuk rute internasional, dan 2 jam untuk rute domestik. Batas waktu check-in berbeda-beda di bandara untuk penerbangan tertentu.

Untuk mengurangi risiko ketinggalan penerbangan, penumpang bisa melakukan web check-in atau mobile check-in.

Kebijakan Reschedule

Mengubah jadwal perjalanan AirAsia bisa dilakukan sebelum masa berlaku tiket yang dipesan kedaluwarsa. Penumpang diharuskan membayar biaya administrasi dan selisih harga, jika tiket yang akan dipesan memiliki tarif yang lebih mahal. Kelebihan harga dari tiket sebelumnya tidak akan dikembalikan.

Terminal AirAsia di Indonesia

Sejak tahun 2016, AirAsia merelokasi operasionalnya di Bandar Udara Soekarno-Hatta, yakni di Terminal 2E untuk penerbangan internasional, dan Terminal 2F untuk penerbangan domestik. Selain Jakarta, AirAsia juga memiliki terminal lain di kota Surabaya dan Yogyakarta.

Di Bandara Internasional Juanda, AirAsia menempati Terminal 2, sedangkan di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, penumpang bisa melakukan check-in di Terminal B. Lokasi terminal maskapai juga tersebar di seluruh bandara di dunia. Untuk informasi lebih lanjut, penumpang bisa menghubungi call center atau menggunakan fitur live chat di AskAirAsia.

Partner Maskapai Domestik
Lion AirCitilinkBatik AirSriwijaya AirGaruda IndonesiaWings AirNAM AirAirAsia  Xpress AirKalstar AviationTrigana Air