Pesan Tiket Pesawat Citilink
Kota Asal
Semua Bandara
Kota Tujuan
Semua Bandara
Tanggal Berangkat
24 Nov 2017
Tanggal Pulang
26 Nov 2017
Penumpang
1 penumpang
CARI

Citilink merupakan salah satu maskapai penerbangan berbiaya rendah yang paling banyak diminati masyarakat. Namun, dengan biaya rendahnya, Citilink tetap mampu menawarkan pelayanan dan keamanan mumpuni.

Citilink kini telah muncul sebagai salah satu maskapai penerbangan andalan para peminat kegiatan traveling dengan bujet terbatas. Perusahaan maskapai penerbangan yang didirikan pada 2001 ini merupakan salah satu anak perusahaan maskapai terbesar, Garuda Indonesia, yang sengaja dibentuk untuk menangani rute penerbangan domestik. Pada 30 Juli 2012, Citilink resmi memisahkan diri dari Garuda Indonesia dan mengukuhkannya dengan logo dan seragam barunya sendiri. Segala kegiatan operasional Citilink saat ini berpusat di Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Sejarah Didirikannya Citilink

Di awal kiprahnya, Citilink dikenal sebagai salah satu divisi bisnis Garuda Indonesia. Citilink dapat dianggap sebagai upaya grup Garuda Indonesia untuk merambah segmen budget traveler. Karena statusnya tersebut, saat pertama kali beroperasi Citilink lebih banyak menggunakan pesawat yang pernah dipakai Garuda Indonesia, yakni Fokker 28 yang pada saat itu jumlahnya hanya lima unit.

Serupa dengan perjalanan bisnis perusahaan lainnya, maskapai berslogan “Better Fly, Citilink” ini pun sempat mengalami berbagai tantangan. Salah satunya pada Januari 2008, ketika Citilink terpaksa harus menghentikan kegiatan operasionalnya demi memperbaiki armada dan menyiapkan konsep baru yang lebih matang.

Vakumnya Citilink dari dunia penerbangan pun tidak lama. Pada September 2008 Citilink telah kembali mengudara dengan memperkenalkan sejumlah konsep dan layanan baru pada para konsumennya. Maskapai berlogo hijau-putih ini pun masih dikelola SBU Citilink milik Garuda Indonesia dan menggunakan nomor penerbangan perusahaan induknya tersebut. Animo masyarakat untuk menjajal pesawat bujet minimum ini pun terbilang cukup tinggi.

Citilink pun melakukan beberapa perombakan baru demi mendapatkan status sebagai perusahaan penerbangan mandiri. Berdasarkan Akta No. 23 tanggal 13 Januari 2012 mengenai perubahan setoran permodalan, serta Akta No. 91 tanggal 10 Agustus 2012 tentang penyertaan tambahan modal berupa pesawat terbang, saham Citilink dimiliki Garuda Indonesia sebesar 94,3 persen dan 5,7 persen oleh Aerowisata.

Citilink berhasil mendapatkan izin usaha penerbangan SIAU/NB-027 tanggal 27 Januari 2012, dan sertifikat penerbangan pada 22 Juni 2012. Citilink resmi berdiri sebagai perusahaan mandiri terhitung mulai 30 Juli 2012 kode penerbangan IATA QG, ICAO designation CTV, dan call sign Supergreen.

Terhitung sejak akhir 2013, Citilink berhasil mengoleksi angka fantastis penjualan tiket pesawat. Semenjak berdiri sebagai merek mandiri pada 2012, Citilink telah mengantarkan kurang lebih 8 juta penumpang dengan tingkat okupasi mencapai 85 persen.

Meski merupakan pesawat berbujet rendah, Citilink tidak pernah mengabaikan faktor keamanan dan perawatan mesin pesawat. Seluruh proses pemeliharaan dipastikan sesuai standar Garuda Indonesia dan dilakukan oleh Garuda Maintenance Facility Aero Asia di Cengkareng.

Citilink memiliki rute ke beberapa daerah berikut ini:

  • Bandung (Bandara Husein Sastranegara)
  • Denpasar (Bandara Ngurah Rai)
  • Jakarta (Bandara Halim Perdana Kusumah)
  • Jakarta (Bandara Soekarno Hatta)
  • Mataram (Bandara Internasional Lombok)
  • Malang (Bandara Abdul Rachman Saleh)
  • Semarang (Bandara Achmad Yani)
  • Surabaya (Bandara Internasional Juanda)
  • Yogyakarta (Bandara Adisutjipto)
  • Solo (Bandara Adi Soemarmo)
  • Kupang (Bandara El Tari)
  • Medan (Bandara Kuala Namu)
  • Banda Aceh (Bandara Sultan Iskandar Muda)
  • Batam (Bandara Hang Nadim)
  • Bengkulu (Bandara Fatmawati Soekarno)
  • Padang (Bandara Minangkabau)
  • Pekanbaru (Bandara Sultan Syarif Kasim II)
  • Palembang (Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II)
  • Balikpapan (Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman)
  • Banjarmasin (Bandara Syamsudin Noor)
  • Palangkaraya (Bandara Tjilik Riwut)
  • Pontianak (Bandara Supadio)
  • Kendari (Bandara Haluoleo)
  • Makassar (Bandara Sultan Hasanuddin)
  • Manado (Bandara Sam Ratulangi)
  • Ambon (Bandara Pattimura)
  • Jayapura (Bandara Sentani)

Citilink kini dipimpin oleh Juliandra Nurtjahjo yang tidak lain merupakan salah satu jajaran direksi di Garuda Indonesia. Juliandra resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama Citilink pada Maret 2017. Adapun susunan direksi lengkap Citilink adalah sebagai berikut:

Direktur Utama Citilink Indonesia    : Juliandra Nurtjahjo

Direktur Operasional                          : Arry Kalzaman Sudarmadji

Direktur Komersial                             : Andy Adrian

Bersama dengan jajaran direksi barunya, Citilink akan melanjutkan kiprahnya untuk menjadi yang terdepan di dunia maskapai berbiaya rendah Indonesia.

Prestasi yang Pernah Diraih Citilink

Setelah resmi berdiri sebagai perusahaan mandiri, Citilink mampu menunjukkan taringnya sebagai maskapai berbiaya rendah terbesar di Indonesia. Beberapa penghargaan yang diraih Citilink, di antaranya:

  • Penghargaan Leading Low Cost Airline (2011/2016) dari Indonesia Travel and Tourism Foundation.
  • Penghargaan Best Overall Marketing Campaign dalam ajang The Budgies and Travel Awards
  • Service to Care Award (2012/2013) dari Markplus Insight untuk kategori maskapai penerbangan.
  • Indonesia Original Brand dan Middle Class Brand Champions dari Majalah Swa.
  • Penghargaan Maskapai Penerbangan Nasional Terbaik untuk kategori Transportasi dalam ajang Anugerah Karya Wisata 2012.
  • Asia Best Employer Brand Award dari Employer Brand Institute, Singapura.
  • Best eMark Award dari Telkom University.
  • Top IT Innovation Award on Transportation dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Kontak Citilink

Untuk menjangkau seluruh konsumennya, Citilink pun memiliki akun di media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan YouTube. Selain melalui situs resmi citilink.co.id, Citilink juga memudahkan akses komunikasi bagi para konsumennya dengan adanya Call Center 24 jam di nomor 0804 1 080808. Customer Care Citilink pun dapat dijangkau melalui formulir aduan konsumen yang dapat diperoleh di situs resmi Citilink.

Penumpang dapat memesan tiket melalui nomor call center yang telah dicantumkan di atas maupun melalui aplikasi smartphone Citilink.

Kelas Penerbangan Citilink

Sebagai maskapai berbiaya rendah, Citilink hanya menyediakan kelas penerbangan ekonomi. Namun, tetap terdapat perbedaan dari kursi kelas ekonomi yang disediakan Citilink. Perbedaannya terletak pada dua macam kursinya, yang terdiri dari Regular Seats dan Green Seats. Lantas apa kelebihan dari dua jenis tempat duduk tersebut?

Green Seats menawarkan sejumlah kelebihan dibanding Regular Seats. Green Seats merupakan tempat duduk yang terletak pada baris 1-5 dan ditandai dengan warna hijau. Secara teknis, Green Seats memiliki ruang yang lebih besar dibanding Regular Seats. Jadi, Anda tidak perlu takut kaki Anda akan pegal-pegal setelah turun dari pesawat.

Kelas ekonomi Citilink pun menyediakan sejumlah fasilitas lain yang tidak kalah menarik. Setiap penumpang kelas ekonomi diberikan kuota bagasi gratis hingga 20 kg selama masa promo masih berlaku. Penumpang pun diberi waktu check-in hingga 30 menit sebelum keberangkatan.

Fasilitas Makanan untuk Penumpang

Citilink tidak menyediakan makanan dan minuman gratis untuk penumpangnya. Namun, Anda bisa membeli makanan ringan dan makanan utama selama persediannya masih ada. Jika tidak mau kehabisan makanan, Anda dapat memesannya terlebih dahulu sebelum terbang. Beberapa menu makanan yang dijual di kabin Citilink pun cukup beragam. Anda dapat menemukan menu sarapan lazim seperti nasi uduk, nasi ulam rendang, hingga sajian ayam panggang dan spaghetti bolognese.

Program Khusus Citilink untuk Konsumennya

Supergreen GarudaMiles

Sebagai maskapai dengan jutaan konsumen setia, Citilink tidak lupa menyediakan beragam manfaat dan keuntungan lebih. Salah satu program andalan Citilink adalah Supergreen, yang juga dimiliki perusahaan induknya, Garuda Indonesia.

Program keanggotaan khusus bagi penumpang Citilink dan Garuda Indonesia tersebut kini lebih dikenal dengan nama Supergreen GarudaMiles. Terhitung mulai 24 Februari 2017, seluruh anggota dapat menikmati beragam fasilitas seperti:

  • Mendapatkan poin atau miles setiap melakukan perjalanan dengan Citilink dan Garuda Indonesia.
  • Setiap miles yang berhasil dikumpulkan penumpang dapat ditukarkan dengan tiket perjalanan bersama Citilink maupun Garuda Indonesia.

Bagi Anda yang baru mendaftar sebagai anggota Supergreen GarudaMiles, Anda juga dapat menikmati “hadiah” selamat datang berupa 1.000 mileage. Hadiah 1.000 mileage tersebut dibagi menjadi dua bagian, yakni 200 mileage setelah pendaftaran, serta tambahan 800 mileage untuk setiap aktivitas penerbangan pertama yang tercatat dalam keanggotaan Supergreen GarudaMiles selama 18 bulan setelah pendaftaran.

Citicyclink Community

Para konsumen penikmat olahraga bersepeda pun punya tempat khusus di Citilink, namanya Citicyclink Community. Namun, jangan khawatir, Anda yang tidak terlalu gemar bersepeda pun dapat tetap mendaftar di komunitas ini untuk menikmati keuntungan khusus yang ditawarkan Citilink. Setiap penumpang yang tertarik untuk mendaftar menjadi anggota Citicyclink Community dapat langsung daftar melalui situs resmi Citilink dan membayar iuran tahunan sebesar Rp 250.000. Sebagai anggota Citicyclink Community, Anda dapat menikmati keuntungan sebagai berikut:

  • Kuota bagasi ekstra 20 kg bagi penumpang yang ingin membawa sepeda.
  • Kartu anggota Citicyclink Community.
  • Diskon Citilink Cars 10% dengan menggunakan kode promo eksklusif khusus anggota Citicyclink Community.
  • Diskon 10% untuk setiap pembelian di Citilink Store di gedung PT. Citilink Indonesia, lantai 14, Jalan S. Parman Kav. 72, Slipi, Jakarta Barat.

Armada Pesawat Citilink

Saat ini Citilink memiliki destinasi terbang ke 70 rute domestik serta 16 rute regional. Maskapai satu ini mengoperasikan pesawat yang terdiri dari 41 unit pesawat Airbus A320 dengan kapasitas 180 kursi, 6 unit pesawat Boeing 737-300 yang berkapasitas 148 kursi, dan 1 unit Boeing 737-400 yang memiliki kapasitas 170 kursi.

Armada andalan Citilink, Airbus A320 merupakan pesawat komersial jarak dekat dan menengah yang dibekali dengan sistem canggih bernama fly-by-wire digital. Sistem tersebut akan memberikan akses kepada pilot untuk mengendalikan pesawat hanya dengan sinyal elektronik, bukan mekanik seperti pada umumnya. Hingga saat ini, Airbus A320 menjadi salah satu armada terfavorit bagi maskapai komersial, termasuk Citilink.

Seri terbaru A320, yani A320 Neo pun akan menjadi pelengkap armada Citilink selanjutnya. Menurut pihak manajemen Citilink, bebrapa unit Airbus A320 Neo akan didatangkan pada tahun ini.

Pada tahun 2017, Citilink mengoperasikan 45 armada Airbus A320-200 yang berkapasitas 180 penumpang, serta 4 unit Airbus A320 Neo berkapasitas 180 penumpang dari 31 jumlah pesanan yang semuanya akan didatangkan hingga akhir tahun ini.

Karena Citilink lebih banyak melayani penerbangan domestik yang dapat ditempuh dalam jangka waktu singkat, layanan in-flight entertainment maupun akses WiFi pun tidak disediakan.

Kru Pesawat Citilink

Kru kabin pesawat sering kali menarik perhatian penumpang dengan gaya busananya yang elok serta keramahannya. Seragam kru pesawat Citilink, termasuk pramugarinya didominasi oleh warna hijau. Sementara, para pramugara biasanya mengenakan seragam kaus dengan aksen hijau khas Citilink. Seragam tersebut didapat dari hasil kontes desain untuk Citilink yang diselenggarakan pada 2011.

Warna hijau dan putih yang menjadi ciri khas para pramugari dan kru mewakili kesan tampilan yang cerdas dan modern serta dapat memudahkan penumpang untuk mengenalinya ketika di bandara.

Berbicara mengenai branding, Citilink pun dikenal memiliki cara yang unik untuk menciptakan citra positif bagi masyarakat melalui kru pesawatnya. Salah satu hal unik yang akan Anda temukan saat terbang bersama Citilink adalah cara para pramugari memberikan salam selamat datang dan perpisahan pada penumpang.

Biasanya, di maskapai lain para penumpang mungkin hanya akan mendapatkan ucapan selamat datang dan selamat jalan dari pramugarinya. Namun, Citilink berupaya untuk mendobrak kebiasaan membosankan tersebut dengan menciptakan pantun khusus yang didedikasikan untuk penumpang.

“Jalan-jalan ke Tanah Abang, jangan lupa ke Semanggi. Jangan lupa kalau terbang, naik Citilink lagi.” Begitu kira-kira bunyi salah satu pantun yang kerap didendangkan pramugari dari dalam kabin pesawat sesaat sebelum penumpang turun. Para penumpang pun bisa jadi banyak yang menunggu-nunggu pantun yang akan dibacakan awak pesawat. Ucapan terima kasih dengan pantun ini tampaknya hanya akan Anda temukan di Citilink.

Pantun bukan satu-satunya cara yang digunakan Citilink untuk menarik perhatian penumpang. Saat petugas maskapai memberikan petunjuk keselamatan penerbangan, tidak jarang gurauan dan candaan pun dilontarkan agar penumpang tidak bosan. Bahkan, salah satu penumpang berhasil mengabadikan momen menggelikan tersebut dan mengunggahnya di media sosial.

Adanya pembacaan pantun dan banyolan tersebut dapat menciptakan kesan akrab dan hubungan emosional antara maskapai dan penumpang. Menurut pihak manajemen, pembacaan pantun tersebut terbukti efektif untuk meninggalkan kesan mendalam di hati para penumpang.

Salah satu perwakilan Citilink memaparkan bahwa pihaknya kerap mendapat ratusan mention di Twitter dari para penumpang yang merasa terkesan akan cara branding Citilink yang unik tersebut. Bukan tidak mungkin jika hal tersebut menjadi salah satu faktor yang mampu meningkatkan loyalitas penumpang terhadap maskapai.

Kebijakan Airline

Kebijakan Bagasi

Penumpang diperbolehkan membawa barang hingga mencapai berat maksimal 20 kg dan maksimal 7 kg untuk tas dan barang lainnya yang akan dibawa masuk ke kabin. Setiap bagasi yang didaftarkan sebaiknya tidak melebihi batas ukuran yang telah ditentukan yakni 81cm (T)x119 cm (L)x119cm (D) dan berat 32 kg. Citilink memiliki hak untuk menolak mengangkut barang-barang berikut ke dalam bagasi:

  • Barang-barang yang tidak dikemas ke dalam koper atau wadah lainnya demi memastikan keamanan serta penanganan sesuai kondisi barang.
  • Barang-barang yang kemungkinan dapat membahayakan nyawa penumpang dan awak pesawat seperti bahan peledak, bahan pengoksidasi, amunisi, cairan yang mudah terbakar, serta zat beracun.
  • Barang-barang yang dilarang secara hukum, peraturan, maupun perintah yang berlaku dari negara atau di negara tujuan.
  • Barang-barang yang menurut maskapai tidak dapat diangkut karena beratnya, bentuk, ukuran, atau sifatnya seperti barang pecah belah atau barang yang tidak tahan lama.
  • Binatang hidup maupun yang sudah mati.
  • Jenazah manusia.
  • Hidangan laut segar maupun daging-dagingan lainnya. Biasanya pihak maskapai akan melakukan pemeriksaan apakah hidangan tersebut dapat diangkut ke kabin pesawat. Pihak maskapai biasanya hanya memperbolehkan hidangan yang dibungkus styrofoam atau kotak pendingin setelah isinya diperiksa oleh petugas. Jika penumpang menolak pemeriksaan, pihak maskapai pun berhak untuk menolak pengangkutan.

Aturan Tarif

Tarif yang berlaku adalah tarif yang diterbitakn oleh pihak maskapai Citilink. Seluruh tarif, harga, jadwal penerbangan, rute, dan produk maskapai lainnya dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Citilink pun menerapkan biaya untuk layanan tambahan seperti penambahan kuota bagasi, perubahan jadwal, serta pembatalan penerbangan. Adapun rincian aturan tarif operasional yang ditetapkan Citilink di antaranya sebagai berikut:

 

 

Jenis Layanan dan Kewajiban

 

Biaya

 

Kondisi

Administrasi

-

Sudah termasuk harga tiket

Penumpang Unaccompanied Minor usia 7-12 tahun

Rp150.000

Per penumpang

PPN

10 persen dari harga tiket

Per penumpang

Asuransi

Rp5.000

Per penumpang

Kartu kredit

3 persen dari total belanja

Per transaksi

Perubahan jadwal penerbangan

Rp50.000

Per penumpang, per penerbangan satu arah, ditambah perbedaan harga tiket

Perubahan harga untuk infant

10 persen  dari harga basic fare penumpang dewasa

Per penumpang, per penerbangan satu arah, ditambah perbedaan harga tiket

Bagasi lebih, 0-1 jam penerbangan

Rp15.000

Per kg

Bagasi lebih untuk 2 jam penerbangan

Rp20.000

Per kg

Bagasi lebih untuk untuk 3-3 jam 29 menit penerbangan

Rp40.000

Per kg

Bagasi lebih untuk 4 jam penerbangan

Rp50.000

Per kg

Bagasi lebih untuk penerbangan transit

Rp35.000

Per kg

Bagasi gratis

Per penumpang per penerbangan satu arah

20 kg

 

Istilah Unaccompanied Minor pada tabel di atas mengacu pada anak di bawah umur yang akan melakukan perjalanan dengan pesawat tanpa ditemani orang tua atau pendamping lainnya yang bertanggung jawab selama penerbangan. Penumpang unaccompanied minor akan mendapatkan sejumlah bantuan dari pihak maskapai yang meliputi : pelayanan reservasi dan ticketing, pelayanan check-in di airport dan keberangkatan, serta pelayanan proses menuju ruang tunggu.

Kebijakan Penumpang di Bandara

  • Penumpang yang sedang hamil berkewajiban untuk memberitahukan pihak maskapai mengenai kondisi kehamilan saat memesan kursi dan menunjukkan surat rekomendasi terbang dari dokter serta mengisi surat pernyataan yang dikeluarkan Citilink.
  • Maskapai memiliki hak untuk tidak mengangkut bayi yang berusia enam hari atau kurang demi menghindari risiko hypoxia serta penyakit lainnya. Maskapai hanya dapat mengangkut bayi dengan usia tersebut atas rekomendasi dan surat tertulis dari dokter dan orang tua bayi setelah menandatangani surat pernyataan pertanggungjawaban.
  • Anak di bawah usia 3 tahun dapat diterima untuk melakukan perjalanan udara selama didampingi oleh pendamping yang membeli tiket penerbangan. Balita atau infant harus didampingi oleh pendamping dengan pesawat, kelas, dan tujuan yang sama. Sebaiknya, satu balita didampingi oleh satu orang pendamping untuk memastikan keamanan.
  • Penumpang penyandang cacat atau ibu hamil yang membawa bayi dibebaskan dari biaya pengangkutan kursi roda atau kereta bayi selama dimasukkan ke dalam bagasi pesawat dalam kondisi tercatat.

Kebijakan Penumpang di Atas Pesawat

  • Penumpang tidak diperkenankan untuk merokok.
  • Penumpang dapat membeli makanan ringan dan makanan utama di dalam pesawat, atau memesan makanan sebelum keberangkatan.
  • Penumpang tidak diperkenankan menggunakan atau menyalakan alat elektronik yang dapat mengganggu navigasi pesawat.
  • Penumpang tidak diizinkan untuk merekam segala aktivitas kru dalam kabin pesawat.

Pada beberapa kasus, penumpang sering kali mendapatkan kursi yang berada dekat pintu darurat. Namun, penumpang pun dapat meminta untuk pindah tempat duduk jika posisi dekat pintu darurat dirasa kurang nyaman atau memiliki keterbatasan yang dapat menghambat akses menuju pintu darurat jika pesawat dalam keadaan bahaya.

Check-In

  • Penumpang dapat melakukan check-in 2 jam sebelum keberangkatan melalui check-in counter bandara atau situs resmi Citilink 2 hari hingga 2 jam 30 menit sebelum keberangkatan.
  • Check-in counter ditutup 30 menit menjelang keberangkatan.
  • Penumpang dapat menunggu di ruang tunggu khusus 40 menit sebelum pesawat lepas landas.
  • Penumpang harus membeli tiket baru jika tidak melakukan check-in 30 menit sebelum keberangkatan.
  • Dokumen yang wajib dibawa saat check-in adalah tiket elektronik, surat identifikasi yang dilampiri foto yang dikeluarkan pemerintah seperti KTP atau paspor.
  • Penumpang yang belum memiliki KTP dapat menggunakann SIM, paspor, buku nikah, kartu pelajar, serta surat keterangan lain yang telah dilampirkan foto dan dikeluarkan resmi oleh pemerintah setempat.
  • Bayi dapat melakukan check-in dengan menunjukkan akta kelahiran atau surat kelahiran dari rumah sakit.

Pihak maskapai tidak akan mengizinkan masuk penumpang yang berkelakuan tidak baik karena dapat memberikan suasana tidak nyaman bagi penumpang lain. Seseorang yang berada di bawah pengaruh alkohol dapat ditolak untuk masuk ke dalam pesawat demi menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang.

Kebijakan Refund

Kebijakan refund Citilink diberlakukan jika penumpang melakukan pembatalan tiket. Rincian refund yang ditetapkan oleh Citilink berdasarkan Peraturan No. 185 Tahun 2015 yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan adalah sebagai berikut:

  • Pengembalian di atas 72 jam sebelum keberangkatan mendapatkan pengembalian setidaknya 75 persen dari tarif awal.
  • Pengembalian di bawah 72 jam hingga 48 jam oleh penumpang sebelum keberangkatan akan mendapatkan pengembalian minimal 50 persen dari tarif awal.
  • Pengembalian di bawah 48 jam hingga 24 jam oleh penumpang sebelum keberangkatan mendapatkan pengembalian minimal 40 persen dari tarif awal.
  • Pengembalian di bawah 24 jam hingga 12 jam oleh penumpang sebelum keberangkatan akan mendapatkan pengembalian minimal 30 persen.
  • Pengembalian di bawah 12 jam hingga 4 jam sebelum keberangkatan mendapatkan pengembalian minimal 20 persen dari tarif dasar.
  • Pengembalian di bawah 4 jam oleh penumpang sebelum keberangkatan akan mendapatkan pengembalian minimal 10 persen dari tarif awal atau sesuai dengan kebijakan maskapai.

Kebijakan Reschedule

Perubahan jadwal atau rechedule tiket Citilink hanya dapat dilakukan satu kali dengan nama penumpang yang sama serta bandara keberangkatan dan kedatangan yang sama. Penumpang dapat mengganti jadwal penerbangan maksimal 4 jam sebelum pesawat berangkat. Biaya administrasi wajib dibayarkan bersama harga selisih tiket lama dan baru. Penumpang dapat menghubungi Call Center Citilink di nomor 0804 1 080808 untuk melakukan proses reschedule.

Selain dapat mengubah jadwal melalui bantuan Call Center, penumpang pun bisa melakukan proses reschedule melalui situs resmi Citilink di www.citilink.co.id paling lambat 1x24 jam sebelum jadwal penerbangan yang tercantum pada menu Check My Booking.

Reschedule pun hanya dapat dilakukan sebelum masa berlaku tiket hangus. Penumpang akan diwajibkan untuk membayar biaya administrasi Rp 50.000 dan selisih harga, apabila tiket yang akan dipesan memiliki harga lebih mahal. Kelebihan harga dari tiket sebelumnya tidak akan dikembalikan.

Penumpang yang ingin mengubah nama pada tiket diberi waktu 1x24 jam sebelum keberangkatan pesawat. Biaya administrasi yang dibutuhkan untuk proses ini adalah Rp300.000-Rp500.000 per nama. Penumpang dapat menunjukkan KTP atau identitas asli lain dan identitas penumpang pengganti ke petugas darat Citilink di Bandara.

Terminal Airline Citilink

Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Citilink melakukan kegiatan operasionalnya di Terminal 1C. Selain di Jakarta, Citilink memiliki terminal di Yogyakarta dan Surabaya. Di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Citilink menempati Terminal A, sedangkan di Bandara Juanda, Surabaya, Citilink masih menempati Terminal 1 (T1).

Sebagai salah satu maskapai yang telah mendapat kepercayaan publik, Citilink terus berusaha memperbaiki kualitas, mulai dari segi teknis hingga sumber daya manusia demi mewujudkan pengalaman terbang yang nyaman bagi setiap penumpang.

Partner Maskapai Domestik
Lion AirCitilinkBatik AirSriwijaya AirGaruda IndonesiaWings AirNAM AirAirAsia  Xpress AirKalstar AviationTrigana Air