Pesan Tiket Pesawat Lion Air
Kota Asal
Semua Bandara
Kota Tujuan
Semua Bandara
Tanggal Berangkat
24 Nov 2017
Tanggal Pulang
26 Nov 2017
Penumpang
1 penumpang
CARI

Logo Lion Air

Cara Pemesanan Tiket Lion Air

  1. Kunjungi situs Airy atau buka Airy App.
  2. Isi detail penerbangan pada kotak pencarian di atas.
  3. Pilih dan pesan penerbangan yang paling sesuai untuk Anda.
  4. Isi data pemesan dan penumpang.
  5. Lakukan pembayaran melalui metode yang sudah Anda pilih (pembayaran tiket pesawat dapat dilakukan melalui transfer bank (ATM/SMS Banking/ebanking/teller bank), kartu kredit, dan gerai Indomaret.
  6. Dapatkan e-tiket Anda melalui menu pesanan saya atau email Anda.

Tentang Lion Air

Lion Air adalah salah satu maskapai penerbangan di Indonesia yang selalu memberikan harga tiket yang terjangkau. Saat ini, maskapai yang pernah mendapatkan penghargaan dari Skytrax World Airline Award untuk kategori Best Low-cost Airline Cabin ini melayani 183 rute penerbangan domestik dan mancanegara.

Lion Air menggunakan pesawat Boeing dan Airbus sebagai armada terbangnya. Pesawat ini digunakan untuk mengangkut penumpang untuk kelas ekonomi dan bisnis. Kelas ini banyak diminati oleh masyarakat Indonesia kelas menengah ke bawah dan juga bujet traveler yang ingin menjelajah dengan dana terbatas.

Sejarah Lion Air

Lion Air berdiri pada tanggal 15 November 1999 dan beroperasi pertama kali pada tanggal 30 Juni 2000. Pendiri maskapai low-cost fare ini adalah kakak beradik Kusnan dan Rusi Kirana yang merupakan orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes 2015.

Penerbangan Lion Air untuk pertama hanya melayani rute Jakarta menuju Pontianak. Selanjutnya maskapai yang menggunakan armada Boeing 737-200 sebanyak 2 unit ini terus melebarkan sayap hingga pada tahun 2017 berhasil memiliki ratusan rute baik dalam maupun luar negeri.

Lion Air memiliki slogan “We Make People Fly”. Slogan diwujudkan dengan penerbangan murah tidak hanya untuk dalam negeri saja. Maskapai ini juga melayani bujet traveler yang ingin melakukan perjalanan murah ke berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, Tiongkok, dan Arab Saudi.

Pada awal karier penerbangan, Lion Air pernah berusaha masuk menjadi anggota IATA atau Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional. Sayangnya misi itu mendapatkan hambatan karena standar asosiasi ini cukup tinggi. Menyiasati hal ini, Lion Air mengambil langkah lain dengan mengadakan sebuah workshop yang digunakan untuk pengaplikasikan prosedur Kinerja Navigasi Berpemandu atau KNB.

Selama 16 tahun mengabdi untuk melayani penerbangan murah di Indonesia, Lion Air terus berusaha meningkatkan mutu. Maskapai ini terus menambah armada hingga untuk saat ini saja ada 112 pesawat yang beroperasi dan 293 lainnya sedang dalam tahap pemesanan.

Prestasi Lion Air

Meski hadir sebagai maskapai low-cost carrier, Lion Air terus meningkatkan mutu layanan sehingga kerap mengukir prestasi dan penghargaan. Berikut beberapa prestasi dan penghargaan yang pernah diterima.

  1. Pelopor Penerbangan Murah oleh Walikota Makassar.
  2. Padma Award tahun 2005 dari Menteri Sosial Indonesia sebagai Penerbangan yang kerap melakukan aktivitas sosial di dalam negeri.
  3. Traveller Award pada tahun 2009
  4. Penghargaan dari Kepolisian Republik Indonesia karena terlah memberikan kontribusi yang besar dalam menghubungkan transportasi antar pulau pada HUT Bhayangkara ke-64 tahun 2010.
  5. Most Favourite Airlines dan Best Domestic Fare pada Angkasa Award 2009
  6. Maskapai dengan Pertumbuhan Penumpang Terbanyak dari The Civil Aviation Authority of Singapore
  7. TOP Brand tahun 2004-2008
  8. Best Marketing Driving dar Marketing Award 2009

Kontak Lion Air

Untuk memudahkan pengguna melakukan komunikasi dan juga melakukan kritik dan saran, Lion Air menyediakan beberapa kontak baik jalur telepon, faksimili, dan surel.

Call Center

(+6280) 4177 8899

(+6221) 6379 8000

(+65) 6339 1922 (Singapura)

(+60) 03-7841 5333 (Malaysia)

Customer Care

Phone: (+6221) 6379 8000 ext 0

Fax : (+6221) 633 5669

Email: customercare@lionair.co.id

Web: http://www.lionair.co.id/contact-us

Selain nomor dan alamat email yang tertera di atas, Lion Air juga melayani pengaduan dan juga kontak melalui kantor cabang yang ada di seluruh Indonesia dan cabang lain yang ada di luar negeri.

Kelas Penerbangan dan Makanan

Karena Lion Air adalah perusahaan penerbangan dengan konsep low-cost fare, kelas yang disediakan untuk penumpang hanya dua jenis saja. Pertama adalah kelas ekonomi dan yang kedua adalah kelas bisnis.

1. Kelas Ekonomi

Kelas ekonomi memiliki jumlah penumpang yang banyak dalam satu kali penerbangan. Meski demikian, ruangannya tetap didesain dengan nyaman sehingga pengguna bisa memanfaatkan istirahatnya dengan baik dan tenang. Kabin kelas ekonomi tidak memiliki hiburan seperti televisi atau media lainnya. Penumpang hanya disediakan tempat duduk lengkap dengan sabuk pengamannya.

Untuk kelas ekonomi, Lion Air memberikan bonus bagasi gratis kepada setiap penumpang atau tiket. Bagasi gratisnya sekitar 15 kg untuk perjalanan dalam negeri dan 20 kg untuk perjalanan luar negeri. Kelebihan bagasi akan dikenai tarif tambahan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Kabin kelas ekonomi terbagi menjadi tiga zona kursi dengan dua jalan berada di tengahnya. Penumpang bisa memilih untuk duduk di dekat jendela atau berada di tengah. Pemilihan ini bisa dilakukan saat membeli atau memesan tiket.

Kelas ekonomi pada maskapai Lion Air awalnya menyediakan makanan gratis. Semua penumpang akan mendapatkan makanan untuk setiap penerbangan. Saat ini, makanan gratis itu dihapuskan karena jarak tempuh perjalanan yang pendek dan juga persaingan maskapai low-cost fare. Untuk tetap memberikan harga yang murah dan bersaing, Lion Air terpaksa memangkas kebijakan makanan gratis.

Penumpang yang ingin mendapatkan makanan di dalam pesawat bisa memesan makanan yang dijual secara terpisah. Makanan yang disediakan biasanya menu ala Indonesia seperti nasi kuning atau nasi goreng lengkap dengan minuman dan juga kudapan manisnya untuk pencuci mulut.

2. Kelas Bisnis

Untuk memanjakan penumpang yang ingin mendapatkan layanan yang lebih baik dan mendambakan kenyamanan, Lion Air juga menyediakan kelas Bisnis. Pada kelas ini, kabin pesawat tidak memiliki penumpang yang terlalu banyak. Karena kenyamanan yang ditawarkan, penumpang akan mendapatkan kursi kabin yang jauh lebih lebar dan bahan yang digunakan jauh lebih empuk.

Kelas bisnis dari Lion Air memberikan keuntungan yang lebih banyak kepada penumpang. Selain tempat duduk yang jauh lebih nyaman, penumpang juga mendapatkan bagasi yang jauh lebih besar. Satu orang penumpang bisa membawa barang hingga 35 kg. Kalau barang yang di bawah melebihi 35 kg, penumpang akan diberi biaya tambahan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kabin dari Lion Air kelas bisnis juga tidak memiliki sarana hiburan. Meski demikian, mereka akan diberi suguhan majalah yang diselipan di depan kursi.

Penumpang yang terbang dengan kelas bisnis bisa mendapatkan makanan dan minuman selama penerbangan. Kebijakan yang dihilangkan dari kelas ekonomi ini terus dipertahankan untuk menjaga layanan. Penumpang yang terbang akan mendapatkan makanan berupa nasi atau snack tergantung dengan lama perjalanan. Kalau perjalanannya memakan waktu lebih dari 2 jam, penumpang bisa mendapatkan paket nasi lengkap dengan minuman dan kudapan manisnya.

Selain menu standar yang diberikan kepada penumpang, Lion Air juga menjual makanan premium  lain yang diolah dengan baik. Dalam setiap penerbangan, kru kabin akan membawa anggota Lion Boga yang bekerja untuk menyiapkan aneka makanan dengan kualitas tinggi dan rasa nikmat. Terbang dengan kelas bisnis akan membuat penumpang serasa berada di dalam restoran yang menyajikan makanan mewah dan juga berkelas.

Program Khusus Lion Air

Untuk meningkatkan layanan kepada konsumen yang loyal, Lion Air mengadakan beberapa program khusus yang difungsikan untuk memberikan kemudahan.

1. Lion Air Passport

Lion Air Passport adalah kartu yang dikeluarkan oleh Lion Air untuk penumpang loyal atau frequent flyer. Siapa saja yang melakukan penerbangan dengan Lion Air minimal sekali bisa langsung mendapatkan keanggotaan. Dengan keanggotaan ini, penumpang bisa mengumpulkan poin atau mile (jarak) selama melakukan penerbangan baik sekali jalan atau pulang-pergi.

Poin yang diberikan bisa terus dikumpulkan untuk ditukarkan dengan hadiah pada periode tertentu. Selain mendapatkan hadiah, pemegang kartu juga bisa mendapatkan akses ke ruang tunggu yang lebih eksklusif dengan fasilitas yang jauh lebih banyak.

Pengguna yang sudah terdaftar menjadi anggota Lion Air Passport bisa mendapatkan kartu untuk berbagai keperluan. Sebelum mendapatkan kartu, penumpang harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Pendaftarannya hanya menyerahkan 3 boarding pass dan usianya sudah di atas 17 tahun. Dalam sistem keanggotaan ini, penumpang bisa memilih menjadi anggota pemegang kartu biru atau emas.

2. Lion King Lounge

Penumpang yang memiliki Lion Air Passport bisa mendapatkan akses ke Lion King Lounge. Ruang tunggu premium yang dimiliki oleh Lion Air ini memiliki fasilitas yang sangat lengkap. Siapa saja bisa menikmati hiburan seperti televisi, majalah, koran, hingga akses internet nirkabel yang bisa dimanfaatkan dengan cuma-cuma.

Saat ini Lion King Lounge hanya ada di Terminal 1A Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Penumpang yang menunggu pesawat bisa masuk ke sini dan menikmati ruangan bebas asap rokok sambil menyantap hidangan premium yang disajikan. Restoran di sini menyediakan makanan berkelas internasional lengkap dengan camilannya.

3. Asuransi Penerbangan

Meski pesawat memudahkan penumpang bergerak dari satu tempat ke tempat, menaiki pesawat masihlah berisiko tinggi. Jika ada gangguan pada pesawat, penumpang akan susah menyelamatkan diri karena lokasinya yang tinggi dan jauh dari daratan. Untuk itu, Lion Air bekerja sama dengan PT Asuransi Simas Net untuk menyediakan asuransi penerbangan.

Penumpang yang menggunakan maskapai Lion Air bisa mengambil asuransi ini untuk perjalanan yang dilakukan. Asuransi ini berlaku untuk mereka yang berusia kurang dari 75 tahun dan berangkat dari wilayah Indonesia. Mereka yang berangkat dari luar negeri tidak bisa menggunakan asuransi.

Asuransi yang ditawarkan oleh Lion Air ini dibagi menjadi dua jenis layanan. Pertama adalah untuk round trip atau pulang pergi. Asal masih berangkat dari Indonesia, asuransi bisa digunakan untuk perlindungan. Selanjutnya untuk penerbangan sekali jalan saja. Jika pemberangkatan dari bandara yang ada di Indonesia, asuransi bisa diambil oleh penumpang.

Periode setiap layanan asuransi yang diberikan oleh Lion Air berbeda-beda di setiap jenisnya. Untuk penerbangan sekali jalan, asuransi akan otomatis aktif setelah penumpang melakukan check-in di bandara yang ada di Indonesia. Periode asuransi akan berakhir setelah penumpang sampai di bandara tujuan.

Untuk perjalanan pulang pergi, asuransi akan mulai berjalan setelah penumpang melakukan check-in hingga kembali lagi ke lokasi awal. Perjalanan pulang pergi ini juga memiliki durasi waktu. Kalau perjalanannya melebihi 31 hari, asuransi akan otomatis dibatalkan. Kalau perjalanannya kurang dari 31 hari, asuransi akan terus berjalan hingga penumpang kembali dengan selamat

Asuransi ini mencakup beberapa kejadian tidak menyenangkan seperti kecelakaan dengan tanggungan biaya maksimal Rp500juta untuk satu kali perjalanan dan Rp350juta untuk perjalanan pulang-pergi. Kalau maskapai sampai melakukan delay atau tunda selama beberapa jam, penumpang akan mendapatkan ganti rugi hingga Rp500.000 untuk 5 jam.

Bagasi yang dibawa juga mendapatkan asuransi. Kalau bagasi sampai mengalami kerusakan parah, pihak asuransi akan menggantinya dengan biaya mencapai Rp1 jua per benda dan maksimal Rp4 juta untuk jenis penerbangan sekali jalan. Penerbangan pulang pergi akan diganti dengan nominal sama per itemnya dengan maksimal penggantian hingga Rp6,5 juta.

Asuransi ini juga mencakup semua kebutuhan seperti seperti bantuan saat keadaan darurat dan juga beberapa kejadian tidak menyenangkan lain seperti hilangnya dokumen, gangguan fungsi tubuh, dan aksi kriminal. Cakupan asuransi ini hanya berlaku pada perjalanan pulang-pergi saja.

Armada Pesawat Lion Air

Untuk mengangkut banyak penumpang dengan biaya yang lebih murah, Lion Air menggunakan pesawat dengan lorong tunggal untuk penerbangan kelas ekonomi. Dengan lorong tunggal ini, kabin bisa berisi lebih banyak kursi untuk penerbangan dalam dan luar negeri. Penerbangan untuk kelas bisnis komersial menggunakan lorong ganda untuk memberikan kenyamanan saat bergerak.

Saat ini pesawat yang digunakan oleh Lion Air adalah Boeing 737-900ER, Boeing 737-800NG, Boeing 747-400, dan pesawat Airbus A330-300. Penggunaan Boeing 737-900ER dilakukan pertama kali pada April 2007. Penggantian pesawat lama dengan jenis ini dilakukan untuk efisiensi bahan bakar dan mengurangi emisi karbon hingga 4% di udara.

Selain masalah efisiensi bahan bakar, pemilihan pesawat yang bisa diisi hingga 214 penumpang ini juga dilakukan karena kemampuan terbangnya yang unggul Pesawat ini terbang pada ketinggian 750 km hingga 5.925 km. Air Asia adalah maskapai pertama di kawasan Asia yang menggunakan pesawat hybrid Boeing 737-900ER. Hingga sekarang, sudah ada 71 pesawat Boeing 737-900ER dan akan terus ditambah lagi sebanyak 35 unit.

Pada tahun 2012, Lion Air mulai menggunakan armada jenis baru Boeing 737-800NG. Pesawat ini mampu membawa penumpang hingga berjumlah 189 orang. Saat ini jumlah armada kategori ini mencapai 32 unit. Boeing 737-800NG dipilih oleh Lion Air karena pesawat ini mampu melakukan penerbangan nonstop ke banyak tempat dengan tarif lebih terjangkau.

Sebelumnya Lion Air pernah menggunakan pesawat dengan jenis Boeing 747-400 sebanyak 2 unit. Pesawat ini mampu mengangkut hingga 506 penumpang dalam sekali jalan. Sayangnya, pesawat ini sudah tidak digunakan lagi dan digantikan dengan Airbus A330-300. Pesawat Airbus A330-300 mampu mengangkut penumpang hingga 440 orang dalam satu kali perjalanan. Saat ini Lion Air memiliki 3 armada Airbus A330-300.

Untuk meningkatkan layanan dan juga mengangkut lebih banyak penumpang dengan konsep murah, Lion Air mulai memesan banyak pesawat baru. Saat ini Lion Air memesan pesawat dengan jenis Boeing 737-800 sebanyak 7 unit. Selanjutnya jenis Boeing 737-900ER sebanyak 35 unit, Boeing 737 MAX 8 dan 9 sebanyak 193 unit dan Boeing 737 MAX 10 sebanyak 50 unit.

Saat ini Lion Air mengoperasikan sekitar 112 armada untuk melayani perjalanan ke 183 rute. Ke depannya, maskapai asli Indonesia ini akan melakukan perluasan armada hingga mencapai lebih dari 400 pesawat. Dengan jumlah pesawat yang jauh lebih banyak, penerbangan murah di Indonesia bisa didapatkan dengan lebih mudah. Apalagi saat ini persaingan di ranah low-cos fare berjalan dengan sangat ketat.

Kru Pesawat

Kru pesawat atau aircrew dari Lion Air memiliki keunikan sendiri dibandingkan dengan maskapai lain. Baju yang digunakan oleh pramugari dominan warna merah tua dengan garis biru. Corak yang digunakan adalah batik sesuai dengan dengan budaya Indonesia. Pakaian ini terdiri dari potong berupa atasan dan bawahan yang memiliki belahan agar mereka mudah bergerak.

Kru pramugara menggunakan kemeja yang memiliki dua kantong di dada. Dasi yang digunakan memiliki warna dan corak yang sama dengan pramugari. Untuk bawahan, pramugara menggunakan celana kain warna hitam.

Kru lain seperti pilot dan co-pilot menggunakan seragam standar yang ditetapkan. Mereka menggunakan hem putih, dasi hitam atau warna airline, jas dengan simbol airline, dan topi dinas.

Kebijakan Lion Air

Lion Air memiliki kebijakan yang harus diperhatikan dan dipatuhi oleh siap penumpang. Kebijakan ini diberlakukan untuk memberikan kenyamanan dan kelancaran di setiap aktivitas penerbangan.

1. Kebijakan Bagasi

Penumpang yang menggunakan layanan dari Lion Air harus memperhatikan aturan bagasi agar tidak membawa barang yang terlalu banyak. Kebijakan bagasi dari Lion Air berlakukan untuk semua penerbangan baik kelas ekonomi atau bisnis.

Kelas Ekonomi mendapatkan bagasi di dalam kabin dengan berat maksimal 7 kilogram. Selanjutnya dimensi atau ukuran dari benda harus 40x20x30 cm. lebih dari ini harus dimasukkan ke bagasi utama dan tidak boleh dibawa ke dalam kabin. Bagasi tambahan atau yang terdaftar maksimal 20 kg untuk penerbangan internasional dan 15 kg untuk penerbangan domestik.

Kelas Bisnis mendapatkan bagasi kabin yang ukurannya sama dengan kelas ekonomi. Penumpang hanya boleh membawa barang dengan berat maksimal 7 kilogram. Selanjutnya ukuran dari benda juga harus 40x20x30 cm. Untuk bagasi yang terdaftar, setiap penumpang hanya boleh membawa benda dengan berat maksimal 20 kg untuk perjalanan dalam negeri dan 35 kg untuk perjalanan luar negeri.

2. Kebijakan Penumpang

Penerbangan memiliki beberapa risiko untuk beberapa orang yang memiliki kondisi khusus. Untuk itu, Lion Air memberikan beberapa kebijakan kepada penumpang sebelum melakukan penerbangan.

Kebijakan Penumpang Bayi (hingga 2 tahun)

Bayi yang berusia kurang dari 2 tahun tidak bisa melakukan penerbangan tanpa adanya surat keterangan bisa terbang dari dokter. Untuk bisa terbang, bayi harus memiliki usia minimal 3 hari. Orang tua harus mengurus surat dokter 3 hari sebelum tanggal keberangkatan.

Check-in dilakukan oleh orang tua di bandara secara langsung. Bayi yang tidak mendapatkan tempat duduk sendiri tidak mendapatkan fasilitas bagasi. Meski demikian, keranjang makanan atau gendong masih bisa dibawa tanpa dibebani biaya tambahan. Bayi akan dikenakan tarif lebih murah dan berbeda-beda di setiap rute yang diambil.

Kebijakan Penumpang Anak (hingga 12 tahun)

Harga tiket anak sama dengan dewasa. Mereka akan mendapatkan tempat duduk sendiri dan mendapatkan bagasi. Anak dengan usia kurang dari 12 tahun tidak bisa melakukan penerbangan sendiri tanpa pendampingan orang tua. Agar diizinkan terbang, orang tua harus mendampingi anak untuk melakukan check-in di bandara dan juga memberi info kepada kru pesawat untuk melakukan pendampingan.

Kebijakan Penumpang Hamil

Mengingat kondisi kehamilan setiap wanita berbeda-beda, Lion Air mewajibkan wanita yang sedang hamil membawa surat keterangan dari dokter tentang diperbolehkan atau tidaknya untuk terbang. Surat ini dibawa saat melakukan check-in langsung di bandara sebelum keberangkatan.

Wanita yang diperbolehkan untuk terbang untuk semua usia kehamilan, tapi mereka yang memiliki kehamilan 28-35 minggu harus mengisi formulir Form of Indemnity (FOI) yang disediakan Lion Aur untuk syarat penerbangan.

Kebijakan Penumpang degan Disabilitas

Penumpang dengan disabilitas harus menginfokan keadaannya saat melakukan pemesanan tiket. Pihak Lion Air menyarankan agar penumpang diberi pendamping agar tidak mengalami masalah saat melakukan penerbangan.

Penumpang dengan disabilitas bisa ditolak oleh maskapai kalau tidak memiliki pendamping. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan keselamatan. Selanjutnya, penumpang dengan disabilitas masih bisa menggunakan kursi roda atau alat bantu lain asalkan memenuhi standar keamanan yang ditentukan.

3. Kebijakan Check-in

Lion Air memberikan kebijakan check-in kepada seluruh penumpang yang akan melakukan penerbangan. Check-in bisa dilakukan secara online atau datang langsung ke bandara sebelum jadwal keberangkatan tiba.

Check-in yang langsung dilakukan saat tiba di bandara memiliki tenggat yang berbeda untuk tujuan domestik atau mancanegara. Penerbangan domestik memiliki waktu check-in ideal 1 jam sebelum keberangkatan dan maksimal 30 menit sebelum berangkat. Penerbangan untuk tujuan luar negeri disarankan untuk datang 1,5 jam sebelum keberangkatan atau maksimal 45 menit sebelum pesawat lepas landas.

Kalau penumpang tidak bisa melakukan check-in langsung karena masalah tertentu, mereka bisa melakukan check-in secara online. Untuk melakukannya, penumpang bisa mengunjungi web Lion Air dan melakukan check-in dengan memasukkan kode booking dan detail pemesanan lainnya. Setelah semua data dilengkapi, penumpang bisa menyimpan dan mencetak boarding pass.

4. Kebijakan Refund

Seluruh kelas pada penerbangan Lion Air bisa di-refund dengan beberapa alasan. Biasanya masalah yang sering terjadi adalah pemesanan ganda, gangguan kesehatan, kehamilan, hingga pergantian jadwal. Proses refund bisa berjalan minimal 3 hari dan maksimal 2 bulan. Proses pengembalian tercepat bisa dilakukan jika refund dilakukan melalui portal Lion Air. Sementara itu mereka yang melakukan refund di call center baru menerima uang maksimal 2 bulan.

Kebijakan refund tidak berlakukan untuk tiket promo dengan tujuan luar negeri. Tiket harga langsung tidak bisa diuangkan sebagian, semua uang akan masuk ke saldo dari penumpang atau member Lion Air. Proses refund diperkenankan dalam jangka waktu maksimal 3 bulan sebelum tanggal keberangkatan.

5. Kebijakan Reschedule

Lion Air melayani penggantian jadwal kalau penumpang salah atau ingin mengubah jadwal keberangkatannya. Pengubahan ini bisa dilakukan selama tiket yang dibeli memiliki fitur pengubahan jadwal. Pengubahan jadwal biasanya memiliki selisih harga. Penumpang bisa membayar selisih dana itu untuk mendapatkan tiket yang baru. Batas pergantian jadwal maksimal 30 jam sebelum jam keberangkatan.

Terminal Lion Air

Terminal airline untuk Lion Air tersebar di Indonesia dan beberapa negara seperti Australia, Hong Kong, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar, Bangladesh, Nepal, dan Arab Saudi.

Penerbangan dari Indonesia dilayani di 101 terminal airline dari Sabang hingga Merauke. Yang terbaru adalah penerbangan dari Denpasar yang akan mulai aktif pada 15 September 2017.

Penerbangan dari Tiongkok dilayani di 27 terminal airline termasuk Beijing dan Shanghai. Selanjutnya penerbangan dari Thailand dilayani di 13 terminal airline, Malaysia di 17 terminal airline, Arab Saudi 2 terminal airline.

Penerbangan ke India dilayani di 9 terminal airline termasuk Delhi dan Mumbai. Penerbangan ke Jepang dan Makau hanya dilayani di satu terminal airline yaitu Narita Tokyo dan Macau International Airport.

Kawasan Asia Tenggara seperti Myanmar, Filipina, dan Singapura juga dilayani oleh Lion Air masing-masing satu terminal. Terakhir, Vietnam dilayani di dua terminal airline yang berlokasi di Hanoi dan Ho Chi Minh City.

Partner Maskapai Domestik
Lion AirCitilinkBatik AirSriwijaya AirGaruda IndonesiaWings AirNAM AirAirAsia  Xpress AirKalstar AviationTrigana Air