Pesan Tiket Pesawat Sriwijaya Air
Kota Asal
Semua Bandara
Kota Tujuan
Semua Bandara
Tanggal Berangkat
24 Nov 2017
Tanggal Pulang
26 Nov 2017
Penumpang
1 penumpang
CARI

Tentang Maskapai Sriwijaya

Sriwijaya Air adalah maskapai penerbangan sipil terbesar ketiga di Indonesia yang memberikan keselamatan operasional tinggi. Saat ini, maskapai yang pernah mendapatkan penghargaan dari Boeing dalam Boeing Internasional Award untuk kategori “Keselamatan dan Pemeliharaan Pesawat” ini melayani 53 rute penerbangan domestik dan 4 rute penerbangan mancanegara.

Lion Air menggunakan pesawat Boeing 737-900ER sebagai armada terbangnya. Armada ini dimanfaatkan untuk mengangkut penumpang yang mengambil penerbangan kelas ekonomi dan bisnis. Kedua kelas ini dibuka untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat Indonesia yang menginginkan penerbangan yang nyaman dengan tarif yang tidak terlalu mahal.

Sejarah Maskapai Sriwijaya Air

Pembentukan Sriwijaya Air menjadi salah satu maskapai yang diperhitungkan di Indonesia bukan tanpa sebab. Para punggawa keluarga Li yang terdiri dar Hendry, Andy, Chandra, dan Fandi ingin mengulang kembali kejayaan dari kerajaan Sriwijaya. Bedanya, penyatuan wilayah Indonesia dilakukan lewat jalur udara.

Maskapai penerbangan yang lebih banyak melayani penerbangan domestik ini mulai beroperasi pertama kali pada tanggal 10 November 2003. Dahulu kala, armada yang digunakan hanyalah Boeing 737-200 saja. Penerbangan pertama kali dari Sriwijaya Air juga hanya melayani rute Jakarta-Palembang, Jakarta-Jambi, Jakarta-Pontianak, dan Jakarta-Pangkalpinang.

Seiring dengan berjalannya waktu, rute perjalanan dari maskapai ini terus bertambah dan merambah ke beberapa negara seperti Malaysia, Bangladesh, dan Timor Leste. Dengan slogan “Your Flying Partner”. Sriwijaya Air selalu memprioritaskan keamanan dan keselamatan dari penumpang. Bagi maskapai ini, penumpang adalah segalanya.

Karena terus memprioritaskan keselamatan dari penumpang, Sriwijaya kerap mendapatkan penghargaan dari dalam dan luar negeri. Bahkan, maskapai ini sudah memiliki Air Operator Certificate dan menjadi partner resmi dari Pertamina.

Prestasi Sriwijaya Air

Sebagai maskapai penerbangan terbesar ketika di Indonesia, Sriwijaya Air terus melakukan pembenahan untuk memberikan layanan terbaik untuk konsumen. Berkat usahanya itu, Sriwijaya berhasil menorehan cukup banyak prestasi dan penghargaan yang terdiri dari.

  1. Basic Aviation Risk Standard 2015
  2. Indonesia Service to Care Champion 2012
  3. The Nielsen Indonesia: Super Brands 2012
  4. Call Center Award 2012 dengan kategori Service Exellent
  5. Indonesia Most Favorite Netizen Brand 2011
  6. Maskapai penerbangan pertama yang menyediakan manual keselamatan dengan menggunakan aksara braille. Penghargaan ini didapatkan dari Museum Rekor Indonesia (MURI)
  7. Indonesia Brandes Service Award 2009
  8. Aviation Customer Partnership Award
  9. Flight Operation Safety Team dari Boeing Community
  10. Category 1: Saferty & Security Airline

Kontak Sriwijaya Air

Sriwijaya Air menyediakan beberapa kontak baik jalur telepon, faksimili, dan surel. Kontak ini dibuka untuk memudahkan penumpang dalam melakukan transaksi dan memberikan kritik serta saran.

Call Center

(021) 292 79 777
0804 1 777 777

Media Sosial

Facebook: SriwijayaAirOfficial

Twitter: @SriwijayaAir

Instagram: @sriwijayaair

Youtube: SriwijayaAirChannel

Google Plus: +SriwijayaAirOfficial

LinkedIn: Sriwijaya Air

Pengaduan Portal

Web: https://www.sriwijayaair.co.id/SJ/Offices

Selain kontak yang tertera di atas, Sriwijaya Air juga melayani pertanyaan dan kritik melalui kantor cabang atau sales office di beberapa kota besar di Indonesia seperti Surabaya, Malang, Jakarta, dan Yogyakarta.

Kelas Penerbangan dan Makanan Sriwijaya Air

Sriwijaya Air menyediakan dua kelas penerbangan yang bisa dipilih oleh calon penumpangnya. Kedua kelas itu adalah ekonomi dan bisnis.

Kelas Ekonomi

Meski kelasnya ekonomi, Sriwijaya Air tetap memberikan kenyamanan bagi penumpang. Kabin yang digunakan oleh penumpang memiliki satu buah lorong yang membagi kursi sebelah kiri dan juga kanan. Biasanya kapal komersial menggunakan dua lorong untuk menambah jumlah kursi. Namun, Sriwijaya Air tetap menggunakan satu lorong untuk memberi ruang yang lebih lebar untuk penumpang.

Semua penumpang yang menggunakan pesawat kelas ekonomi mendapatkan gratis bagasi terdaftar sebesar 20 kilogram. Kalau penumpang membawa barang dengan muatan lebih dari 20 kg akan dikenai biaya tambahan sesuai dengan aturan yang berlaku. Kebijakan muatan 20 kg ini tidak berlaku untuk pesawat yang melakukan perjalanan ke Tanjung Pinang atau Batam. Untuk perjalanan ke sini, bagasi dibatasi maksimal 15 kg saja.

Pesawat dengan tiket ekonomi tidak memiliki nomor tempat duduk saat pemesanan dilakukan. Penumpang baru mendapatkan tempat duduk setelah melakukan check-in. Sebelum mendapatkan boarding pass, penumpang diperkenankan memilih kursi sesuai dengan keinginan.

Penumpang kelas ekonomi yang menggunakan Sriwijaya Air akan mendapatkan makanan selama perjalanan. Makanan yang ada di dalam pesawat berada di wadah warna biru dan berisi makanan ringan dan air mineral. Penumpang yang ingin menu makanan lengkap bisa memesan langsung dari kru yang ada di dalam pesawat.

Makanan yang dijual di dalam pesawat berupa paket nasi dengan lauk, buah, kudapan manis, dan air mineral. Masakan yang ada di dalam pesawat diolah dengan baik sehingga kualitas dan mutunya terjamin. Penumpang akan selalu mendapatkan makanan dalam keadaan segar seperti baru dimasak.

Kelas Bisnis

Sriwijaya Air menjanjikan kemudahan kepada penumpang yang menggunakan kelas bisnis. Kemudahan ini akan didapatkan sebelum dan saat berada di dalam kabin pesawat. Penumpang yang melakukan check-in pesawat bisa menunggu di ruangan yang telah disediakan oleh pihak maskapai. Ruangan ini didesain dengan nyaman dan memiliki beberapa fasilitas seperti kursi nyaman, pendingin ruangan, dan sarana hiburan lainnya.

Selain fasilitas ruangan yang digunakan untuk menunggu keberangkatan, penumpang kelas bisnis juga diberi fasilitas mobil jemputan. Penumpang yang akan memasuki kabin pesawat akan dijemput dan diantarkan hingga ke dekat pesawat. Fasilitas ini tidak didapatkan penumpang kelas ekonomi yang harus berjalan terlebih dahulu.

Semua penumpang yang menggunakan pesawat kelas bisnis akan mendapatkan bagasi terdaftar sebanyak 30 kilogram. Kapasitas bagasi ini lebih banyak 10 kg dari kelas ekonomi. Penumpang yang menggunakan bagasi melebih batas yang telah ditentukan akan dikenai biaya tambahan sesuai aturan yang berlaku.

Kabin kelas bisnis yang dimiliki oleh kelas bisnis memiliki satu lorong. Tempat duduknya jauh lebih lebar dan nyaman. Penumpang yang duduk bisa menggunakan sabuk pengaman yang disediakan agar keselamatannya terjamin.

Penumpang kelas bisnis tidak hanya mendapatkan makanan ringan dan air mineral yang dibungkus dengan wadah warna biru khas Sriwijaya Air. Mereka akan mendapatkan hidangan lengkap yang disajikan dengan piring keramik. Makanan yang diberikan tidak seperti nasi kotak, tapi sajian yang diberikan restoran mewah kepada para tamunya.

Penumpang kelas bisnis bisa memesan aneka makanan lain yang disediakan oleh resto pesawat. Semua dimasak langsung dengan bahan berkualitas sehingga tidak ada makanan dengan kualitas rendah atau basi.

Program Khusus Sriwijaya Air

Untuk meningkatkan layanan kepada konsumen, Sriwijaya Air mengadakan beberapa program khusus yang difungsikan untuk memberikan tambahan layanan yang bermanfaat untuk penumpang.

Cargo

Kebijakan yang diterapkan oleh Sriwijaya Air membatasi barang bawaan hingga 20 kg untuk kelas ekonomi dan 30 kg untuk kelas bisnis. Sebagai alternatif pengangkutan barang yang lebih banyak, maskapai ini memberikan layanan cargo yang bisa mengangkut banyak barang ke tujuan dari penumpang.

Pengiriman barang bisa dilajukan melalui kantor cargo dari Sriwijaya Air yang teretak di Tangerang-Banten atau dijemput langsung ke rumah. Penjemputan yang dilakukan secara langsung ke rumah akan dikenai beberapa kondisi khusus termasuk biaya tambahan yang besarnya tergantung dengan harga barang dan jarak.

Layanan cargo ini berjalan selama 7 hari tanpa libur dan 24 jam nonstop. Penumpang bisa segera mendapatkan barangnya dengan cepat tanpa harus menunggu lama dan repot mengangkutnya ke dalam pesawat.

Bisnis Class Lounge

Tanpa memerlukan kartu anggota, penumpang yang menggunakan layanan kelas bisnis akan secara otomatis bisa masuk ke ruang tunggu eksklusif yang disediakan oleh Sriwijaya Air. Ruang tunggu ini memiliki cukup banyak fasilitas mulai dari tempat duduk yang nyaman, zona bebas rokok, restoran, dan televisi untuk saranan hiburan.

Penumpang yang ingin masuk ke sini hanya perlu menunjukkan tiket penerbangan atau boarding pass yang telah dimiliki. Selanjutnya, tim Sriwijaya Air akan mengantar penumpang ke tangga pesawat dengan menggunakan mobil.

Asuransi Penerbangan

Asuransi yang ditanggung oleh Sriwijaya Air memiliki beberapa jenis dan memiliki santunan atau kompensasi yang berbeda.

  1. Meninggal dunia atau cacat tetap baik keseluruhan atau sebagian kecuali kecelakaan dalam perjalanan pesawat. Masa pertanggungan terjadi setelah penumpang masuk ke zona terbatas di bandara keberangkatan hingga sampai di pintu pesawat. Selanjutnya penanggungan berlanjut dari keluar pintu pesawat hingga keluar dari zona terbatas yang dimiliki oleh maskapai. Santunan yang diberikan oleh maskapai sebesar Rp50 juta untuk meninggal dunia dan maksimal Rp50 juta untuk cacat fisik.
  2. Keterlambatan pesawat sebelum berangkat atau mendarat akibat kesalahan internal. Penumpang yang mengalami ha ini akan mendapatkan kompensasi yang sesuai. Penundaan minimal 3 jam akan diganti dengan uang sebesar Rp300 ribu dan akan bertambah dengan kelipatan 3 jam dan maksimal pembayarannya Rp4 juta.
  3. Pindah ke layanan maskapai penerbangan lain. Ada kalanya gangguan teknis tidak bisa segera diatasi hingga lebih dari 4 jam. Setelah periode ini Sriwijaya Air akan menaikkan penumpang ke maskapai lain dan memberikan kompensasi senilai Rp150 ribu per orang. Maskapai juga masih membayarkan selisih harga tiket kepada penumpang yang pesawatnya gagal terbang.
  4. Tidak terangkutnya pesawat karena faktor keamanan dan keselamatan. Karena beberapa sebab dan masalah, maskapai tidak bisa mengangkut semua penumpang. Mereka yang tidak bisa ikut terbang akan mendapatkan kompensasi berupa makan 3 kali sehari dengan biaya makan maksimal Rp35 ribu per porsi. Selanjutnya kalau harus menginap, penumpang akan mendapatkan biaya subsidi akomodasi maksimal Rp400 ribu. Terakhir, kalau penumpang harus menggunakan maskapai lain, selisih tiketnya akan ditanggung oleh pihak Sriwijaya Air.
  5. Keterlambatan atau hilangnya bagasi terdaftar saat penumpang turun. Penumpang akan mendapatkan ganti rugi sebesar Rp700 ribu untuk 6 jam keberangkatan. Selain itu barang yang hilang selama 14 hari akan bisa dilakukan klaim dengan ganti rugi Rp200 ribu per kg atau maksimal Rp4 juta untuk 20 kg bagasi yang tercatat.
  6. Kerusakan bagian luar dari bagasi. Penumpang bisa memilih jenis kompensasi mulai dari penggantian dari bahan bagasi. Bahan plastik akan mendapatkan ganti rugi sebesar Rp100 ribu. Bahan kain akan mendapatkan ganti rugi sekitar Rp200 ribu. Terakhir, bahan kulit akan mendapatkan ganti rugi Rp400 ribu. Apabila ada kuitansi perbaikan dari bagasi, penggantian akan diberikan maksimal Rp1 juta. Kalau bagasi merupakan produk bermerek, penggantian maksimal Rp6 juta.
  7. Penggantian akibat hangusnya tiket karena sebab krusial seperti perawatan medis akan mendapatkan ganti rugi sesuai dengan cakupan penanggungan yang tertulis pada polis asuransinya.

Armada Pesawat Sriwijaya Air

Saat beroperasi pertama kali pada tahun 2003 silam, armada yang digunakan oleh maskapai ini hanya satu buah saja. Pesawat Boeing 737-200 yang digunakan  melayani empat rute dalam negeri dengan pusatnya di Jakarta. Seiring dengan berjalannya waktu dan permintaan dari penumpang lebih banyak, Sriwijaya Air akhirnya memiliki setidaknya 15 armada Boeing 737-200.

Setelah memboyong pesawat komersial andalan Boeing 737-200 ke Indonesia. Maskapai yang dikenal selalu langganan pesawat Boeing ini memboyong pesawat jenis lain dengan jenis Boeing 737-300, Boeing 7373-400, Boeing 737-500W, Boeing 737-800NG, dan Boeing 737-900ER.

Saat ini, Sriwijaya Air memiliki 36 pesawat aktif yang dan 22 pesawat yang sedang dalam tahap pemesanan. Pesawat yang sedang dalam tahap pemesanan terdiri dari Boeing 737 Max 8 dan Boeing 737-300ER. Kedua jenis pesawat ini belum jelas bisa menampung berapa banyak penumpang dalam kabinnya.

Armada terbanyak yang sering digunakan oleh Sriwijaya Air adalah Boeing 737-500 dan Boeing 737-800. Kedua armada ini mampu mengangkut penumpang berturut-turut 112 dan 189 orang. Selanjutnya, armada yang kerap digunakan adalah Boeing 737-300. Pesawat ini mampu mengangkut 148 penumpang dalam sekali waktu. Penggunaan pesawat ini perlahan-lahan akan dikurangi dan diganti dengan Boeing 737-800 yang jauh lebih canggih. Sebelumnya Boeing 737-200 yang digunakan sebagai perintis sudah dihentikan penggunaan semua unitnya.

Boeing 737-500 saat ini masih digunakan oleh Sriwijaya Air kemungkinan akan dialirkan untuk NAM Air. Sriwijaya Air akan menggunakan pesawat baru yang sedang dipesan untuk memenuhi kebutuhan layanan penerbangan pada tahun 2018. Pesawat jenis Boeing 7373 Max yang dipesan sebanyak 20 unit kemungkinan besar bisa segera didatangkan dan beroperasi.

Saat ini armada dengan jenis Boeing 737-800 sedang dikonfigurasi untuk layanan kelas ekonomi. Penumpang yang mengambil kelas bisnis tidak akan menggunakan pesawat yang mampu mengangkut 189 orang ini. Pemilihan armada ini sebagai pesawat khusus ekonomi didasari pada banyaknya unit dan juga banyaknya penumpang yang bisa diangkut.

Armada dari Sriwijaya Air tidak membedakan pesawat untuk kelas ekonomi dan bisnis. Dalam satu kali penerbangan, kabin pesawat biasanya akan terbagi menjadi dua jenis kelas dengan jumlah kelas bisnis sekitar 8 kursi saja. Beberapa pesawat yang pernah digunakan untuk kelas ekonomi dan bisnis adalah Boeing 737-800 dan Boeing 737-500 yang mulai dialihkan ke NAM Air sejak tahun 2015.

Kru Pesawat Sriwijaya Air

Aircrew atau kru kabin pesawat dari Sriwijaya Air terdiri dari pramugari, pramugara, pilot, dan beberapa staf lain yang melayani penumpang. Pramugari yang berada di dalam maskapai ini mengenakan baju berwarna merah dan rok pendek dengan motif batik. Warna merah yang pada pakaian pramugari masih diberi akses warna emas di bagian tengah.

Berbeda dengan pramugari, pramugara yang bekerja di sini menggunakan kemeja putih yang dilapisi dengan jas berwarna abu-abu dan dasi yang digunakan berwarna keemasan.. Celana yang digunakan juga senada dengan warna jas. Sepatu yang digunakan oleh pramugara berwarna hitam.

Kru lain seperti pilot dan co-pilot menggunakan seragam standar yang ditetapkan. Mereka menggunakan hem putih, dasi hitam atau warna airline, jas dengan simbol airline, dan topi dinas. Pekerja yang bertugas di dapur menggunakan baju formal yang senada dengan pramugari atau pramugara.

Kebijakan Airline

Sriwijaya Air memberlakukan kebijakan yang dipatuhi oleh siap penumpang yang ikut dalam penerbangan. Kebijakan ini diberlakukan sebelum, saat, dan setelah penerbangan untuk memberikan kenyamanan ekstra kepada para penumpang.

Kebijakan Bagasi

Penumpang yang menggunakan layanan Sriwijaya Air harus mematuhi aturan bagasi dengan tidak membawa barang yang terlalu banyak. Kebijakan bagasi dari Sriwijaya Air ini berlaku untuk semua penerbangan baik kelas ekonomi atau bisnis.

Penerbangan kelas ekonomi untuk semua rute penerbangan mendapatkan bagasi kabin sekitar 7 kg per penumpang atau satu tas tangan dan satu barang pribadi. Selanjutnya penumpang akan mendapatkan bagasi terdaftar sebanyak 20 kg. Penumpang disarankan untuk tidak membawa bawaan lebih dari 20 kg agar tidak dikenai biaya tambahan sesuai dengan aturan maskapai.

Penerbangan kelas bisnis untuk semua rute penerbangan mendapatkan bagasi kabin 7 kg per penumpang atau satu tas tangan dan satu barang pribadi. Mereka juga akan mendapatkan bagasi terdaftar seperti halnya kelas ekonomi, tapi beban yang bisa dibawa maksimal 30 kilogram. Kalau penumpang membawa tas atau barang lain melebihi berat total yang telah ditentukan akan dikenai tambahan biaya.

Kebijakan Penumpang

Penerbangan tidak sama dengan moda transportasi lainnya. Masalah keselamatan menjadi sangat krusial khususnya penumpang yang memiliki kebutuhan atau perawatan khusus. Untuk itu, Sriwijaya Air memberlakukan beberapa kebijakan kepada penumpang sebelum melakukan penerbangan.

Kebijakan Penumpang Bayi

Penumpang bayi tidak dikenai tarif penuh dari maskapai Sriwijaya Air. Tarif yang harus dibayarkan oleh orang tua sekitar 10 persen dari harga tiket dewasa. Kriteria bayi yang mendapatkan harga 10 persen adalah memiliki lingkar pinggang tidak lebih dari 40 cm. Kalau bayi memiliki lingkar pinggang lebih dari itu akan dikenai tarif khusus.

Penumpang bayi tidak akan mendapatkan tempat duduk sendiri. Orang tua atau pendamping harus memangkunya. Karena tidak memiliki tempat duduk kapasitas bagasi tidak diberikan di semua kelas penerbangan. Ketika bayi duduk, kepalanya tidak boleh lebih tinggi dari hidung pemangku, kalau bisa berada di bawahnya.

Kebijakan Penumpang Anak

Anak-anak yang telah berusia 2 tahun diwajibkan memiliki tiket sendiri. Tarif tiket yang ditetapkan oleh maskapai adalah harga penuh. Anak-anak akan mendapatkan tempat duduk sendiri sehingga mereka juga akan mendapatkan bagasi sendiri sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Penumpang anak-anak juga mendapatkan makanan dan fasilitas lain seperti yang didapatkan oleh penumpang dewasa.

Kebijakan Penumpang Hamil

Penumpang yang hamil diperbolehkan untuk terbang oleh Sriwijaya Air dengan syarat, usia kandungannya tidak lebih dari 32 minggu. Untuk mengetahui usia janin secara pasti, saat akan berangkat, penumpang harus menyertakan surat dari dokter yang berisi surat keterangan sehat beserta dengan usia dari janin.

Karena risiko keselamatan penumpang sangat tinggi saat berada di dalam kabin pesawat, penumpang yang hamil harus mengisi borang dan menandatangani surat perjanjian. Surat perjanjian akan disediakan langsung oleh maskapai penerbangan.

Kebijakan Penumpang degan Disabilitas

Penumpang dengan disabilitas harus menginfokan keadaannya saat melakukan pemesanan tiket. Saat melakukan pemesanan, penumpang harus melengkapi berkas pemesanan dengan menandatangani surat pernyataan. Hal ini perlu dilakukan agar saat terjadi penerbangan penumpang tidak mengalami gangguan kesehatan atau mobilitas.

Penyandang disabilitas yang tidak berjalan bisa memesan kursi roda dengan menghubungi maskapai. Pemesanan bisa dilakukan maksimal 24 jam sebelum melakukan keberangkatan. Dengan memesan kursi roda, pengangkutan dari dan ke dalam kabin bisa berjalan dengan lancar.

Saat melakukan perjalanan, penyandang disabilitas disarankan untuk membawa pendamping. Hal ini perlu dilakukan agar mereka bisa mendapatkan kebutuhannya dengan baik dan lancar. Selanjutnya, saat melakukan check-in, penyandang disabilitas diharapkan datang jauh lebih awal.

Penyandang disabilitas yang tidak bisa melihat, akan mendapatkan buku petunjuk keamanan dalam tulisan Braille. Dengan panduan ini, mereka bisa tahu apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan saat keadaan darurat datang.

Kebijakan Check-in

Check-in pada maskapai Sriwijaya Air bisa dilakukan di dua tempat. Pertama adalah datang langsung ke bandara dan yang kedua adalah secara online

Check-in yang dilakukan secara langsung disarankan untuk datang 1 jam 45 menit sebelum keberangkatan. Masing-masing penerbangan biasanya memiliki standar check-in yang berbeda-beda karena berbagai pertimbangan. Batas waktu check-in untuk semua rute perjalanan domestik adalah 30 menit sebelum keberangkatan.

Kalau penumpang tidak bisa datang lebih awal di bandara, mereka bisa melakukan check-in secara langsung melalui halaman web Sriwijaya Air. Penumpang cukup memasukkan kode booking dan detail pemesanan lainnya. Setelah mengikuti semua instruksi yang ada, penumpang bisa menyimpannya dan mencetak boarding pass.

Kebijakan Refund

Seluruh kelas yang ada pada Sriwijaya Air bisa dilakukan refund. Uang dari refund tiket dari penumpang akan dimasukkan secara langsung ke rekening penumpang. Proses pengembalian dana dari refund biasanya berjalan selama 1-2 bulan setelah pengajuan selesai diajukan ke pihak maskapai.

Refund tidak membutuhkan fotokopi data diri dari penumpang. Asal tiket masih valid dan belum melebihi waktu terbang, refund bisa dilakukan. Tiket dengan harga langsung ata through fare tidak bisa diuangkan sebagian, semua akan masuk ke rekening dan menunggu selama beberapa waktu sebelum akhirnya bisa dicairkan.

Kalau ada pembatalan penerbangan dari maskapai, penumpang akan mendapatkan dana refund penuh. Proses refund bisa dilakukan sesuai dengan prosedur standar. Penumpang yang memesan tiket dari agen, dana refund akan masuk ke rekening agen. Untuk pengambilan bisa menghubungi lagi pihak terkait.

Kebijakan Reschedule

Proses reschedule bisa dilakukan secara langsung melalui saluran telepon atau melalui kantor cabang terdekat. Pengubahan jadwal bisa dilakukan asal ada tempat kosong di jadwal baru. Penumpang akan dikenai biaya administrasi untuk pengubahan dan menambah selisih biaya kalau harga tiketnya lebih mahal.

Terminal Airline Sriwijaya Air

Terminal airline untuk Sriwijaya Air tersebar di Indonesia dan beberapa negara seperti Malaysia, Bangladesh, dan Timor Leste.

Terminal airline yang ada di Jawa tersebar di kota Jakarta, Malang, Semarang, Surakarta, Surabaya, dan Surakarta. Di kawasan kepulauan Sunda Kecil penerbangan bisa dilayani di Bali, Kupang, dan Lombok.

Penerbangan dari kawasan Sumatra dan Kepulauan Riau dilayani di Bandar Lampung, Batam, Jambi, Medan, Muara Bango, Natuna, Padang, Palembang, Pangkal Pinang, Pekanbaru, Tanjung Pandan, dan Tanjung Pinang.

Dari Kalimantan, penerbangan dengan Sriwijaya Air bisa dilakukan dari Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak, Tarakan, Berau, dan Sampit. Kawasan Indonesia Timur yang mencakup Sulawesi, Maluku, dan Papu dilayani di Ambon, Gorontalo, Kendari, Luwuk, Makassar, Manado, Palu, Ternate, Biak, Jayapura, Manokwari, Sorong, dan Timika.

Partner Maskapai Domestik
Lion AirCitilinkBatik AirSriwijaya AirGaruda IndonesiaWings AirNAM AirAirAsia  Xpress AirKalstar AviationTrigana Air