Tiket Pesawat ke Bali Denpasar
Kota Asal
Semua Bandara
Kota Tujuan
Semua Bandara
Tanggal Berangkat
23 Jun 2018
Tanggal Pulang
25 Jun 2018
Penumpang
1 penumpang
CARI
Tiket Pesawat ke Bali Denpasar (DPS)

 

Bali

Tentang Pulau Bali

Bali memiliki sejarah panjang sejak zaman prasejarah hingga modern seperti sekarang. Hindu diperkirakan masuk ke Bali pada abad pertama masehi hingga abad ke-14. Abad ini kerap disebut Bali Kuno khususnya periode abad ke-8 saat kerajaan di Bali mulai berkembang dana bad ke-14 dan seterusnya saat Majapahit melakukan invasi.

Setelah bertahan dengan Majapahit dan beberapa kerajaan besar seperti Klungkung terpecah, Bali menghadapi masalah baru dengan datangnya Belanda. Kerajaan di pulau ini terus melakukan perlawanan hingga pada awal abad ke-20 Bali jatuh ke tangan Belanda dan dimanipulasi sumber dayanya.

Setelah Indonesia merdeka, Bali bergabung dengan republik. Kerajaan yang ada di sana tetap ada, tapi segala aturan tetap mengacu pada NKRI. Saat ini, Bali menjadi salah satu pusat pariwisata di Indonesia dengan jutaan turis lokal dan mancanegara datang ke sana setiap tahun.

Lokasi Pulau Bali

Secara geografis Bali terletak di kawasan kepulauan Sunda Kecil yang juga mencakup Lombok dan Sumba. Pulau Bali diapit oleh dua selat, pertama Selat Bali dan yang kedua Selat Lombok. Di bagian utara dari pulau terdapat Laut Jawad an bagian selatan adalah Samudra Indonesia.

Bali berada pada koordinat 8°39′S 115°13′E atau di sebelah selatan khatulistiwa. Meski demikian, iklim di Bali masih tetap tropis dengan musim panas dan dingin bergantian setiap tahunnya.

Zona Waktu di Bali

Meski Bali hanya berjarak beberapa kilometer dari ujung timur Jawa atau Banyuwangi, zona waktu di sini mengikuti WITA atau Waktu Indonesia Tengah. Kalau waktu di Jawa Timur pukul 08.00 WIB, di Bali pukul 09.00 WITA.

Zona waktu di Bali sama dengan zona waktu di Kalimantan bagian timur, NTB, dan seluruh bagian dari Sulawesi. Zona waktu WITA kalau dikonversi ke standar internasional menjadi GMT+8 atau UCT+8.

Penduduk di Pulau Bali

Meski pulau Bali hanya memiliki luas wilayah 5.780 kilometer persegi, jumlah penduduk yang tinggal di sini cukup padat. Setidaknya ada 4.225.384 jiwa penduduk yang tinggal menyebar mulai dari kawasan pesisir hingga pegunungan. Penduduk yang tinggal di sini adalah warga asli dan pendatang dari luar negeri yang memutuskan membangun rumah atau usaha di Bali.

Dari 4,2 juta jiwa penduduk yang ada di Bali mayoritas penduduknya memeluk agama Hindu (83,5%). Selanjutnya agama Islam (13,4%), Kristen (2,5%), dan Buddha (0,5%). Bahasa yang digunakan di Bali adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa, dan bahasa lokal Bali.

Informasi Bandara di Bali

Bandara Ngurah Rai adalah satu-satunya bandar udara internasional yang ada di Bali. Belanda membangun bandara tersibuk ketiga di Indonesia ini pada tahun 1930. Selanjutnya dalam perkembangannya, bandara ini diambil alih oleh TNI AU dan sekarang menjadi bandara komersial yang dioperasikan oleh PT Angkasa Pura I.

Bandara Ngurah Rai mengalami beberapa renovasi khususnya untuk menunjang keselamatan beberapa kali. Renovasi terjadi sejak tahun 1990 dan berakhir pada tahun 2000-an. Renovasi yang dilakukan di bandara ini meliputi perluasan lahan, pemanjangan landasan pacu hingga sejauh 3.000 meter dan penambahan fasilitas pada bandara.

Saat ini Bandara Ngurah Rai sudah mampu melayani berbagai penerbangan baik domestik maupun mancanegara. Dalam satu tahun, bandara ini mampu menampung nyaris 20 juta penumpang yang mayoritas merupakan wisatawan yang ingin menghabiskan liburan di Bali dan sekitarnya. Untuk berlibur ke Bali saat ini sudah banyak tiket pesawat ke Bali murah dijual oleh para online travel agent.

Untuk memberikan kenyamanan pada penumpang, bandara ini membagi bangunannya menjadi dua terminal. Pertama adalah terminal domestik dan yang kedua adalah terminal internasional. Terminal domestik menggunakan 8 gerbang keberangkatan, gerbang itu terdiri dari gerbang 1A, 1B, 1C, 2, 3, 4, 5, dan 6.

Selanjutnya untuk terminal internasional, keberangkatan berada di lantai 3 dan kedatangan di lantai 1. Untuk gerbang yang digunakan ada 14 dan terdiri dari gerbang 1A, 1B, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9A, dan 9B berada di lantai 3 dan gerbang 10, 11, dan 12 ada di lantai 1.

Pajak bandara atau airport tax di Bandara Ngurah Rai sekitar Rp75.000 untuk penerbangan domestik dan Rp225.000 untuk penerbangan internasional. Pajak bandara di Bali naik mula 2018 khususnya untuk penerbangan internasional. Namun jangan khawatir karena setiap pajak ini biasanya sudah masuk ke dalam harga tiket pesawat yang anda beli.

Jarak dan Lama Perjalanan ke Bandara

Bandara Ngurah Rai terletak di ujung selatan dari Pulau Bali. Jarak bandara ke pusat Kota Denpasar sekitar 13 kilometer. Jarak ini bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum atau taksi kurang dari 30 menit. Dengan jarak yang cukup dekat ini, wisatawan bisa dengan mudah mengakses tempat-tempat wisata yang ada di Bali.

Wisatawan yang ingin ke bandara dari kawasan Ubud, jarak yang ditempuh sekitar 1 jam dengan jarak 37 kilometer. Kota-kota lain di kawasan Bali rata-rata hanya memerlukan 1-2 jam perjalanan ke bandara.

Transportasi Bandara di Bali

Transportasi bandara di Ngurah Rai terdiri dari dua jenis. Pertama adalah taksi bandara yang ada setiap saat dan bisa mengantar wisatawan ke mana saja. Kedua adalah bus DAMRI yang biasanya beroperasi sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.

Perbedaan kedua angkutan ini hanyalah pada tarif dan ketersediaannya. Taksi ada dan bisa digunakan setiap saat meski harganya cukup mahal. Sementara itu untuk bus DAMRI harganya cukup terjangkau, tapi keberangkatan tidak terjadi setiap saat.

Tips Bepergian ke Bali

Sebelum menjelajahi Bali yang memiliki banyak destinasi wisata, perhatikan beberapa tips berikut ini.

Saat Terbaik untuk Datang ke Bali

Bali bisa didatangi sepanjang tahun meski pada bulan-bulan tertentu hujan cukup besar kerap melanda Bali. Wisatawan yang ingin ke Bali untuk melakukan penjelajahan, disarankan untuk datang pada awal tahun khususnya bulan Januari hingga Maret. Pada bulan ini, Bali mengalami musim kemarau yang cukup panjang.

Saat musim kemarau tiba, berbagai aktivitas menarik seperti surfing, olahraga air, penyelaman, hingga pendakian bisa dilakukan dengan mudah. Berbagai kegiatan wisata dan juga penerbangan dari dan ke Bali bisa berjalan dengan lancar.

Bali mengalami musim hujan pada bulan Agustus hingga September. Pada bulan ini curah hujan cukup tinggi sepanjang tahun. Selain itu, pada tengah tahun, volume turis dari mancanegara khususnya Eropa akan meningkat cukup tajam sehingga berbagai destinasi akan penuh sesak.

Saat Bali mengalami high season, berbagai tarif akan meningkat. Harga hotel akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Selain itu, saking ramainya turis yang datang, ketersediaan kamar akan semakin menipis. Jadi, kalau ingin ke Bali untuk menikmati banyak tempat wisata secara murah, awal tahun sangat direkomendasikan.

Tips Melakukan Penjelajahan di Bali

Sebelum melakukan penjelajahan di Bali, perhatikan beberapa tips singkat di bawah ini.

  1. Jeli Saat Memesan Akomodasi

Beberapa akomodasi di Bali bisa dipesan jauh-jauh hari dengan harga yang cukup bersahabat. Dengan memesan lebih awal, wisatawan bisa memilih lokasi dengan lebih mudah dan bisa didekatkan dengan beberapa tempat wisata yang menarik seperti kawasan Kuta dan Seminyak.

Kalau perjalanan ke Bali dilakukan secara mendadak, pencarian akomodasi bisa dilakukan dengan sering bertanya. Beberapa hotel atau motel di Bali kerap memberikan harga miring meski dekat dengan tempat wisata.

  1. Menyewa Sepeda Motor

Untuk memudahkan bergerak dari satu tempat ke tempat lain, disarankan untuk menyewa sepeda motor saja. Bali dikenal sangat ramai dan rawan macet, kalau menggunakan kendaraan umum seperti angkutan kota atau bus, waktu akan banyak dibuang sedangkan tempat wisata yang dikunjungi masih banyak.

Dengan menggunakan sepeda motor, perjalanan bisa dilakukan dengan lebih mudah. Kalau macet, bisa mencari jalur alternatif melalu gang-gang kecil.

  1. Makan Seperti Penduduk Lokal

Harga makanan di Bali relatif mahal khususnya yang dekat dengan tempat wisata. Untuk mendapatkan harga yang lebih murah, disarankan untuk beli makanan di kedai atau warung yang banyak dikunjungi warga lokal. Harga makanan di sana biasanya cenderung lebih murah dan rasanya autentik Bali.

Destinasi Wisata di Bali

Bali memiliki banyak destinasi wisata yang bisa didatangi. Dari berbagai tempat wisata itu, kita bisa mengelompokkannya menjadi beberapa jenis, berikut daftarnya.

Wisata Pantai

Bali memiliki sederet pantai yang memikat dan cocok digunakan untuk menghabiskan waktu liburan. Beberapa pantai yang paling banyak didatangi adalah Pantai Kuta, Pantai Sanur, Pantai Lovina, dan Pantai Pandawa. Beberapa tempat yang telah disebutkan ini memiliki karakteristik yang sama yaitu punya ombak besar untuk surfing dan cocok untuk berjemur.

Wisatawan yang ingin ke pantai, tapi tidak suka dengan keramaian bisa datang ke beberapa pantai yang masih sepi seperti Pantai Nyang Nyang, Pantai Amet, Pantai Balangan, dan Pantai Tegal Wangi.

Wisata Penyelaman

Bali juga dikenal dengan tempat menyelamnya yang indah dan menakjubkan. Beberapa tempat menyelam yang paling banyak didatangi wisatawan adalah Tanjung Benoa, Pantai Tulamben yang memiliki reruntuhan kapal USAT Liberty miliki Amerika, dan Nusa Lembongan.

Wisata Kuliner dan Belanja

Bali memiliki banyak kuliner memikat yang harus dicoba ketika bertandang. Beberapa kuliner yang sangat terkenal di Bali antara lain terdiri dari Ayam Betutu, sate lilit, lawar, dan nasi jinggo yang harga cukup terjangkau.

Untuk tempat berbelanja, wisatawan bisa datang ke beberapa pasar oleh-oleh seperti Pasar Sukawati, Pasar Ubud, Pasar Guwang, dan Pasar Kumbasari.

Wisata Budaya

Untuk urusan budaya, Bali adalah surganya. Ada banyak tempat wisata budaya di Bali seperti aneka pura kerajaan yang masih ada hingga sekarang, pura untuk peribadatan seperti Pura Besakih, Pura Tanah Lot, dan Pura Uluwatu yang kerap digunakan untuk pertunjukan Tari Kecak.

Wisatawan yang datang ke sini juga bisa mengunjungi kawasan Sangeh yang dikenal dengan keranya dan Desa Tradisional Trunyan yang memiliki pemakaman unik.

Wisata Hiburan

Wisatawan yang ingin menikmati hiburan di Bali mulai pagi hingga malam bisa datang ke kawasan Kuta dan Seminyak. Di sana banyak berdiri kelab pantai yang menyajikan beragam hiburan seperti live musik, pertunjukan DJ, dan tarian.

Kawasan Kuta dan Seminyak dikenal tidak pernah tidur setiap hari. Ragam hiburan malam tersaji di sini sehingga wisatawan tidak akan pernah bosan saat bertandang.

Wisata Relaksasi

Wisatawan yang datang ke Bali untuk relaksasi atau melakukan staycation, banyak hotel atau rumah-rumah penduduk yang menyajikan pengalaman ini. Di kawasan Ubud banyak akomodasi dengan konsep menyatu dengan alam dan cocok untuk menenangkan pikiran.

Selain relaksasi, wisatawan juga bisa merancang makan malam romantik di alam terbuka dengan pemandangan pegunungan atau pantai. Terakhir, Bali juga tempat yang cocok untuk belajar meditasi untuk menentramkan jiwa dan raga.

Budaya Daerah di Bali

Bali dikenal memiliki budaya yang beragam, autentik, dan sangat indah. Berikut beberapa kebudayaan yang wajib wisatawan ketahui.

Bahasa Daerah

Masyarakat Bali menggunakan Bahasa Bali untuk komunikasi sehari-hari. Bahasa ini digunakan oleh lebih dari 3 juta penutur yang mayoritas penduduk lokal. Bahasa Bali memiliki karakteristik yang hampir sama dengan Bahasa Jawa. Dalam penuturannya ada tiga tingkatan mulai dari yang halus Bali Alus, yang sedang Bali Madya, dan yang kasar Bali Kasar.

Untuk penulisan, Bahasa Bali memiliki aksara tersendiri. Aksara yang digunakan di sana adalah Aksara Bali. Bentuk dari aksara ini mirip sekali dengan aksara tradisional Jawa yang kerap dijuluki Honocoroko.

Selain Bahasa Bali asli, penduduk yang tinggal di Bali juga banyak yang menggunakan Bahasa Jawa dan Bahasa Osing. Rata-rata penduduk pendatang menggunakan bahasa ini dan penduduk setempat banyak yang memahami dan mempelajarinya.

Musik Tradisional Bali

Bali memiliki tiga jenis musik berdasarkan periode terbentuknya. Pertama ada musik Bali Kuno yang muncul pada abad ke-8 hingga ke-14, selanjutnya ada musik Bali Madya yang muncul pada abad ke-15 hingga ke-19 dan yang terakhir ada musik Bali Modern yang muncul mulai abad ke-20 hingga sekarang.

Salah satu jenis musik di Bali yang terus digunakan khususnya untuk upacara yang sangat sakral adalah gambang. Musik ini banyak digunakan untuk pengiring upacara ngaben karena dianggap mampu menyentuh hati para dewa jika dilantunkan dengan indah.

Selanjutnya ada musik angklung untuk pengiring upacara kematian dan Gender Wayang yang digunakan untuk pengiring pertunjukan wayang. Saat ini musik Angklung dan Gender Wayang mulai mengalami pergeseran fungsi karena banyak digunakan untuk musik hiburan.

Tari Daerah Bali

Bali memiliki puluhan tari tradisional yang terus eksis dan ditampilkan hingga sekarang. Dari puluhan tari tradisional itu ada beberapa tari yang cukup terkenal di antaranya Tari Kecak. Tari ini diciptakan pada tahun 1930 dan menjadi tari pertunjukan terbesar dengan ratusan pemain ikut andil dalam pementasan.

Selanjutnya ada Tari Legong yang hanya ditampilkan di lingkungan keraton Bali. Tari ini dipentaskan oleh wanita dengan gerakan-gerakan luwes mulai dari tangan, kaki, kepala, hingga mata. Penari Legong biasanya menggunakan kipas untuk aksesori pertunjukannya.

Tari Pendet kerap menjadi polemik karena diakui oleh negara tetangga. Sesungguhnya tarian ini dibuat pada tahun 1950 oleh seniman tari asli Bali bernama I Wayan Rindi. Tarian ini biasanya dimainkan oleh 5 orang wanita dengan kostum tradisional Bali.

Hal yang Harus Dilakukan di Bali

Bali memiliki banyak tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi atau dinikmati. Berikut beberapa hal yang bisa wisatawan lakukan di Bali.

  • Menikmati Keindahan Tanah Lot

Tanah Lot adalah tempat wisata unggulan di Bali yang berwujud pulau karang dengan pura berada di atasnya. Yang menarik dari Tanah Lot adalah keindahan pemandangan yang ada di sekitarnya, pura keramat yang memenuhi isi pulau, dan ular keramat yang diyakin merupakan jelmaan selendang Dang Hyang Niratha (keturunan Brahmana abad ke-XVI).

Untuk bisa menikmati keindahan dari Tanah Lot, wisatawan bisa datang ke Desa Beraban, Tabanan dari Jalan By Pass Tanah Lot. Setelah tiba di lokasi, wisatawan akan dikenai biaya masuk sekitar Rp30.000 untuk dewasa dan Rp15.000 untuk anak-anak. Tanah Lot buka mulai pukul 07.00-19.00 WITA, namun saat terbaik untuk menyaksikan tempat wisata ini adalah sore hari saat matahari terbenam.

  • Menyusuri Hiruk-pikuk Pantai Kuta

Pantai Kuta terletak 4,5 kilometer dari Bandara Internasional Ngurah Rai dan 9 kilometer dari pusat Kota Denpasar. Cara terbaik untuk sampai di pantai ini adalah menggunakan sepeda motor atau jalan kaki. Jika menggunakan mobil atau sejenisnya, wisatawan akan terkena macet karena kawasan Kuta adalah pusat keramaian.

Di pantai ini, wisatawan bisa melakukan banyak hal menarik seperti melakukan seluncur ombak saat gelombang sedang bagus. Selanjutnya, kegiatan olahraga pantai seperti sepak bola, voli, hingga lari bisa dilakukan dengan di pasir yang lembut. Terakhir, wisatawan yang datang ke Pantai Kuta bisa melakukan aktivitas seru seperti banana boat, dikelabang rambutnya, hingga merasakan pijat tradisional khas Bali.

  • Menjelajahi Kemagisan Pura Besakih

Pura Besakih adalah salah satu pura tertua dan terbesar di Bali yang hingga sekarang masih digunakan untuk pusat keagamaan. Pura yang sudah ada sejak tahun 1007 masehi ini juga tercatat sebagai salah satu warisan budaya dunia dari UNESCO pada tahun 1995.

Saat ini pura yang terdiri dari satu pura utama dan 35 pura pendamping menjadi tempat wisata religi di Bali. Setiap hari ribuan orang datang ke kaki Gunung Agung untuk bersembahyang di pura ini atau sekadar menikmati kemagisan dari pura yang buka setiap hari mulai dari pukul 09.00-17.00 WITA.

  • Mengintip Lumba-Lumba di Lovina

Ada dua aktivitas menarik yang bisa dilakukan di Pantai Lovina. Pertama adalah menikmati keindahan matahari terbit dengan latar belakang pegunungan. Untuk bisa menikmati suasana yang romantis ini, wisatawan bisa datang ke area pantai jelang pukul 05.00 WITA.

Aktivitas kedua yang bisa dilakukan di Pantai Lovina adalah menyaksikan lumba-lumba. Wisatawan bisa menyewa perahu nelayan yang memiliki kapasitas hingga 4 orang. Pemilik perahu akan membawa pelancong menuju laut lepas untuk menyaksikan lumba-lumba yang sedang mencari makan atau bermain. Untuk menyewa perahu dan menyaksikan lumba-lumba, wisatawan akan dikenai tarif sekitar Rp500.000.

Pantai Lovina berada di Bali bagian utara atau sekitar 78 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk. Untuk bisa ke sana, wisatawan bisa menggunakan bus dengan lama perjalanan sekitar 1-2 jam.

  • Belanja Oleh-Oleh di Pasar Sukawati

Kurang lengkap rasanya kalau ke Bali, tapi tidak belanja oleh-oleh. Wisatawan yang ingin membeli cendera mata atau makanan khas Bali bisa datang ke Pasar Sukawati yang terletak di Kabupaten Gianyar. Perjalanan ke pusat oleh-oleh ini sekitar 45 menit perjalanan darat dari Bandara Ngurah Rai.

Pasar Sukawati menjual aneka oleh-oleh seperti selendang bali, tas, sandal, kerajinan dari bambu, aneka topi, hingga aksesori seperti gelang dan kalung. Untuk makanan, pasar ini juga menawarkan aneka pia susu, kacang rocker, hingga kopi.

Pasar Sukawati buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WITA. Namun, saat terbaik untuk mendatangi pasar ini adalah pukul 08.00-10.00. Pada jam ini, suasana masih ramai dan pedagang percaya kalau bisa menjual barang sejak pai, dagangan mereka akan laku hingga sore. Jadi, wisatawan bisa lebih leluasa saat menawar harga untuk mendapatkan oleh-oleh yang diinginkan.

  • Bersenang-senang ke Bali Bird Park

Bali Bird Park adalah tempat wisata menarik yang menampilkan aneka atraksi dari burung-burung eksotis. Wisatawan yang datang ke sini bisa mengikuti beberapa kegiatan seperti memberi makan aneka burung secara langsung, berinteraksi dengan memegang, berfoto bersama, hingga menyaksikan pertunjukan seru dengan burung-burung sebagai aktornya.

Taman burung terbesar di Bali ini memiliki luas area sekitar 2 hektare dan dibangun pertama kali pada tahun 1994. Saat ini ratusan burung dari mancanegara dipelihara di sini dengan baik untuk menghibur para wisatawan yang datang.

Harga tiket masuk di Bali Bird Park mulai Rp100.000-an. Selanjutnya jam operasi dari tempat wisata ini pukul 09.00-17.00 WITA.

  • Menyelam ke Reruntuhan Kapal di Tulamben

Menyelam untuk menikmati keindahan karang dan biota laut yang ada di sekitarnya adalah hal yang biasa dilakukan semua orang. Namun, menyelam untuk menikmati bangkai kapal yang karam pada tahun 1942 silam adalah hal yang menarik. Di Bali, wisatawan bisa menyelam untuk menikmati bangkai kapal USAT Liberty miliki Amerika yang karam saat perang dunia ke-II.

Untuk bisa menyelam dan menikmati keindahan kapal yang karam ini, wisatawan bisa datang ke Tulamben yang terletak di pesisir Bali bagian timur. Di tempat ini, mereka bisa langsung melakukan penyelaman ke spot kapal karam sambil menikmati kengeriannya. Di reruntuhan ini, wisatawan yang beruntung bisa bertemu dengan kerumunan ikan barakuda yang berenang bersama kawanannya.

  • Menyesap Kengerian Desa Trunyan

Selain keindahan, Bali juga menyimpan banyak kemagisan seperti yang ditampilkan oleh Desa Trunyan. Desa yang terletak di sebelah timur Danau Batur, Bangli ini memiliki pemakaman unik. Warga desa yang meninggal tidak dikubur, tapi diletakkan begitu saja di atas tanah hingga akhirnya terurai dan menyisakan tulang-belulang.

Yang unik dari makam ini adalah, mayat yang diletakkan di sini tidak mengeluarkan bau tidak sedap. Konon, menurut penduduk setempat, bau busuk yang keluar dari mayat diserap oleh pohon keramat yang ada di atasnya. Jadi, wisatawan yang datang ke sini tidak akan mencium bau aneh kecuali bau segar dan harum.

  • Menyaksikan Keseruan Tari Kecak di Uluwatu

Tari Kecak mungkin bisa ditemukan di hampir semua wilayah di Bali. Namun, Tari Kecak yang sangat menarik, magis, dan memiliki latar belakang laut dengan matahari terbenamnya hanya ada di Uluwatu. Pertunjukan ini dilakukan setiap hari kecuali saat Nyepi dan Pengerupukan mulai pukul 18.00-19.00.

Harga tiket masuk ke kawasan ini sekitar Rp100.000 untuk mereka yang berumur di atas 9 tahun dan separuhnya jika berusia di bawah 9 tahun. Harga ini masih mendapatkan diskon jika beli secara online dari web resmi yang mereka miliki.

Oh ya, karena pertunjukan Tari Kecak ini berjalan secara tepat waktu, wisatawan disarankan untuk datang 45-60 menit sebelum pertunjukan. Sembari menunggu mereka bisa mengelilingi kawasan pura yang dijadikan lokasi pertunjukan untuk berburu foto.