Daftar
Daftarkan dirimu sebagai Airy Traveler

DAFTAR
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Sudah punya akun Airy? MASUK
|
Masuk
Masuk sebagai Airy Traveler


MASUK
LUPA PASSWORD?
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Belum punya akun Airy? DAFTAR
Tiket Pesawat ke Bandar Lampung
Kota Asal
Semua Bandara
Kota Tujuan
Semua Bandara
Tanggal Berangkat
15 Des 2018
Tanggal Pulang
17 Des 2018
Penumpang
1 penumpang
CARI
Tiket Pesawat ke Bandar Lampung (TKG)

 

Bandar Lampung

Tentang Kota Lampung

Kota Bandar Lampung yang terletak di Provinsi Lampung merupakan kota terbesar yang sekaligus menjadi Ibukota dari Provinsi Bandar Lampung. Dengan total populasi penduduk sebanyak 1.166.761 jiwa, kota ini menempati urutan ketiga sebagai kota terpadat di Pulau Sumatra setelah Medan dan Palembang. Lampung menawarkan beragam wisata menarik yang menjadikan kota ini salah satu tujuan wisata yang cukup diminati. Jadi jangan ragu pesan tiket pesawat ke Lampung untuk liburan Anda kali ini.

Kondisi Geografis Bandar Lampung

Kota Bandar Lampung terletak sekitar 165 kilometer di sebelah barat laut Jakarta. Karena wilayahnya yang berada di pesisir pantai, kota ini menjadi pintu gerbang utama Pulau Sumatra dan memiliki peran penting sebagai jalur transportasi dan aktivitas pendistribusian barang dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatra ataupun sebaliknya.

Untuk luas wilayahnya sendiri, Kota Bandar Lampung memiliki luas wilayah sebesar 169,21 km2 yang terbagi menjadi 20 kecamatan dan 126 kelurahan. Sementara, untuk zona waktunya, Bandar Lampung mengikuti zona GMT + 7 atau jika menurut pembagian waktu Indonesia termasuk WIB  (Waktu Indonesia Barat).

Sejarah Singkat Bandar Lampung

Pada masa kependudukan Belanda, Kota Bandar Lampung merupakan wilayah Onder Afdeling Telokbetong yang dibentuk berdasarkan Staasbalat 1912 Nomor 462. Wilayahnya  terdiri dari Ibukota Telokbetong serta daerah-daerah lain di sekitarnya.

Sebelum tahun 1919, Ibukota Telokbetong juga mencakup wilayah Tanjungkarang yang terletak sekitar 5 kilometer di sebelah utara  Kota Telokbetong. Ketika zaman penjajahan Jepang, Kota Tanjungkarang dan Telokbetong kemudian dijadikan shi (kota) yang dipimpin oleh seorang shicho (bangsa Jepang) yang dibantu oleh seorang fukushicho (bangsa Indonesia).

Setelah Indonesia merdeka, Kota Telokbetong dan Tanjungkarang menjadi bagian dari Kabupaten Lampung Selatan hingga diterbitkan Undang-Undang Nomor 22 tahun 1948 yang memisahkan kedua kota tersebut. Selanjutnya, istilah Kota Tanjungkarang-Telukbetung pun mulai banyak digunakan oleh masyarakat.

Dalam perkembangannya, Kota Telokbetong dan Tanjungkarang mengalami beberapa kali perluasan sampai pada tahun 1965, yakni ketika Keresidenan Lampung dinaikkan statusnya menjadi Provinsi Lampung dan Kota Tanjungkarang-Telukbetung berubah statusnya menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Tanjungkarang-Telukbetung.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1983, Kotamadya Daerah Tingkat II Tanjungkarang-Telukbetung tersebut berubah menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Bandar Lampung. Kemudian, pada tahun 1999, setelah Keputusan Menteri Dalam Negeri tentang perubahan tata naskah dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kotamadya Tingkat II se-Indonesia yang ditindaklanjuti dengan Keputusan Walikota Bandar Lampung, terjadi perubahan penyebutan nama yang awalnya Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandar Lampung menjadi Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Bandara di Kota Bandar Lampung

Bandar Udara di Kota Bandar Lampung adalah Bandar Udara Internasional Radin Inten II (Kode bandara ICAO). Nama bandara ini diambil dari nama Raden Inten II, Kesultanan Lampung terakhir yang sekaligus merupakan pahlawan nasional asal Lampung. Masyarakat sekitar juga sering menyebut bandara ini Bandar Udara Branti karena lokasinya yang terletak di Jalan Branti Raya.

Sebagai bandara internasional, Bandar Udara Radin Inten II (TKG) dapat menampung sekitar 8.000 penumpang setiap harinya. Dengan fasilitas yang cukup memadai, dari bandara ini Anda bisa terbang ke berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Medan, BandungPadang, Palembang, Yogyakarta, Solo, Semarang, Batam, Belitung serta kota besar di luar negeri seperti Penang dan Kuala Lumpur. Adapun beberapa maskapai penerbangan yang melayani di antaranya ada maskapai Garuda Indonesia, maskapai Sriwijaya Air, maskapai Nam Air, maskapai Air Asia, maskapai Lion Air, maskapai Batik Air, maskapai Citilink, Firefly, Malindo Air, dan masih banyak lagi.

Dari pusat Kota Bandar Lampung, Bandar Udara Radin Inten II (TKG) berjarak sekitar 28 kilometer. Untuk menuju ke sana, Anda bisa menggunakan sejumlah transportasi seperti taksi, Bus Rapid Transit (BRT), atau kereta api. Adapun pajak bandara yang ditetapkan di Bandar Udara Radin Inten II ini adalah Rp100.000 untuk penerbangan internasional dan Rp25.000 untuk penerbangan domestik.

Tips Bepergian ke Lampung

Lampung memiliki beragam daya tarik wisata yang menarik untuk dikunjungi. Namun, sebelum berkunjung, ada baiknya Anda mengetahui saat terbaik untuk berkunjung ke kota ini dan tempat wisata menarik apa saja yang bisa Anda kunjungi.

Musim panas adalah waktu terbaik untuk berkunjung ke Lampung. Pasalnya, selain tidak perlu khawatir turun hujan secara tiba-tiba, musim panas juga merupakan waktu ketika tempat-tempat wisata alam yang ada di Lampung semakin menunjukkan keindahannya.

Bagi Anda yang ingin menikmati snorkeling atau diving, musim panas adalah waktu yang sangat tepat untuk melakukan aktivitas tersebut karena matahari yang bersinar terang akan membuat terumbu karang ada terlihat semakin jelas. Sementara, bagi Anda yang ingin menikmati wisata alam pegunungan atau air terjun, berkunjung di musim panas juga relatif lebih aman karena jalan yang dilalui cenderung tidak licin dan terhindar dari bahaya longsor.

Sebaliknya, Anda sebaiknya menghindari kunjungan pada musim angin barat karena cuaca dan ombak pada waktu-waktu tersebut tidak dapat diprediksi. Musim angin barat biasanya terjadi pada bulan September sampai Desember. Sementara musim panas biasanya berlangsung mulai dari bulan Mei sampai Agustus.

Destinasi Wisata di Populer di Bandar Lampung

Sebagai bandara satu-satunya di Bandar Lampung, Bandar Udara Radin Inten II (TKG) juga melayani penerbagan populer seperti penerbangan Lampung Belitung, penerbangan Lampung Malang, penerbangan Lampung Pontianak, penerbangan Lampung Manado, penerbangan Lampung Semarang, penerbangan Lampung Solo, dan lainnya. Namun hal itu bukan berarti Lampung tidak memiliki destinasi wisata yang dapat dikunjungi para wisatawan loh. Berikut ini beberapa destinasi populer yang dapat Anda kunjungi saat berlibur ke kota Bandar Lampung.

·                    Gunung Anak Krakatau

Tempat wisata pertama yang wajib Anda datangi saat berkunjung ke Lampung adalah Gunung Anak Krakatau. Terletak di Selat Sunda, gunung yang puncaknya menjulang di atas permukaan laut ini memiliki beragam daya tarik wisata yang sangat sayang untuk dilewatkan. Selain bisa melihat dan mengabadikan keindahannya dari kejauhan, Anda juga bisa melakukan trekking dari pantai menuju ke puncak Gunung Krakatau,

·                    Taman Nasional Way Kambas

Taman Nasional Way Kambas merupakan salah satu taman nasional tertua yang ada di Indonesia. Berlokasi sekitar 2 jam perjalanan darat dari pusat Kota Bandar Lampung, taman nasional yang satu ini berfokus pada pelatihan serta perlindungan Gajah Lampung. Jadi, yang wajib Anda saksikan saat berkunjung ke taman nasional ini adalah gajah-gajahnya. Namun, selain bisa melihat dan menyaksikan pertunjukan gajah, di sini Anda juga bisa melihat hewan-hewan lain yang terancam punah seperti Harimau Sumatra dan Badak Sumatra.

·                    Teluk Kiluan

Berlokasi sekitar 80 kilometer dari pusat Kota Bandar Lampung, Teluk Kiluan menawarkan sensasi wisata bahari yang sangat istimewa. Dengan berlayar menggunakan perahu kayu di perairan terbuka Teluk Kiluan, Anda bisa melihat kawanan lumba-lumba yang berenang dan sesekali melompat ke permukaan air.

Nah, bagi Anda yang tertarik untuk melihat atraksi lumba-lumba di Teluk Kiluan, waktu terbaik untuk datang ke tempat ini adalah pada musim kemarau, yakni sekitar bulan Mei hingga Agustus. Di samping itu, Anda sebaiknya berkunjung pada pagi hari karena di pada waktu tersebut banyak lumba-lumba yang muncul ke permukaan.

·                    Pantai Pasir Putih

Pantai Pasir Putih merupakan salah satu tempat wisata favorit di Lampung. Dengan lokasinya yang tidak terlalu jauh dari pusat Kota Bandar Lampung, Anda hanya memerlukan waktu sekitar 20 menit untuk sampai ke pantai yang cantik ini. Sesuai dengan namanya, di sana Anda akan disuguhi dengan hamparan pasir pantai yang putih berkilau lengkap dengan air laut yang biru dan pepohonan yang berjajar di tepiannya. Di sana, Anda bisa berenang, berjalan-jalan menikmati suasana pantai, atau sekadar bersantai sambil bermain pasir.

·                    Air Terjun Putri Malu

Air Terjun Putri Malu merupakan salah satu tempat wisata tersembunyi yang ada di Lampung. Namun, meskipun belum banyak didatangi oleh para wisatawan, tempat wisata yang berlokasi di wilayah Way Kanan ini menyuguhkan panorama alam yang sungguh menakjubkan.

Dengan ketinggian aliran air sekitar 80 meter, di kanan dan kiri air terjun terdapat tebing batu yang seakan melengkapi keindahannya. Di sana, Anda bisa berfoto-foto dengan latar air terjun ataupun berenang di danau yang ada di bawah Air Terjun Putri Malu. Bagi Anda para pencinta alam, di tempat wisata ini Anda juga bisa melakukan olahraga panjat tebing, trekking, hingga berkemah.

·                    Pantai Tanjung Setia

Bagi Anda yang hobi berselancar, Pantai Tanjung Setia merupakan destinasi yang wajib Anda kunjungi saat di Lampung. Dengan pemandangannya yang sangat cantik, pantai yang berlokasi di sisi barat Lampung ini menawarkan ombak yang oleh para peselancar dinilai sebagai salah satu ombak terbaik di dunia. Namun, karena lokasinya yang cukup jauh, Anda perlu sedikit bersabar untuk menuju ke sana. Dari pusat Kota Bandar Lampung, Anda kira-kira memerlukan waktu sekitar 6 jam perjalanan hingga sampai ke Pantai Tanjung Setia.

·                    Taman Purbakala Pugung Raharjo

Tempat wisata berikutnya yang juga tak boleh Anda lewatkan saat berkunjung ke Lampung adalah Taman Purbakala Pugung Raharjo. Tempat wisata ini merupakan kompleks peninggalan masa lalu yang berlokasi di Desa Pugung Raharjo, Sekampung Udik, Lampung Timur, tepatnya sekitar 52 kilometer dari Kota Bandar Lampung. Di sini, Anda bisa melihat beragam koleksi peninggalan zaman purbakala seperti kuburan batu, altar batu, meja batu, batu mayat, dan masih banyak lagi.

·                    Menara Siger

Menara Siger merupakan sebuah bangunan dengan bagian atap berwarna kuning yang menjadi ikon Kota Bandar Lampung. Berdiri megah di atas puncak bukit, menara ini sejatinya merupakan titik nol jalan lintas Sumatra yang sering dijadikan tempat transit dan istirahat oleh orang-orang.

Untuk masuk ke kawasan Menara Siger, pengunjung akan diminta untuk membayar tiket masuk dan uang parkir. Dari atas bukit tempat Menara Siger berdiri, Anda bisa menikmati hamparan perbukitan dan pemandangan kota yang terlihat sangat indah dari ketinggian.

·                    Pulau Pahawang

Pulau Pahawang berlokasi di Kecamatan Punduh Padada, Kabupaten Pasawaran, Lampung Selatan. Dengan luas sekitar 1.084 hektare, pulau terbagi yang terbagi menjadi Pulau Pahawang Kecil dan Pulau Pahawang Besar ini menawarkan pemandangan pantai yang sangat cantik dan alam bawah laut yang menawan. Cocok bagi Anda yang ingin snorkeling ataupun diving.

Untuk menuju ke sana, dari pusat Kota Bandar Lampung Anda akan memerlukan waktu sekitar 1,5 jam perjalanan hingga sampai ke dermaga penyeberangan Ketapang. Dari sana, Anda bisa melanjutkan perjalanan menggunakan perahu kecil menuju Pulau Pahawang Besar.

·                    Pulau Sebuku

Selain Pulau Pahawang, pulau lainnya yang juga wajib Anda kunjungi saat berada di Lampung adalah Pulau Sebuku. Berlokasi di Selat Sunda, Pulau Sebuku merupakan pulau terbesar di selat yang memisahkan Pulau Jawa dan Sumatra. Di sini, Anda bisa melakukan beragam aktivitas menarik seperti snorkeling, diving, atau berenang di tepi pantai. Selain itu, karena lokasinya yang terletak paling dekat dengan Anak Gunung Krakatau, pulau ini juga merupakan tempat terbaik untuk mengamati gunung api tersebut.

Budaya Daerah di Bandar Lampung

Sama halnya dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Lampung juga memiliki beragam kebudayaan yang tak kalah unik. Berikut adalah bahasa daerah, alat musik tradisional, serta tarian khas Lampung

Bahasa Daerah

Dalam pergaulan sehari-hari, masyarakat asli Lampung menggunakan bahasa Lampung yang dinamakan Behasou Lampung, Umung Lampung, atau Cewo Lampung. Bahasa tersebut memiliki dua dialek yang digunakan oleh masyarakat, yakni dialek Abung atau dialek Nyo yang berlogat "O" dan dialek Belalau atau dialek Api yang berlogat "A".

Kedua dialek itu sendiri masih terbagi lagi menjadi beberapa subdialek berdasarkan persebaran suku penuturnya. Bahasa Lampung dialek Abung atau Nyo terdiri dari enam subdialek, yaitu subdialek Abung, Sungkai, Kotabumi, Jabung, Tulangbawang, dan Menggala. Sedangkan Bahasa Lampung dialek Belalau terbagi menjadi subdialek Belalau, Krui, Melinting, Way Lima, Kotaagung, Pubian, Talangpadang, serta Kalianda.

Menariknya lagi, Bahasa Lampung juga memiliki aksara khas yang disebut dengan Had Lappung atau Aksara Kaganga. Menurut sejarah, aksara khas Lampung tersebut berasal dari Aksara Pallawa (India Selatan) yang masuk ke Pulau Sumatra pada zaman Kerajaan Sriwijaya. Aksara Lampung terdiri dari huruf induk, anak huruf, gugus konsonan, anak huruf ganda, lambang, angka, serta tanda baca. Kemudian, untuk membacanya, aksara ini dibaca dari kiri ke kanan, sama seperti huruf latin.

Selain Bahasa Lampung, dalam pergaulan sehari-hari dikenal juga beberapa bahasa dari daerah lain. Sebab, selain masyarakat asli Lampung, kota Bandar Lampung juga dihuni oleh beragam suku, mulai dari Jawa, Madura, Batak, Minang, Bali, dan masih banyak lagi. Namun, untuk komunikasi sehari-hari, masyarakat umumnya lebih banyak menggunakan Bahasa Indonesia.

Musik Tradisional

Pada saat-saat tertentu, di Lampung sering kali diadakan acara festival budaya untuk menghibur para wisatawan, seperti Festival Krakatau dan Festival Teluk Stabas. Dalam festival tersebut, masyarakat biasanya akan menampilkan kreativitas mereka melalui alat musik tradisional khas Lampung seperti Bende, Cetik atau Gamolan Pekhing, Kompang, Serdam, atau Gambus. Jika Anda ingin menyaksikan berbagai festival budaya di Bandar Lampung, jangan lupa untuk memesan tiket pesawat murah dari Airy ya.

  1. Bende

Bende merupakan alat musik tradisional Lampung yang memiliki bentuk menyerupai gong kecil. Alat musik ini dimainkan dengan cara ditabuh menggunakan pemukul kayu. Di masa lampau, Bende berfungsi seperti kentongan kayu, yaitu untuk memberitahu masyarakat agar berkumpul di suatu tempat yang biasanya adalah balai desa. Namun, sekarang Bende umumnya digunakan sebagai pengiring tarian adat Lampung atau pertunjukan di pesta pernikahan. Di beberapa tempat, alat musik ini juga dikenal masyarakat dengan nama Canang.

  1. Cetik atau Gamolan Pekhing

Cetik atau Gamolan Pekhing adalah alat musik yang terbuat dari bambu dan akan menghasilkan suara saat dipukul dengan pemukul khusus. Beberapa ahli sejarah menyebutkan bahwa Gamolan Pheking adalah alat musik gamelan pertama yang ada di Indonesia. Bahkan, alat musik Gamelan yang terkenal di Jawa pada dasarnya merupakan jenis Gamolan yang meniru desain dari alat musik yang satu ini.

  1. Kompang

Kompang adalah alat musik tradisional khas Lampung yang bentuknya mirip dengan Rebana atau Marawis. Alat musik ini merupakan alat musik ritmis yang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan telapak tangan. Kompang terbuat dari kayu bulat dan kulit kambing yang kemudian diikat menggunakan rotan. Menurut sejarah, Kompang mulai dikenal oleh masyarakat Ulun Lampung pada masa awal penyebaran agama Islam di Indonesia.

  1. Serdam

Serdam merupakan alat musik tiup khas Lampung yang bentuknya mirip seperti seruling. Namun, jika seruling umumnya memiliki 7 lubang, alat musik ini hanya memiliki 5 lubang nada. Bunyi yang dihasilkan serdam dimulai dari nada dasar G atau Do dan kelima lubangnya menghasilkan nada Re, Mi, Sol, La, Si.

  1. Gambus

Gambus pada merupakan alat musik yang penyebarannya berkaitan erat dengan penyebaran Agama Islam di Nusantara. Namun, dalam perkembangannya, Gambus dipakai untuk mengiringi syair Bahasa Melayu dan dimainkan bersama alat musik lainnya. Di Lampung, alat musik ini lebih dikenal masyarakat dengan nama Gambus Lunik atau Anak Buha. Cara memainkannya adalah dengan cara dipetik seperti gitar.

Tari Daerah

Tak hanya alat musik tradisional saja, dalam festival-festival yang digelar di Lampung, masyarakat umumnya juga menampilkan tari-tarian daerah khas Lampung untuk menghibur para pengunjung. Nah, berikut adalah beberapa tarian daerah khas Lampung.

  1. Tari Bedana

Tari Bedana merupakan tari daerah khas Lampung yang sarat akan ajaran Agama Islam dan mencerminkan tata kehidupan masyarakat Lampung . Tarian Bedana sejatinya merupakan tarian muda-mudi Lampung yang biasanya dibawakan oleh para pemuda dan pemudi pada saat acara-acara adat untuk mengungkapkan perasaan gembira.

Menurut sejarah, Tari Bedana mulai berkembang di Lampung seiring dengan perkembangan agama Islam di daerah tersebut. Pada zaman dahulu, Tari Bedana dilakukan oleh laki-laki secara berpasangan atau berkelompok, dan hanya bisa disaksikan oleh anggota keluarga saja. Tari ini umumnya ditampilkan ketika ada anggota keluarga yang khatam Alquran. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman, tarian ini dapat ditarikan oleh laki-laki dan perempuan secara berkelompok atau berpasangan dan dapat disaksikan oleh masyarakat umum.

  1. Tari Melinting

Sesuai dengan namanya, tari yang satu ini merupakan tari tradisional khas Lampung yang berasal dari daerah Melinting, Kecamatan Labuhan Meringgai, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Sama seperti Tari Bedana, tarian ini juga mulai berkembang sejak masuknya Islam di Indonesia.

Sejarah munculnya Tari Melinting adalah dari kata "meninting" yang memiliki arti membawa. Kata meninting tersebut juga mulai muncul bersamaan dengan masuknya Islam di Indonesia. Jadi, dapat disimpulkan bahwa Tarian Melinting atau Meninting memiliki arti membawa misi Islam. Namun, selain bermakna membawa misi Islam, tarian ini juga dipercaya sebagai tari buatan Ratu Melinting, seorang ratu yang memimpin daerah Melinting.

  1. Tari Cangget

Tari  Cangget merupakan tarian muda-mudi dari Lampung. Sebelum masa kependudukan Jepang di Indonesia, tarian ini selalu ditampilkan di setiap acara adat, baik itu untuk memperingati panen raya, upacara mendirikan rumah, hingga mengantar orang yang akan berangkat haji.

Tari Cangget umumnya ditampilkan dengan iringan alat musik tradisional khas Lampung seperti Canang, Lunik, Bende, Gong, Gendang, Gujeh, serta Pepetuk. Menariknya, tarian ini masih terbagi lagi menjadi beberapa macam, seperti Tari Cangget Nyampuk Temui, Tari Cangget Bakha, Tari Cangget Penganggik, Tri Cangget Pilangan, serta Tari Cangget Agung.

  1. Tari Sigeh Pengunten

Tari SIgeh Pengunten termasuk salah satu tarian daerah Lampung kreasi baru. Tari ini sendiri sebenarnya merupakan pengembangan dari Tari Sembah yang merupakan tarian tradisional asli masyarakat Lampung.

Biasanya, Tari Sigeh Pengunten ini digunakan untuk menyambut para tamu penting dalam acara yang diselenggarakan pemerintah maupun pesta pernikahan. Dalam tarian ini, penari akan mengekspresikan kegembiraan dan penghormatannya kepada tamu yang datang melalui gerakan tarian yang luwes, ramah, serta penuh kehangatan.

  1. Tari Merak

Tari Merak pada dasarnya dimiliki hampir di seluruh daerah di Indonesia, tidak terkecuali Lampung. Tari ini berkisah tentang kehidupan burung merak yang sangat indah dan berfungsi untuk menyambut tamu. Dalam menampilkan tarian ini, penari akan memakai kostum yang memiliki motif seperti burung merak, lengkap dengan mahkota cantik yang diletakkan di kepala setiap penari.

Hal yang Harus Dilakukan di Bandar Lampung

Ada banyak hal menarik yang bisa Anda lakukan saat berkunjung ke Lampung. Berikut adalah beberapa di antaranya.

·                    Mencicipi Sajian Kuliner Khas Lampung

Berkunjung ke Lampung tentu kurang lengkap jika belum mencicipi aneka sajian kulinernya. Beberapa di antaranya yang wajib Anda coba adalah sup ikan yang bernama Taboh Iwa Tapa Semalam, Pandap atau sejenis soft cake khas Lampung, Cubik Kemas atau ikan mas panggang yang disiram kuah santan mentah dengan campuran cabai giling dan daun jeruk purut, dan masih banyak lagi lainnya.

·                    Berwisata ke Pulau Cantik di Lampung

Hal berikutnya yang juga wajib Anda lakukan saat berkunjung ke Lampung adalah berwisata ke pulau-pulaunya yang cantik, seperti Pulau Pahawang, Pulau Sebuku, Pulau Condong Sulah, Pulau Pisang, Pulau Balak, Loh, dan Tunik, Pulau Kubur, dan masih banyak lagi. Pasalnya, selain masih jarang dikunjungi oleh para wisatawan, pulau-pulau tersebut juga menyimpan keindahan yang dijamin akan membuat Anda terpesona.

·                    Menikmati Kopi Lampung yang Nikmat

Apabila Anda sudah mencicipi aneka kuliner khas Lampung, hal berikutnya yang juga wajib Anda coba adalah menikmati Kopi Lampung. Adapun salah satu kedai kopi yang menyajikan Kopi Lampung dengan cita rasa nikmat adalah El's Coffee. Tak hanya Kopi Lampung, di El's Coffee Anda juga bisa menikmati kopi dari berbagai penjuru Indonesia.

·                    Belanja Kain Tenun Khas Lampung

Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki kain khasnya masing-masing, begitu juga Lampung. Karenanya, apabila Anda sedang berkunjung ke Lampung, wajib hukumnya untuk membeli Kain Tapis Lampung sebagai oleh-oleh. Motif utama dari kain tenun khas Lampung ini adalah motif gajah dan siger. Dengan beragam warna yang cerah, kain ini biasanya dibanderol dengan harga mulai dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah, tergantung dari bahan kain dan benang yang digunakan. Semakin bagus bahan yang digunakan, maka akan semakin mahal pula harganya.

·                    Beli Kripik Pisang Khas Lampung

Kripik pisang telah lama terkenal sebagai oleh-oleh khas Lampung. Oleh karena itu, jajanan yang satu ini wajib Anda bawa beli sebagai oleh-oleh saat berkunjung ke Lampung. Nah, salah satu merek kripik pisang yang cukup terkenal di Lampung adalah Yen-Yen. Dengan ciri khas kemasan berwarna coklat, logo ayam, serta tali merah, Yen-Yen sukses menjadi pusat oleh-oleh paling besar dan paling terkenal di Lampung.

Selain Yen-Yen, tempat lainnya yang juga bisa Anda tuju untuk mencari kripik pisang khas Lampung adalah Kripik Rona Jaya. Di sana, Anda bisa membeli kripik pisang dengan beragam varian rasa, dari mulai rasa coklat, stroberi, keju, balado, jagung manis, jagung bakar, dan masih banyak lagi. Bahkan, selain kripik pisang, tempat oleh-oleh ini juga menjual kripik singkong dan beragam oleh-oleh khas Lampung lainnya.