Daftar
Daftarkan dirimu sebagai Airy Traveler

DAFTAR
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Sudah punya akun Airy? MASUK
|
Masuk
Masuk sebagai Airy Traveler


MASUK
LUPA PASSWORD?
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Belum punya akun Airy? DAFTAR
Tiket Pesawat ke Banjarmasin
Kota Asal
Semua Bandara
Kota Tujuan
Semua Bandara
Tanggal Berangkat
17 Des 2018
Tanggal Pulang
19 Des 2018
Penumpang
1 penumpang
CARI
Tiket Pesawat ke Banjarmasin (BDJ)

 

Banjarmasin

Tentang Kota Banjarmasin

Orang-orang mengenal Banjarmasin dengan sebutan Kota Seribu Sungai. Kini, ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan ini tak hanya tersohor dengan deretan sungainya. Banjarmasin telah menjelma menjadi kota metropolitan yang acap kali menjadi tujuan untuk mengadu nasib bagi warga dari seluruh pelosok negeri berkat pertumbuhan ekonominya yang terbilang pesat.

Sejarah Singkat Kota Banjarmasin

Jauh sebelum dikenal sebagai kota metropolitan, Banjarmasin tak ubahnya merupakan perkampungan yang berdiri di dataran rendah bernama Banjar Masih. Kampung Banjar Masih dikelilingi lima sungai kecil yang terdiri dari Sungai Sigaling, Keramat, Sipandai, Jagabaya, dan Pangeran.

Nama Banjar Masih memiliki arti perkampungan orang Melayu. Kala itu, Banjar Masih dipimpin oleh seorang kepala kampung berdarah Sumatera bernama Patih Masih. Pada abad ke-16, Kampung Banjar Masih berubah menjadi sebuah kerajaan kecil yang dipimpin oleh Raden Samudera. Latar belakang kehidupan Raden Samudera yang diwarnai konflik perebutan kekuasaan dengan pamannya sendiri, Pangeran Tumenggung, membuatnya terpaksa harus berpindah dari satu tempat ke tempat lain demi menyelamatkan nyawanya.

Dengan keyakinan bahwa Raden Samudera adalah pewaris Kerajaan Banjar Masih yang sah, Patih Masih menyelamatkan Raden Samudera dari pelarian dan menobatkannya sebagai raja Banjar Masih dengan gelar Pangeran Samudera. Penobatan Pangeran Samudera ini tak ayal menciptakan konflik perebutan wilayah.

Untuk memenangkan perang, Pangeran Samudera meminta bantuan militer ke sejumlah kerajaan, termasuk Kerajaan Demak. Namun, Kerajaan Demak hanya bersedia memberikan bantuan jika Pangeran Samudera bersedia memeluk Islam. Akhirnya, Pangeran Samudera menyanggupi permintaan tersebut dan menjadi seorang pemeluk Islam. Perpindahan keyakinannya tersebut membuatnya dianugerahi gelar Sultan Suriansyah.

Berkat strategi dan bantuan militer dari Kerajaan Demak, Sultan Suriansyah dan rakyat negeri Daha (Banjar Masih) berhasil memenangkan peperangan. Kerajaan Banjar masih pun berkembang pesat di bawah kepemimpinan Sultan Suriansyah. Tahta Sultan Suriansyah pun diturunkan kepada anak-anaknya.

Barulah pada 1612, armada Belanda tiba di Banjar Masih dengan tujuan ekspedisi sumber daya sekaligus membalas ekspedisi yang gagal pada 1607. Kedatangan armada Belanda ini pun berhasil memorak-porandakan perkampungan Banjar Masih dan membagi wilayahnya ke dalam beberapa bagian. Nama Banjar Masih lambat laun diubah oleh pemerintah Belanda menjadi Banjarmasin yang wilayahnya mencakup Pulau Tatas, Kuin (Banjar Lama), dan daerah sekitarnya. Pemerintah Belanda pun akhirnya menghapuskan Kesultanan Banjar pada 1860.

Kondisi Geografis Kota Banjarmasin

Banjarmasin terletak pada garis lintang 3°15' sampai 3°22' Lintang Selatan dan 114°32' Bujur Timur. Jika ditelaah, letak wilayah Kota Banjarmasin ini berada nyaris di tengah Indonesia. Kota Banjarmasin dikelilingi oleh sungai, delta, dan kuala. Banjarmasin sendiri berada pada bagian timur Sungai Barito dan dibelah oleh Sungai Martapura.

Karakteristik geografis Banjarmasin yang lekat dengan keberadaan sungai-sungai dan pasang-surut air Laut Jawa ini berdampak langsung pada kehidupan masyarakatnya. Masyarakat banyak memanfaatkan sungai sebagai prasarana transportasi air, perdagangan, pariwisata, dan perikanan.

Sementara itu, berdasarkan data statistik yang dihimpun dari situs Kementerian Dalam Negeri, Banjarmasin memiliki luas wilayah 72,000 kilometer persegi dan terbagi atas lima kecamatan dan 52 kelurahan. Kota Banjarmasin berbatasan langsung dengan Kabupaten Barito Kuala di bagian utara dan barat, serta Kabupaten Banjarbaru di wilayah selatan dan timur.

Zona Waktu di Kota Banjarmasin

Banjarmasin berada pada zona waktu WITA (Waktu Indonesia Tengah) atau GMT+8. Waktu matahari terbit di Banjarmasin biasanya jatuh pada pukul 06.27 WITA dan terbenam pada pukul 18.23 WITA. Pada siang hari, puncak cuaca terik, terutama pada musim kemarau, biasa datang pada pukul 12.25 WITA.

Penduduk di Kota Banjarmasin

Berdasarkan survei penduduk tahun 2010, jumlah penduduk Kota Banjarmasin mencapai 625.481 jiwa. Mayoritas penduduk Banjarmasin memiliki latar belakang etnis Banjar (79,26 persen). Sementara itu, etnis terbesar selanjutnya yang mendiami Banjarmasin yakni etnis Jawa (10,27 persen), Madura (3,17 persen), dan Tionghoa (1,56 persen).

Masyarakat keturunan Jawa di Banjarmasin sebenarnya mudah ditemukan dan sudah membaur dengan penduduk setempat. Berbeda dari masyarakat suku Jawa, orang-orang etnis Madura memiliki wilayah permukimannya sendiri seperti Kampung Gadang, Kelayan, Pekapuran, dan Pemurus Baru. Masyarakat keturunan Tionghoa pun memiliki wilayah permukimannya sendiri, atau yang biasa disebut dengan kawasan Pecinan yang berada di Jalan Veteran dan Jalan Pierre Tendean.

Bandara di Kota Banjarmasin

Banjarmasin memiliki satu bandara publik yakni Bandar Udara Internasional Syamsuddin Noor (BDJ). Bandara Syamsuddin Noor resmi dibuka untuk publik sejak 1975. Bandara yang memiliki luas 257 hektare ini terletak di Kelurahan Syamsuddin Noor, Kecamatan landasan Ulin, Kota Banjarbaru. Bandara ini juga melayani penerbangan ke kota-kota besar di seluruh Indonesia seperti Jakarta, Medan, Surabaya, Manado, Makassar, Solo, Malang, Ambon, hingga Jayapura.

Kode Bandara Banjarmasin

Bandar Udara Internasional Syamsuddin Noor memiliki kode internasional sebagai berikut (IATA: BDJ, ICAO: WAOO). Jika Anda telah membeli tiket pesawat ke Banjarmasin, maka dipastikan Anda akan tiba di Bandara yang satu ini.

Jarak dari Pusat Kota

Dari pusat Kota Banjarbaru, Bandara Syamsuddin Noor dapat ditempuh dengan jarak sekitar 10 kilometer. Sementara itu, warga Kota Banjarmasin harus menempuh jarak lebih jauh yakni sekitar 25 kilometer.

Lama Perjalanan dari Pusat Kota ke Bandara

Waktu tempuh dari pusat Kota Banjarmasin menuju Bandar Udara Internasional Syamsuddin Noor adalah 40 menit hingga 1 jam. Sementara, dari Banjarbaru waktu tempuh menuju bandara dapat dipersingkat menjadi 20 menit saja.

Jumlah Terminal di Bandara

Bandara Internasional Syamsuddin Noor memiliki dua terminal: terminal domestik dan internasional. Terminal domestik di bandara ini memiliki luas 9.943 meter persegi dan dapat menampung 3 juta penumpang. Bandar Udara Internasional Syamsuddin Noor (BDJ) melayani penerbangan dari berbagai maskapai domestik seperti AirAsia, Lion Air, Batik Air, Citilink, Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Nam Air, dan Wings Air.

Transportasi Bandara

Terdapat tiga opsi kendaraan untuk menuju Bandara Syamsuddin Noor, yakni taksi, angkutan kota, dan bus DAMRI. Perusahaan penyedia taksi bandara di antaranya meliputi: Kojatas Taxi, Arya Taxi, Banua Taxi, Kopatas Taxi, Borneo Taxi, dan Banjar Taxi. Angkutan kota yang melayani trayek menuju bandara di antaranya meliputi rute Banjarmasin Kilometer 6, Banjarbaru, Gambut, dan Martapura.

Pajak Bandara

Per 2015, pajak Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin berada di tarif Rp25.000/penumpang. Selain pajak bandara, ada pula biaya parkir yang dibebankan kepada penumpang yaitu untuk Sepeda motor: Rp3.000/jam dan Mobil: Rp5.000/jam.

Tips Bepergian ke Banjarmasin

Banjarmasin ternyata memiliki sejumlah daya tarik yang sayang untuk dilewatkan. Dengan deretan sungai di sepanjang kota, tentu ada potensi pariwisata yang menarik untuk dijelajahi. Ada beberapa tips yang dapat Anda pertimbangkan untuk membuat kunjungan ke Banjarmasin semakin berkesan.

Kota Banjarmasin memiliki iklim tropis. Musim kemarau di kota ini biasanya terjadi sepanjang Mei-September. Saat kemarau, cuaca di Banjarmasin cenderung kering dan berangin. Puncak musim kemarau biasanya terjadi pada bulan Agustus. Suhu udara tertinggi di Banjarmasin pada musim kemarau dapat mencapai 36 °C. Sementara, saat musim hujan, suhu cuaca di Banjarmasin rata-rata 26 °C dengan jumlah curah hujan rata-rata per tahun sekitar 2.400 mm.

Jika ditilik dari kondisi cuaca harian di Banjarmasin, waktu terbaik untuk mengunjungi Kota Seribu Sungai berada pada bulan Juli-Oktober. Cuaca pada periode tersebut cenderung hangat, sedikit berangin, dan terkadang dihiasi hujan rintik-rintik.

Selain mempertimbangkan kondisi cuaca, Anda pun dapat melihat jadwal program wisata menarik yang digelar pemerintah setempat. Salah satu agenda wisata tahunan Banjarmasin yang paling populer adalah Festival Pasar Terapung. Festival Pasar Terapung Banjarmasin biasanya digelar selama dua hari pada bulan Agustus. Di sini pengunjung dapat merasakan sensasi berbelanja dari atas perahu sembari menyusuri Sungai Barito.

Tak hanya itu, Festival Pasar Terapung pun menawarkan sejumlah kegiatan menarik lainnya seperti parade budaya, festival kuliner Banjar, festival kain tradisional, kompetisi permainan tradisional, lomba dekorasi perahu, dan masih banyak lagi.

Tempat Wisata Populer di Kota Banjarmasin

Agar liburan Anda di Banjarmasin semakin lengkap, beberapa tempat wisata populer di bawah ini wajib dimasukkan ke dalam agenda wisata:

·                    Museum Wasaka

Museum Wasaka bisa jadi tempat yang pas untuk memuaskan rasa penasaran Anda akan sejarah dan warisan budaya khas Banjarmasin. Museum Wasaka memiliki bentuk bangunan yang identik dengan rumah panggung kayu ulin khas Banjar atau Bubungan Tinggi. Museum yang berlokasi di Jalan Kampung Kenangan Ulu ini menyimpan koleksi bersejarah yang menggambarkan perjuangan rakyat Kalimantan Selatan dalam melawan penjajah Belanda.

Pengunjung dapat melihat koleksi senjata tradisional dan modern rakyat Banjar. Ada pula koleksi baju zirah yang dilengkapi mantra-mantra untuk membuat pemakainya kebal terhadap serangan musuh. Di bagian depan museum, pengunjung dapat melihat foto gubernur Kalimantan Selatan dari masa ke masa. Begitu masuk ke bagian tengah, terdapat teks proklamasi kemerdekaan rakyat Kalimantan Selatan.

·                    Kampung Sasirangan

Kampung Sasirangan merupakan sentra penjualan kain sasirangan atau kain tradisional Kalimantan Selatan. Wisatawan tak hanya dapat membeli kain sebagai buah tangan. Di sini, Anda pun dapat menyaksikan sendiri proses pembuatan kain serta suvenir lain seperti dompet, tas, dan aksesori.

Kawasan Kampung Sasirangan ini bisa dibilang cukup Instagramable. Sebab, di sepanjang area perkampungan, Anda dapat melihat tembok-tembok unik yang dihias dengan mural dan warna-warni cerah yang membuatnya cukup menarik untuk dijadikan sebagai latar belakang foto. Bahkan, saking uniknya, pemerintah setempat bertekad untuk membuat Kampung Sasirangan sebagai ikon pariwisata Banjarmasin.

·                    Menara Pandang Sungai Martapura

Konon banyak yang mengatakan bahwa menara satu ini merupakan ikon baru wisata Banjarmasin. Menara yang baru diresmikan pada 2014 ini langsung menjelma menjadi tujuan wisata favorit warga lokal. Dari menara pandang ini, pengunjung dapat melihat langsung keindahan Kota Banjarmasin dan Sungai Martapura dari ketinggian 21 meter.

Berbagai kegiatan menarik seperti lomba permainan tradisional dan pertunjukkan musik pun sering diadakan di kawasan Menara Pandang Sungai Martapura. Bahkan, saking ikonisnya, menara ini sering dijadikan tempat pengambilan gambar untuk video klip atau lokas foto pre-wedding. Tertarik? Datang saja ke lokasinya di Jalan Kapten Tendean, Banjarmasin.

·                    Patung Bekantan

Tak jauh dari kawasan Menara Pandang Sungai Martapura, Anda akan menemukan patung bekantan. Jangan heran jika warga Banjarmasin begitu “tergila-gila” pada bekantan, sebab hewan berhidung besar ini merupakan satwa endemik Kalimantan.

Patung bekantan khas Banjarmasin ini memiliki tinggi 6,5 meter dan berat mencapai 7 ton. Yang menarik, Anda dapat melihat semburan air yang keluar dari mulut si bekantan. Datanglah pada malam hari, patung bekantan akan tampak lebih menarik dengan hiasan lampu di sekitarnya.

·                    Pasar Terapung Lok Baintan

Tak lengkap rasanya jika belum memasukkan Pasar Terapung Lok Baintan ke dalam daftar wisata unggulan Kota Banjarmasin. Pasar yang sudah ada sejak zaman Kesultanan Banjar ini merupakan daya tarik utama Banjarmasin yang membuatnya selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Untuk menuju pasar ini, pengunjung dapat melintasi jalur Sungai Martapura dengan menaiki kapal kelotok selama 30 menit. Alternatif kedua, pengunjung dapat menggunakan jalur darat yang memakan waktu kurang lebih satu jam.

Aktivitas perdagangan di Pasar Terapung Lok Baintan dimulai sejak pukul 06.00-09.00 pagi. Anda akan merasakan suasana riuh-rendah, gemercik air, dan suara sahut-menyahut pengunjung dan pedagang saat melakukan tawar-menawar. Di pasar terapung, Anda tak hanya dapat berbelanja layaknya warga lokal. Ada pula perahu-perahu penjaja makanan dan minuman hangat seperti kopi yang dapat Anda coba.

Budaya Daerah Kota Banjarmasin

Seni dan budaya masyarakat Banjar berkaitan erat dengan kondisi geografis, latar belakang etnis, serta nilai-nilai agama yang dipegang teguh oleh masyarakatnya. Karena letaknya dikelilingi sungai dan rawa, kebudayaan Banjar sering kali menggambarkan rasa syukur, keindahan alam, serta kehidupan bermasyarakat.

Kebudayaan dan seni tradisional Banjar tetap eksis dan hidup berdampingan dengan nilai Tauhid dan kehidupan Islami. Bahkan, berbagai bangunan dan rumah adat mengombinasikan nilai-nilai seni dari budaya Banjar serta agama-agama besar yang sempat dominan di wilayah Banjar.

Bahasa Daerah

Warga Banjarmasin dan Kalimantan Selatan umumnya menggunakan bahasa Banjar dalam percakapan sehari-hari. Bahasa ibu masyarakat Banjar ini konon merupakan bagian dari kelompok bahasa Melayu Lokal Borneo Timur.

Di Kalimantan Selatan, bahasa Banjar memiliki dua dialek utama yakni Banjar Kuala dan Banjar Hulu yang sering digunakan pada karya sastra lisan maupun tulisan.

Karena statusnya sebagai lingua franca, atau bahasa pengantar, penutur bahasa Banjar ternyata lebih banyak dibanding masyarakat suku Banjar sendiri. Bahkan, bahasa Banjar semula digunakan sebagai bahasa penghubung antar-suku di daerah lainnya seperti Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, serta daerah-daerah lain di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Penggunaan bahasa Banjar di kehidupan masyarakat lokal sehari-hari cenderung lebih dominan dibanding bahasa Indonesia. Karena Kalimantan Selatan juga dihuni warga pendatang dari Pulau Jawa dan sekitarnya, dialek dan aksen Banjar pun semakin bervariasi. Jika ke Banjarmasin, Anda dapat dengan mudah menemukan warga setempat yang menuturkan bahasa Banjar dengan logat Jawa atau Madura.

Musik Tradisional

Kesenian musik tradisional Banjar yang paling populer adalah musik panting. Musik yang didominasi alat musik bernama panting ini dekat dengan kehidupan masyarakat Banjar dan nilai-nilai religius. Panting sendiri merupakan alat musik petik yang mirip gambus khas Arab, tapi memiliki bentuk yang lebih kecil.

Dulu, musik panting hanya dimainkan secara solo. Seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat pun semakin kreatif dalam memadukan panting dengan alat musik lainnya. Kini, musik panting umumnya dimainkan secara beregu, ada yang memainkan babun, biola, gong, dan tentunya panting.

Selain musik panting, ada satu lagi musik tradisional Banjar yang biasa dimainkan pada acara-acara penting, yakni musik kentung. Musik tradisional yang berasal dari Martapura ini sudah mulai langka. Dulu, musik kentung sering dilombakan, tak hanya dari segi musikalitasnya, tapi juga nilai magis yang terkandung dalam alat musik maupun irama yang dimainkan.

Musik tradisional Banjar juga mendapatkan pengaruh dari seni gamelan khas Jawa. Gamelan Banjar pun sebenarnya tidak jauh berbeda dengan gamelan Jawa. Alat-alat musik yang terdapat pada gamelan Banjar umumnya terdiri dari kendang, gong, saron, kangsi, kenung, dan seruling. Gamelan Banjar dulu merupakan pertunjukkan wajib di kalangan kerajaan.

Tari Daerah

Tari tradisional Banjar dibagi menjadi dua kategori, yakni Baksa atau seni tari di lingkungan kerajaan, serta tari yang berkembang di lingkungan masyarakat. Tari Baksa identik dengan gerakan yang luwes, lamban, dan halus.

Salah satu jenis tari baksa yang cukup terkenal adalah baksa kambang. Tari baksa kambang sering ditampilkan untuk menyambut tamu besar yang datang ke wilayah Kalimantan Selatan. Tarian ini sebenarnya menggambarkan keceriaan para remaja putri saat bermain di taman. Saat membawakan tari baksa kambang, penari menggunakan bunga-bunga seperti kantil, kenanga, mawar, dan melati. Bunga-bunga tersebut sering kali ditaburkan pada tamu atau penonton.

Sementara itu, tarian yang berkembang di masyarakat umumnya menggambarkan kehidupan bermasyarakat, permainan anak-anak, serta nilai-nilai religi Islam. Tarian rakyat ini contohnya meliputi tari ning tak ning gung (tari permainan anak), paris tangkawang, kuda gepang, dan tameng cakrawati yang menggambarkan seorang istri yang melanjutkan perjuangan suaminya dalam melawan penjajah.

Hal yang Harus Dilakukan di Banjarmasin

Kota yang identik dengan sungai dan pasar apungnya ini menawarkan sejumlah pesona yang dapat membuat kunjungan Anda semakin berkesan. Nah, jika Anda berencana liburan ke Banjarmasin dalam waktu dekat, beberapa aktivitas menarik berikut dapat Anda masukkan ke dalam daftar liburan.

Menilik Kemegahan Masjid Sultan Suriansyah

Masjid Sultan Suriansyah didapuk sebagai masjid tertua di Kalimantan Selatan. Masjid ini berlokasi di Jalan Alalak Utara, Kelurahan Kuin Utara, Banjarmasin. Masjid yang namanya berasal dari nama raja Kesultanan Banjar ini diperkirakan dibangun pada tahun 1526, atau pada masa-masa awal masuknya Islam ke Tanah Lumbung Mangkurat.

Masjid yang memiliki nilai sejarah ini menjadi salah satu destinasi wisata religi favorit bagi wisatawan yang datang ke Banjarmasin. Usia masjid yang mencapai ratusan tahun membuatnya semakin unik. Keunikan pertama yang dimiliki Masjid Sultan Suriansyah terdapat pada kubahnya yang berbentuk kerucut. Di bagian atas kubah terdapat semacam tongkat berukir. Ukiran khas Banjar pun menghiasi atap masjid yang sebagian besar masih terbuat dari kayu ulin.

Jalan-jalan sore di Taman Siring Sungai Martapura

Cari tempat santai sore di Banjarmasin? Datang saja ke Taman Siring yang letaknya berada persis di tepian Sungai Martapura. Taman Siring punya tata ruang yang cantik dan dilengkapi prasarana yang memadai, seperti bangku, lampu hias, keran air, toilet, pepohonan rindang, serta koleksi bunga yang cantik. Tiap pagi dan sore, taman ini selalu ramai dikunjungi warga lokal yang hendak olahraga atau sekadar bersantai.

Tak jauh dari Taman Siring ada sebuah spot yang juga cukup populer, namanya Pantai Jodoh. Pantai Jodoh ini sebenarnya tak lain merupakan bagian dari Sungai Martapura. Tempat satu ini biasanya disambangi muda-mudi yang datang untuk sekadar bercengkerama. Makanya, tak heran jika tempat tersebut dinamakan Pantai Jodoh.

Belanja Suvenir dan Batu Mulia di Pasar Intan Martapura

Martapura dikenal sebagai sentra tambang. Karenanya, tak heran jika daerah tersebut memiliki sentra penjualan permata dan batu mulia lainnya. Pasar ini menjual berbagai macam variasi batu permata cantik dengan harga yang lumayan terjangkau. Batu-batu tersebut banyak diolah sebagai perhiasan seperti kalung, cincin, maupun anting. Jika Anda berniat cari oleh-oleh, Pasar Intan Martapura wajib dikunjungi.

Berpetualang ke Pulau Kembang

Pulau Kembang terletak di tengah-tengah Sungai Barito dan merupakan habitat monyet serta aneka spesies burung. Begitu sampai di Pulau Kembang, Anda akan langsung disambut kawanan monyet. Jangan khawatir, monyet yang menghuni Pulau Kembang ini cukup ramah, kok. Namun, jangan sampai menunjukkan gelagat yang membuat monyet takut, ya. Jangan lupa untuk selalu jaga kebersihan habitat satwa yang mendiami Pulau Kembang agar para satwa tetap memiliki tempat tinggal yang layak.

Berburu Aneka Kuliner di Pusat Kuliner Tepi Sungai Martapura

Sungai Martapura memang punya deretan daya tarik yang bakal memanjakan Anda. Selain taman, di tepian Sungai Martapura, Anda juga dapat menemukan pusat kuliner yang menjajakan aneka kuliner lezat, mulai dari sajian lokal hingga jajanan kekinian.

Beberapa kuliner khas Banjarmasin yang dijajakan di pusat kuliner ini meliputi ketupat kandangan, lupis, nasi kuning, laksa, lontong, soto banjar dan masih banyak lagi. Kawasan ini juga tentunya dilengkapi bangku yang cocok untuk bersantai sembari menikmati penganan lezat khas Banjar. Jadi, kalau mau menikmati kuliner sambil bersantai di tepi Sungai Martapura, datang saja ke lokasi pusat kuliner yang berada di terusan Jalan Pos-Jalan Sudirman, Banjarmasin.

Menyaksikan Pertunjukan di Taman Budaya Kalimantan Selatan

Taman Budaya Kalimantan Selatan sering menjadi tempat pertunjukkan kesenian lokal dan modern. Setiap tahunnya, taman budaya menggelar pagelaran seni kolosal yang dibintangi sejumlah seniman dan musisi kawakan. Baru-baru ini saja, Taman Budaya Kalimantan Selatan menjadi tempat digelarnya Panting Kolosal yang berhasil mengundang perhatian banyak pencinta seni lokal maupun wisatawan.

Berburu Foto di Kawasan Jembatan Barito

Jembatan Barito tak hanya berfungsi sebagai perlintasan angkutan darat. Jembatan sepanjang 1 kilometer ini ternyata juga cukup cantik untuk dijadikan objek berburu foto, lo, terutama saat sore dan malam hari. Pemandangan matahari terbenam di sekitar Jembatan Barito memiliki daya tarik istimewa yang tampak ciamik jika diabadikan melalui bidikan kamera.

Karenanya, jembatan kebanggaan warga Banjarmasin ini tak pernah sepi dikunjungi wisatawan dan warga lokal yang ingin bersantai atau sekadar berfoto-foto. Di dekat lokasi Jembatan Barito pun terdapat pusat kuliner khas Banjarmasin yang dapat disambangi untuk melengkapi wisata sore Anda.

Melihat Langsung Aktivitas Penambangan di Desa Pumpung

Desa Pumpung merupakan bagian dari wilayah Martapura yang juga terkenal sebagai pusat pertambangan di Kalimantan Selatan. Desa penghasil intan ini ternyata juga banyak dikunjungi wisatawan yang ingin melihat langsung proses penambangan intan dan batu mulia lainnya. Jika berkeliling di Desa Pumpung, Anda dapat melihat sendiri proses penambangan intan yang dilakukan oleh warga setempat.

Selain dikenal sebagai pusat pertambangan intan, Desa Pumpung juga memiliki suasana dan pemandangan yang masih asri. Makanya, tidak heran jika banyak wisatawan yang betah berjalan-jalan di sini.

Berkunjung ke Sentra Kain Tradisional Banjar

Banjarmasin juga punya sentra kain batik, lo, namanya Kampung Sasirangan. Di sini Anda dapat menemukan deretan toko dan showroom yang menjual kain tradisional khas Banjar. Jika mau, Anda pun bisa menyaksikan sendiri proses pembuatan kain sasirangan. Kain batik yang dijual di sini tidak hanya berbentuk kain lembaran, lo. Anda dapat membeli pakaian, dompet, taplak meja, seprei, dan tas dengan aneka motif yang cantik dan bernilai seni tinggi.

Jadi, saat berkunjung ke Banjarmasin, jangan lupa mampir ke Kampung Sasirangan, ya, untuk belanja kain tradisional khas Banjar. Kampung Sasirangan berlokasi di Jalan Seberang Masjid, Kampung Sasirangan, Gang Penghulu RT 4 Nomor 53A, Banjarmasin.

Banjarmasin merupakan kota dengan sejuta potensi yang patut digali. Semoga dengan informasi ini Anda dapat mengenal lebih jauh tentang ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan ini.