Daftar
Daftarkan dirimu sebagai Airy Traveler

DAFTAR
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Sudah punya akun Airy? MASUK
|
Masuk
Masuk sebagai Airy Traveler


MASUK
LUPA PASSWORD?
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Belum punya akun Airy? DAFTAR
Tiket Pesawat ke Belitung Tanjung Pandan
Kota Asal
Semua Bandara
Kota Tujuan
Semua Bandara
Tanggal Berangkat
20 Des 2018
Tanggal Pulang
22 Des 2018
Penumpang
1 penumpang
CARI
Tiket Pesawat ke Belitung Tanjung Pandan (TJQ)

 

Belitung

Tentang Kota Belitung

Belitung merupakan sebuah pulau yang termasuk bagian dari provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Di pulau ini, terdapat dua kabupaten, yakni Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur. Pulau Belitung dihuni oleh ratusan ribu penduduk dengan ras dan agama yang berbeda. Di sana, Anda akan menemukan orang-orang Melayu dan keturunan Tionghoa yang hidup berdampingan dengan harmoni.

Sejarah Singkat Kota Belitung

Adanya keragaman penduduk di Belitung tidak terlepas dari rentetan peristiwa sejarah yang panjang. Dahulu, Belitung pernah menjadi daerah kekuasaan Sriwijaya yang bercorak Hindu-Buddha. Setelah Sriwijaya runtuh, muncullah kerajaan-kerajaan lokal bercorak Islam yang silih berganti menguasai Belitung.

Pulau Belitung juga pernah menjadi tempat persinggahan tentara dari Cina yang berlayar ke Jawa. Dalam perjalanan keberangkatan, mereka singgah di Belitung untuk memperbaiki kapal yang rusak. Namun dalam perjalanan pulang, mereka meninggalkan sekitar 100 orang tentara yang sakit di pulau tersebut.

Kawasan Belitung juga pernah menjadi daerah jajahan Inggris. Namun pada saat Belanda berkuasa, pemerintah Belanda lantas meminta kekuasaan atas Belitung melalui sebuah perjanjian yang dikenal dengan sebutan Traktat London.

Kemudian selama masa kekuasaan kolonial Belanda, masyarakat Belitung terus melakukan perlawanan. Selama masa penjajahan, sudah ada banyak kekayaan alam Belitung yang diambil oleh pemerintah kolonial. Kini, setelah kemerdekaan, masyarakat Belitung bisa memetik dan mengelola sumber daya alam yang tersedia.

Kondisi Geografis Kota Belitung

Daerah yang terletak di antara Pulau Kalimantan dan Sumatra ini memiliki wilayah seluas 4.800 km2. Pulau Belitung dibatasi oleh Laut Cina Selatan yang berada di sisi utara, Selat Karimata di sisi timur, Laut Jawa di sisi selatan, serta Selat Gaspar di sisi Barat. Di sekitarnya, terdapat beberapa pulau kecil, di antaranya : Pulau Kepayang, Pulau Lengkuas, dan Pulau Garuda.

Perkembangan Pariwisata

Kawasan Belitung sejak dahulu sudah dikenal masyarakat dengan keindahan pantai dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Namun berkat adanya novel “Laskar Pelangi” yang kemudian difilmkan pada tahun 2012, popularitas Belitung kian hari kian meningkat pesat. Belitung kini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia yang tidak hanya banyak dikunjungi wisatawan domestik, tetapi juga sudah menjadi incaran para wisatawan mancanegara.

Meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Belitung akhirnya membuat para pebisnis melihat peluang pengembangan akomodasi pariwisata. Jika dahulu para wisatawan masih kerap kesulitan menemukan tempat menginap saat berlibur ke Belitung, kini sudah ada cukup banyak hotel yang menyediakan beragam fasilitas memadai.

Geliat ekonomi pun terlihat dari kemajuan bidang pariwisata di Belitung. Jika dahulu nelayan hanya pergi melaut kemudian langsung menjual hasil tangkapannya, kini sebagian hasil laut tersebut bisa diolah sendiri. Mereka mendirikan kelompok-kelompok usaha yang bergerak di bidang pengolahan makanan berbahan dasar ikan.

Sebagian hasil laut dibuat keripik untuk oleh-oleh wisatawan. Sebagian lagi membuka rumah-rumah makan yang menyediakan aneka hidangan laut segar. Tentu saja, hal itu dapat memberikan banyak keuntungan, baik bagi wisatawan yang datang, maupun bagi masyarakat setempat.

Berkat kemajuan bidang pariwisata tersebut, pemerintah kini juga semakin giat melakukan perbaikan dan berbagai pembangunan. Jalanan yang dahulu rusak atau tidak bisa dilewati kendaraan, kini sudah dibangun. Jadi, akses menuju ke lokasi wisata pun kini lebih mudah sehingga para wisatawan sudah tidak perlu khawatir saat ingin berkeliling menikmati beragam pesona wisata alam yang indah di Belitung.

Bandara di Kota Belitung

Belitung memiliki sebuah bandara yang bernama H.A.S. Hanandjoeddin. Bandara yang dahulu bernama Bandar Udara Buluh Tumbang ini berada di Tanjung Pandang, Kabupaten Belitung. Saat ini, sudah ada beberapa maskapai dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, yang melayani penerbangan langsung ke Belitung setiap hari. Dari Jakarta ke Belitung, Anda hanya perlu akan menghabiskan waktu tempuh di udara selama sekitar 1 jam.

Jumlah penerbangan ke bandara tersebut memang masih belum sebanyak kota-kota wisata lain. Namun, seiring bertambahnya jumlah penumpang yang turun di sana, pemerintah berencana untuk memperluas bandara tersebut. Bahkan hingga kini, pihak pemerintah setempat juga terus berusaha mencanangkan pengembangan bandara tersebut agar bisa menjadi bandara internasional. Beberapa penerbangan yang melayani rute ke Belitung di antaranya adalah penerbangan dari kota Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Malang, Bali, Palembang, Padang, Manado, hingga Makassar.

Kode Bandara dan Pajak Bandara

Belitung memiliki sebuah bandara internasional yang bernama Bandar Udara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin (TJQ). Apabila Anda ingin memesan pesawat ke Bandara H.A.S. Hanandjoeddin, Anda dapat memilih tujuan bandara dengan kode TJQ. Sementara itu, tarif pajak bandara yang ditetapkan bandara tersebut adalah sebesar Rp30.000,-. Bandar Udara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin (TJQ) juga melayani penerbangan dari berbagai maskapai penerbangan seperti tiket pesawat Garuda, tiket pesawat Citilink, tiket pesawat Sriwijaya Air, tiket pesawat Batik Air, tiket pesawat Lion Air, dan tiket pesawat Nam Air.

Transportasi Bandara H.A.S. Hanandjoeddin (TJQ)

Pusat Kota Tanjung Pandang berada di sisi barat Pulau Belitung. Dari bandara, Anda harus berkendara ke arah barat sekitar 13 km atau 15 menit perjalanan dengan mobil. Namun, saat ini di Bandara H.A.S. Hanandjoeddin (TJQ) sudah tersedia bus DAMRI yang siap mengantarkan penumpang menuju Terminal Bus Tanjung Pandan. Bus tersebut beroperasi setiap hari dengan jadwal keberangkatan menyesuaikan jadwal kedatangan pesawat di bandara.

Untuk berkeliling Pulau Belitung, sudah ada bus kota dan angkot yang melayani perjalanan dari Kota Tanjung Pandan menuju Kota Manggar, Belitung Timur. Namun sayangnya, jumlahnya masih terbatas. Apabila ingin lebih puas berkeliling ke kawasan pelosok pulau, Anda dapat menyewa mobil atau sepeda motor yang banyak tersedia di pusat kota.

Tips Bepergian ke Belitung

Berwisata ke Belitung tentu akan menjadi kegiatan yang menyenangkan jika sudah dipersiapkan dengan matang. Agar liburan Anda semakin berkesan, ikuti beberapa tips bepergian ke Belitung berikut ini.

·                    Pilih Waktu Berlibur saat Musim Kemarau

Belitung merupakan kawasan kepulauan dengan potensi utawa wisata berupa pantai dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Untuk menuju pulau-pulau tersebut, Anda harus menyewa kapal.  Biasanya, kapal-kapal itu hanya akan beroperasi saat cuaca sedang baik atau tidak hujan. Pasalnya, berlayar ketika cuaca buruk akan berbahaya bagi keselamatan penumpang. Untuk itu, ada baiknya Anda memilih waktu berlibur saat musim kemarau.

Memilih waktu berlibur saat musim kemarau juga memungkinkan Anda untuk menyaksikan indahnya matahari terbit dan terbenam tanpa banyak awan gelap. Ketika ingin berenang atau menyelam, Anda juga bisa melakukannya dengan baik karena air laut cenderung tenang. Sebaliknya, jika datang pada waktu musim hujan, ombak air laut akan cenderung lebih besar sehingga berbahaya jika digunakan sebagai aktivitas berenang atau menyelam.

·                    Pesan Tiket Pesawat dan Hotel Jauh-jauh Hari

Popularitas pariwisata Belitung kini kian meningkat. Pada musim liburan, kawasan wisata ini selalu ramai dipadati pengunjung. Untuk itu, apabila berencana berwisata ke sana, sebaiknya Anda segera memesan tiket pesawat ke Belitung jauh-jauh hari. Hal itu perlu dilakukan guna menghindari risiko kehabisan kursi.

Selain tiket pesawat, jenis akomodasi lain yang juga kerap habis saat musim liburan adalah kamar hotel. Meskipun saat ini di Belitung sudah tersedia banyak hotel, tetapi banyaknya jumlah pengunjung di musim liburan juga kerap menjadikan semua kamar terisi penuh. Kalau pun ada yang kosong, biasanya harga dan fasilitas yang ditawarkan kurang memadai.

Untuk itu, selain harga, pilihlah tempat menginap yang tepat dengan mempertimbangkan beragam fasilitas kenyamanan yang ditawarkan, serta lokasinya dari tempat wisata. Plus, tentu saja, waktu pemesanannya dilakukan jauh-jauh hari. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan akomodasi yang nyaman dan tidak terlalu menguras anggaran.

·                    Bawa Uang Tunai dari Rumah

Kota-kota yang ada di Belitung umumnya tidak seramai kota-kota di Jawa. Demikian pula dengan fasilitas yang tersedia. Di sana, Anda tidak akan menemukan mesin penarik uang tunai sebanyak di Jawa. Oleh sebab itu, sebelum berangkat, sebaiknya Anda mempersiapkan uang tunai dalam jumlah yang cukup.

·                    Kenakan Pakaian yang Nyaman

Berwisata ke daerah pantai tentu akan berbeda dengan berwisata ke taman hiburan. Di area pantai, khususnya pada siang hari, suhu udara cenderung tinggi. Jadi, sebaiknya Anda mempersiapkan pakaian yang nyaman untuk berwisata ke pantai.

Jika ingin berenang, Anda dapat membawa pakaian renang dari rumah. Namun apabila ingin menggunakan peralatan, untuk menyelam misalnya, di kawasan wisata Belitung sudah tersedia cukup banyak tempat penyewaan alat selam dan berenang. Jadi, Anda tidak perlu lagi membawa barang terlalu banyak dari rumah.

·                    Siapkan Kondisi Fisik

Keindahan pantai-pantai dan alam bawah laut di sekitar Pulau Belitung tampaknya memang sayang untuk dilewatkan. Jika ingin ke sana, Anda harus mengarungi lautan dan berlayar dengan kapal. Setelah itu, Anda bisa berenang atau menyelami lautan dengan kedalaman yang beragam.

Tentu saja, kegiatan-kegiatan semacam itu akan sangat menguras stamina. Untuk itu, jauh hari sebelum keberangkatan, pastikan bahwa Anda sudah menjaga kondisi tubuh agar tetap prima. Caranya adalah dengan giat melakukan aktivitas berolahraga, makan makanan sehat, serta mendapatkan istirahat yang cukup.

·                    Sewa Kendaraan Pribadi untuk Berkeliling

Pulau Belitung menyimpan surga-surga tersembunyi yang tidak akan mungkin Anda temukan di daerah asal Anda. Untuk menemukannya, Anda harus menjelajahi pulau ini hingga ke pelosok-pelosok desa. Sementara itu, semua tempat wisata menarik tersebut juga tidak selalu dilalui angkutan umum.

Sebagai solusi, Anda dapat menyewa kendaraan pribadi untuk berkeliling menjelajahi tempat-tempat wisata tersembunyi di Belitung. Jika datang bersama rombongan, Anda bisa patungan untuk menyewa mobil beserta sopirnya.

Keberadaan sopir dari tempat sewa mobil sangat penting. Pasalnya, sopir yang merupakan warga asli Belitung biasanya akan memiliki pengetahuan yang baik mengenai rute-rute jalan di Belitung.

Tentu saja, selain sebagai penunjuk arah, keberadaannya juga sekaligus bisa menjadi pemandu wisata bagi Anda dan rombongan. Selain berdasarkan tempat wisata yang sudah Anda persiapkan pada daftar kunjungan, Anda juga bisa meminta rekomendasi tempat wisata lain kepada sopir tersebut, misalnya untuk mengetahui tempat wisata budaya, sejarah, atau wisata kuliner untuk mencicipi makanan khas Belitung.

Hal tersebut tentu akan berbeda apabila Anda memilih untuk menyewa mobil tanpa sopir. Apabila baru pertama datang ke Belitung, Anda mungkin akan kesulitan menemukan rute jalan yang benar. Terlebih jika GPS pada ponsel Anda sedang tidak berfungsi karena ponsel mati atau ketiadaan sinyal. Bukannya tiba di lokasi wisata impian, bisa-bisa malah tersasar ke area hutan.

·                    Siapkan Bekal Makanan dan Minuman ke Tempat Wisata

Beberapa destinasi wisata favorit di sekitar Pulau Belitung merupakan pulau-pulau yang tidak berpenghuni. Jangankan untuk menemukan penginapan, penjual makanan pun tidak tersedia. Padahal, aktivitas berenang dan menyelam di lautan juga dapat membuat energi terkuras sehingga bisa membuat Anda merasa haus dan lapar.

Sebelum memulai perjalanan wisata ke pulau-pulau tersebut, siapkan air minum dan bekal makanan yang cukup. Anda dapat menyiapkannya sejak berangkat dari hotel. Dengan demikian, meskipun berencana untuk berangkat pagi dan pulang sore, Anda tidak perlu khawatir akan kelaparan di tengah lautan.

·                    Jaga Kebersihan Alam

Saat membawa minuman dan makanan kemasan ke lokasi wisata alam, sebagian orang kerap menunjukkan sikap kurang bertanggung jawab dengan membuang sampah mereka secara sembarangan. Akibatnya, lingkungan pun tercemar dan menyebabkan banyak satwa laut mengalami kematian.

Pengunjung yang baik akan selalu menjaga kebersihan alam. Jika di kawasan wisata tersebut tidak tersedia tempat sampah, pengunjung perlu menyimpan sampahnya terlebih dahulu. Apabila sudah mencapai daratan di area perkotaan, barulah mereka bisa mengeluarkan sampah-sampah yang sudah disimpannya. Dengan demikian, alam pun tidak tercemar, kehidupan satwa-satwa pun bisa tetap lestari.

Budaya Daerah Belitung

Sebagai bekas daerah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya, Belitung sejak dahulu banyak dihuni oleh masyarakat suku Melayu. Tidak mengherankan, kegiatan budaya yang ditampilkan di Belitung umumnya memang sangat kental dengan cita rasa tradisi Melayu. Meskipun demikian, ada juga kelompok-kelompok masyarakat dari suku lain yang bersama-sama tinggal di Belitung, yang kemudian menjadikan budaya daerah setempat menjadi lebih beragam.

Bahasa Daerah Belitung

Secara umum, bahasa yang digunakan oleh sebagian besar masyarakat Belitung adalah bahasa Melayu. Umumnya, bahasa Melayu dipahami oleh hampir seluruh masyarakat Belitung, baik yang Melayu, maupun yang berasal dari etnis lain, seperti Tionghoa, Jawa, Bugis, Bali, Ambon, dan kelompok-kelompok masyarakat lain yang tinggal di Belitung.

Musik Daerah

Belitung memiliki cukup banyak jenis musik yang khas. Beberapa yang cukup populer di antaranya adalah Begambus, Betiong, dan Lesong Panjang. Begambus merupakan bentuk kesenian bernuansa islami. Pada begambus, penyanyi akan melantunkan syair-syair penyejuk kalbu dengan iringan alat musik gambus. Alat musik tradisional tersebut terlihat menyerupai gitar, tetapi berbentuk agak bulat, terbuat dari kayu meranti atau kayu cempedak, serta memiliki 12 senar.

Betiong merupakan jenis kesenian tradisional yang menampilkan atraksi kemahiran berbalas pantun. Biasanya atraksi tersebut dilakukan pada saat seseorang menggelar hajatan. Kegiatan berbalas pantun tersebut biasanya akan diiringi oleh musik tradisional Belitung. Musik yang dimainkan umumnya akan disesuaikan dengan isi pantun yang disampaikan. Dengan demikian, atraksi berbalas pantun pun menjadi lebih meriah dan seru untuk disaksikan.

Lesong Panjang merupakan bentuk kesenian yang ditampilkan saat musim panen padi sudah tiba. Alat utama yang digunakan dalam kesenian ini adalah lesung. Umumnya, lesung yang digunakan terbuat dari bahan kayu terbaik, yang memiliki suara keras dan jernih saat dipukul. Untuk memainkannya, beberapa orang harus memukul lesung dengan alu panjang secara bergantian sehingga menghasilkan irama yang menarik untuk didengarkan.

Tari Daerah

Belitung juga memiliki beberapa tarian khas daerah yang kerap ditampilkan dalam acara-acara budaya. Beberapa jenis tari yang cukup terkenal, antara lain : Tari Campak, Tari Sepen, dan Tari Mendulang Timah.

Tari Campak adalah jenis tarian yang bertujuan untuk menunjukkan rasa gembira. Berdasarkan kostum yang dikenakan pemain serta gerakan-gerakannya, Tari Campak merupakan bentuk akulturasi budaya Melayu dan Eropa. Tarian ini biasanya dibawakan saat menyambut tamu.

Tari Sepen merupakan jenis tarian yang mengandung unsur bela diri. Saat membawakan tarian ini, para penari seakan-akan tampak sedang melakukan atraksi pencak silat. Dengan formasi dan gerakan yang rapi sesuai iringan musik khas Melayu, tarian ini begitu menarik untuk disaksikan.

Belitung sejak dahulu memang sudah terkenal sebagai kawasan penghasil timah. Berdasarkan hal tersebut, kemudian muncullah Tari Mendulang Timah yang cukup atraktif. Tarian ini biasanya dibawakan oleh para remaja laki-laki. Dengan bertelanjang dada, mereka membentuk formasi sambil membawakan tarian yang menyerupai aktivitas orang-orang yang sedang mendulang timah secara tradisional.

Yang Harus Anda Lakukan di Belitung

Belitung seakan tidak pernah lelah menawarkan pesona alamnya yang memukau. Saat berada di Belitung, Anda bisa berkesempatan menikmati beragam keindahan yang mungkin tak akan pernah bisa terlupakan. Namun selain berkesan, Anda tentu menginginkan liburan Anda menjadi lebih bermakna. Untuk itu, berikut beberapa aktivitas seru yang wajib Anda lakukan saat berlibur ke Belitung.

·                    Menikmati Cantiknya Bebatuan di Pantai Tanjung Tinggi

Pantai Tanjung Tinggi merupakan salah satu destinasi kunjungan wisatawan terpopuler di Belitung. Pantai yang terkenal dengan keindahan batu-batunya ini, dahulu pernah digunakan sebagai lokasi syuting film “Laskar Pelangi”.

Saat berkunjung ke sana, Anda akan mendapati batu-batu granit besar yang begitu kokoh dan menjulang, bergerombol di pinggir pantai. Di bawahnya, terdapat air laut yang jernih dengan warna biru muda kehijauan yang cukup tenang, serta pasir pantai yang putih dan memiliki butiran halus.

·                    Menjelajahi Lorong Bebatuan di Pantai Tanjung Kelayang

Selain di Pantai Tanjung Tinggi, bebatuan besar juga bisa Anda temukan di Pantai Tanjung Kelayang. Akan tetapi, di pantai ini, Anda dapat berkesempatan menyusuri lorong bebatuan di atas laut. Jadi, Anda dapat berjalan di antara batu-batu berukuran super besar yang menyerupai lorong sempit yang memanjang dan berkelok-kelok, dengan melewati air laut yang cukup dangkal, yakni dengan kedalaman sekitar mata kaki hingga dada.

·                    Menyelam dan Melepaskan Tukik di Pulau Kepayang

Selain pantainya yang indah, perairan sekitar Belitung juga dikenal memiliki alam bawah laut yang menawan. Salah satu lokasi menyelam yang menawarkan keindahan bawah laut dapat Anda temukan di Pulau Kepayang. Di sekitar pulau ini, Anda akan menemukan beragam jenis biota laut yang sangat indah, seperti aneka terumbu karang serta ikan-ikan.

Apabila belum mempersiapkan peralatan menyelam, Anda juga tidak perlu khawatir. Pasalnya, di pantai ini juga sudah tersedia penyewaan alat-alat selam yang cukup lengkap.

Selain menyelam, aktivitas lain yang bisa Anda lakukan di pulau tersebut adalah mengunjungi balai penangkaran penyu. Penyu-penyu yang dikembangbiakkan di lokasi tersebut dimaksudkan untuk melindunginya dari kepunahan. Jika sudah mencapai usia tertentu, anak-anak penyu, atau yang biasa disebut tukik, akan dilepaskan. Saat pergi ke sana, Anda juga bisa berkesempatan untuk ikut serta melepaskan tukik kembali ke habitat aslinya, yaitu di lautan.

·                    Menaiki Batu-batu di Tengah Lautan di Pulau Garuda

Pernahkah Anda melihat bebatuan granit berukuran raksasa yang menjulang di tengah lautan? Jika belum, ada baiknya Anda datang ke Pulau Garuda atau Pulau Burung. Pulau kecil yang berada di tengah lautan ini, dari kejauhan tampak seperti kumpulan bebatuan, yang salah satunya menyerupai kepala burung. Pada saat air laut sedang surut, pasir pantai yang putih akan terlihat di bawah batu-batu ini. Namun ketika air laut sedang pasang, yang terlihat hanyalah batu-batuan itu.

Di pulau tersebut, Anda dapat memanjat dan berdiri atau duduk di atas batu besar. Dari atas batu yang terletak di tengah lautan itu, Anda dapat menyaksikan lautan yang terbentang serta batu karang beserta ikan-ikan yang hidup di dalamnya. Jika ingin merasakan sensasi lain, Anda bisa turun ke lautan dan berenang di antara ikan-ikan dan keindahan panorama bawah laut sekitar Pulau Garuda tersebut.

·                    Menyaksikan Keindahan Belitung dari Ketinggian

Selain berenang atau menyelam, cara lain yang bisa Anda lakukan untuk menikmati keindahan alam Belitung adalah dengan melihatnya dari ketinggian. Untuk itu, Anda dapat melakukannya di Pulau Lengkuas.

Pulau yang terletak di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung ini memiliki sebuah mercusuar peninggalan pemerintah kolonial Belanda di masa lalu. Menara dengan tinggi sekitar 50 meter tersebut bisa Anda naiki melalui anak tangga yang ada di dalamnya. Meskipun cukup melelahkan, namun kelelahan yang Anda rasakan akan segera terbayar oleh hamparan lautan, pepohonan, serta gradasi pantai yang menakjubkan.

·                    Menjelajahi Bangkai Kapal yang Karam

Tidak jauh dari Pulau Lengkuas, yakni sekitar 0,5 mil ke arah barat, terdapat spot menyelam yang cukup banyak didatangi wisatawan. Pasalnya, di lokasi tersebut terdapat sebuah bangkai kapal yang karam selama puluhan tahun di dasar lautan.

Kapal tersebut kini sudah ditumbuhi beragam jenis batu karang cantik, serta dijadikan sebagai tempat hidup ikan-ikan. Untuk melihat kapal tersebut, Anda harus menyelam sedalam 19 meter. Meskipun cukup dalam, namun arus di dalam perairan tersebut cenderung cukup tenang. Dengan melakukannya, Anda mungkin akan mendapatkan pengalaman berbeda yang tentu sangat berkesan.

·                    Mengunjungi SD Muhammadiyah Gantung

Berwisata tidak hanya bisa mengembalikan energi, tetapi juga dapat memberikan inspirasi. Salah satu tempat penuh inspirasi yang cukup banyak dikunjungi di Belitung adalah SD Muhammadiyah Gantung yang berlokasi di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur.

Dari bangunan tua tersebut, pengunjung bisa mengenal kisah pendidikan di masa lalu yang cukup memprihatinkan, sekaligus menginspirasi. Di sana, pernah ada guru dan kepala sekolah yang penuh dedikasi, serta anak-anak luar biasa yang semangat mengenyam pendidikan meskipun dengan segala keterbatasan.

·                    Menikmati Kawah Bekas Tambang

Bekas kejayaan tambang timah Belitung di masa lalu masih dapat kita saksikan hingga kini. Salah satunya adalah melalui bekas galian raksasa di Belitung Timur yang kerap dikenal dengan sebutan Danau Open Pit. Danau dengan air berwarna kehijauan tersebut, saat ini menjadi lokasi yang banyak diincar oleh wisatawan. Pasalnya, bekas galian tambang timah tersebut menyisakan cekungan besar yang dikelilingi batuan yang berundak-undak berbentuk melingkar. Kini, lokasi tersebut banyak diburu oleh para pencinta fotografi untuk berfoto.

·                    Bermain Pasir Putih di Tengah Laut

Pasir putih yang lembut umumnya kita temukan di tepi laut alias di kawasan pantai. Namun, di Belitung, Anda dapat bermain pasir putih di tengah laut. Di sana, terdapat sebuah pulau kecil yang hanya memiliki daratan sempit berupa pasir. Masyarakat setempat biasa menyebutnya dengan Pulau Pasir.

Di pulau pasir, Anda tidak akan mendapati tumbuhan atau pepohonan. Jadi, Anda akan merasa mengambang di tengah lautan. Hal lain yang membedakan pulau pasir tersebut dengan pulau pasir lainnya adalah keberadaan dermaga. Dermaga tersebut berbentuk jembatan panjang yang sangat cocok digunakan sebagai latar berfoto untuk menghasilkan foto-foto terbaik guna mempercantik tampilan media sosial Anda.