Daftar
Daftarkan dirimu sebagai Airy Traveler

DAFTAR
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Sudah punya akun Airy? MASUK
|
Masuk
Masuk sebagai Airy Traveler


MASUK
LUPA PASSWORD?
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Belum punya akun Airy? DAFTAR
Tiket Pesawat ke Jambi
Kota Asal
Semua Bandara
Kota Tujuan
Semua Bandara
Tanggal Berangkat
17 Des 2018
Tanggal Pulang
19 Des 2018
Penumpang
1 penumpang
CARI
Tiket Pesawat ke Jambi (DJB)

 

Jambi

Tentang Kota Jambi

Jambi merupakan salah satu wilayah tertua di Indonesia. Kota ini terletak di provinsi yang bernama, Jambi. Dengan sejarah yang kental dengan budaya Melayu, Jambi adalah salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi dan berkenalan lebih dekat dengan asal-usul budaya Melayu yang ada di Sumatera.

Kota Jambi pertama kali diresmikan pada tanggal 17 Mei 1946 oleh gubernur Sumatera pada masa itu, dan masuk dalam Provinsi Sumatera Tengah. Pada tahun 1957, Jambi ditetapkan menjadi provinsi baru dengan Kota Jambi sebagai ibukotanya.

Wilayah Jambi sendiri dipercaya pernah menjadi salah satu pusat penting dalam sejarah Kerajaan Sriwijaya. Bahkan, keberadaan peradaban Melayu di Jambi sudah terkenal sampai ke Tiongkok. Pada abad ke-3 Masehi, wilayah Jambi dikenal sebagai Chan-pei oleh masyarakat Tiongkok.

Sejarah Singkat Kota Jambi

Pada sejarahnya, Sungai Batanghari yang membelah Kota Jambi adalah bagian penting dalam peradaban Melayu. Sungai yang bermuara di Selat Malaka ini menjadi salah satu jalur perdagangan orang-orang dari Persia dan Tiongkok. Inilah mengapa budaya Jambi sekarang pun memiliki sentuhan budaya Cina dan Arab.

Kota Jambi memiliki wilayah seluas 205,38 kilometer persegi dengan sebagian wilayah berbatasan langsung dengan Sungai Batanghari. Kota ini terdiri dari 11 kecamatan dan 90 desa. Sebagian besar wilayah Kota Jambi merupakan dataran rendah dengan ketinggian antara 0 – 60 meter di atas permukaan laut.

Zona Waktu di Kota Jambi

Pembagian waktu di Kota Jambi sama dengan Wilayah Indonesia bagian Barat lainnya yaitu GMT+7. Karena dekat dengan pesisir dan merupakan dataran rendah, iklim di daerah ini cenderung lembap dengan rata-rata curah hujan mencapai 87%. Musim panas terjadi pada bulan Oktober hingga Maret, sementara musim hujan terjadi antara bulan April dan September.

Penduduk di Kota Jambi

Kota yang memiliki moto “Tanah Pilih Besako Betuah” ini memiliki demografi kependudukan yang cukup beragam. Jumlah penduduk dari Suku Melayu menduduki tingkat tertinggi, disusul oleh Suku Jawa, Minangkabau, Batak, Tionghoa-Indonesia, Aceh, dan Banjar.

Secara kepercayaan, Islam masih merupakan agama dengan pemeluk terbanyak di Kota Jambi. Namun begitu, sebagian penduduk pemeluk agama Kristen, Buddha, Hindu, dan Katolik juga dapat ditemukan di kota ini.

Dengan penduduk dari berbagai macam suku, bahasa yang digunakan di Kota Jambi pun beragam seperti bahasa Melayu, Batak, Hokkien, Sunda, Jawa, dan Minangkabau. Bagi pengunjung atau turis, Bahasa Indonesia dapat digunakan sebagai bahasa pengantar.

Bandara di Kota Jambi

Bandara terdekat dengan Kota Jambi adalah Bandar Udara Sultan Thaha Syaiffudin (DJB). Bandar udara ini memiliki kode IATA DJB yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II. Dengan panjang landasan 2.600 meter, Bandara Sultan Thaha Syaiffudin melayani sekitar 23 penerbangan yang dilayani oleh 8 maskapai ternama di Indonesia. Maskapai yang dilayani oleh bandara ini di antaranya Lion Air, Batik Air, Wings Air, Citilink, Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Nam Air, dan AirAsia.

Jarak Bandar Udara Sultan Thaha Syaiffudin (DJB) dengan Kota Jambi terbilang cukup dekat sekitar 6 kilometer, dan bisa ditempuh dalam waktu kurang dari 30 menit. Jadi,  pengunjung bisa dengan mudah menaiki bus DAMRI, menyewa mobil, atau menggunakan taksi bandara untuk pergi ke pusat kota.

Sejak renovasinya di tahun 2011, PT Angkasa Pura II menetapkan “Zoo Airport” sebagai jargon bandara di Kota Jambi ini. Nama tersebut didapat karena lokasi bandara berdekatan dengan kebun binatang Taman Rimba Jambi. Penumpang yang memesan tiket pesawat ke Jambi ketika akan mendarat akan melihat kebun binatang dari udara.

Terminal Bandara di Kota Jambi

Pada tahun 2012, terminal baru di Bandar Udara Sultan Thaha Syaiffudin resmi beroperasi. Terminal tersebut kini memiliki landasan pacu sepanjang 2.600 meter yang bisa menampung pesawat besar setara Boeing 757. Pada terminal yang baru direnovasi, gerbang kedatangan ditempatkan di lantai 1, sedangkan gerbang keberangkatan berada di lantai 2.

Pada sistem landasan, teknologi terbaru juga diaplikasikan oleh PT Angkasa Pura II untuk memberikan keamanan tingkat tinggi pada bandara ini. Bandara Sultan Thaha Syaiffudin adalah salah satu bandara internasional di Indonesia yang sudah menggunakan Landing System Instrument yang akan memfasilitasi pendaratan saat cuaca buruk.

Karena terletak di Kota Jambi, jarak antara pusat kota dan bandara tidak terlalu jauh dan bisa ditempuh dalam waktu singkat. Pengunjung atau turis bisa dengan mudah menggunakan taksi, bus DAMRI, atau menyewa mobil untuk menuju ke kota. Untuk pilihan yang lebih murah, di bagian luar bandara juga terdapat ojek motor yang bisa disewa.

Pajak Bandara di Kota Jambi

Untuk penerbangan domestik (penerbangan ke Jakarta, penerbangan ke Bali, penerbangan ke Surabaya, penerbangan ke Medan, penerbangan ke Palembang, penerbangan ke Padang, penerbangan ke Labuan Bajo, penerbangan ke Jayapura, dll), pajak bandara yang diberlakukan di Bandara Sultah Thaha Syaiffudin adalah Rp25.000 per penumpang. Sementara untuk penerbangan internasional, pajak yang ditetapkan untuk Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) adalah Rp100.000 per penumpang.

Tips Bepergian ke Kota Jambi

Jika Anda berencana untuk mendatangi Kota Jambi dalam rangka berlibur, sebaiknya Anda merencanakan waktu dan lokasi yang tepat untuk mendapatkan pengalaman maksimal. Berikut adalah beberapa tips untuk bepergian di Kota Jambi:

·                    Datang di Sekitar Bulan September

Pada bulan September, Kota Jambi menggelar Festival Batanghari setiap tahunnya. Beberapa hal yang bisa Anda lihat pada saat festival ini adalah peragaan busana tradisional termasuk batik Jambi yang terkenal dan festival pelepasan lampion. Selain itu, terdapat pula pertunjukan seni serta pagelaran kopi terbaik dari beberapa daerah di Sumatera.

Selain Festival Batanghari, di sekitar bulan September juga ada Batanghari Jazz Festival bagi Anda para pencinta musik. Karena banyaknya acara yang digelar pada bulan ini, liburan di bulan September adalah waktu terbaik untuk mengunjung Kota Jambi.

·                    Sediakan Waktu Lebih

Kota Jambi sendiri merupakan kota dengan berbagai tempat wisata di dalamnya. Untuk mendapatkan pengalaman yang lebih berkesan, ada baiknya Anda juga mengunjungi beberapa daerah di Provinsi Jambi. Tempat seperti Taman Nasional Kerinci dan Candi Muaro Jambi terletak di luar kota tetapi menawarkan pesona yang sangat menarik.

·                    Maksimalkan untuk Jalan Kaki saat Berkeliling

Sebagian tempat wisata ikonis di Jambi terletak berdekatan. Maka dari itu, Anda bisa menghabiskan waktu dengan berjalan kaki terutama jika Anda tidak mendapatkan informasi yang cukup mengenai transportasi umum.

Namun, jika Anda membawa anak-anak, menyewa mobil bisa jadi solusi yang tepat. Ini dikarenakan tarif taksi di Jambi masih banyak yang menggunakan metode negosiasi bukan berdasarkan penghitungan argo.

Destinasi Wisata di Kota Jambi

Banyak tempat wisata di kota Jambi merupakan tempat wisata yang ikonis dan bersejarah. Dari mulai keluar bandara, Anda sudah bisa menemukan tempat wisata yang patut dikunjungi sebagai berikut:

·                    Taman Rimba Jambi

Berada hanya 900 meter dari bandara, Taman Rimba Jambi merupakan kebun binatang milik Kota Jambi. Bukan hanya hewan, di dalamnya juga terdapat berbagai koleksi flora yang terpelihara dengan baik.

Di antara rimbunnya pepohonan, Anda bisa masuk dan melihat langsung replika rumah adat suku-suku dan budaya di Sumatera. Di dalam kompleks kebun binatang seluas 18 hektare ini, para penduduk Kota Jambi juga sering memanfaatkan stadion olahraga yang ada sehingga lokasi ini biasanya padat pada akhir minggu.

Belum lagi, belakangan ini Taman Rimba Jambi sedang melakukan renovasi untuk mengimbangi bandara yang sudah lebih dulu direnovasi dan diperluas. Untuk masuk ke Taman Rimba Jambi, pengunjung hanya perlu membayar tiket seharga Rp10.000 per orang dewasa dan Rp8.000 per anak.

·                    Jembatan dan Menara Gentala Arasyi

Jembatan dan Menara Gentala Arasyi adalah salah satu ikon Kota Jambi. Jembatan yang terbentang di atas lebarnya Sungai Batanghari yang mencapai 530 meter. Dengan struktur jalan selebar 4,5 meter yang meliuk seperti huruf  “S”, jembatan ini hanya diperuntukkan bagi pedestrian atau pejalan kaki.

Tidak heran, di sekitar jembatan terdapat banyak pedagang kaki lima yang menjajakan makanan hingga oleh-oleh khas Kota Jambi. Waktu paling tepat untuk mengunjungi tempat wisata di Kota Jambi ini adalah pada saat matahari akan terbenam. Dari atas bentangan sungai terpanjang di Sumatera, Anda bisa menikmati indahnya matahari tenggelam dan tergantikan dengan datangnya malam.

·                    Tugu Pers

Berada di Jalan Sultan Agung, Kota Jambi, Tugu Pers adalah dibangun untuk merayakan Hari Pers Nasional (HPN) pada tahun 2012. Pada saat itu, Kota Jambi menjadi tuan rumah atas perayaan HPN yang ke-27. Fungsi dari tugu pers itu sendiri adalah untuk memperingati kebebasan pers dan meningkatkan semangat jurnalisme positif di Indonesia.

Di pelataran tugu, Anda bisa menemukan berbagai informasi mengenai perkembangan dunia pers khususnya di Kota Jambi. Selain itu, tugu dengan bentuk tiga pena raksasa tersebut juga sering kali menjadi objek foto para turis karena keindahannya.

·                    Pasar Angso Duo

Pasar Angso Duo bukan sekadar pasar tradisional. Jika ditarik sejarahnya, pasar ini sudah ada sejak abad ke-18 di Kota Jambi walaupun sudah bergeser lokasinya. Lokasi lama Pasar Angso Duo kini sudah menjadi pusat perbelanjaan besar yang bernama WTC Batanghari.

Di dalam pasar, Anda dapat menemukan beragam barang bekas dan antik dari mulai pakaian, tas, hingga pernak-pernik. Jika Anda ingin melihat kegiatan penduduk Kota Jambi lebih dekat, Pasar Angso Duo bisa jadi tujuan yang tepat.

·                    Masjid Al-falah “Seribu Tiang”

Terdekat tidak jauh dari Pasar Angso Duo, Masjid Al-falah memiliki banyak pilar di dalamnya sehingga sering disebut sebagai masjid seribu tiang. Masjid yang dibangun sejak tahun 1980 ini memiliki arsitektur yang indah.

Konon ceritanya, tanah tempat Masjid Al-falah berdiri dulunya merupakan lokasi Istana Tanah Pilih yang dipimpin oleh Sultan Thahah Syaiffudin. Istana tersebut sempat dibumihanguskan oleh pemerintah Belanda sebelum akhirnya direbut kembali oleh rakyat.

Padat akan nilai histori, Masjid Al-falah adalah salah satu tempat yang wajib Anda kunjung pada saat berada di Kota Jambi.

·                    Taman Budaya Jambi

Taman Budaya Jambi merupakan wadah kegiatan seni masyarakat Jambi. Dibangun pada tahun 1992, Taman Budaya Jambi memang bertujuan untuk membangun potensi beragam jenis seni dari mulai seni tradisional hingga kontemporer.

Anda bisa datang langsung dan mengecek pertunjukan yang sedang berlangsung. Biasanya, setiap minggu selalu ada pertunjukan seperti pentas teater, pertunjukan tari, seni musik, hingga musikalisasi puisi.

Budaya Daerah Jambi

Budaya di wilayah Kota Jambi masih kental dengan nuansa Melayu. Suku Kerinci adalah salah satu suku tertua, sama seperti keberadaan Suku Melayu. Jika dimulai setelah tahun Masehi, kebudayaan di Jambi tidak lepas dari masuknya agama Buddha pada sekitar abad ke-4 Masehi. Salah satu bukti dari peradaban ini adalah bangunan Candi Muaro Jambi yang masih ada hingga sekarang. Dipercaya, Suku Anak Dalam di Jambi berakar dari peradaban tersebut.

Barulah pada abad ke-7 Masehi, agama Islam mulai masuk melalui perdagangan yang dilakukan masyarakat Jambi dengan pedagang dari Persia. Saat itu, Sungai Batanghari menjadi pintu masuk jalur perdagangan ini. Maka dari itu, Sungai Batanghari sejak dulu adalah kawasan yang ramai dan berkembang.

Bahasa Daerah Kota Jambi

Sementara dari segi bahasa, Melayu adalah bahasa yang paling umum dan mengakar di Kota Jambi. Bahasa tersebut sering disebut juga dengan Baso Jambi. Dari penggunaan dan tutur kata, Jambi adalah salah satu daerah pertama yang menggunakan Bahasa Melayu tersebut.

Dialek yang digunakan mirip dengan dialek Bahasa Melayu yang ada di Palembang dan Bengkulu yang banyak menggunakan akhiran “O” pada kata-katanya. Beberapa bahasa daerah yang ditemukan di Kota Jambi adalah Kerinci, Bajau, Kubu, dan Bugis.

Musik Tradisional Daerah Jambi

Karena sejarahnya yang panjang, budaya yang ada di wilayah Jambi sangat beragam. Banyak sentuhan dan pengaruh dari budaya Asia dan Arab. Hal ini terlihat juga dalam seni musik yang ada di Jambi.

Salah satu yang paling terkenal adalah kelintang perunggu. Alat musik kelintang perunggu mirip dengan bonang dari Jawa. Memainkannya pun biasanya bersamaan dengan gendang dan gong seperti dalam sebuah gamelan. Bahannya yang terbuat dari perunggu membuat alat musik ini unik dan mengeluarkan suara tidak seperti gamelan dari daerah lainnya.

Pada zaman dahulu, masyarakat Jambi memainkan musik menggunakan kelintang perunggu pada saat acara tertentu seperti pernikahan atau sebagai bagian dari ritual pengobatan. Konon, cara pembuatan kelintang ini datang dari Thailand pada masa sebelum datangnya Islam di Jambi.

Masuknya Islam melalui para pedagang dari Persia juga membawa pengaruh pada musik di Jambi. Sebut saja hadrah yang hingga kini masih populer dimainkan. Hadrah merupakan repertoar kasidah menggunakan bahasa Arab yang menggunakan alat seperti rebana. Musik ini masih sering terdengar pada kegiatan agama dan pernikahan.

Salah satu bentuk musik tradisional Jambi lainnya adalah krinok. Seni musik ini merupakan senandung yang dilakukan oleh para petani di sela-sela kegiatannya. Biasanya, pertunjukan dilakukan di suatu malam hari di masa sibuk petani atau pekerja ladang. Mereka akan berkumpul dan saling melempar pantun dan senandung yang menghibur, menasihati, dan berdongeng mengenai sifat kepahlawanan.

Tari Daerah di Kota Jambi

Selain seni musik, Kota Jambi pun memiliki tarian khasnya sendiri. Tarian seperti Tari Sekapur Sirih, Tari Dana Sarah, dan Tari Serengkuh Dayung masih tergolong baru tetapi tetap menggambarkan kekhasan kota ini. Tari Sekapur Sirih biasanya ditampilkan oleh para remaja putri untuk menyambut tamu kehormatan. Makna dari tarian tersebut adalah mengungkapkan kejujuran dalam menerima kedatangan tamu.

Sementara Tari Dana Sarah sudah ada sejak lama di Kota Jambi. Namun pada tahun 1984, tarian ini ditata ulang oleh Abdul Aziz. Tari Dana Sarah adalah tarian bernuansa islami yang ditampilkan sebagai sarana untuk menyebarkan agama. Penari tarian ini biasanya terdiri dari remaja putra dan putri.

Terakhir adalah Tari Serengkuh Dayung. Koreografi tarian ini pernah ditata ulang oleh Anwar Rozak pada tahun 1990. Tarian Serengkuh Dayung sarat akan makna kebersamaan dan persaudaraan.  

Hal yang Harus Dilakukan di Jambi

Kesempatan untuk berkunjung ke Kota Jambi harus Anda manfaatkan dengan baik untuk mengenal lebih dalam mengenai kota Melayu di Barat Indonesia ini. Banyak hal yang bisa Anda jelajahi di kota ini, dari mulai wisata sejarah, modern, hingga kuliner.

·                    Berkunjung ke Jambi Paradise

Jambi Paradise bisa ditempuh dengan jarak sekitar 7 kilometer saja dari Bandar Udara Sultan Thahah Syaiffudin. Berada di kawasan Simpang Acai, Jambi Paradise adalah tempat wisata yang cocok dikunjungi bagi keluarga.

Di Jambi Paradise, Anda dan keluarga bisa menikmati berjalan di lingkungan yang nyaman dan bersih. Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan adalah kegiatan outbound bagi anak-anak, bermain perahu di danau buatan, dan memberi makan ikan.

Selain itu, Anda pun bisa menemukan rumah makan yang menyediakan makanan khas Jambi. Dengan tiket masuk seharga Rp20.000 per orang, Anda sudah bisa menikmati tujuan wisata yang berfasilitas lengkap.

·                    Mencicipi Pempek Khas Jambi

Untuk soal pempek, ada dua nama yang terkenal di Kota Jambi: Pempek Asiong dan Pempek Selamat. Kalau Anda berada di Kota Jambi, Anda akan melihat kedua tempat tersebut selalu ramai pengunjung.

Pempek Asiong sudah berdiri sejak tahun 1974 di Kota Jambi dan merupakan satu-satunya tempat makan yang dimiliki oleh Pempek Asiong. Meski begitu, kenikmatan Pempek Asiong sudah terbukti sejak zaman dahulu.

Alternatif lain adalah Pempek Selamat. Rumah makan pempek ini memiliki banyak cabang di Jambi. Jadi, lebih mudah ditemukan. Di keduanya, Anda juga bisa membeli pempek beku yang bisa digoreng di rumah.

·                    Melihat Budaya Sumatera di Taman Rimba Jambi

Taman Rimba Jambi memang sebuah kebun binatang, tetapi Anda bisa menemukan banyak hal di dalamnya. Selain memelihara sejumlah hewan dan burung khas Indonesia, Taman Rimba Jambi juga memiliki replika rumah adat dari seluruh budaya di Sumatera.

salah satu keuntungan lain dari Taman Rimba Jambi adalah lokasinya yang sangat dekat dengan bandara. Jadi, begitu sampai, Anda dapat langsung mengunjungi kebun binatang ini. Taman Rimba Jambi terletak hanya sekitar 900 meter dari bandara. Untuk masuk ke dalam, Anda harus membeli tiket seharga Rp10.000 untuk orang dewasa dan Rp8.000 untuk anak-anak.

·                    Datang ke Candi Muaro Jambi

Lokasi Candi Muaro Jambi sebenarnya sedikit berada di pinggir kota, sekitar 45 menit berkendara. Namun, sayang sekali jika Anda melewatkannya. Candi Muaro Jambi adalah kompleks candi terluas di Indonesia selain kompleks Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Dibangun sekitar abad ke-11 Masehi, Candi Muaro Jambi dipercaya sebagai peninggalan dari Kerajaan Melayu dan Kerajaan Sriwijaya. Uniknya, Candi Muaro Jambi sangat terawat dari awal ditemukannya hingga sekarang.

Untuk masuk ke dalam kompleks, Anda harus membeli tiket seharga Rp5.000 untuk satu orang dewasa dan Rp2.000 untuk anak-anak. Dengan fasilitas yang memadai, Anda bisa menghabiskan hari di kompleks candi seluas 260 hektare ini.

·                    Jajan di Bawah Jembatan Pedestrian Gentala Arasyi

Di bawah dan sekitar pintu masuk jembatan pedestrian Gentala Arasyi, Anda akan menemukan banyak pedagang kaki lima. Banyak dari mereka menjual makanan atau camilan khas Jambi seperti dodol nanas, lempok durian, otak-otak, dan duku. Memang, keberadaan para pedagang ini sedikit mengganggu pemandangan indahnya jembatan dari jauh. Namun, hal tersebut juga menjadi kesempatan bagi Anda untuk mengenal karakteristik masyarakat Jambi dengan jarak yang lebih dekat.

·                    Berkenalan dengan Kopi AAA

Daerah Merangin dan Tanjung Jabung Barat di Jambi terkenal dengan tanaman kopi dan pengolahannya yang baik. Tidak heran, banyak  orang berburu kopi AAA pada saat berkunjung. Banyak tempat di Kota Jambi menyediakan kopi AAA yang sudah diseduh. Namun begitu, Anda pun bisa membeli dan membawanya ke rumah sebagai oleh-oleh. Pabrik kopi AAA sendiri berada di Kota Jambi. Jadi, kalau mencari oleh-oleh yang sangat khas dengan Kota Jambi, kopi AAA adalah jawabannya.

·                    Menonton Pertunjukan di Taman Budaya Jambi

Taman Budaya Jambi secara reguler menggelar pertunjukan dan pameran seni. Maka dari itu, tempat ini wajib Anda kunjungi. Anda bisa mengenal budaya tradisional dan kontemporer Jambi. Selalu ada jadwal untuk pertunjukan teater, pentas tari dan musik, pameran lukisan, atau musikalisasi puisi. Tidak jarang, acara-acara ini digelar dalam hari yang sama. ini karena Taman Budaya Jambi memiliki beberapa lokasi pameran dan pertunjukan dalam areanya. Kalau Anda beruntung, Anda dapat menonton pertunjukan dengan gratis karena tidak semua menerapkan sistem tiket masuk.

·                    Berfoto di Hutan Pinus Kota Jambi

Jajaran hutan pinus di pagi hari tentunya sangat indah dijadikan latar berfoto. Terlebih lagi jika terdapat sinar matahari dan kabut yang menemani. Kawasan hutan pinus ini terletak di perbatasan Kota Jambi dengan Kabupaten Muaro Jambi. Udara di hutan pinus ini pun cenderung lebih segar dan sejuk dibandingkan area lainnya di Kota Jambi yang merupakan dataran rendah. Untuk masuk ke kawasan, Anda hanya perlu membayar tiket seharga Rp5.000 per orang.

·                    Membeli Oleh-Oleh Khas Jambi

Selain makanan dan kopi, oleh-oleh yang wajib Anda beli pada saat berkunjung ke Kota Jambi adalah kerajinan tangan hasil karya Suku Anak Dalam. Untuk mendapatkannya, Anda bisa berkunjung ke Rengke yang berada di Jalan Sunan Gunung Jati, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kota Baru, Kota Jambi.

Dengan harga yang tidak terlalu mahal, Anda dapat membeli kerajinan tangan yang dibuat langsung oleh suku asli Kota Jambi. Tentu saja, keunikan kerajinan tangan tersebut bisa menjadi kenangan serta sebagai sarana untuk mengenali budaya asli budaya Indonesia.

·                    Menikmati Indahnya Danau Sipin

Danau Sipin terletak di pusat Kota Jambi, tepatnya di Jalan Ade Irma Nasution, Kota Jambi. Danau ini lebih dikenal dengan sebutan Solok Sipin, karena masyarakat Kota Jambi lebih mengenal kata “solok” untuk menyebut danau. Danau Sipin adalah salah satu tujuan wisata yang banyak dikunjungi oleh masyarakat lokal terutama para remaja dan pasangan muda.

Ini dikarenakan udara dan pemandangan yang dianggap sejuk dan romantis. Romantisme Danau Sipin semakin terasa menjelang sore hari. Jika Anda duduk di pinggir danau, Anda bisa menikmati matahari terbenam di horizon.

Dari kejauhan, siluet perahu nelayan dan keramba ikan yang berada di tengah danau menambah indahnya pemandangan. Obyek wisata ini juga terbilang cukup terjangkau. Anda dapat mengunjungi kawasan danau tanpa harus membayar tiket masuk. Lalu, Anda bisa membayar sekitar Rp5.000 per orang untuk naik ke perahu nelayan dan berkeliling danau.

Kota Jambi adalah kota yang ramah wisatawan. Beberapa ruas jalan utama juga memiliki jalur pedestrian atau pejalan kaki yang cukup nyaman. Bahkan, beberapa obyek wisata terletak berdekatan sehingga bisa dijangkau dengan berjalan kaki.

Dengan deretan tempat wisata yang beragam, Kota Jambi merupakan salah satu kota yang wajib dikunjungi di Indonesia terutama jika Anda ingin mengenal budaya Melayu dari dekat. Sejarahnya yang kental akan budaya Melayu membuat Kota Jambi menarik untuk dikunjungi dan dipelajari.