Daftar
Daftarkan dirimu sebagai Airy Traveler

DAFTAR
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Sudah punya akun Airy? MASUK
|
Masuk
Masuk sebagai Airy Traveler


MASUK
LUPA PASSWORD?
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Belum punya akun Airy? DAFTAR
Tiket Pesawat ke Lombok
Kota Asal
Semua Bandara
Kota Tujuan
Semua Bandara
Tanggal Berangkat
18 Okt 2018
Tanggal Pulang
20 Okt 2018
Penumpang
1 penumpang
CARI
Tiket Pesawat ke Lombok (LOP)

 

Lombok

Tentang Lombok

Dalam beberapa tahun terakhir, Pulau Lombok telah menjelma jadi destinasi wisata populer di Indonesia. Bahkan, wisatawan mancanegara pun kerap memilih berlibur ke Lombok dibanding ke Bali. Alasan utamanya, karena keindahan serta suasananya yang masih asri dan alami. Bahkan, banyak yang menyebut suasana Lombok tak ubahnya seperti Bali di tahun 1980-an.

Seiring dengan meningkatnya popularitas Lombok, pemerintah setempat pun memberi respons positif. Berbagai sarana pendukung dibangun, aktivitas promosi wisata juga gencar dilakukan. Hasilnya pun bisa dilihat sekarang. Lombok menjadi destinasi wisata yang tak kalah populer dibanding Bali.

Sejarah Singkat Pulau Lombok

Menurut catatan sejarah dalam Babad Lombok, disebutkan bahwa kerajaan tertua di pulau ini bernama Kerajaan Laeq. Namun, dalam catatan lain yakni Babad Suwung, muncul kerajaan lain bernama Kerajaan Suwung dengan raja bernama Betara Indera sebagai kerajaan paling tua di Lombok.

Selanjutnya, muncul Kerajaan Sasak yang mengusai tanah Lombok pada rentang antara abad ke-9 hingga abad ke-11. Namun, kekuasaan Kerajaan Sasak akhirnya berhasil dikalahkan oleh sebuah kerajaan yang berasal dari Pulau Dewata Bali.

Kerajaan Selaparang disebutkan sebagai kerajaan yang muncul dalam dua periode yakni abad ke-13 dan ke-16. Pada periode pertama, Kerajaan Selaparang menganut agama Hindu yang kemudian keberadaannya diakhiri oleh ekspedisi pasukan Majapahit pada tahun 1357.

Selanjutnya, Kerajaan Selaparang pada abad ke-16 diketahui merupakan penganut agama Islam. Keberadaan agama Islam di Pulau Lombok merupakan jasa dari Sunan Prapen yang merupakan cucu dari Sunan Giri dari Gresik. Kekuasaan Kerajaan Selaparang berakhir pada tahun 1744 setelah mendapat serangan gabungan dari prajurit Kerajaan Karangasem dan penghianat Kerajaan Selaparang bernama Arya Banjar Getas.

Pada tahun 1894, prajurit Belanda mengukuhkan kekuasaannya di Lombok setelah berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Karangasem. Ironisnya, kedatangan pasukan Belanda ke tanah Lombok merupakan hasil ajakan dari suku Sasak. Pergantian kekuasaan pun kembali terjadi ketika Jepang datang pada tahun 1942. Hingga akhirnya, pada tahun 1950, Pulau Lombok secara resmi menjadi bagian dari Republik Indonesia.

Kondisi Geografis Pulau Lombok

Pulau Lombok berlokasi di antara Pulau Bali dan Pulau Sumbawa yang masing-masing terletak di bagian barat dan timurnya. Di bagian utara, Pulau Lombok berbatasan dengan Laut Jawa, sementara itu di bagian selatan terdapat hamparan Samudera Hindia.

Pulau ini secara keseluruhan memiliki luas mencapai 5.435 km persegi. Bentuk Pulau Lombok juga memiliki keunikan, dengan adanya bagian yang terlihat seperti ekor di sebelah barat daya. Bagian ekor ini memiliki panjang sekitar 70 km. Selain itu, Pulau Lombok juga dikenal sebagai rumah bagi gunung tertinggi ketiga di Indonesia, yakni Gunung Rinjani (3.726 mdpl).

Pulau Lombok merupakan bagian dari wilayah administratif Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pemerintah membagi pulau ini menjadi 4 kabupaten dan 1 kota, yakni Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah, serta Kabupaten Lombok Utara. Semua wilayah administratif tersebut masuk dalam satu wilayah waktu, yakni Waktu Indonesia Tengah (WITA).

Penduduk di Pulau Lombok

Menurut data kependudukan tahun 2010, Pulau Lombok merupakan wilayah dengan jumlah penguni terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Barat, dengan jumlah mencapai 3,167 juta jiwa. Mayoritas penduduk Pulau Lombok beragama Islam yang berasal dari suku Sasak, dan bahkan pulau ini memperoleh julukan sebagai pulau seribu masjid.

Sementara itu, wilayah Pulau Lombok bagian barat, cukup banyak dihuni oleh masyarakat yang beragama Hindu. Apalagi, wilayah ini mendapat pengaruh sangat besar dari Pulau Bali. Tidak heran kalau peninggalan Kerajaan Karangasem pun cukup banyak dijumpai di wilayah Lombok Barat, terutama di Cakranegara.

Informasi Bandara di Pulau Lombok

Pulau Lombok memiliki dua bandara, yakni Bandara Internasional Lombok (LIA) dan Bandara Selaparang (AMI). Hanya saja, Bandara Selaparang yang pertama kali dibuka pada tahun 1995 kini sudah tak lagi digunakan untuk kepentingan publik. Sempat ditutup pada tahun 2011, bandara ini kembali digunakan pada tahun 2014 untuk sarana pendukung 2 sekolah penerbangan, Bali International Flight Academy (BIFA) dan Lombok Institute Flight Technology (LIFT).

Dengan kondisi tersebut, Bandara Internasional Lombok jadi satu-satunya pintu masuk para wisatawan lewat jalur udara. Bandara yang dioperasikan oleh PT Angkasa Pura I ini berlokasi di Jalan Raya Tanak Awu, Lombok Tengah, sekitar 8 kilometer dari Praya yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Lombok Tengah. Perjalanan dari bandara menuju Praya hanya butuh sekitar 30 menit.

Akses transportasi dari bandara ke tempat-tempat strategis di sekitarnya juga sangat mudah. Ada bus bandara yang melayani perjalanan dari bandara ke Pantai Senggigi, Mataram, serta Lombok Timur. Untuk destinasi lainnya, penumpang bisa menggunakan layanan transportasi taksi bandara.

Bandara seluas 550 hektare ini hanya memiliki 1 terminal untuk menampung semua penumpang. Kapasitas bandara ini pun tidak terlalu besar, hanya 3,2 juta penumpang per tahun. Di waktu yang sama, jumlah penumpang terus mengalami peningkatan. Sebagai contoh, pada tahun 2016, jumlah penumpang di Bandara Internasional Lombok mencapai 3,5 juta per tahun atau sekitar 11 sampai 12 ribu penumpang per hari.

Pihak Angkasa Pura I sudah mengungkapkan rencananya untuk melakukan penambahan kapasitas serta fasilitas di bandara. Apalagi, rute penerbangan juga terus bertambah, baik rute penerbangan internasional ataupun domestik. Salah satunya adalah penambahan rute Lombok-Kuala Lumpur dengan intensitas mencapai 3 kali sehari per 26 Januari 2017.

Maskapai yang melayani penerbangan di Bandara Internasional Lombok pun cukup banyak, di antaranya adalah Silk Air, Wings Air, Lion Air, AirAsia, Garuda Indonesia, Batik Air, serta Citilink. Rute penerbangannya juga beragam, terutama tujuan kota-kota besar di Indonesia dan luar negeri seperti Guangzhou, Jakarta, Manado, Pontianak, Pekanbaru, Surabaya, Denpasar, Singapura, ataupun Kuala Lumpur.

Fasilitas pendukung yang tersedia di bandara ini juga cukup lengkap. Bahkan, Bandara Internasional Lombok sempat masuk dalam 3 besar nominasi Bandara Ramah Wisatawan Muslim Terbaik pada kompetisi Pariwisata Halal Nasional (KPHN) tahun 2016. Meski, pada akhirnya gelar terbaik didapatkan oleh Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda di Nangroe Aceh Darussalam.

Para penumpang bisa menemukan tempat makan halal dengan mudah di dalam bandara. Sebagai alternatif, tersedia pula outlet yang menawarkan makanan untuk para vegetarian. Tidak ketinggalan, para penumpang bisa pula memanfaatkan fasilitas musala serta masjid yang berada di lingkungan bandara.

Seperti halnya di bandara lain, setiap penumpang yang akan melakukan pemberangkatan di bandara ini akan dikenakan airport tax. Untuk penerbangan domestik, nilai pajaknya sebesar Rp45 ribu. Sementara itu, untuk penerbangan internasional akan dikenakan pajak senilai Rp150 ribu. Nah untuk mendapatkan harga terbaik tiket pesawat ke Lombok, percayakan pada Airy ya. 

Tips Wisata di Pulau Lombok

Saat berlibur ke Pulau Lombok, ada beberapa tips yang harus diperhatikan, yakni:

  • Pertimbangkan untuk menyewa kendaraan

Saat berlibur ke Lombok, terutama kalau pergi secara bersama rombongan, tidak ada salahnya mempertimbangkan untuk menyewa kendaraan. Tarif sewa kendaraan, baik roda dua ataupun roda empat di Lombok memang relatif lebih mahal dibandingkan di Bali. Namun, dampaknya akan sangat terasa, terutama dibandingkan harus bepergian menggunakan transportasi umum.

Dengan menggunakan layanan sewa kendaraan, perjalanan bisa dilakukan lebih nyaman. Selain itu, wisatawan juga dapat mempertimbangkan untuk menggunakan jasa pemandu wisata atau sopir. Terkadang, wisatawan bisa memperoleh informasi menarik ketika menyewa pemandu.

  • Persiapkan sunblock

Pulau Lombok punya banyak pantai yang indah, sebut saja pantai di Gili Trawangan, Gili Air, Pantai Tanjung Aan, Pink Beach, Pantai Mawun, dan lain-lain. Saat memilih berlibur ke pantai-pantai tersebut, sebaiknya persiapkan untuk membawa sunblock. Dengan begitu, kulit tidak akan mengalami kerusakan sepulang dari liburan.

Sebagai pelengkap, wisatawan juga bisa menyiapkan untuk membawa topi serta kacamata hitam. Jangan lupa pula untuk membawa air mineral. Dengan begitu, liburan di pantai tidak akan terganggu karena suhu yang panas ataupun rasa haus.

  • Selalu siapkan uang tunai

Saat bepergian ke berbagai tempat wisata di Lombok, sebaiknya persiapkan untuk selalu membawa uang tunai. Alasan utamanya adalah karena keberadaan ATM yang tidak terlalu banyak. Untuk itu lebih baik Anda menyiapkan uang tunai selama perjalanan Anda di Lombok, terutama jika mengunjungi pulau-pulau Gili yang terkenal akan kecantikannya.

  • Gunakan pakaian yang sopan

Tips berikutnya adalah tetap menjaga penampilan yang sopan. Mengingat, masyarakat Pulau Lombok adalah orang-orang yang religius, dengan kultur budaya jauh berbeda dengan masyarakat di Pulau Bali.

Rekomendasi Tempat Wisata di Pulau Lombok

Untuk pilihan tempat wisata, para pelancong tidak perlu khawatir. Ada banyak tempat menarik yang dapat dikunjungi selama berlibur ke Lombok. Berikut ini rekomendasi tempat wisata yang bisa dipertimbangkan:

  • Desa Bayan Sasak

Pilihan destinasi yang pertama adalah Desa Bayan yang menjadi tempat tinggal suku Sasak. Desaini berada di kaki Gunung Rinjani dengan luas mencapai 2.600 hektare. Masyarakat suku Sasak yang mendiami desa ini selalu berusaha untuk menjaga pola hidup tradisional, jauh dari unsur modern.

Masyarakat di desa ini membangun rumahnya bukan dari batu bata dan semen. Sebagai gantinya, dinding dibuat dengan kayu serta atap dari dedaunan. Selain itu, masyarakat desa juga sengaja membangun rumah yang berbeda antara penduduk biasa dengan pemangku adat. Rumah para pemangku adat berada di area yang disebut Kampu dan tak boleh dimasuki sembarang orang.

Selain itu, wisatawan juga bisa melihat keberadaan masjid tertua di Pulau Lombok, bernama Masjid Bayan. Masjid ini dibangun pada abad ke-16 oleh Syeh Gaus Abdul Razak. Seperti halnya rumah warga, masjid ini juga punya desain tradisional, terbuat dari kayu. Selain itu, arsitektur masjid juga memperlihatkan pengaruh budaya Hindu sebelum kedatangan Islam ke tanah Lombok.

  • Pantai Senggigi

Pantai ini sudah lama dikenal oleh para wisatawan. Secara khusus, Pantai Senggigi menjadi lokasi yang tepat untuk menyaksikan pemandangan matahari terbenam. Apalagi, kawasan di sekitar pantai ini juga merupakan area yang ramai, penuh dengan fasilitas pendukung seperti restoran, hotel, atapun hiburan malam.

Selagi di pantai ini, wisatawan juga bisa sekalian berkunjung ke Pura Batu Bolong. Pura ini memiliki keunikan karena berdiri di atas batu karang yang memiliki lubang. Pura Batu Bolong sengaja dibangun menghadap ke Selat Lombok karena dimaksudkan untuk mengarah ke Gunung Agung di Bali yang dipercaya sebagai tempat tinggal para dewa.

  • Sumber Air Panas Aik Kalak

Menikmati suasana alami sembari berendam air panas bisa jadi pilihan berikutnya. Tempat yang bisa dituju adalah Sumber Air Panas Aik Kalak, terletak tak jauh dari Danau Segara Anak yang berada di kaki Gunung Rinjani. Hanya saja, untuk menikmati pengalaman berendam di sini, wisatawan harus berjalan kaki sekitar 1 hari dari pos pendakian awal.

Namun, perjalanan trekking 1 hari ke sini bakal terbayar lunas. Sembari berendam, wisatawan bisa menyaksikan air terjun berukuran kecil di tempat ini. Tidak hanya itu, air panas di Sumber Air Panas Aik Kalak juga dipercaya bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit. 

  • Gili Kedis

Buat para pencinta pantai, berkunjung ke Gili Kedis bakal jadi pengalaman tidak terlupakan. Pulau ini merupakan sebuah pulau kecil tidak berpenghuni. Gili Kedis juga dikenal sebagai pulau dengan pemandangan matahari terbit dan terbenam memukau. Tak heran kalau banyak pasangan yang menghabiskan waktu liburan ke pulau yang memperoleh julukan sebagai honeymoon island ini.

Untuk menuju ke tempat ini, wisatawan bisa pergi ke Pelabuhan Tawun. Dari Pelabuhan Tawun, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan layanan sewa perahu. Selain lewat Pelabuhan Tawun, wisatawan juga bisa pergi ke sini via Pelabuhan Lembar. Tak jauh dari pelabuhan, terdapat perkampungan nelayan yang menyewakan perahu kepada para wisatawan.

  • Pantai Semeti

Bagi para pencinta karakter superhero Superman, harus berkunjung ke sebuah pantai cantik bernama Pantai Semeti. Pantai ini memiliki pemandangan unik, seperti berada di dunia lain. Bahkan, banyak wisatawan yang memberi julukan pantai ini sebagai Pantai Krypton. Alasannya, karena struktur batu karang di sini mirip dengan permukaan dinding kristal yang ada di Planet Krypton, tempat kelahiran Superman.

Hanya saja, para wisatawan yang berkunjung ke sini tidak bisa berenang dan terjun ke pantai. Mengingat, pantai ini merupakan pantai berbatu karang dengan ombak yang besar. Biasanya, wisatawan yang datang ke sini ingin memuaskan hasratnya untuk menyaksikan pemandangan pantai unik yang serasa di planet lain.

Pantai ini berlokasi di Desa Mekar Sari, Praya Barat, Lombok Tengah. Untuk menuju ke sini, wisatawan bisa menggunakan kendaraan roda dua. Kalau berangkat dari Kota Mataram, butuh waktu sekitar 2,5 jam. Kondisi jalanan cukup baik, tapi ukurannya tidak terlalu lebar. Jadi, wisatawan harus ekstra waspada ketika berkunjung ke sini.  

  • Air Terjun Mangku Sakti

Berada di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Air Terjun Mangku Sakti memang terbukti sesuai dengan namanya. Membuat siapapun percaya kalau tempat ini terbentuk secara sakti alias ajaib. Betapa tidak, air terjun ini memiliki formasi batuan menyerupai ngarai yang dikombinasikan dengan air sangat jernih. Pemandangan tersebut pun akan membuat siapapun berkeinginan untuk terjun ke dalamnya.

Untuk menuju ke tempat ini, wisatawan harus menempuh perjalanan sangat jauh. Apalagi, air terjun ini berjarak sekitar 175 km dari Kota Mataram. Dari Ibu Kota Provinsi NTB tersebut, wisatawan bisa mengikuti jalur sepanjang Jalan Pantai Senggigi. Berikutnya, tinggal mengikuti rute menuju Pemenang-Tanjung-Gondang-Selengan-Batu Gembung-Desa Senaru-Desa Sambiq Elen-Desa Sajang. Perjalanan kira-kira akan membutuhkan waktu selama 4 jam.

  • Bukit Merese

Bukit Merese bisa jadi persinggahan berikutnya. Bukit ini terletak tidak jauh dari Pantai Tanjung Aan dan Pantai Kuta. Daya tarik utama dari bukit ini adalah pemandangannya yang memukau. Di sini, wisatawan bisa menyaksikan hamparan rumput hijau yang sangat luas yang dipercantik dengan pemandangan birunya lautan.

Dengan pemandangan yang memukau tersebut, tidak heran kalau Bukit Merese jadi destinasi wajib di Lombok. Bahkan, banyak artis ibu kota yang memilih bukit ini sebagai tempat untuk pengambilan video klip. Beberapa di antaranya adalah Geisha dan Isyana Saraswati.

  • Air Terjun Tiu Kelep

Air terjun indah berikutnya di Lombok adalah Air Terjun Tiu Kelep yang berlokasi di Desa Senaru, Lombok Utara. Rute menuju ke sini pun terlihat sangat menyegarkan mata. Di perjalanan menuju ke lokasi Air Terjun Tiu Kelep, wisatawan juga bisa menyaksikan keberadaan kanal sepanjang 200 meter yang dibangun oleh masyarakat suku Sasak dan digunakan sebagai sarana irigasi.

Selain itu, di tengah perjalanan, wisatawan juga bisa menjumpai keberadaan air terjun lain, bernama Sendang Gila. Setelah berjalan sekitar 45 menit, wisatawan bisa menyaksikan secara langsung keindahan Air Terjun Tiu Kelep. Ada hal menarik yang menjadi kepercayaan masyarakat sekitar terkait air terjun setinggi 45 meter ini. Konon, siapapun yang berendam di sini bakal memiliki penampilan satu tahun lebih muda. 

  • Pantai Nambung

Pantai indah yang dilengkapi dengan air terjun, itulah Pantai Nambung yang berlokasi di Desa Buwun Emas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Di tempat ini, wisatawan memang bisa menyaksikan secara langsung adanya air terjun yang mengalir ke laut.

Para wisatawan yang datang pun kerap menghabiskan waktunya untuk berendam di kolam yang terletak di bawah air terjun. Hanya saja, wisatawan perlu berhati-hati ketika berada di sini, mengingat ombak di pantai ini cukup besar dan tidak bisa diprediksi.

Budaya Warga Pulau Lombok

Lombok tidak hanya memiliki wisata dengan pemandangan alam yang indah. Pulau ini juga punya seni budaya yang tidak kalah menariknya, secara khusus  tentunya adalah budaya suku Sasak yang merupakan suku asli di Pulau Lombok. Terdapat beberapa seni budaya asli Sasak yang menjadi perhatian menarik para wisatawan, di antaranya adalah:

Bau nyale

Bau nyale merupakan upacara tradisional yang biasa dilakukan pada bulan Februari atau Maret. Dalam upacara ini, masyarakat berbondong-bondong datang ke pantai untuk berburu cacing laut yang disebut nyale oleh masyarakat setempat. Untuk menyaksikan upacara ini, wisatawan bisa datang ke Pantai Kuta.

Peresean

Dalam sejarahnya, peresean merupakan latihan ketangkasan masyarakat suku Sasak yang kemudian digunakan untuk melawan musuh. Selain itu, peresean juga menjadi ajang untuk mengadu ketangguhan dan keberanian. Tidak heran kalau tradisi ini kerap digunakan sebagai pembuktian kejantanan seorang pria.

Dalam tradisi peresean, ada dua petarung yang bersenjatakan tali rotan serta perisai dari kulit kerbau. Petarung yang biasanya disebut dengan nama pepadu dipilih dari para penonton. Selanjutnya, ada pula sosok wasit yang disebut sebagai pakembar sebagai juri pertarungan kedua pepadu.

Pertarungan antara pepadu biasa berlangsung cukup keras. Tidak jarang, peserta harus mengalami luka pada bagian badan atau kepala. Menurut aturannya, pepadu tidak boleh memukul beberapa bagian tubuh lawan, termasuk di antaranya adalah kaki. Namun, pepadu boleh mengincar tubuh lainnya seperti pundak, punggung, serta kepala.

Selain sebagai ajang pembuktian, peresean juga kini dipertontonkan dalam sebuah tarian. Tari paresean ini biasanya dipertunjukkan ketika melakukan penyambutan tamu terhormat.

Perang topat

Perang topat menjadi tradisi menarik berikutnya yang bisa disaksikan selagi berlibur ke Pulau Lombok. Perang topat biasanya diadakan di Pura Lingsar pada setiap bulan purnama ketujuh menurut penanggalan suku Sasak. Dalam perang ini, ada dua kubu yang akan saling lembar menggunakan ketupat.

Menurut tradisi masyarakat suku Sasak, perang topat merupakan simbol perdamaian antara umat Hindu dan Islam di Lombok. Bahkan, mereka juga percaya kalau ketupat yang dilemparkan oleh para peserta perang ini memiliki khasiat tersendiri, bisa menyuburkan tanah dan membuat hasil panen melimpah.

Aktivitas Wajib di Pulau Lombok

Beragam aktivitas wisata bisa dilakukan saat liburan ke Lombok. Variasi aktivitas tersebut memberikan jaminana perjalanan wisata ke pulau ini tidak akan terasa membosankan.

Island Hopping

Aktivitas menarik pertama yang bisa dilakukan adalah island hopping. Tujuan utamanya adalah 3 pulau kecil yang terletak di Kepulauan Gili, yakni Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Ketiga pulau kecil ini memang punya suasana uniknya masing-masing.

Gili Trawangan jadi pilihan tepat untuk para pencinta hiburan malam dan pesta. Sementara itu, Gili Air menawarkan suasana yang tenang. Sementara itu, Gili Meno lokasinya berada di antara Gili Air dan Gili Trawangan. Dibandingkan dengan dua pulau lainnya, Gili Meno merupakan pulau yang terkecil.

Wisata Kuliner

Bagi para pencinta wisata kuliner, Pulau Lombok juga menjadi surganya makanan enak. Ada beberapa makanan yang wajib dicicipi oleh setiap wisatawan yang datang ke pulau ini. Sebagai panduan, berikut ini adalah 5 jenis kuliner wajib yang harus dicoba:

  1. Ayam taliwang

Masakan olahan ayam ini memiliki cita rasa yang khas, disajikan dalam berbagai macam. Wisatawan bisa mencicipi ayam taliwang yang dipanggang, digoreng, atau dapat pula dibakar. Ayam yang biasa digunakan juga merupakan ayam pilihan, dengan daging empuk dan berusia tidak lebih dari 5 bulan.

  1. Plecing kangkung

Plecing kangkung khas Lombok memang memiliki penampilan yang tak jauh berbeda dibandingkan tumis kangkung biasa. Hanya saja, kuliner yang satu ini memiliki tambahan berupa taburan kelapa sangrai serta sambal.

  1. Sate bulayak

Sate bulayak merupakan sajian berupa sate yang disertai dengan lontong khas Lombok, disebut bulayak. Lontong ini bukan lontong biasa, karena menggunakan bungkus daun aren. Selain itu, bumbu yang digunakan juga bukan bumbu kacang biasa, melainkan bumbu khas suku Sasak.

  1. Bebalung

Bebalung merupakan sajian berupa sup dengan bahan utama dari daging sapi atau kerbau. Sup ini dibuat dengan perpaduan berbagai bumbu, seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, cabe rawit, serta lengkuas.

  1. Beberuk terong

Beberuk terong biasa dipilih sebagai santapan pendamping ketika makan ayam taliwang. Makanan ini dibuat dengan bahan utama terong ungu yang dicampurkan dengan bahan lain seperti cabe merah, cabe rawit, bawang merah, bawang putih, terasi bakar, garam, gula, kencur, serta minyak goreng.

Wisata Hiking

Buat para pencinta aktivitas penuh petualangan, liburan ke Lombok juga menawarkan pengalaman tidak kalah menyenangkan. Apalagi, di sini terdapat Gunung Rinjani dengan pemandangannya yang memukau. Kalau ingin tantangan, pendakian ke puncak bisa jadi pilihan tepat.

Sementara itu, bagi para wisatawan yang ingin melakukan aktivitas fun hiking, rute pendakian ke Bukit Pergasingan adalah opsi menarik. Bukit ini memiliki ketinggian hanya 1.670 mdpl. Untuk menuju ke sini, wisatawan terlebih dulu harus menuju ke Sembalun. Dari sana, pendakian bisa dilakukan dalam waktu cukup singkat, antara 2 sampa 2,5 jam.

Meski begitu, pemandangan yang bisa disaksikan di sini tidak kalah menariknya. Sesampainya di Bukit Pergasingan, wisatawan bisa menyaksikan hamparan sawah berwarna-warni yang terlihat seperti sebuah permadani. Pemandangan tersebut dipercantik dengan deretan dataran tinggi yang mengelilinginya.