Daftar
Daftarkan dirimu sebagai Airy Traveler

DAFTAR
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Sudah punya akun Airy? MASUK
|
Masuk
Masuk sebagai Airy Traveler


MASUK
LUPA PASSWORD?
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Belum punya akun Airy? DAFTAR
Tiket Pesawat ke Makassar
Kota Asal
Semua Bandara
Kota Tujuan
Semua Bandara
Tanggal Berangkat
18 Okt 2018
Tanggal Pulang
20 Okt 2018
Penumpang
1 penumpang
CARI
Tiket Pesawat ke Makassar (UPG)

 

Makassar

Tentang Kota Makassar

Penggunaan nama Makassar diperkirakan terjadi pada abad ke-14 saat kawasan itu menjadi daerah kekuasaan Majapahit. Kota ini berkembang menjadi pusat perdagangan kawasan Asia bagian tenggara setelah Raja Goa ke-9 memindahkan ibu kota kerajaan ke tepi pantai dan membangun benteng di sana.

Saat menjadi kota perdagangan, Makassar menerapkan aturan yang ketat untuk menghindari monopoli. Akibat keadaan ini VOC yang masuk ke Sulawesi Selatan tidak bisa melakukan manipulasi. Lebih lanjut, kerukunan umat beragama di Makassar juga sangat baik sehingga kawasan ini menjadi kota terbesar di Asia Tenggara kala itu.

Letak Geografis Makassar

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Makassar terletak di dekat pantai yang berhadapan dengan Selat Karimata. Dengan lokasi yang cukup strategis dan dekat dengan pantai, aktivitas wisata dan juga perdagangan berjalan dengan lancar. Pengiriman barang dengan kapal laut bisa dilakukan melalui pelabuhan sebelum dikirim ke pusat kota.

Secara astronomis, Makassar terletak pada koordinat 5°8′LU 119°25′BT. Sesuai dengan koordinat lokasi tersebut, Makassar memiliki iklim tropis dengan curah hujan cukup tinggi mulai bulan November hingga Maret. Selebihnya, Makassar akan mengalami musim panas yang cukup panjang sehingga cocok untuk pusat wisata.

Zona Waktu Makassar

Makassar terletak pada zona waktu tengah atau Waktu Indonesia Tengah. Zona waktu ini memiliki selisih satu jam dengan Jakarta dan sekitarnya. Jika di Jakarta pukul 09.00 WIB, di Makassar pukul 10.00 WITA.

Zona waktu WITA yang dipakai Makassar kalau dikonversi ke standar internasional menjadi GMT+8 atau Greenwich Mean Time plus 8 jam.

Penduduk di Makassar

Menurut data tahun 2015 penduduk Makassar saat ini sekitar 1.651.146 jiwa. Penduduk ini menyebar dan terkonsentrasi di kawasan pesisir dekat dengan pusat kota. Dari 1,6 juta jiwa yang tinggal di Makassar, mayoritas bersuku Makassar dan sisanya merupakan suku Bugis, Toraja dan Mandar.

Penduduk di Makassar Mayoritas memeluk Islam dengan persentase 82,39% selanjutnya menyusul berturut-turut Kristen 9,61%, Katolik 5,56%, Buddha 1,41%, Hindu 0,76%, dan Konghuchu 0,27%.

Bahasa yang banyak digunakan di Makassar adalah Bahasa Indonesia untuk hal-hal berbau formal, lalu Bahasa Makassar, Melayu Makassar, dan Bugis. Rata-rata penduduk yang tinggal di kota ini mengenal lebih dari satu bahasa daerah karena pendidikan dan juga perdagangan.

Informasi Bandara di Makassar

Satu-satunya bandara internasional yang ada di Makassar adalah Bandar Udara Internasional Sultan Hassanudin (sebelumnya Lapangan Terbang Kadieng). Bandara yang memiliki kode UPG ini terletak 30 kilometer dari pusat Kota Makassar. Setiap tahun, lebih dari 9 juta penumpang menggunakan bandara ini untuk perjalanan domestik atau mancanegara.

Sejak pertama dibuka, bandara ini melayani berbagai perjalanan dalam dan luar negeri. Namun, selama dua tahun sejak 2006 penerbangan internasional ditutup oleh Garuda Indonesia. Rute perjalanan mancanegara dibuka lagi oleh maskapai Air Asia pada tahun 2008 diikuti oleh Garuda Indonesia pada tahun 2011.

Bandara Internasional Sultan Hassanudin pernah mengalami renovasi beberapa kali sejak tahun 2004-2010. Renovasi ini dilakukan untuk menambah landasan pacu pesawat. Saat ini bandara yang PT Angkasa Pura I ini memiliki dua landasan pacu dengan ukuran 3.100x45 m dan 2.500x45 m.

Bandara ini memiliki dua terminal, pertama adalah terminal domestik dan yang kedua adalah terminal internasional. Masing-masing terminal terdiri dari dua lantai dan memiliki fasilitas yang berbeda-beda. Pada terminal domestik lantai 1 terdapat gerai makanan halal dan kantor layanan maskapai. Selanjutnya pada lantai 2 terdapat lounge untuk penumpang dengan penerbangan khusus.

Pada terminal internasional, lantai satu diisi dengan berbagai gerai makanan dan tempat duduk biasa. Selanjutnya pada lantai dua terdapat banyak lounge yang disediakan oleh 7 Eleven, Cold Storage, Lotte Duty Free.

Lebih lanjut, untuk pajak bandara atau airport tax yang diberlakukan di Bandara Internasional Sultan Hassanudin sekitar Rp60.000. Yuk dapatkan tiket pesawat murah ke Makassar lewat Airy.

Jarak dan Lama Perjalanan ke Bandara

Akses menuju Bandara Internasional Sultan Hassanudin Makassar sangat mudah. Dari pusat Kota Makassar jaraknya sekitar 20 km dengan waktu perjalanan 20-30 menit. Perjalanan bisa dilakukan dari Jalan A. P Pettarai ke Tol Reformasi, lalu berlanjut ke Tol Insinyur Sutami, Jalan Poros Bandara Baru, dan Baji Mangangai.

Transportasi Bandara

Transportasi yang ada di Bandara Internasional Sultan Hassanudin Makassar terdiri dari 3 jenis. Pertama adalah ojek bandara yang tarifnya bisa dinegosiasikan. Selanjutnya kalau mau yang lebih terjangkau dan mudah bisa menggunakan bus DAMRI. Terakhir Taksi Bandara menjadi pilihan terakhir untuk bisa keluar dari bandara dan menuju pusat kota Makassar.

Saat Terbaik untuk Datang ke Makassar

Saat terbaik untuk mengunjungi Makassar adalah pada pertengahan tahun. Mulai bulan April hingga Oktober curah hujan di kota ini cukup rendah. Untuk kegiatan wisata atau penerbangan, cuaca di Makassar cukup mendukung karena hujan jarang terjadi dan cuaca akan selalu cerah.

Karena sebagian besar wisata yang ada di Makassar berfokus pada pantai, laut, dan pulau tropis, musim panas adalah saat terbaik untuk melakukan penjelajahan. Pada bulan April-Juni, cuaca sangat cocok untuk melakukan penyelaman karena visibilitas air cukup tinggi, gelombang tidak terlalu besar, dan titik penyelaman mudah dijangkau.

Suhu udara rata-rata pada pertengahan tahun sekitar 26-27°C. Suhu tertinggi terjadi pada bulan Agustus-September. Udara di Makassar bisa mencapai 31°C. wisatawan yang ingin menikmati wisata pantai dan pulau disarankan untuk menggunakan tabir surya agar kulit tidak terbakar sinar matahari.

Wisatawan yang ingin mengunjungi Makassar karena festival budaya atau sastra bisa datang pada paruh akhir tahun. Ada beberapa festival yang diadakan di sana seperti Makassar Internasional Writers Festival, Makassar International eight Forum dan Festival, dan Makassar Jazz Festival.

Tips Melakukan Penjelajahan di Makassar

Makassar berbeda dengan kota tujuan wisata lain yang ada di Pulau Jawa seperti Yogyakarta, Solo, atau Malang. Sebelum menjelajahi kota ini, ada beberapa tips yang harus dilakukan agar perjalanan bisa lancar hingga akhir. Berikut tips melakukan penjelajahan di Makassar.

1.                 Pilih Waktu Penjelajahan yang Tepat

Makassar memang bisa dikunjungi setiap hari dalam satu tahun. Namun, ada hari-hari tertentu yang harus dihindari agar perjalanan di Makassar bisa berjalan dengan lancar. Saat terbaik untuk ke Makassar adalah pertengahan tahun seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Jadi, pilih bulan-bulan mulai Mei hingga September.

Oh ya, karena pertengahan tahun biasanya bertepatan dengan hari libur sekolah dan kuliah, usahakan pilih bulan yang tepat. Misal pada bulan Mei ketimbang memilih Juni atau Juli. Dengan memilih bulan Mei, wisatawan tidak akan terjebak dengan keramaian. Saat liburan, tempat wisata di Makassar akan penuh sesak sehingga penjelajahan akan kurang maksimal.

2.        Memesan Akomodasi Jauh-Jauh Hari

Saat musim liburan, harga akomodasi di Makassar akan meningkat. Wisatawan bisa membayar dua kali lipat biaya sewa jika dibandingkan harga normal. Untuk itu, memilih waktu yang tepat sangat direkomendasikan agar perjalanan di Makassar bisa berjalan dengan lancar dan minim bujet.

Untuk bisa mendapatkan harga terbaik, memesan akomodasi jauh-jauh hari sangat direkomendasikan. Dengan memesan jauh-jauh hari, pemilihan tanggal bisa disesuaikan dengan waktu sepi atau low season sehingga bisa mendapatkan tarif sewa yang jauh lebih murah.

Memesan akomodasi jauh-jauh hari juga memberikan kesempatan memilih lokasi hotel. Misal hotel atau hostel yang dipilih dekat dengan beberapa destinasi wisata menarik seperti Pantai Losari atau Benteng Fort Rotterdam.

3.        Mengetahui Jalur Angkutan Umum

Salah satu hambatan terbesar saat melakukan perjalanan wisata adalah tidak tahu arah. Agar penjelajahan di Makassar bisa berjalan dengan lancar, kenali jalur angkutan umum baik itu bus atau angkutan umum berbentuk mini bus.

Dengan mengenali jalur angkutan umum, perjalanan bisa berjalan dengan lancar. Itinerary atau rencana perjalanan yang dibuat bisa dijalankan dengan baik. Naik angkutan umum juga bisa lebih hemat bujet.

Destinasi Wisata di Makassar

Makassar memiliki cukup banyak wisata yang bisa didatangi. Dari berbagai tempat wisata itu, kita bisa mengelompokkannya menjadi beberapa jenis, berikut daftarnya.

1.        Wisata Pantai

Karena berada di pesisir laut, Makassar memiliki cukup banyak wisata pantai yang memikat. Pantai yang ada di Makassar rata-rata sudah dibangun dengan baik dan dikelola dengan sempurna. Fasilitas yang ada di pantai sudah lengkap mulai dari akomodasi, toilet, restoran, dan fasilitas pendukung lain untuk olahraga.

Beberapa pantai di Makassar yang layak untuk didatangi adalah Pantai Losari yang menjadi ikon, Tanjung Bira yang memiliki pasir putih dan cocok untuk snorkeling, Pantai Tanjung Bayang, Pantai Tanjung Layar Putih, dan Pantai Akkarena.

2.        Wisata Laut dan Pulau

Dari pantai, penjelajahan di Makassar belum berakhir. Wisatawan yang ingin melakukan eksplorasi bisa menyewa kapal-kapal untuk menyeberang. Kapal ini akan membawa wisatawan ke tempat snorkeling dan penyelaman yang memikat. Di sana, ada banyak terumbu karang dan biota laut yang indah.

Selanjutnya pelayaran bisa dilanjutkan hingga ke pulau-pulau tropis di lepas pantai Makassar. Pulau ini ada yang berpenghuni dan ada yang masih kosong. Beberapa pulau yang bisa didatangi dan dijadikan tempat bersenang-senang atau menyepi dari hiruk pikuk kota adalah Pulau Samalona, Pulau Lae-Lae, Pulau Barrang Caddu, dan Pulau Barrang Lompo.

3.        Wisata Kuliner dan Oleh-Oleh

Makassar memiliki kuliner yang unik, nikmat, dan susah ditemui di daerah lain untuk versi autentiknya. Beberapa kuliner yang bisa dijadikan tujuan penjelajahan rasa adalah Coto Maros Harimau yang terletak di Jalan Harimau perempatan Monginsidi Makassar. Sop Cendrawasih yang sudah ada sejak 1952 dan Ayam Goreng Sulawesi.

Selain kuliner legenda di atas, Makassar juga masih memiliki beberapa oleh-oleh yang bisa dibawa pulang. Ada bannang-bannang, barusua, kue kurma, dan kopi toraja. Untuk oleh-oleh dalam bentuk barang, kain tenun khas Bugis dan kain sutra Sengkang bisa dibeli untuk cendera mata.

4.        Wisata Alam Pegunungan

Wisata alam pegunungan cukup banyak ditemui di Makassar. Wisatawan bisa data ke pegunungan karst di Desa Sanlerang atau mengunjungi Taman Nasional Bantimurung. Di taman nasional ini, wisatawan bisa melakukan penjelajahan ke beberapa sudut hutan, menikmati air terjun, outbound, dan ke taman kupu-kupu.

5.        Wisata Budaya dan Sejarah

Makassar juga memiliki beberapa tempat wisata sejarah dan budaya. Salah satu yang terkenal adalah Benteng Fort Rotterdam yang terletak tidak jauh dari Pantai Losari. Selanjutnya ada Monumen Mandala yang digunakan untuk pengingat pembebasan Irian Barat.

Bagi wisatawan yang menyukai sejarah masa lalu bisa datang ke Museum Kota Makassar. Terakhir, Kompleks Raja-Raja Tallo dan Makan Pangeran Diponegoro bisa dijadikan tujuan menarik untuk menjelajah sekaligus berziarah.

Budaya Daerah di Makassar

Makassar memiliki budaya yang beragam dan terus ada hingga sekarang. Berikut beberapa kebudayaan yang wajib wisatawan ketahui.

Bahasa Daerah

Penduduk di Makassar menggunakan Bahasa Makassar atau kalau dalam bahasa setempat diberi nama Mangkasara’. Saat ini pengguna bahasa yang masih masuk dalam cabang Melayu-Polinesia ini ada sekitar 2,4 juta jiwa.

Bahasa Makassar memiliki abjad sendiri untuk penulisannya. Huruf untuk bahasa ini Bernama Lontara. Aksara Bahasa Makassar ini diadaptasi dari huruf Brahmi dan India. Selain Bahasa Makassar beberapa penduduk di kota ini juga menggunakan Bahasa Bugis seperti penduduk di kawasan Maros.

Musik Tradisional

Makassar memiliki cukup banyak musik tradisional. Pertama musik Passuling yang biasanya dilantunkan pada acara duka cita. Musik ini menggunakan instrumen Suling Lembang. Kedua musik Paggambusu yang kerap ditampilkan untuk acara pesta pernikahan atau adat lain. Instrumen yang digunakan untuk musik ini adalah gambus, rebana, kerinci, dan suling bambu.

Ketiga musik Sinrilik yang biasanya menggunakan instrumen gendang dan kesok-kesok. Lebih lanjut, Makassar atau Sulawesi Selatan secara umum memiliki jenis musik Pakkacaping, Pa’pelle, Gendrang Pamanca, dan Gendrang Bulo.

Tari Daerah

Makassar memiliki tiga buah tarian daerah yang terdiri dari Tari Gandrang Bulo, Tari Pakarena, dan Tari Paduppa Bossara. Dari tiga jenis tari itu, Tari Pakarena paling dikenal masyarakat secara luas. Tari ini biasanya menggunakan kipas dan dilakukan oleh wanita dengan balutan busana daerah.

Hal yang Harus Dilakukan di Makassar

Makassar memiliki banyak tempat wisata alam, budaya, dan prasejarah yang menarik untuk dikunjungi atau dinikmati. Berikut daftar aktivitas yang bisa wisatawan lakukan di Makassar.

1.        Menikmati Kemolekan Pantai Losari

Kalau Bali memiliki Pantai Kuta, Makassar memiliki Pantai Losari yang menjadi ikon wisata. Pantai yang terletak di pesisir barat dari Makassar ini dikenal memiliki pemandangan yang indah khususnya saat sore hari. Wisatawan bisa menyaksikan keindahan matahari terbenam yang berwarna kuning keemasan dengan suasana romantis yang dipancarkan.

Oh ya, berbeda dengan pantai pesisir lain yang ada di Indonesia, Pantai Losari tidak memiliki pasir. Sepanjang garis pantai sudah dipaving dengan baik sehingga wisatawan bisa melakukan banyak aktivitas seperti bersepeda, duduk-duduk, hingga berburu aneka kuliner di sepanjang pantai yang banyak jenisnya.

2.        Menjelajahi Taman Nasional Bantimurung

Setidaknya ada tiga hal menarik yang bisa dilakukan di Taman Nasional Bantimurung. Pertama wisatawan yang datang ke sini bisa melakukan aktivitas mancakrida. Pengelola taman nasional menyediakan lahan cukup luas untuk halang rintang, penjelajahan, hingga meluncur menggunakan flying fox yang seru dan menguras adrenalin.

Hal menarik kedua yang bisa dilakukan di Taman Nasional Bantimurung adalah melakukan penjelajahan. Ada banyak spot menarik yang memiliki pemandangan indah dan Instagramable. Wisatawan bisa melihat dan menikmati air terjun yang sangat jernih saat musim kemarau. Lebih lanjut, wisatawan yang datang ke taman nasional ini bisa menikmati gua-gua yang masih alami dan memiliki keindahan di dalamnya.

Hal menarik terakhir yang bisa dilakukan di Taman Nasional Bantimurung adalah berkunjung ke Kerajaan Kupu-Kupu. Tempat ini memiliki penangkaran kupu-kupu yang cukup luas dan memiliki koleksi yang cukup lengkap. Wisatawan yang datang ke sini bisa melihat bagaimana kupu-kupu tumbuh dari ulat dan melihat koleksi awetan kupu-kupu di museum.

3.        Menyelami Keindahan Taman Laut Taka Bonerate

Kawasan Sulawesi memiliki banyak pantai yang indah serta laut-laut dengan terumbu karang yang masih utuh. Salah satu kawasan terumbu karang terbaik yang ada di Makassar adalah Taman Laut Taka Bonerate. Di kawasan ini, wisatawan bisa melakukan snorkeling atau menyelam untuk menikmati keindahan terumbu karang lengkap dengan ratusan jenis ikan dan beberapa spesies kura-kura.

Saat terbaik untuk melakukan penyelaman di Taman Laut Taka Bonerate adalah bulan April-Mei setiap tahunnya. Pada bulan ini, hujan belum turun di kawasan Makassar. Dengan cuaca yang cerah, obat dilaut tidak akan besar sehingga cocok untuk aktivitas penyelaman. Selain masalah ombak, saat cuaca di laut baik, tingkat visibilitas dari air cukup tinggi sehingga wisatawan bisa dengan mudah mengamati taman laut di hadapannya.

4.        Rekreasi Seru ke Trans Studio Makassar

Selain wisata alam yang memikat, Makassar juga memiliki pusat rekreasi indoor dengan tema unik. Di Trans Studio Makassar, wisatawan bisa menikmati berbagai permainan dan juga wahana yang menguras adrenalin. Di tempat ini ada sekitar 21 wahana dan 4 zona permainan dengan konsep kartun, kota hilang, dan magic.

Selain bisa menikmati keseruan dari permainan yang disediakan di sana, wisatawan bisa berbelanja dengan puas di sini. Beberapa pusat oleh-oleh khas Makassar dan gerai dengan tema tertentu dibuka dengan megah. Trans Studio Makassar buka setiap hari mulai pukul 10.00 dan tutup pada pukul 22.00.

5.        Berburu Coto Makassar yang Autentik

Barang kali coto Makassar bisa ditemukan dengan mudah di berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta atau Surabaya. Namun, belum lengkap rasanya ke Makassar tanpa menyantap coto asli Makassar yang melegenda. Wisatawan bisa datang ke Jalan Harimau perempatan Monginsidi Makassar. Di sana ada Coto Maros yang sudah berdiri sejak tahun 1974.

Selama 44 tahun berdiri, kedai coto yang kerap dijuluki Coto Maros Harimau ini terus mengedepankan kualitas. Dengan resep khusus yang memikat, kuliner ini selalu memiliki penggemar setia yang selalu datang setiap hari. Bahkan pembesar dan juga artis dari ibu kota kalau ke Makassar selalu menyempatkan diri untuk menyantap hidangan nikmat ini.

6.        Main Pasir Putih di Tanjung Bira

Salah satu kelebihan dari pantai-pantai kawasan Makassar khususnya Tanjung Bira adalah pasir putihnya yang sangat lembut. Bahkan beberapa pengunjung kerap menyebut pasir di tempat ini selembut bedak bayi. Pasir ini nyaman saat diinjak atau saat digunakan untuk bermain dan berolahraga tanpa melukai kaki dan tangan.

Selain pasir yang putih dan lembut, Tanjung Bira juga memiliki laut yang super biru dan bersih. Wisatawan yang datang ke sini bisa menikmati pemandangan bawah laut langsung dari atas atau dengan melakukan snorkeling.

Saat terbaik untuk menikmati Tanjung Bira adalah menjelang sore hari. Pemandangan matahari terbenam di sini kerap dijuluki golden sunset. Setiap hari, ratusan wisatawan rela menunggu di sepanjang pantai untuk mengabadikan momen cantik ini menggunakan kamera.

7.        Mengintip Masa Lalu di Benteng Fort Rotterdam

Ada satu tempat wisata sejarah di Makassar yang terkenal karena keunikan bentuk bangunannya. Benteng Fort Rotterdam jika dilihat dari ketinggian mirip sekali dengan seekor penyu yang sedang berjalan menuju laut. Dahulu kala, benteng yang mengelilingi kawasan kerajaan ini terbuat dari tanah liat. Namun, karena dianggap tidak kuat, pada abad ke-14 Raja Gowa menggantinya dengan batu padas.

Saat ini benteng yang terletak di Jalan Ujung Pandang, Makassar ini dijadikan tempat wisata sejarah yang memikat. Wisatawan yang datang ke sini bisa mengelingi kawasan benteng yang saat ini masih terawat dengan baik. Lebih lanjut, wisatawan bisa berburu foto di kawasan benteng yang sangat unik dan indah.

8.        Berlayar ke Pulau Lakujang

Selain pantai pasir putih yang indah dan cocok untuk bermain-main, Makassar juga memiliki beberapa pulau tropis yang memikat. Salah satu pulau tropis yang bisa dikunjungi dengan mudah adalah Pulau Lakujang. Pulau ini terletak di barat pesisir Makasaar dan bisa dijangkau dengan perahu motor.

Di pulau yang dihuni oleh 13 kepala keluarga ini, wisatawan bisa melakukan staycation dengan berdiam diri menikmati ketenangan alam. Kalau ingin sedikit tantangan, wisatawan bisa mengelilingi pulau untuk menikmati keindahan sekaligus menuju ke kawasan mercusuar yang menjadi titip berkumpulnya banyak wisatawan.

Bosan dengan aktivitas di pulau, wisatawan bisa menjebur ke laut yang ada di sekeliling Pulau Lakujang. Laut di sekitar pulau sangat jernih dan ombaknya tidak terlalu besar. Wisatawan yang datang ke sini bisa melakukan snorkeling atau menikmati keindahan alam bawah laut lengkap dengan terumbu karang dan ikannya yang warna-warni.

9.        Mengagumi Megahnya Pegunungan Karst

Makassar memiliki pegunungan Karst yang sangat luas dan terlah berusia puluhan ribu tahun. Keunikan dari pegunungan karst yang ada di Makassar adalah banyaknya bukit-bukit kecil yang menjulang lengkap dengan rerimbun semaknya.

Untuk menikmati keindahan dari pegunungan karst yang ada di Desa Salenrang ini, wisatawan bisa melakukannya dengan dua cara. Pertama dengan jalur darat dengan menjelajahi kawasan lembah yang banyak digunakan sebagai lokasi pertanian. Cara kedua untuk bisa menikmati kawasan ini adalah dengan menyewa perahu. Sungai-sungai di sekitar pegunungan cukup dalam dan cocok untuk dilewati oleh perahu motor.

Oh ya, selain keindahan dari pegunungan kapur itu sendiri, kawasan ini masih memiliki  Telaga Bidadari yang airnya berlimpah saat musim panas, Gua Bulu Barakka, dan gua purba yang memiliki lukisan tangan berusia puluhan ribu tahun.

10.     Berbelanja Oleh-Oleh di Jalan Somba Opu

Setelah lelah menjelajahi Makassar dengan berbagai keunikan dan keindahannya, berbelanja oleh-oleh adalah hal yang harus dilakukan. Saat berada di Makassar, wisatawan bisa datang ke kawasan Jalan Somba Opu untuk berbelanja berbagai oleh-oleh mulai dari aneka makanan atau barang kerajinan.

Saat terbaik untuk berbelanja oleh-oleh adalah saat pagi hari. Saat suasana masih sepi, penjelajahan mudah dilakukan serta tawar-menawar harga bisa dilakukan dengan lebih leluasa. Demikianlah ulasan tentang Kota Makassar, semoga bisa berguna saat Anda ingin melakukan perjalanan ke sana.