Daftar
Daftarkan dirimu sebagai Airy Traveler

DAFTAR
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Sudah punya akun Airy? MASUK
|
Masuk
Masuk sebagai Airy Traveler


MASUK
LUPA PASSWORD?
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Belum punya akun Airy? DAFTAR
Tiket Pesawat ke Malang
Kota Asal
Semua Bandara
Kota Tujuan
Semua Bandara
Tanggal Berangkat
18 Okt 2018
Tanggal Pulang
20 Okt 2018
Penumpang
1 penumpang
CARI
Tiket Pesawat ke Malang (MLG)

 

Malang

Tentang Kota Malang

Saat ini, Kota Malang menjelma menjadi salah satu destinasi wisata yang cukup diminati. Banyak wisatawan lokal maupun mancanegara berkunjung ke Malang untuk menikmati eksotisme alam yang ditawarkannya.

Sejarah Singkat Kota Malang

Berdasarkan informasi dari sebuah prasasti tembaga yang ditemukan di sebuah perkebunan di Wlingi, Blitar, pada 1974, nama “Malang” ternyata telah mulai dikenal sejak abad ke-12 Masehi. Dalam prasasti itu disebutkan bahwa ada sebuah daerah di sebelah timur yang bernama “Malang”.

Konon, Kerajaan Kanjuruhan yang sebelumnya berdiri di wilayah ini dianggap sebagai cikal bakal Kota Malang. Berselang 12 abad kemudian, kita mengenalnya sebagai kota yang telah berkembang pesat. Hal ini juga sebenarnya tak lepas dari peran pemerintah kolonial Belanda pada masa itu.

Menurut sejarah, seperti kota-kota lain di Indonesia, Kota Malang baru berkembang setelah pemerintah kolonial Belanda menduduki wilayah ini. Berbagai fasilitas umum mulai dibangun, meskipun tujuannya bukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pribumi, melainkan keluarga Belanda yang tinggal di Malang.

Salah satu titik penting dalam perkembangan ekonomi di Malang adalah ketika kereta api mulai beroperasi. Hal ini tepatnya terjadi pada 1879. Kehadiran alat transportasi ini membuat aktivitas masyarakat menjadi lebih menggeliat. Ruang gerak semakin luas. Tak heran, sejak saat itu terjadi perubahan yang drastis di Malang.

Kondisi Geografis Malang

Kota Malang adalah salah satu kota yang berada di dalam lingkup wilayah Provinsi Jawa Timur. Dengan luas 145,28 km persegi, Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya. Kota Malang terletak di daerah dataran tinggi, tepat di tengah-tengah Kabupaten Malang.

Di sisi utara, Kota Malang berbatasan dengan Kecamatan Singosari dan Kecamatan Karangploso. Di sisi timur, berbatasan dengan Kecamatan Pakis dan Kecamatan Tumpang. Di sisi selatan, berbatasan dengan Kecamatan Tajinan dan Kecamatan Pakisaji. Di sisi barat, berbatasan dengan Kecamatan Wagir dan Kecamatan Dau.

Penduduk di Malang

Pada 2017 lalu, jumlah penduduk Kota Malang sekitar 895.387 jiwa. Angka ini tentu semakin bertambah sehingga kota pun menjadi semakin padat. Dari jumlah tersebut, sebagian besar di antara penduduk adalah suku Jawa. Namun, meskipun tergolong dalam kebudayaan Jawa, karakter orang Jawa yang tinggal di Malang terasa lebih egaliter dan keras.

Selain Suku Jawa, di Malang juga hidup masyarakat yang berasal dari suku lain, seperti Madura, Arab, dan Tionghoa. Bahkan, dikenal juga sebagai kota pendidikan, ada banyak mahasiswa pendatang yang berdomisili di kota Malang .

Agama mayoritas yang ada di Malang adalah agama Islam. Penganut agama lain juga ada di kota ini meskipun dalam jumlah kecil. Menariknya, toleransi di kota ini berjalan dengan baik sehingga para penganut kepercayaan dapat hidup berdampingan dengan damai.

Waktu di Kota Malang

Berdasarkan titik koordinatnya, Malang termasuk dalam zona waktu WIB (Waktu Indonesia Barat). Namun, secara perhitungan internasional, Malang memiliki zona waktu pada posisi GMT+7.

Bandara di Kota Malang

Bandara adalah salah satu fasilitas yang sangat penting dan diperlukan oleh sebuah kota. Kehadiran bandara akan membuat akses menuju daerah tujuan lebih mudah, khususnya bagi para pengunjung yang berasal dari luar kota. Sebagai daerah yang berkembang semakin pesat, Malang juga terus membenahi diri. Berbagai sektor dikembangkan, termasuk pariwisatanya. Untuk mendukung hal tersebut, diperlukan media transportasi yang mudah untuk dijangkau oleh seluruh kalangan.

Bandara di Malang adalah Bandar Udara Abdulrachman Saleh. Nama bandara ini diambil dari nama salah satu pahlawan nasional di Indonesia. Bandar Udara Abdulrachman Saleh merupakan salah satu bandara tersibuk di Jawa Tengah dan melayani penerbangan ke berbagai kota besar seperti penerbangan ke Medan, penerbangan ke Pekanbaru, penerbangan ke Palembang, penerbangan ke Jakarta, penerbangan ke Surabaya, penerbangan ke Bali, penerbangan ke Lombok, penerbangan ke Manado hingga penerbangan ke Jayapura.

Bandara yang awalnya merupakan Pangkalan Udara (Lanud) Abdul Rachman Saleh ini dibangun pada 1937-1940 oleh Pemerintah Belanda. Pada 1994, di bandara ini mulai diperbolehkan penerbangan sipil. Pada 2011, bandara yang digunakan terpisah dari Lanud Abdul Rachman Saleh. Bandara baru ini dibangun dengan dana 139 miliar.

Kode Bandar Udara Abdulrachman Saleh

Menurut IATA (The International Air Transport Association), kode bandara Bandar Udara Abdulrachman Saleh adalah MLG. Sementara itu, kode ICAO (International Civil Aviation Organization) bandara ini adalah WARA. Nah, kode yang biasa digunakan untuk mengidentifikasi penerbangan adalah MLG.

Jarak Bandara ke Pusat Kota

Letak bandara Abdulrachman Saleh ini tepatnya di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, yaitu sekitar 17 km dari pusat kota Malang. Untuk mencapainya, diperlukan waktu sekitar 25-20 menit perjalanan. Ini adalah jarak yang cukup dekat dan mudah dijangkau oleh  wisatawan. Jika Anda telah membeli tiket pesawat ke Malang, jangan lupa memperhatikan jarang tempuh ini ke tempat tujuan Anda ya.

Jumlah Terminal di Bandara

Bandar Udara Abdulrachman Saleh disebut-sebut akan meningkatkan statusnya sebagai bandara internasional demi menunjang perkembangan pariwisata di Malang. Bandara di Malang juga memiliki peran penting yaitu sebagai akses masuk bagi daerah-daerah di sekitarnya.

Saat ini, Bandar Udara Abdulrachman Saleh hanya memiliki 2 terminal utama, yaitu Terminal Keberangkatan dan Terminal Kedatangan. Keduanya masih dianggap mampu menampung para penumpang yang datang dan pergi. Terminal di Bandar Udara Abdulrachman Saleh ini melayani penerbangan dari berbagai maskapai domestik. Jika kamu membeli tiket pesawat Wings Air, tiket pesawat Lion Air, tiket pesawat Garuda Indonesia, tiket pesawat Citilink, tiket pesawat Sriwijaya Air, dan tiket dari maskapai domestik lainnya, maka kamu dipastikan akan berangkat dari terminal yang sama.

Fasilitas di Bandar Udara Abdulrachman Saleh

Ada beberapa fasilitas yang tersedia di bandara ini, yaitu ruang tunggu penumpang yang terletak di lantai 2, area check in yang terletak di lantai 1, ATM, ruang informasi, dan toilet. Meskipun masih memiliki tampilan sederhana, bandara ini cukup memenuhi kebutuhan para penumpang.

Transportasi Bandara

Bagi Anda yang membutuhkan transportasi dari bandara ke tempat tujuan, ada layanan taksi bandara dari Koperasi TNI AU. Taksi berjenis sedan ini bernama Taksi Garuda. Untuk menggunakan jasa transportasi dari bandara tersebut, pengguna tidak akan dikenakan argo. Ongkos perjalanan ditentukan berdasarkan jauh dekatnya tujuan. Oleh karena itu, bertanyalah terlebih dahulu sebelum memesan kendaraan.

Pajak Bandara

Pajak Bandara atau Airport Tax adalah biaya yang dibebankan kepada para penumpang pesawat setiap kali menggunakan jasa bandara. Biaya ini disebut Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U). Pajak Bandara yang dikenakan untuk penerbangan domestik di Malang adalah Rp30.000 per penumpang.

Tips Bepergian ke Kota Malang

Ada baiknya pengunjung merancang perjalanan dengan mempertimbangkan waktu liburan yang tepat. Dengan demikian, perjalanan dapat berjalan dengan lebih mulus. Masalah yang sering dialami oleh traveler adalah berkunjung ke tempat wisata pada waktu yang salah. Akibatnya, tantangan yang dihadapi pun lebih besar, demikian pula risikonya.

Kapan saat terbaik untuk datang ke Malang? Sebenarnya, setiap traveler bisa berkunjung ke Malang kapan saja. Namun, jika Anda ingin mendapatkan pengalaman liburan terbaik, jangan abaikan saran tentang kapan harus berkunjung ke Malang. Berikut beberapa tips yang bisa Anda pertimbangkan :

·                    Sebaiknya Hindari Musim Hujan

Pada saat menyusun itinerary untuk berkunjung ke beberapa destinasi wisata outdoor, Anda pasti berharap cuaca benar-benar cerah. Pasalnya, jika sedang hujan, perjalanan pasti akan lebih merepotkan. Anda tentu juga harus menyiapkan berbagai peralatan tambahan seperti jas hujan, payung, jaket, atau selimut tambahan.

Ada banyak tempat wisata di Malang yang sebaiknya dikunjungi pada musim kemarau, salah satunya Bromo. Ini adalah salah satu destinasi yang sangat populer di Malang. Untuk menikmati keindahan Bromo dengan maksimal, Anda harus melewati pendakian hingga puncak.

Tentu rasanya akan kurang menyenangkan jika hujan tiba-tiba turun di tengah perjalanan menuju puncak. Bukan hanya itu, Anda pun tidak akan bisa menikmati keindahan terbaik dari objek wisata yang dikunjungi.

Sesuai dengan cuaca di Malang, waktu terbaik adalah pada Juni hingga Oktober. Pada waktu-waktu ini, keindahan matahari terlihat lebih jelas. Pada musim hujan, kabut bisa menutupi tempat tersebut sepanjang hari.

·                    Sesuaikan dengan Acara Setempat

Waktu terbaik untuk berkunjung ke Malang adalah pada saat diadakan acara-acara penting, seperti festival tahunan. Ada banyak festival tahunan yang diselenggarakan di Malang. Salah satunya, Malang Flower Carnival yang diadakan sekitar September tiap tahun. Bagi yang suka dengan ragam bunga berwarna-warni, nikmatilah atraksi-atraksi yang ditampilkan.

Selain itu, ada pula acara-acara kebudayaan seperti ritual Upacara Adat Kesodo. Ini adalah ritual khusus yang dilakukan oleh Suku Tengger. Maknanya adalah untuk memohon hasil panen yang baik. Makna lainnya adalah untuk mendapatkan keselamatan dan melepaskan diri dari bahaya.

Upacara Adat Kesodo diadakan sekitar Agustus tiap tahun. Tradisi ini diadakan di Bromo. Masih ada banyak acara lain yang diadakan di Malang pada waktu-waktu tertentu. Lebih baik, carilah informasi terlebih dahulu sebelum menyusun itinerary.

·                    Hindari High Season

Salah satu hal yang perlu dipertimbangkan pada saat berkunjung ke Malang adalah momen high season atau low season. Biasanya, high season berlangsung tiap Juni dan Desember. Juni adalah waktu liburan panjang bagi anak-anak sekolah, sedangkan Desember adalah liburan akhir tahun.

Pada waktu-waktu ini, objek wisata di Malang biasanya sangat ramai oleh pengunjung. Kondisi ini tentu membuat momen liburan tidak terasa nyaman. Bukannya bisa bersantai, Anda justru akan merasa terburu-buru dan kurang bisa menikmati keindahan tempat yang dikunjungi.

Dampak lainnya adalah biaya liburan yang lebih besar daripada jika dilakukan pada saat low season. Biasanya, tarif penginapan lebih mahal, ongkos perjalanan pun lebih tinggi, biaya makan juga pasti lebih besar daripada hari biasa.

Tempat Wisata di Kota Malang

Bagi Anda yang  belum pernah berkunjung ke Malang, gambaran tentang kota ini mungkin masih membingungkan. Lalu, apa saja tempat yang sebaiknya dikunjungi ketika berlibur di Malang? Dengan mengetahui hal ini, Anda bisa lebih bijak dalam menyusun itinerary yang tepat. Berikut adalah beberapa tempat wisata di Malang yang tidak boleh Anda lewatkan:

·                    Jatim Park 1

Siapa yang tidak pernah mendengar tentang objek wisata yang populer ini. Banyak orang sengaja datang ke Malang hanya untuk menikmati keseruan bermain di wahana yang terdapat di Jatim Park 1 ini. Ada sebuah kolam renang raksasa yang menjadi daya tarik utamanya. Bagi yang menyukai olahraga berenang, tempat ini bisa menjadi spot favorit.

Selain itu, para pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai wahana lain yang tersedia di dalam area Jatim Park 1. Kurang lebih 50 wahana permainan yang bisa dicoba. Untuk orang dewasa, tarif masuk ke Jatim Park 1 adalah Rp100.000. Pada waktu selain weekend atau hari libur, ada diskon biaya masuk yang bisa dinikmati.

·                    Jatim Park 2

Selain Jatim Park 1, ada pula destinasi menarik lain yang masih serupa, yaitu Jatim Park 2. Perbedaannya, di area Jatim Park 2 ini terdapat kebun binatang dan museum satwa yang bisa dikunjungi. Jika Anda berkunjung ke sini bersama keluarga, khususnya anak, pasti akan seru sekali. Selain bersenang-senang, anak pun bisa sekaligus belajar mengenai hewan.

Jatim Park 2 berada di daerah Kota Batu, tepatnya di Jl. Oro-oro Ombo No. 9, Temas. Dari pusat kota Malang, wisatawan harus menempuh perjalanan selama 60 menit.

·                    Taman Selecta

Salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi di Malang adalah Taman Selecta. Ini adalah destinasi yang sangat cocok bagi para wisatawan yang menyukai bunga. di sini, ada puluhan jenis bunga yang ditanam dan ditata dengan apik sehingga terlihat sangat cantik.

Taman ini terletak di Desa Tulungrejo, Bumiaji, Kota Batu. Anda bisa menjumpainya di jalur kota Malang-Batu. Untuk menikmati keindahan tempat ini, tiap pengunjung harus membayar biaya masuk sebesar Rp25.000.

·                    Kampung Warna-Warni Jodipan

Bagi Anda yang senang memotret keindahan warna, berkunjunglah ke Kampung Jodipan. Awalnya, tempat ini adalah perkampungan kumuh yang tidak enak untuk dilihat. Kemudian, dinding dan tembok setiap rumah serta tempat outdoor lainnya dicat dengan warna-warna ngejreng sehingga kampung ini terlihat cerah.

Selain itu, ada pula banyak ilustrasi 3D yang menghiasi tembok. Ini menjadi latar tempat berfoto bagi orang-orang yang datang. Bagi Anda yang ingin berkunjung ke destinasi ini, tak perlu bingung. Dari Stasiun Malang, letak Kampung Jodipan hanya sekitar 300 meter.

Ada beberapa spot berbeda yang menarik untuk ditelusuri di Kampung Jodipan, antara lain Jembatan Embong Brantas, Jembatan Kaca, Balai Payung, dan sebagainya.

·                    Coban Rais

Anda mungkin sering mendengar nama Coban Rais. Ini adalah salah satu tempat wisata yang unik di Malang. Sebenarnya, Coban Rais adalah air terjun setinggi 20 meter dengan keindahan alam yang masih hijau dan segar. Perbukitan hijau di sekitar air terjun ini membuat suasana menjadi lebih segar.

Bagi yang ingin berkunjung ke Coban Rais, Anda harus menempuh jarak sekitar 16 km dari Malang. Bukan hanya air terjun, ada pula wahana unik yang digemari oleh pengunjung, yaitu bersepeda pada ketinggian dengan memanfaatkan jalur tali tipis yang menantang adrenalin.

Selain itu, ada pula gardu pandang berbentuk love yang bisa digunakan sebagai tempat untuk berfoto bersama atau sendiri. Keseruan lain adalah mengunjungi Batu Flower Garden yang berada di area yang sama.

·                    Goa Pinus

Wisata alam yang seru lainnya adalah Goa Pinus. Area untuk masuk ke goa ini diawali dengan jejeran hutan pinus yang cukup padat. Ini membuat perjalanan menuju Goa Pinus menjadi lebih menyenangkan. Ada pula beberapa spot menarik yang bisa digunakan sebagai tempat berfoto cantik.

·                    Pantai Mbehi dan Teluk Bidadari

Bagi Anda yang memiliki cukup banyak waktu untuk menjelajahi setiap sudut daerah Malang, cobalah untuk berkunjung ke Pantai Mbehi dan Teluk Bidadari. Seperti kebanyakan pantai yang berada di pesisir selatan Pulau Jawa, pantai ini juga sangat indah karena dilengkapi dengan teluk yang berada di balik karang tinggi.

Keunikan lainnya adalah kehadiran fenomena alam yang bisa dilihat langsung di area wisata, yaitu sebuah lubang besar pada karang yang tampak seperti kawah. Apabila ombak datang, riak air pun akan terciprat ke atas melewati lubang tersebut.

Sementara itu, yang dimaksud dengan Teluk Bidadari adalah sebuah tempat tersembunyi yang merupakan ceruk dari batu-batu karang. Ceruk ini diisi oleh air laut yang jernih dan dapat dimanfaatkan sebagai kolam renang alami. Objek wisata pantai ini terletak di Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.

Budaya Kota Malang

Anda tentu perlu mengenali budaya daerah sebuah tempat jika ingin menjelajahinya. Begitu pula ketika berkunjung ke Malang, ada beragam budaya daerah yang harus dipelajari. Berikut beberapa di antaranya:

Bahasa Daerah

Pada umumnya, penduduk lokal di Malang menggunakan bahasa Jawa dalam percakapan sehari-hari. Namun, ada yang unik dalam kebiasaan masyarakat lokal dalam berkomunikasi dengan sesamanya. Keunikan itu tampak dari pemakaian istilah-istilah yang berbeda dari biasanya.

Jika ditelusuri lebih lanjut, ternyata istilah tersebut merupakan kata-kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Jawa yang diucapkan secara terbalik. Beberapa contohnya adalah Ngalam (Malang), tamales (selamat), oyi Sam (iya Mas), nayamul (lumayan), saya (ayas), umak (kamu), ewul (luwe atau lapar), makan (nakam), kipa (apik atau bagus), dan sebagainya.

Meskipun demikian, tidak semua kata yang digunakan untuk bercakap-cakap dapat dibalik. Pertimbangan pengubahannya adalah pada kemudahan pengucapan serta kelaziman pada saat didengarkan.

Musik Tradisional

Salah satu seni musik tradisional yang bisa dijumpai di Malang adalah musik kentrung. Ini adalah musik yang dimainkan untuk mengiringi sebuah pertunjukan kentrung. Alat musik yang digunakan adalah tabuh timlung (kentheng) dan terbang besar (rebana).

Pementasan kentrung selalu disarati oleh ajaran kearifan lokal dalam setiap lakonnya. Kesenian ini juga dikenal di tengah masyarakat Semarang, Blora, Pati, dan Tuban.

Seni musik tradisional lain yang biasa diadakan di Malang adalah macapat. Macapat adalah kesenian dari Jawa yang berupa tembang atau puisi yang dibacakan. Meskipun lazim dipertunjukkan di berbagai daerah di Pulau Jawa, tembang macapat Malangan memiliki kekhasan tersendiri, khususnya pada cengkoknya.

Tarian Daerah

Ada beberapa tarian daerah yang berasal dari Malang, antara lain Tari Beskalan, Tari Bedayan Malang, Tari Grebeg Wiratama, dan Tari Topeng Malangan. Berikut ulasan singkatnya:

·                    Tari Beskalan

Ini adalah salah satu tarian yang biasa ditampilkan dalam penyambutan tamu. Makna tarian ini adalah sebagai bentuk penghargaan kepada para tamu yang datang.

Tarian yang mulai dikenal pada 1930 ini memiliki gerakan yang lincah dan dinamis. Dalam pertunjukannya, tarian ini diiringi alunan musik tradisional dari kendang atau gamelan Jawa laras slendro.

·                    Tari Bedayan Malang

Seperti Tari Beskalan, tarian ini juga ditampilkan pada saat menyambut tamu yang datang. Hanya saja, maknanya lebih condong pada keterbukaan dan kesederhanaan. Tari Bedayan Malang dilakukan oleh sembilan penari yang masing-masing memiliki peran berbeda.

·                    Tari Grebeg Wiratama

Berbeda dari tarian sebelumnya, Tari Grebeg Wiratama adalah jenis tarian yang menggambarkan jiwa perwira seorang prajurit yang hendak maju ke medan peran. Itulah sebabnya, gerakan para penari dalam tarian ini bersifat maskulin dan tegas.

·                    Tari Topeng

Ciri khas pertunjukan ini adalah para pemainnya yang menggunakan topeng. Cerita dalam tarian biasanya berasal dari kisah panji yaitu kisah dari tanah Jawa periode klasik. Pada masa sekarang, Tari Topeng juga mengisahkan tentang kehidupan sosial serta memiliki nuansa humor.

Hal-hal yang Harus Dilakukan di Malang

Nah, hal lain yang juga perlu Anda ketahui pada saat berkunjung ke Malang adalah apa saja hal yang harus dilakukan? Dengan mengetahuinya, Anda akan lebih siap dan tidak merasa jenuh selama menjalani masa liburan tersebut.

·                    Berkunjung ke Bromo

Siapa yang tidak pernah mendengar nama Gunung Bromo. Bukan hanya bagi orang yang suka mendaki gunung, Bromo menjadi tempat wisata bagi orang-orang yang masih awam dalam pendakian gunung. Aksesnya memang tidak terlalu sulit sehingga cukup mudah dijangkau.

Apa saja yang bisa Anda nikmati ketika berkunjung ke Bromo? Hal yang paling utama adalah keindahan matahari terbit dari puncak Bromo atau disebut juga golden sunrise. Selain itu, para pengunjung juga bisa mengikuti tur menjelajahi kawasan taman nasional, mencapai puncak B29, berkunjung ke Bukit Teletubbies, berkuda, mengikuti even tahunan Yadnya Kasada, dan sebagainya.

·                    Bermain ke Pantai Balekambang

Malang juga memiliki kawasan pesisir yang cukup menarik untuk dijelajahi. Salah satu pantai di Malang yang wajib dikunjungi adalah Pantai Balekambang. Pantai yang terletak di Desa Srigonco, Kecamatan Batur Malang ini dihiasi dengan pasir yang putih  dengan garis pantai yang lumayan panjang.

Spot menarik di Pantai Balekambang adalah sebuah pura yang terletak di atas batu karang. Para pengunjung diperbolehkan melihat pura ini dari dekat. Karena kehadiran bangunan pura tersebut, Pantai Balekambang sering disebut mirip seperti Tanah Lot.

Selain pantai ini, ada banyak pantai-pantai indah lainnya yang bisa dikunjungi di Malang, seperti Pantai Licin, Pantai Banyu Anjlok, Pantai Batu Bengkung, Pantai Jonggring Saloko, dan sebagainya.

·                    Mencicipi Kuliner Cwie Mie Malang

Saat berkunjung ke Malang, jangan lupa untuk menjelajahi kulinernya yang beragam. Salah satunya adalah cwie mie. Sekilas, makanan ini tampak seperti mie ayam, hanya saja dagingnya seperti abon karena dibuat sangat halus. Rasanya pun berbeda dengan mie ayam.

Bukan sawi dan pangsit goreng, topping yang justru melengkapi sajian cwie mie adalah selada segar. Sementara mangkoknya terbuat dari bahan pangsit. Anda juga harus mencoba berbagai menu khas lainnya, seperti bakso malang, rawon, sego goreng mawut, anglse malang, mendol, es durian dempo, dan sebagainya.

·                    Naik Kendaraan Umum Macito

Jika Anda ingin berkunjung ke berbagai tempat wisata di Malang, manfaatkan saja transportasi umum yang tersedia. Ada banyak pilihan bagi Anda yang ingin mencoba, yaitu angkutan kota (angkot), Gojek (transportasi berbasis online), atau taksi.

Nah, yang seru adalah berkeliling Kota Malang secara gratis dengan menumpang bus khusus untuk pariwisata. Bus ini dikenal dengan nama Macito atau Malang City Tour. Bus yang dapat menampung hingga 40 penumpang ini beroperasi mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB setiap hari.

Rute yang ditempuh bus adalah Balai Kota Malang, Alun-alun Merdeka, Jalan Kawi, Jalan Ijen, dan kembali ke Balai Kota Malang. Nah, untuk menikmati pengalaman ini, Anda harus mengantre di depan gedung DPRD

·                    Mempelajari Bahasa Walikan

Jangan ragu untuk belajar menggunakan bahasa walikan jika berkunjung ke Malang. Awalnya, Anda mungkin belum fasih melakukannya karena belum terbiasa. Namun, menggunakan bahasa walikan bisa menjadi salah satu cara untuk melebur ke dalam kebudayaan asli masyarakat Malang yang sebenarnya

·                    Menonton Malang Flower Carnival

Salah satu acara yang paling ditunggu saat berkunjung ke Kota Apel ini adalah Malang Flower Carnival. Karnival yang biasanya diadakan tiap September ini adalah daya tarik pariwisata Kota Malang.

Hal yang paling menarik adalah kostum para pengisi acara yang sangat unik dan kreatif. Dengan tema bunga yang berwarna-warni, suasana pun terlihat sangat meriah. Acara ini biasanya merupakan kolaborasi antara beberapa komunitas kesenian di Malang, termasuk pula para mahasiswa.

Bukan hanya dimeriahkan oleh masyarakat setempat, Malang Flower Carnival bahkan juga diisi oleh beberapa penampil dari negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand, dan sebagainya.

Nah, demikian informasi tentang Malang yang perlu diketahui oleh siapa pun yang sedang merencanakan perjalanan wisata ke kota ini. Bagi Anda yang ingin menjelajahi setiap sudut kota dengan maksimal, panduan singkat ini bisa sedikit membantu. Selamat bereksplorasi.