Daftar
Daftarkan dirimu sebagai Airy Traveler

DAFTAR
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Sudah punya akun Airy? MASUK
|
Masuk
Masuk sebagai Airy Traveler


MASUK
LUPA PASSWORD?
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Belum punya akun Airy? DAFTAR
Tiket Pesawat ke Palembang
Kota Asal
Semua Bandara
Kota Tujuan
Semua Bandara
Tanggal Berangkat
17 Nov 2018
Tanggal Pulang
19 Nov 2018
Penumpang
1 penumpang
CARI
Tiket Pesawat ke Palembang (PLM)

 

Palembang

Tentang Kota Palembang

Terkenal dengan Sungai Musi dan Jembatan Ampera yang menjadi ikon wisata melegenda, Palembang menjadi salah satu kota di Pulau Sumatra yang banyak dipilih sebagai tujuan berlibur. Kota berjuluk Bumi Sriwijaya ini memang diuntungkan oleh suasana dan kontur alamnya yang disebut-sebut menyerupai Kota Venesia di Italia. Namun, selain itu, Palembang juga menawarkan berbagai aktivitas liburan lengkap dan menarik yang sayang bila dilewatkan.

Berikut adalah ulasan mengenai Kota Palembang, dari sejarah dan perkembangannya, bandara serta objek wisata yang tersedia, hingga rekomendasi kegiatan liburan yang menyenangkan untuk momen pelesir yang sulit dilupakan.

Sejarah Singkat Palembang

Kota Palembang terletak di pesisir Sungai Musi yang dikelilingi oleh wilayah pegunungan Bukit Barisan. Kota ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Banyuasin di sebelah utara, timur dan barat. Sementara itu, bagian selatan kota berbatasan dengan Kabupaten Muara Enim. Sama seperti wilayah lain di Pulau Sumatra dan bagian barat Indonesia, Palembang berada dalam zona waktu WIB (Waktu Indonesia Barat), sebanding dengan zona waktu internasional GMT+7.

Selain menjadi ibu kota Provinsi Sumatra Selatan, Kota Palembang juga merupakan kota terbesar kedua di Pulau Sumatra. Luas wilayahnya yang mencapai 360 kilometer persegi dihuni oleh lebih dari 1,8 juta penduduk yang tersebar di 18 kecamatan serta 107 desa dan kelurahan. Fakta ini juga memasukkan Palembang dalam deretan kota berpopulasi terbanyak di Indonesia setelah sejumlah kota besar yang berada di Pulau Jawa.

Seperti kota-kota besar di Indonesia pada umumnya, Palembang merupakan kota multietnis dengan berbagai suku bangsa, baik suku bangsa asli yang telah berabad-abad mendiami Bumi Sriwijaya, maupun sejumlah suku pendatang yang berasal dari wilayah lain. Setidaknya, terdapat enam suku bangsa asli Palembang, yakni Melayu Palembang, Musi, Pasemah, Komering, Lematang, dan Semendo. Palembang juga menjadi rumah bagi suku pendatang dari Sunda dan Tionghoa serta beberapa suku dari wilayah tetangga, termasuk Lampung, Minangkabau, Batak, hingga Aceh.

Dijuluki Venesia dari Pulau Sumatra karena konsentrasi wilayahnya yang berpusat pada aliran sungai, Palembang ternyata merupakan kota tertua di Indonesia. Kota ini diperkirakan telah ada sejak abad ke-7, yang dibuktikan dengan penemuan prasasti Kedukan Bukit di bagian barat wilayah saat itu, yakni di kawasan Bukit Siguntang. Dalam bukti sejarah tersebut, tercantum catatan tentang pembentukan sebuah wanua (kota) pada tanggal 16 Juni 682 M yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kota Palembang setiap tahunnya.

Di masa lampau, Palembang adalah salah satu kawasan yang paling diperhitungkan di wilayah nusantara. Berdasarkan catatan sejarah, kota ini menjadi pusat perdagangan dan pemerintahan dari Kerajaan Sriwijaya, kerajaan maritim Buddha terbesar yang berjaya selama lebih dari tiga ratus tahun, yakni dari abad ke-9 hingga abad ke-11.

Lokasi strategis serta kekayaan bumi maritim yang cukup melimpah menjadi faktor penentu kejayaan Palembang pada masa kerajaan kuno di Nusantara. Faktor-faktor tersebut juga turut berperan dalam membentuk peradaban dan kebudayaan kota yang dinamis di masa sekarang.

Palembang kini menjelma menjadi salah satu kota metropolitan yang kaya akan potensi wisata sekaligus mendulang sejumlah prestasi membanggakan. Tidak kurang dari lima kali, Palembang dianugerahi Penghargaan Adipura sebagai kota metropolitan yang memiliki lingkungan terbersih di Indonesia. Pada tahun 2008, kota ini sempat dinobatkan pula sebagai Kota Terbersih se-ASEAN dalam ajang penghargaan Asean Environment Sustainable City.

Bandara di Kota Palembang

Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (PLM) merupakan satu-satunya bandara yang berada di Palembang. Bandara ini melayani penerbangan domestik ke berbagai kota besar di Indonesia sekaligus penerbangan internasional ke sejumlah negara di Asia. Mulai beroperasi sejak tahun 1970, nama bandara diambil dari nama pemimpin terakhir Kesultanan Palembang-Darussalam yang dianugerahi gelar sebagai Pahlawan Nasional karena kegigihannya melawan Belanda di era kolonialisme.

Profil Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (PLM)

  • Alamat Bandara: Jalan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Talang Betutu KM 10, Kecamatan Sukarami, Palembang, 30761
  • Kode Bandara: PLM (IATA), WIPP (ICAO)
  • Pengelola: PT Angkasa Pura 2
  • Luas Keseluruhan Bandara: 234 hektare
  • Kapasitas Penumpang: 4.170.000 penumpang per tahun
  • Jumlah Konter Check-in: 18 konter

Wilayah Sukarami yang menjadi lokasi bandara terletak 12 kilometer dari pusat kota. Dengan waktu tempuh berkisar antara 30-45 menit, bandara dapat dijangkau dari pusat kota menggunakan sejumlah pilihan transportasi, seperti taksi, Bus Trans Musi, Bus Damri Bandara, Light Rail Transit (LRT) Palembang, maupun dengan menggunakan kendaraan pribadi dan angkutan daring.

Terminal di Bandar Udara Internasional Sultan Badaruddin II (PLM)

Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (PLM) memiliki terminal penumpang dan terminal kargo yang melayani penerbangan domestik dan internasional. Penerbangan domestik yang dilayani bandara ini meliputi penerbangan dari dan ke sejumlah kota besar yang berada di dalam maupun di luar Sumatra. Beberapa di antaranya adalah penerbangan ke Jakarta, penerbangan ke Batam, penerbangan ke Pekanbaru, penerbangan ke Bengkulu, penerbangan ke Lampung, penerbangan ke Yogyakarta, penerbangan ke Semarang, penerbangan ke Malang, penerbangan ke Solo, dan penerbangan ke Surabaya. Bandara ini juga menghubungkan Palembang dengan sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Malaysia dan Singapura melalui layanan penerbangan internasional.

Adapun maskapai penerbangan yang beroperasi di bandara ini terdiri dari maskapai resmi nusantara, Garuda Indonesia, serta beberapa maskapai milik perusahaan penerbangan swasta dari dalam dan luar negeri. Maskapai tersebut meliputi Batik Air, Lion Air, Wings Air, AirAsia, Citilink, Nam Air, dan Xpress Air.

Pajak Bandara di Palembang

Dalam melayani penerbangan domestik, Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (PLM) menerapkan pajak sebesar Rp50.000. Sementara itu, nominal Passenger Service Charge (PSC) yang dibebankan kepada penumpang penerbangan internasional adalah Rp100.000. Sesuai ketetapan yang berlaku sejak bulan April 2016, pajak bandara telah digabungkan dengan harga tiket pesawat yang ditawarkan oleh masing-masing maskapai penerbangan yang beroperasi di bandara.

Selain terminal kedatangan dan keberangkatan serta sejumlah fasilitas utama lain, bandar udara yang sebelumnya bernama Bandara Talang Betutu ini juga menghadirkan berbagai fasilitas tambahan. Fasilitas umum yang terdapat di bandara meliputi anjungan pengantar, area bermain anak, airport lounge, musala, serta ruang tunggu dan ruang istirahat. Kawasan bandara dilengkapi pula dengan area khusus merokok dan ruangan khusus untuk menyusui.

Destinasi Wisata di Palembang

Palembang, sama seperti wilayah Indonesia lainnya, berada dalam kategori iklim tropis dengan suhu rata-rata yang relatif tinggi setiap tahunnya. Kota ini sendiri diklasifikasikan sebagai daerah tropis lembah nisbi, mengingat kontur alamnya yang menempati kawasan dataran rendah. Suhu di Kota Palembang berkisar antara 21-32° Celsius, sedangkan curah hujan per tahun diprediksi dalam kisaran 22-428 mml.

Meski hujan dapat turun sepanjang tahun di kota ini dengan intensitas yang bervariasi, bulan April dianggap sebagai bulan yang memiliki curah hujan tertinggi. Anda yang berencana untuk berjalan-jalan menikmati keindahan kota atau mengunjungi sejumlah objek wisata alam di Palembang sebaiknya tidak memilih bulan tersebut sebagai waktu berkunjung.

Agar agenda liburan bisa berjalan lancar tanpa terkendala cuaca, kunjungan Anda dapat dijadwalkan pada bulan Mei hingga September. Pada bulan-bulan tersebut, terutama bulan Mei, Palembang menghadirkan cuaca cerah nan hangat dengan suasana kota yang menyenangkan untuk dijelajahi. Cari promo tiket pesawat ke Palembang agar liburanmu semakin nyaman di kantong ya.

Jika sudah menentukan waktu yang dianggap paling tepat untuk berkunjung ke Kota Palembang, saatnya Anda memilih landmark atau objek wisata terkenal untuk disambangi. Berikut adalah beberapa ikon wisata Bumi Sriwijaya yang bisa dijadikan sebagai destinasi utama saat Anda berkunjung ke kota ini.

1.                 Sungai Musi

Bukan sesuatu yang berlebihan jika mengatakan bahwa Sungai Musi adalah jantung dari Kota Palembang. Pasalnya, sungai yang panjangnya mencapai 750 kilometer ini dinobatkan sebagai sungai terpanjang di Pulau Sumatra dan juga menjadi salah satu sungai yang terpanjang di Indonesia. Sungai Musi membelah Palembang menjadi dua bagian, yakni Seberang Ilir dan Seberang Ulu. Selama berabad-abad, sungai ini dijadikan sebagai jalur transportasi sekaligus pusat perekonomian dan mata pencaharian bagi masyarakat yang tinggal di pesisir sungai. Kini, Sungai Musi juga menjadi tujuan berlibur bagi wisatawan yang berkunjung ke Palembang.

2.                 Jembatan Ampera

Berdiri megah di atas Sungai Musi, Jembatan Ampera menjadi ikon wisata lain di Palembang yang patut dikunjungi. Kunjungan wisata Anda ke Kota pempek rasanya tidak akan lengkap tanpa berfoto atau berjalan-jalan menyusuri jembatan berwarna merah ini. Membentang sejauh lebih dari 1.000 meter, jembatan yang telah berdiri sejak tahun 1962 ini menghubungkan bagian Seberang Ilir dan Seberang Ulu.

3.                 Pulau Kamaro

Berjarak sekitar 6 kilometer dari Jembatan Ampera, terdapat suatu delta kecil yang merupakan bagian dari Sungai Musi. Delta tersebut dikenal dengan nama Pulau Kemaro dan menjadi salah satu tujuan wisata alam di Kota Palembang. Selain menyuguhkan keindahan alam dan keasrian suasana pesisir sungai, Pulau Kemaro juga menjadi lokasi peribadatan umat Buddha di Palembang. Hal ini ditandai dengan hadirnya kuil, pagoda, serta kelenteng Hok Tjing Rio yang kerap dijadikan sebagai tujuan umat Buddha untuk berziarah.

4.                 Bukit Siguntang

Berlokasi di deretan perbukitan bagian barat kota, Bukit Siguntang merupakan situs arkeologi yang menyimpan berbagai relik serta bangunan bersejarah peninggalan masa lampau. Di kawasan objek wisata ini terdapat pula makam para bangsawan dan keluarga kerajaan Melayu-Sriwijaya yang pernah berkuasa di wilayah Palembang. Dengan ketinggian 30 meter di atas permukaan laut, kawasan wisata ini juga menawarkan suasana perbukitan yang asri nan alami dengan udara segar dan keindahan alam hijau yang akan memanjakan mata Anda.

5.                 Benteng Kuto Besak

Pada masa pemerintahan Kesultanan Palembang Darussalam yang dipimpin oleh Sultan Mahmud Badaruddin, Benteng Kuto Besak didirikan sebagai pusat pertahanan dan perlindungan wilayah kerajaan dari ancaman bangsa Eropa. Benteng berdinding batu ini berada di bagian tepi utara Sungai Musi dan berlokasi tak jauh dari Jembatan Ampera serta kawasan wisata Kampong Kapitan. Saat ini, kawasan Benteng Kuto Besak dikelola oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan menjadi Pusat Departemen Kesehatan Daerah Militer II Sriwijaya. Oleh karena itu, wisatawan yang berkunjung hanya bisa menyaksikan kemegahan benteng bersejarah ini dari bagian luar.

Tips Bepergian ke Kota Palembang

Untuk menyempurnakan pengalaman berlibur Anda, simak pula sejumlah tips dan panduan berwisata di Kota Palembang berikut ini.

1.                 Tentukan Objek Wisata yang Ingin Dikunjungi

Selain lima ikon wisata yang telah disebutkan di atas, Kota Palembang juga masih memiliki sederet destinasi wisata menarik lainnya yang harus Anda kunjungi. Oleh karena itu, tugas utama yang harus dilakukan saat merencanakan perjalanan liburan ke Palembang adalah menentukan objek wisata mana saja yang ingin dikunjungi.

Mengikuti rekomendasi destinasi wisata bukan satu-satunya cara untuk menentukan daftar kunjungan dalam agenda liburan. Anda pun bisa merencanakan perjalanan liburan dengan tema wisata tertentu. Beberapa tema wisata yang bisa dipilih antara lain wisata sejarah dengan berkunjung ke situs-situs arkeologi, berwisata religi dengan menyambangi tempat-tempat peribadatan tertentu, atau berwisata kuliner dengan menikmati ragam sajian khas Kota pempek yang menggugah selera.

2.                 Rencanakan Rute Perjalanan untuk Menghemat Waktu

Setelah menyusun agenda wisata untuk menjelajahi Bumi Sriwijaya, kini saatnya Anda merencanakan rute perjalanan yang paling efisien untuk mengunjungi objek-objek wisata yang telah ditentukan. Usahakan untuk berkunjung ke objek wisata yang memiliki rute perjalanan sama. Dengan begitu, waktu berlibur Anda dapat dihabiskan dengan lebih efisien.

Jika berlibur dalam waktu yang tidak terlalu lama, Anda bisa memulai perjalanan dengan berkunjung ke kawasan wisata Sungai Musi dan Jembatan Ampera. Selain menjadi destinasi wisata kota yang terkenal, kawasan wisata ini juga berdekatan dengan objek-objek wisata lain serta lokasi berburu kuliner yang bisa dikunjungi dalam waktu singkat. Dari objek wisata tersebut, Anda bisa berkunjung pula ke Benteng Kuto Besak dan Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II. Saat sore menjelang, perjalanan Anda bisa diakhiri di Bukit Siguntang.

3.                 Menggunakan Transportasi Umum Lebih Disarankan

Dengan sejumlah jenis transportasi publik yang tersedia, Anda tidak perlu khawatir saat ingin berwisata di tengah kota. Palembang memiliki beberapa moda transportasi yang bisa dipilih sesuai keinginan dan kebutuhan Anda. Transportasi yang paling banyak diminati adalah Trans Musi (busway). Selain jangkauan tujuannya yang luas dengan 11 koridor utama, tarif transportasi ini juga terbilang murah, yakni hanya Rp5.000.

Jenis transportasi lain yang bisa dipilih adalah taksi serta oplet (angkutan kota). Jika ingin menyusuri keindahan Sungai Musi, Anda pun bisa menyewa transportasi sungai berupa sampan atau ketek.

4.                 Jangan Lewatkan Wisata Kuliner

Meski berkunjung ke objek wisata kota yang menarik nan beragam menjadi prioritas Anda saat menyambangi Kota Palembang, menikmati sajian kuliner khas dari kota ini tidak boleh Anda lewatkan. Jika sudah familier dengan pempek atau tekwan, saatnya Anda mencoba kuliner Palembang lainnya yang tidak kalah lezat dan menggugah selera.

Mie Celor, Burgo, Laksan, Model, dan Es Kacang Merah adalah beberapa jenis kuliner khas dari Palembang yang harus Anda coba. Restoran serta kedai-kedai yang menjual berbagai jenis kuliner tersebut tersedia di beberapa titik destinasi wisata, mulai dari pusat atau alun-alun kota, pesisir Sungai Musi, hingga jalan-jalan protokol Palembang yang mudah dijangkau dengan menggunakan transportasi umum.

5.                 Sempurnakan Momen Liburan dengan Membeli Buah Tangan

Berwisata ke suatu tempat rasanya tidak lengkap tanpa membeli buah tangan dari tempat tersebut. Hal ini juga berlaku saat Anda melakukan perjalanan wisata ke Palembang. Untuk urusan oleh-oleh, kota ini menawarkan berbagai jenis buah tangan yang bisa Anda pulang untuk dinikmati sendiri maupun diberikan kepada sahabat, keluarga, atau kerabat.

Jika ingin membeli buah tangan berupa makanan atau penganan khas, pempek, kerupuk kemplang, serta lempok durian bisa menjadi pilihan. Selain itu, Anda pun bisa memilih kain songket khas Palembang serta sajadah lihab untuk dibawa pulang jika ingin memberikan buah tangan berupa benda yang bisa digunakan. Berbagai jenis oleh-oleh tersebut bisa dengan mudah didapatkan di sentra oleh-oleh yang tersedia di pusat kota.

Budaya Daerah Palembang

Palembang adalah kawasan multikultural. Selain suku Melayu Palembang yang telah sejak lama mendiami kawasan ini, Palembang juga dihuni oleh suku Tionghoa, Arab, serta suku-suku pendatang lain yang berasal dari dalam maupun luar Pulau Sumatra. Oleh karena itu, Palembang memiliki keragaman budaya yang sangat kaya.

Dalam segi bahasa, misalnya, Palembang menggunakan lebih dari satu jenis tuturan. Di samping bahasa Indonesia yang menjadi bahasa nasional, masyarakat Palembang juga menggunakan bahasa Musi sebagai bahasa daerah serta bahasa Melayu-Palembang yang banyak dipengaruhi oleh kosakata dan dialek dari Jawa.

Dalam segi kesenian, Palembang juga memadukan sejumlah unsur budaya yang berasal dari wilayah dan peradaban yang berbeda. Bumi Sriwijaya ini memiliki satu jenis kesenian berupa pentas drama tradisional yang bernama Kesenian Dul Muluk. Kesenian ini merupakan pentas berlandaskan syair-syair Raja Ali Haji yang berasal dari Riau. Ada pula kesenian lainnya yang bernama Syarofal Anam, yakni kesenian yang dibawa oleh para saudagar dan pedagang yang datang dari tanah Arab di masa lampau.

Selain kesenian pentas dan drama, seni tari-tarian daerah yang berasal dari Bumi Sriwijaya juga tak kalah menarik untuk disaksikan. Dua tarian terkenal di kota ini adalah Tari Gending Sriwijaya dan Tari Tanggai. Tari Gending Sriwijaya merupakan tarian selamat datang yang khusus ditampilkan dalam acara penyambutan tamu-tamu penting seperti tamu kenegaraan, pejabat pemerintahan, maupun duta besar yang berasal dari negara lain. Sementara itu, Tari Tanggai adalah tarian adat yang ditampilkan di hadapan para tamu undangan dalam sebuah acara pernikahan.

Hal yang Harus Dilakukan di Kota Palembang

Kota Palembang memiliki potensi wisata yang amat kaya. Dari wisata sejarah yang menambah wawasan hingga wisata kuliner dengan berbagai ragam sajian dapat dinikmati oleh para wisatawan yang bertandang ke kota ini.

Sejumlah aktivitas menarik berikut pun bisa dilakukan saat Anda menjadikan Palembang sebagai kota tujuan wisata.

1.                 Berkunjung ke Pasar Terapung dan Sungai Musi

Sebagai salah satu ikon wisata yang paling terkenal di Kota Palembang, Sungai Musi menjadi destinasi wajib untuk para wisatawan. Aktivitas liburan Anda di kota ini pun bisa diawali dengan menyusuri Sungai Musi dan sejumlah objek wisata menarik yang berada di sekitarnya.

Untuk menjelajahi sungai terpanjang di Pulau Sumatra ini, Anda bisa menggunakan sampan atau perahu motor dengan harga sewa berkisar antara Rp50.000-Rp100.000. Setelah puas melintasi Sungai Musi, Anda bisa beristirahat di deretan pasar terapung maupun kedai-kedai penjual makanan dan minuman khas Palembang yang berada di pesisir sungai.

2.                 Berwisata Sejarah di Sejumlah Situs Peninggalan Masa Lampau

Menjadi kota tertua di Indonesia sekaligus salah satu kawasan perniagaan paling diperhitungkan di era kerajaan kuno membuat Palembang kaya akan situs-situs dan lokasi wisata bersejarah. Oleh karena itu, berwisata sejarah di kota ini akan menjadi suatu pengalaman berlibur yang cukup mengesankan.

Benteng Kuto Besak adalah salah satu tujuan utama untuk wisata sejarah Anda di Kota Palembang. Selain itu, perjalanan napak tilas dan mengenal sejarah di Bumi Sriwijaya juga bisa dilanjutkan dengan berkunjung ke Museum Sultan Mahmud Badaruddin II dan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) yang letaknya tidak terlalu berjauhan.

3.                 Wisata Religi ke Masjid atau Kelenteng Bersejarah

Situs arkeologi dan bangunan peninggalan masa kerajaan hingga era kolonialisme bukan satu-satunya atraksi wisata yang kaya akan nilai historis di Palembang. Kota ini juga menyuguhkan sejumlah lokasi wisata religi yang tidak hanya dapat digunakan sebagai tempat peribadatan, tetapi juga menjadi destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Kelenteng Dewi Kwan Im yang berada di kawasan wisata Pulau Kamaro, Sungai Musi, adalah salah satunya. Bernama asli Tri Dharma Candra Nadi, kelenteng ini merupakan yang tertua di Palembang dan dibangun pada tahun 1773 saat masa Kesultanan Palembang-Darussalam. Bagi umat Islam, wisata religi di kota pempek bisa dilakukan dengan berkunjung ke sejumlah masjid dalam kota. Di antaranya adalah Masjid Agung Palembang, Masjid Cheng Ho, dan Masjid Sultan Mahmud Badaruddin I.

4.                 Menikmati Panorama Kota Palembang dari Ketinggian di Puncak MONPERA

MONPERA adalah akronim dari Monumen Perjuangan Rakyat. Monumen ini merupakan bangunan museum berbentuk segi lima yang menyimpan beragam koleksi peninggalan sejarah dari masa sebelum dan sesudah kemerdekaan. Di lantai teratas gedung terdapat tangga yang dapat dinaiki untuk sampai di puncak monumen. Di atas puncak yang bentuknya menyerupai kerucut inilah, Anda bisa menyaksikan panorama kota dari ketinggian.

Karena berada tak jauh dari kawasan wisata Jembatan Ampera, MONPERA dapat dijangkau hanya dengan berjalan kaki selama beberapa menit. Mengingat keunikan gedung serta nilai historis yang ditawarkan, MONPERA bisa dijadikan destinasi pilihan saat Anda berkunjung ke Kota Palembang.  

5.                 Berburu Kain Tenun Songket Tradisional Khas Palembang

Salah satu peninggalan budaya Kerajaan Sriwijaya yang masih ada hingga saat ini adalah kain songket khas Palembang. Kain adat ini ditenun dalam benang perak dan emas dengan menggunakan penenun tradisional.

Bagi Anda yang ingin melihat proses pembuatan kain songket Palembang sekaligus membeli beberapa cendera mata untuk dibawa pulang sebagai buah tangan, sentra pembuatan songket 30 Ilir adalah destinasi yang tepat untuk dikunjungi. Selain menyediakan kain songket lembaran dengan harga berkisar antara ratusan hingga jutaan rupiah, sentra kerajinan ini juga menjual sejumlah suvenir seperti kaus, batik, dan kain sarung.

6.                 Menikmati Keindahan Senja dari Kawasan Benteng Kuto Besak

Benteng Kuto Besak adalah destinasi tepat untuk menutup perjalanan wisata Anda di Kota Palembang. Dengan berkunjung ke kawasan wisata ini saat sore hari, Anda bisa menikmati suasana senja di tengah-tengah hamparan sungai berair jernih.

Selain Sungai Musi, wilayah tempat benteng ini berada juga dikelilingi oleh tiga sungai lainnya, yakni Sungai Sekanak, Sungai Tengkuruk, dan Sungai Kapuran. Lanskap memesona serta udara pesisir perairan yang sejuk nan menyegarkan menjadi alasan mengapa Benteng Kuto Besak cocok dijadikan sebagai destinasi wisata bagi Anda yang ingin menikmati panorama cantik matahari terbenam.

Itulah ulasan mengenai Kota Palembang dari mulai sejarah, perkembangan, fasilitas bandara, objek wisata, ragam seni dan budaya, hingga tips dan rekomendasi aktivitas berlibur di kota tujuan wisata ini. Dengan beragam potensi wisata dan berbagai keunikan serta keindahan alam yang ditawarkan, Palembang bisa menjadi salah satu referensi destinasi menarik bagi Anda yang merencanakan agenda berlibur dalam waktu dekat.