Daftar
Daftarkan dirimu sebagai Airy Traveler

DAFTAR
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Sudah punya akun Airy? MASUK
|
Masuk
Masuk sebagai Airy Traveler


MASUK
LUPA PASSWORD?
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Belum punya akun Airy? DAFTAR
Tiket Pesawat ke Pekanbaru
Kota Asal
Semua Bandara
Kota Tujuan
Semua Bandara
Tanggal Berangkat
18 Nov 2018
Tanggal Pulang
20 Nov 2018
Penumpang
1 penumpang
CARI
Tiket Pesawat ke Pekanbaru (PKU)

 

Pekanbaru

Tentang Kota Pekanbaru

Sebagian besar wilayah Indonesia merupakan bentang alam yang begitu  menawan. Sebut saja Riau, salah satu provinsi di Pulau Sumatra, yang memiliki pesona alam dan budaya yang menarik untuk dieksplorasi. Sementara itu, salah satu kawasan di Provinsi Riau yang paling banyak dikunjungi wisatawan adalah Pekanbaru.

Pekanbaru adalah kota terbesar yang juga sekaligus merupakan ibu kota Provinsi Riau. Jika dilihat di peta, kota ini terletak di tengah-tengah Pulau Sumatra dan dilalui Jalur Lintas Timur Sumatra. Artinya, dari Pekanbaru, wisatawan atau masyarakat bisa dengan mudah menjangkau kota-kota lain yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Riau dan provinsi-provinsi di sekitarnya.

Sejarah Singkat Kota Pekanbaru

Setiap daerah umumnya memiliki sejarah yang selalu menarik untuk disimak. Demikian pula dengan Pekanbaru. Kota ini juga mempunyai sejarah dengan jejak-jejak yang masih bisa ditelusuri hingga saat ini. Berikut uraian ringkas mengenai sejarah terbentuknya nama Kota Pekanbaru.

Dahulu, Kota Pekanbaru memiliki nama Senapelan. Senapelan dibelah oleh sungai besar yang bernama Sungai Siak. Sungai tersebut dahulu difungsikan oleh masyarakat sebagai jalur perhubungan untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan dari kawasan pedalaman ke kota. Tidak hanya dari daerah-daerah yang ada di Provinsi Riau, keberadaan Sungai Siak juga dijadikan sebagai jalur dagang masyarakat dari masyarakat yang tinggal di provinsi sekitar.

Salah satu kelompok masyarakat yang kerap membawa hasil panen melalui Sungai Siak adalah masyarakat Minangkabau dari Provinsi Sumatra Barat. Mereka umumnya berangkat dari daerah asalnya untuk melakukan perdagangan di Selat Malaka. Namun, tidak sedikit juga di antara mereka yang memilih singgah di Senapelan dan berdagang di sekitar Sungai Siak.

Lokasi berdagang masyarakat Minangkabau tersebut kemudian disebut Pekan, yang artinya ‘pasar’. Sebagai pasar yang baru, pada saat itu, masyarakat kemudian menyebut tempat tersebut sebagai Pekan Baharu yang kemudian menjadi nama kota yakni, Pekanbaru.

Kondisi Geografis Pekanbaru

Kota Pekanbaru memiliki luas wilayah sekitar 62,96 km2. Kota ini dibatasi oleh Kabupaten Siak di sisi utara, Kabupaten Pelalawan di sisi timur dan selatan, serta Kabupaten Kampar di sisi barat.

Sebagai ibu kota provinsi yang berada di lokasi strategis, Pekanbaru tumbuh menjadi wilayah yang maju. Kota ini tidak hanya dijadikan sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga pusat kegiatan perekonomian dan pendidikan. Tidak mengherankan, kota ini mampu menjadi magnet bagi masyarakat di kota sekitar untuk bekerja di Pekanbaru.

Penduduk di Pekanbaru

Sebagai pusat pemerintahan yang memiliki perekonomian maju, Pekanbaru kini dihuni oleh penduduk yang berasal dari etnis dan agama yang beragam. Sejauh ini, masyarakat yang menempati wilayah Pekanbaru didominasi oleh orang-orang dari suku Minangkabau dan Melayu. Tentu saja, hal tersebut berkaitan erat dengan sejarah Kota Pekanbaru serta keberadaan Sungai Siak yang dahulu kerap digunakan masyarakat Pekanbaru dan Minangkabau sebagai jalur perdagangan menuju Selat Malaka.

Selain kedua suku tersebut, suku lain yang juga banyak menempati kawasan Pekanbaru adalah orang-orang Tionghoa. Hal tersebut bisa terjadi karena pada umumnya sejak dahulu, masyarakat Tionghoa merupakan orang-orang yang gemar berdagang atau menjadi pelaku bisnis. Terlebih ketika Pekanbaru mulai berkembang menjadi kawasan ekonomi strategis, peluang bisnis di sana pun kian terbuka lebar sehingga memungkinkan masyarakat dari daerah lain datang untuk mengembangkan peluang bisnis tersebut di Pekanbaru. Akhirnya, mereka pun menetap dan bersama-sama dengan masyarakat setempat memajukan Kota Pekanbaru.

Bandara di Pekanbaru

Pekanbaru memiliki sebuah bandara yang bernama Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II (PKU) atau yang biasa disingkat dengan Bandara SSK II. Bandara yang memiliki luas 321, 21 hektare ini dahulu pernah memiliki nama Bandar Udara Simpang Tiga, kemudian diganti menjadi Bandara SSK II pada tahun 1998, dan diresmikan pada tahun 2000.

Bandara SSK II melayani berbagai rute penerbangan domestik dan internasional. Dari dalam negeri, jadwal penerbangan terbanyak adalah dari dan ke Jakarta. Apabila berangkat dari Jakarta ke Pekanbaru, Anda hanya akan menghabiskan waktu tempuh selama 1 jam 45 menit. Selain ke Jakarta (Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma), Bandara SSK II juga melayani berbagai rute penerbangan langsung ke banyak kota di Indonesia, serta ke kota-kota di sekitar kawasan Asia Tenggara.

Kode dan Pajak Bandara

Apabila ingin melakukan penerbangan ke Pekanbaru, carilah Bandara SSK II sebagai lokasi tujuan Anda. Kode bandara yang harus Anda masukkan untuk menuju ke Pekanbaru adalah PKU. Sementara itu, pajak bandara yang dibebankan kepada penumpang adalah Rp45.000 untuk penerbangan domestik dan Rp150.000 untuk penerbangan internasional. Pajak bandara ini berlaku untuk semua maskapai di Bandara SSK II, mulai dari maskapai Lion Air, maskapai Wings Air, maskapai Sriwijaya Air, maskapai Nam Air, maskapai Citilink, dan maskapai Garuda Indonesia.

Transportasi Bandara

Bandara SSK II hanya berjarak 9 km dari Kota Pekanbaru. Untuk mencapai pusat kota, Anda hanya perlu berkendara ke arah utara dengan waktu tempuh sekitar 15 menit. Dari Bandara SSK II menuju pusat kota, Anda bisa menggunakan taksi bandara. Jika dibandingkan dengan alat transportasi lain, taksi memang lebih mahal. Akan tetapi, Anda tidak perlu menunggu lama karena taksi-taksi tersebut sudah tersedia di bandara dan bisa langsung mengantarkan Anda.

Sarana transportasi lain yang bisa Anda manfaatkan ketika sampai di Bandara SSK II adalah Bus Trans Metro Pekanbaru. Bus milik pemerintah daerah ini mirip dengan Bus Trans Jakarta yang nyaman dan murah. Anda bisa menggunakan bus tersebut dari halte yang berada tidak jauh dari bandara.

Tips Bepergian ke Pekanbaru

Pekanbaru memiliki banyak destinasi wisata menarik yang bisa Anda jadikan pilihan untuk mengisi waktu liburan nanti. Namun, sebelum bepergian ke Pekanbaru, ada baiknya Anda mencermati beberapa tips berikut ini.

·                    Pilih Waktu Liburan yang Tepat

Penduduk Pekanbaru mayoritas beragama Islam. Sebagian dari mereka bekerja di kampung halaman, sementara sebagian lagi merantau ke luar pulau. Umumnya, mereka yang merantau akan kembali pulang pada saat lebaran Idulfitri. Di waktu tersebut, tiket pesawat ke Pekanbaru kerap habis lantaran sudah dipesan untuk keperluan mudik. Untuk itu, apabila ingin berwisata ke Pekanbaru, Anda dapat memesan tiket penerbangan di luar waktu lebaran.

Selain saat lebaran, penerbangan dari dan ke Pekanbaru juga ramai terjadi pada musim liburan, seperti: liburan sekolah, Hari Raya Natal, dan tahun baru. Namun biasanya jumlahnya tidak sebanyak pada waktu musim mudik. Meskipun demikian, untuk mengantisipasi kemungkinan tiket habis, sebaiknya Anda memesannya jauh-jauh hari.

Mengenai pertimbangan cuaca, berwisata ke Pekanbaru bisa dilakukan kapan saja, baik saat musim kemarau maupun saat musim penghujan. Namun apabila ingin menghabiskan banyak waktu untuk berkunjung ke destinasi wisata alam, tampaknya lebih baik jika Anda memilih berangkat ke sana pada saat musim kemarau.

·                    Pilih Tempat Menginap yang Nyaman

Saat melakukan perjalanan wisata, tenaga Anda tentu akan mudah terkuras. Pasalnya, ada banyak lokasi yang tidak jarang harus Anda kunjungi dengan berjalan kaki. Bahkan sebagian di antaranya hanya bisa ditempuh melalui pendakian. Tentu saja, hal itu akan sangat melelahkan.

Supaya stamina tetap terjaga selama liburan, satu hal yang mesti dilakukan oleh setiap wisatawan adalah beristirahat yang cukup di malam hari. Hal tersebut biasanya hanya bisa diperoleh ketika wisatawan memilih tempat menginap yang nyaman.

Untuk itu, saat merencanakan kepergian ke Pekanbaru, cari tahu terlebih dahulu hotel yang akan Anda gunakan untuk menginap. Perhatikan fasilitas apa saja yang disediakan, serta apakah harga yang ditawarkan cukup masuk akal atau tidak.

Supaya lebih yakin, Anda juga dapat membaca ulasan-ulasan dari para tamu hotel yang pernah menginap di sana. Pahami kekurangan dan kelebihan dari tempat menginap tersebut, mulai dari kebersihan, kenyamanan, serta kemudahan akses lokasi hotel ke tempat wisata.

Jika sudah menemukan yang tepat, sebaiknya Anda segera memesannya supaya tidak kehabisan. Sebab, kamar hotel yang nyaman umumnya banyak diburu wisatawan. 

·                    Pilih Alat Transportasi yang Tepat

Di Pekanbaru, terdapat beberapa jenis moda transportasi yang bisa mengantarkan Anda keliling kota, seperti: angkot, ojek, taksi, dan Bus Trans Metro Pekanbaru. Apabila menginginkan sarana transportasi yang aman, nyaman, dan hemat, Anda bisa memilih menggunakan Bus Trans Metro Pekanbaru. Namun apabila ingin yang cepat, Anda dapat memilih menggunakan ojek. Di Pekanbaru, tersedia pilihan ojek konvensional dan ojek daring (online) yang siap mengantarkan Anda berkeliling Kota Pekanbaru.

Saat berlibur ke Pekanbaru, Anda mungkin datang bersama rombongan. Jika demikian, Anda dapat menyewa mobil beserta sopirnya. Dengan menyewa mobil, Anda dapat memilih destinasi wisata sesuka hati. Sementara keberadaan sopir, yang merupakan penduduk Pekanbaru, bisa menjadi penunjuk jalan sekaligus pemandu yang akan mendampingi Anda dan rombongan pergi ke tempat-tempat wisata tujuan.

·                    Taati Setiap Aturan dari Pihak Pengelola Tempat Wisata

Saat berkunjung ke tempat wisata, Anda tentu sering mendapati berbagai peraturan yang wajib ditaati oleh wisatawan. Di Pekanbaru, ada beberapa destinasi wisata yang juga memberlakukan peraturan-peraturan untuk setiap pengunjung. Sebagai contoh, saat memasuki ruangan tertentu, pengunjung harus melepaskan alas kaki dan dilarang berisik atau ketika berada di area tempat ibadah, pengunjung harus mengenakan pakaian yang tertutup.

Sebagai wisatawan yang baik, Anda perlu memperhatikan dan mematuhi setiap aturan yang ditetapkan oleh pihak pengelola tempat wisata. Dengan demikian, kebersihan, kenyamanan, dan ketertiban tempat wisata tersebut pun bisa tetap terjaga.

·                    Selektif dalam Membeli Oleh-oleh

Berbelanja oleh-oleh bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk melengkapi perjalanan liburan di Pekanbaru. Namun saat membeli oleh-oleh, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.

Pertama, pilih oleh-oleh yang benar-benar merupakan khas dari daerah tersebut agar hasil liburan Anda lebih berkesan. Misalnya, di Pekanbaru, ada kain tenun khas Riau yang berkualitas bagus dan jelas tidak dapat ditemukan di kota Anda. Untuk jenis makanan, misalnya, di Pekanbaru, terdapat beberapa jenis kue tradisional yang juga hanya ada di sana.

Kedua, pilih oleh-oleh yang bermanfaat. Sebagian orang hanya senang membeli oleh-oleh tanpa memperhatikan manfaatnya. Alhasil, oleh-oleh tersebut pun tidak terpakai dan justru malah terbuang sia-sia.

Ketiga, saat membeli oleh-oleh yang berbentuk makanan, perhatikan durasi ketahanan dan tanggal kedaluwarsanya. Produk oleh-oleh yang berkualitas biasanya selalu disertai informasi mengenai tanggal pembuatan, masa ketahanan, dan tanggal kedaluwarsanya. Jika tidak, sebaiknya Anda pikirkan ulang keputusan untuk membelinya.

Setelah mendapatkan oleh-oleh, tips terakhir yang perlu Anda perhatikan adalah cara menyimpannya. Beberapa jenis oleh-oleh memiliki tipe padat, renyah, atau lembut. Untuk itu, saat menyimpannya di dalam koper atau kardus, pastikan Anda meletakkannya dengan posisi yang tepat. Tujuannya adalah supaya oleh-oleh tersebut tetap berada pada kondisi yang baik sesampainya di tempat tujuan.

Budaya Daerah Pekanbaru

Seperti halnya daerah-daerah yang ada di Provinsi Riau, budaya Melayu juga tampak jelas di Pekanbaru. Mulai dari cara berpakaian hingga nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat Pekanbaru juga menunjukkan karakteristik dari budaya Melayu.

·                    Bahasa Daerah

Saat berkomunikasi, penduduk Pekanbaru kerap menggunakan bahasa Melayu. Namun, tidak sedikit pula masyarakat yang memakai bahasa Minangkabau. Meskipun demikian, ketika berjumpa dengan orang-orang dari suku lain, mereka akan menggunakan bahasa Indonesia dengan logat khas Melayu yang cukup kental.

·                    Musik Daerah

Masyarakat Pekanbaru memiliki cukup banyak lagu daerah yang dibawakan dalam berbagai acara. Lagu-lagu yang menggunakan bahasa Melayu tersebut biasanya dimainkan bersama dengan alat-alat musik tradisional khas Riau, seperti: gambus, rebana, nafiri, marwas, dan gendang. Karakteristik yang tampak jelas dari musik khas Melayu Riau adalah adanya irama yang meliuk-liuk, serta menggunakan syair-syair indah yang penuh makna, yakni tentang nilai moral dan nasihat kehidupan.

·                    Tarian Daerah

Pekanbaru memiliki beberapa tarian daerah yang cukup terkenal, yaitu: Tari Zapin, Tari Melemang, dan Tari Makyong. Berikut penjelasan dari ketiga jenis tarian tersebut. Tari Zapin merupakan jenis tarian yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Tarian yang kerap dijadikan hiburan di istana ini awalnya berasal dari kawasan semenanjung Arab, tepatnya dari Yaman. Kemudian, seiring pergerakan para pedagang Arab ke wilayah Malaka, Tari Zapin mulai diperkenalkan di kawasan sekitar dan kemudian populer di kawasan Pekanbaru.

Akan tetapi, alat musik yang digunakan untuk mengiringi Tari Zapin di Pekanbaru sudah agak berbeda dari yang digunakan di semenanjung Arab. Meskipun demikian, gerakan-gerakan kaki yang cepat serta makna dari tarian tersebut tetap serupa.

Tarian tradisional dari Pekanbaru berikutnya adalah Tari Melemang. Tarian ini konon sudah ada sejak abad ke-12, yakni pada masa Kerajaan Bentan. Dahulu, tarian ini hanya dipentaskan di istana. Gerakan utama dalam tarian ini adalah kecakapan untuk mengambil sesuatu dengan cara melemang, yakni berdiri sambil membungkukkan tubuh ke arah belakang. Tujuannya adalah untuk menghibur sang raja.

Jenis tarian yang terkenal lainnya adalah Tari Makyong. Tarian ini biasa dibawakan dalam pertunjukan seni Teater Makyong. Saat membawakan tarian ini, para penari biasanya akan menggunakan topeng. Keberadaan mereka dimaksudkan untuk menyampaikan cerita melalui gerakan-gerakan penuh makna.

Kini, ketiga jenis tarian tradisional tersebut memang sudah jarang dipentaskan pada acara pesta atau hajatan di masyarakat. Akan tetapi, pemerintah setempat terus berusaha melestarikannya dengan menggelar acara-acara festival budaya sehingga budaya-budaya daerah tetap bisa lestari.

Hal yang Harus Dilakukan di Pekanbaru

Pekanbaru dengan budaya Melayunya yang begitu kental, tentu akan mampu memberikan Anda pengalaman berwisata yang berbeda. Saat merencanakan kunjungan wisata ke Pekanbaru dan sekitarnya, berikut beberapa hal yang wajib Anda lakukan agar liburan Anda semakin istimewa.

·                    Mempelajari Sejarah Riau di Museum Sang Nila Utama

Salah satu cara mudah yang bisa Anda lakukan untuk mengenal sejarah dan budaya daerah setempat adalah dengan mengunjungi museumnya. Di Pekanbaru, tepatnya di Jalan Sudirman, depan kantor DPRD Provinsi Riau, terdapat sebuah bangunan megah yang bernama Museum Sang Nila Utama.

Museum yang dahulu bernama Museum Negeri Provinsi Riau tersebut memiliki dua lantai dengan bangunan yang megah, serta memiliki desain arsitektur menyerupai rumah adat Provinsi Riau. Di dalam museum tersebut, tersimpan ribuan benda peninggalan sejarah.

Saat menjelajahi ruang-ruang di dalam museum tersebut, Anda dapat menyaksikan  koleksi alat musik, sejarah Provinsi Riau, sejarah eksplorasi minyak di Riau, replika rumah adat, serta satwa yang tinggal di kawasan Provinsi Riau. Sementara pada lantai berikutnya, Anda dapat melihat secara langsung benda-benda peninggalan kerajaan yang pernah digunakan oleh raja dan masyarakat Riau ratusan tahun yang lalu.

Seusai menjelajahi ruang-ruang di dalam museum, Anda dapat beristirahat sejenak di Taman Gemala, yang terletak di belakang gedung museum. Di sana, terdapat pendopo serta pepohonan yang asri sehingga cocok untuk bersantai.

·                    Menjelajahi Desa Wisata Okura

Sekitar 20 km ke arah timur laut dari Kota Pekanbaru, terdapat sebuah desa wisata yang bernama Okura. Sekilas, desa ini tampak seperti desa-desa pada umumnya. Namun ternyata, desa wisata ini menerapkan konsep dakwah yang disatukan dengan wisata alam serta budaya sehingga menjadi sangat menarik dan mampu menjadi daya tarik bagi para wisatawan.

Saat memasuki desa ini, Anda merasakan suasana tenang yang begitu mendamaikan. Di sekitar rumah, terdapat banyak pepohonan rindang sehingga menjadikan hawa yang tercipta terasa sejuk dan nyaman.

Tidak jauh dari area permukiman, terdapat sebuah sungai kecil, cabang dari Sungai Siak, yang difungsikan sebagai lokasi wisata air. Di sungai tersebut, wisatawan bisa menggunakan sampan dan mendayungnya untuk berkeliling dan melihat lebih dekat keindahan Desa Okura. Di samping itu, pengunjung juga bisa melakukan beragam aktivitas lain, seperti: berkuda, berenang, dan memanah.

·                    Berfoto di Depan Anjungan Seni Idrus Tintin

Anjungan Seni Idrus Tintin merupakan sebuah gedung kesenian yang memiliki desain unik dan begitu megah. Nama gedung ini diambil dari nama seorang seniman terkenal dari Riau yang bernama Idrus Tintin.

Gedung ini biasa digunakan untuk menggelar berbagai festival budaya, seperti tari-tarian, teater, serta acara-acara penting lainnya. Karena memiliki arsitektur yang begitu cantik, bangunan ini akhirnya banyak dikunjungi wisatawan untuk berfoto.

·                    Menikmati Keseruan Bermain di Riau Fantasi

Jika Anda menginginkan berwisata dengan cara yang seru, datanglah ke Riau Fantasi atau yang kerap dikenal juga dengan sebutan  Labersa Waterpark. Taman air yang berlokasi di Jalan Labersa, Tanah Merah, Siak Hulu ini, hanya berjarak sekitar 12 km dari pusat Kota Pekanbaru.

Untuk menuju ke Labersa Waterpark, Anda harus berkendara ke arah tenggara melalui Jalan Jenderal Sudirman. Sementara itu, waktu tempuh yang Anda butuhkan untuk bisa sampai ke tempat wisata tersebut adalah sekitar 20 menit.

Riau Fantasi memiliki banyak wahana air seru yang cocok untuk anak-anak dan dewasa. Di sana, Anda dapat mencoba menguji adrenalin di Crocodile River dengan meluncur dari ketinggian 15 meter melalui seluncuran yang berkelok-kelok. Jika ingin merasakan sensasi di pantai sambil bersantai, Anda dapat memilih Lazy Pool.

Selain taman air, Riau Fantasi juga dilengkapi wahana permainan seru lainnya. Di lokasi tersebut, Anda dapat mencoba wahana Kora-kora, Roller Coaster, Family Swinger, dan Wave Blaster. Apabila ingin sekadar bersantai sambil berkeliling menikmati suasana asri di sekitar lokasi wisata ini, Anda dapat menggunakan kereta wisata yang sudah disediakan pihak pengelola.  Untuk merasakan kepuasan yang maksimal, Anda bisa mencoba semua wahana yang tersedia.

·                    Bersantai di Taman Wisata Alam Mayang

Apabila menginginkan paket wisata alam yang lengkap, ada baiknya Anda berkunjung ke Taman Wisata Alam Mayang. Taman yang sudah ada sejak tahun 1973 ini hingga kini tetap terawat dengan baik, serta masih menjadi salah satu lokasi wisata favorit bagi masyarakat Pekanbaru.

Tempat wisata alam yang memiliki luas sekitar 24 hektare tersebut menyediakan berbagai wahana yang cocok untuk anak-anak hingga dewasa. Di bagian danau, Anda bisa mengayuh sepeda air, serta menaiki perahu pisang (banana boat) bersama teman-teman. Jika cukup berani, Anda juga bisa mencoba wahana luncur gantung (flying fox) yang akan melewati atas danau.

Saat berkunjung ke sana, Anda juga bisa bersantai sambil bersantap di warung-warung yang berdiri di antara pepohonan asri. Jika suka memancing, Anda tidak perlu khawatir karena di lokasi wisata tersebut juga sudah ada penyedia perlengkapan memancing.

Sebagai lokasi wisata yang tergolong cukup tua, Taman Wisata Alam Mayang terus berusaha melakukan pembenahan. Hingga kini pihak pengelola juga terus melakukan perbaikan dengan menambahkan beberapa wahana baru, serta memperbaharui wahana-wahana yang sudah dianggap tidak layak digunakan.

·                    Rumah Singgah Tuan Kadi

Dari waktu ke waktu, Kota Pekanbaru sudah mengalami banyak perubahan. Jika zaman dahulu rumah-rumah masih terbuat dari kayu, kini hampir semua bangunan di Pekanbaru sudah berganti menjadi dinding-dinding beton. Tidak hanya bahannya yang berubah, desain-desain bangunan baru pun semakin terlihat berbeda dari rumah tradisional Pekanbaru di masa lalu.

Meskipun demikian, jejak-jejak sejarah bentuk rumah Pekanbaru sebenarnya belum benar-benar hilang. Jika Anda melewati Jembatan Siak III, cobalah tengok ke arah bawah. Di sana, akan tampak sebuah bangunan rumah tradisional kuno yang masih terawat dengan baik. Nama bangunan tersebut adalah Rumah Singgah Tuan Kadi.

Rumah tersebut sudah ada sejak zaman kerajaan Siak Sri Indrapura. Dahulu, rumah tersebut sering dijadikan sebagai tempat singgah sementara oleh para sultan yang baru tiba di Pekanbaru.

Berdasarkan sejarah tersebut, tampaknya Rumah Singgah Tuan Kadi sejak dahulu hingga kini memang tetap dipertahankan berdasarkan kondisi aslinya. Terbukti, di bagian belakang rumah tersebut, terdapat sebuah pelabuhan kecil yang terbuat dari kayu. Pelabuhan itulah yang dahulu digunakan oleh para sultan untuk menambatkan kapal-kapal mereka.

Saat memasuki bangunan rumah, Anda akan melihat sebuah bak batu di depan pintu masuk. Dahulu, bak batu itu digunakan oleh para sultan untuk mencuci kaki dan tangan sebelum masuk ke dalam rumah.

Di antara banyak bangunan modern yang berdiri di Pekanbaru, bangunan tradisional Rumah Singgah Tuan Kadi tampak begitu unik dan cantik. Tidak mengherankan, banyak wisatawan yang datang ke sana untuk berfoto. Selain memotret rumah, mereka juga kerap memotret Jembatan Siak III yang tampak megah saat dipotret dari jendela rumah tersebut.

·                    Menjelajahi Kemegahan Istana Siak Sri Indrapura

Satu lagi lokasi wisata populer di sekitar Pekanbaru yang wajib Anda kunjungi adalah Istana Siak Sri Indrapura. Istana berada cukup jauh dari pusat Kota Pekanbaru. Untuk sampai ke sana, Anda harus menempuh perjalanan sekitar 2 jam ke arah timur laut. Meskipun demikian, lamanya perjalanan Anda akan segera terbayar oleh keindahan dan kemegahan istana tersebut.

·                    Melengkapi Jejak Sejarah Kerajaan Siak di Masjid Syahabuddin

Untuk melengkapi pengetahuan mengenai jejak sejarah Kerajaan Siak, ada baiknya Anda berkunjung ke bangunan cantik bersejarah lainnya, yakni Masjid Syahabuddin. Lokasinya berada tidak jauh dari Istana Siak Sri Indrapura. Selain untuk wisata sejarah, masjid yang masih digunakan sebagai tempat ibadah terebut juga kerap dijadikan sebagai tujuan ziarah karena Sultan Syarif Kasim II beserta keluarganya juga dimakamkan di sana.