Daftar
Daftarkan dirimu sebagai Airy Traveler

DAFTAR
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Sudah punya akun Airy? MASUK
|
Masuk
Masuk sebagai Airy Traveler


MASUK
LUPA PASSWORD?
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Belum punya akun Airy? DAFTAR
Tiket Pesawat ke Samarinda
Kota Asal
Semua Bandara
Kota Tujuan
Semua Bandara
Tanggal Berangkat
23 Sep 2018
Tanggal Pulang
25 Sep 2018
Penumpang
1 penumpang
CARI
Tiket Pesawat ke Samarinda (SRI)

 

Samarinda

Tentang Kota Samarinda

Indonesia memiliki banyak potensi wisata yang sudah terkenal hingga ke seluruh dunia. Alam yang indah, serta budaya daerah yang beragam, menjadikan negeri ini senantiasa menjadi daya tarik bagi para pelancong dunia untuk berkunjung ke sini. Salah kota yang cukup banyak dikunjungi wisatawan adalah Samarinda. Samarinda memiliki berupa-rupa destinasi menarik yang layak dikunjungi. Yuk, cari tahu tentang keindahan Samarinda yang sebenarnya.

Kondisi Geografis Kota Samarinda

Samarinda merupakan ibu kota provinsi Kalimantan Timur, yang juga sekaligus merupakan kota terbesar di Pulau Kalimantan. Wilayah Kota Samarinda terbelah menjadi dua oleh sungai terbesar dan terpanjang di Kalimantan Timur, yakni Sungai Mahakam.

Kota yang memiliki luas sekitar 718 km2 ini diapit dan dikelilingi oleh Kabupaten Kutai Kartanegara. Wilayah ini termasuk kawasan Waktu Indonesia Tengah (WITA) yang memiliki selisih waktu 1 jam lebih cepat dari Jakarta.

Samarinda juga termasuk kota yang padat penduduk. Kepadatan kota ini bahkan hampir menyamai kota-kota besar di Jawa. Pada pagi dan sore hari, di jalan-jalan utama, akan mudah ditemukan antrean panjang kendaraan.

Sebagai kota industri yang maju, Samarinda memang mampu menjadi magnet bagi masyarakat yang tinggal di kota-kota sekitarnya untuk datang dan bekerja di sana. Di kota tersebut, terdapat cukup banyak industri pertambangan, seperti: minyak bumi, batu bara, dan pasir kuarsa.

Sejarah Singkat Kota Samarinda

Kota Samarinda memiliki sejarah panjang yang menarik untuk dicermati. Dahulu, wilayah tersebut merupakan daerah kekuasaan Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura.

Pada tahun 1668, datanglah rombongan orang-orang Bugis Wajo yang baru selesai melakukan perjalanan dari Kesultanan Gowa menuju Kesultanan Kutai Kartanegara. Rombongan tersebut dipimpin oleh La Mohang Daeng Mangkona yang bergelar “Pua Ado”. Mereka bermaksud untuk pindah ke Wilayah Kesultanan Kutai karena tidak mau tunduk pada Perjanjian Bongaya yang dianggap hanya menguntungkan pihak Belanda dan merugikan Kesultanan Gowa.

Kedatangan rombongan tersebut lantas memperoleh sambutan baik dari Raja Kutai. Mereka diperbolehkan untuk tinggal di Kutai dengan syarat harus mau membantu kepentingan kerajaan, seperti membantu melawan musuh. Setelah itu, mereka pun memilih untuk tinggal di kawasan Karang Mumus.

Ternyata, daerah yang berada di dekat aliran sungai tersebut memiliki tipe arus air yang berputar sehingga menyulitkan pelayaran. Akhirnya, raja meminta mereka untuk membuka perkampungan di Tanah Rendah. Selain sebagai tempat tinggal yang layak, keberadaan kampung tersebut juga sekaligus dimaksudkan sebagai wilayah pertahanan dari ancaman para perampok yang kerap datang dari arah pantai.

Setelah itu, Raja Kutai memberikan nama baru bagi perkampungan tersebut dengan sebutan Sama Rendah. Tujuannya adalah agar masyarakat tidak perlu membeda-bedakan suku asli dan suku pendatang yang sama-sama tinggal di wilayah Kutai Kartanegara. Lambat laun, nama Sama Rendah berubah menjadi Samarinda.

Sementara itu, hari jadi Kota Samarinda selalu diperingati setiap tanggal 21 Januari. Hal tersebut disesuaikan dengan awal kedatangan warga masyarakat suku Bugis Bajo yang menempati permukiman di Karang Mumus, yakni pada tanggal 21 Januari 1668.

Penduduk di Kota Samarinda

Berdasarkan cerita sejarah Samarinda, masyarakat awal yang menempati wilayah tersebut adalah orang-orang suku Bugis Wajo. Namun seiring berkembangnya Samarinda sebagai sebuah kota industri, kota tersebut kini sudah ditempati oleh masyarakat berbagai macam suku, seperti suku Banjar, Paser, Jawa, Madura, Dayak, dan Tionghoa.

Kini, seluruh lapisan masyarakat yang tinggal berdampingan di Samarinda hidup dengan damai. Mereka bekerja di bidang tambang, dagang, nelayan, petani, dan industri untuk bersama-sama memajukan Kota Samarinda.

Bandara di Samarinda

Samarinda sudah sejak lama memiliki sebuah bandara yang bernama Bandara Temindung (SRI). Bandara tersebut hanya melakukan penerbangan jarak dekat. Untuk pergi ke Jawa, Sumatra, dan pulau-pulau lainnya, masyarakat Samarinda kerap harus menempuh perjalanan berjam-jam menuju ke bandara yang ada di Balikpapan. Setelah beroperasi selama lebih dari 40 tahun, Bandara Temindung (SRI) akhirnya resmi ditutup dan berhenti beroperasi sejak 23 Mei 2018.

Namun kini, Samarinda sudah memiliki sebuah bandara megah bertaraf internasional. Bandara baru tersebut bernama Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto atau yang kerap disebut juga sebagai Bandara Samarinda Baru (BSB). Bandara ini sudah mulai difungsikan sejak 24 Mei 2018. Sejak saat itu, seluruh kegiatan operasional yang ada di Bandara Temindung (SRI) dialihkan ke Bandara APT Pranoto.

Sebagai sebuah bandara yang masih baru, tentu belum banyak maskapai penerbangan yang melayani rute penerbangan ke sana. Meskipun demikian, dalam beberapa waktu ke depan, jumlah maskapai yang melayani rute penerbangan dari dan menuju Samarinda akan terus ditingkatkan.

Apabila ingin memesan tiket pesawat ke Samarinda, Anda dapat memasukkan kode SRI. Sementara itu, pajak bandara (airport tax) bandara APT Pranoto adalah sebesar Rp40.000,-. Tarif pajak ini berlaku untuk semua maskapai penerbangan yang melewati bandara ini. Maskapai penerbangan yang melewati bandara ini diantaranya adalah maskapai AirAsia, maskapai Citilink, maskapai Lion Air, maskapai Wings Air, maskapai Batik Air, maskapai Sriwijaya Air, maskapai Nam Air, hingga maskapai Garuda Indonesia.  

Tips Bepergian ke Samarinda

Sebagai kota industri yang cukup padat, Samarinda ternyata juga memiliki sisi unik yang mampu menarik wisatawan untuk datang berkunjung ke sana. Meskipun sudah cukup maju, masyarakat Samarinda masih memegang erat nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang sudah ada sejak dahulu. Tentu saja dengan berkunjung ke sana, wisatawan akan dapat memperoleh banyak pengetahuan baru mengenai kota terbesar di Kalimantan ini. Sebelum berangkat ke Samarinda, berikut beberapa tips bepergian yang perlu Anda perhatikan.

·                    Pilih Waktu Penerbangan yang Tepat

Rute penerbangan dari dan menuju Samarinda atau Kalimantan Timur, umumnya selalu ramai pada sekitar akhir pekan, yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu. Pasalnya, pada hari-hari tersebut, ada banyak pelaku bisnis yang melakukan perjalanan bisnis dari dan menuju ke Samarinda.

Nah jika Anda memiliki rencana untuk liburan, supaya tetap bisa mendapatkan tiket pesawat ke Bandar Lampung, tiket pesawat ke Pontianak, tiket pesawat ke Semarang, tiket pesawat ke Pekanbaru, tiket pesawat ke Labuan Bajo, tiket pesawat ke Malang, tiket pesawat ke Solo, atau destinasi lain, ada baiknya Anda memilih waktu penerbangan di luar ketiga hari tersebut. Namun apabila tidak memungkinkan, Anda tentu perlu melakukan pemesanan sejak jauh-jauh hari.

·                    Perhatikan Perbedaan Waktu

Kota Samarinda termasuk ke dalam kawasan Waktu Indonesia Tengah (WITA). Jika waktu di Jakarta menunjukkan pukul 06.00 WIB, waktu di Samarinda lebih cepat 1 jam, yakni pukul 07.00 WITA. Memperhatikan perbedaan waktu itu penting, terutama jika Anda akan melakukan penerbangan supaya tidak ketinggalan pesawat.

·                    Pilih Tempat Menginap yang Tepat

Di Kota Samarinda, saat ini sudah banyak tersedia berbagai jenis penginapan dan hotel berbintang. Saat merencanakan kunjungan ke sana, pastikan Anda mencari tahu terlebih dahulu hotel yang akan Anda tempati.

Supaya bisa beristirahat dengan nyaman, pastikan bahwa hotel tersebut memberikan beragam jenis fasilitas kenyamanan. Selain hal itu, Anda juga perlu memperhatikan lokasi hotel. Dengan memilih tempat menginap yang strategis, perjalanan Anda selama di sana pun tentu akan lebih mudah.

Saat berada di Samarinda, Anda mungkin tidak hanya sekadar berlibur, tetapi juga sekalian melakukan perjalanan bisnis. Jika demikian, Anda dapat memilih hotel yang mampu menyediakan fasilitas penunjang bisnis, seperti memiliki ruang rapat beserta perlengkapannya. Namun apabila datang bersama keluarga dan membawa anak, Anda dapat memilih hotel yang ramah anak, misalnya yang memiliki taman bermain. Supaya lebih yakin, Anda dapat melihat ulasan dari para pengunjung hotel terdahulu di internet.

·                    Gunakan Sarana Transportasi yang Tepat

Pada jam-jam tertentu, terutama pada pagi dan sore hari, jalanan utama di pusat Kota Samarinda hampir selalu dipenuhi dengan kendaraan. Akhirnya, kemacetan panjang pun membuat banyak orang terlambat masuk ke tempat bekerja.

Selama berlibur ke Samarinda, pastikan Anda memilih waktu dan sarana transportasi yang cepat. Apabila memilih menggunakan angkutan umum, biaya yang dikeluarkan tentu lebih hemat, tetapi waktu yang Anda butuhkan untuk sampai di tempat tujuan mungkin juga akan lebih lama.

Jika memang ingin bersantai sambil menikmati suasana di Kota Samarinda, Anda dapat menggunakan angkutan umum. Namun apabila ingin cepat-cepat, Anda dapat menggunakan jasa ojek atau menyewa kendaraan beserta sopirnya. Dengan menyewa ojek atau sopir, yang notabene adalah penduduk setempat, Anda juga akan terhindar dari risiko tersasar.

·                    Jika Dijamu, Makanlah Meski Sedikit

Penduduk Kota Samarinda sejak dahulu dikenal sebagai masyarakat yang ramah. Terbukti, mereka selalu ramah kepada tamu yang berkunjung dari jauh. Bahkan, mereka juga tidak segan-segan untuk menjamu para tamu yang sudah datang ke rumah mereka.

Selain kebiasaan tuan rumah yang menghormati tamu, di Samarinda juga dikenal kebiasaan tamu menghormati tuan rumah. Jika tuan rumah sudah menghidangkan makanan, tamu tersebut harus menikmati atau mencicipinya. Jika tidak, hal tersebut akan menyinggung atau melukai hati tuan rumah.

Untuk itu, apabila datang ke rumah masyarakat ke tempat, pastikan Anda menikmati makanan yang dihidangkan. Meskipun sudah kenyang, namun sebagai penghormatan kepada pemilik rumah, sebaiknya Anda tetap berkenan mencicipinya.

·                    Kenali Istilah-istilah yang Umum Dipakai di Sana

Saat berada di Kota Samarinda, Anda mungkin akan menemukan beberapa istilah yang berbeda dari yang Anda pahami selama ini. Untuk itu, sebelum berangkat ke sana, ada baiknya Anda mengenal beberapa istilah berikut ini.

  • Taksi

Secara umum, taksi merupakan kendaraan roda empat yang dioperasikan dengan argometer. Namun, di Samarinda, istilah tersebut dipakai untuk menyebut angkot. Sementara itu, taksi yang biasa Anda lihat selama ini sangat jarang atau bahkan tidak tersedia di Samarinda. Jadi, jika Anda ingin bertanya kepada penduduk tentang angkot, gunakan istilah ‘taksi’ supaya mereka bisa memahami maksud pertanyaan Anda.

  • Terang Bulan

Di beberapa daerah, di kenal istilah martabak telur atau martabak asin dan martabak manis. Akan tetapi, masyarakat Samarinda lebih kerap menyebut martabak telur sebagai ‘martabak’, dan martabak manis sebagai ‘terang bulan’. Jadi, apabila ingin memesan martabak manis, katakan ‘terang bulan’. Jika mengatakan ‘martabak’, maka yang akan terhidang di hadapan Anda adalah martabak telur.

  • Gunung

Sebagian wilayah Kota Samarinda memiliki kontur yang agak berbukit atau naik-turun. Ketika berjalan-jalan di kawasan sekitar kota tersebut, kendaraan yang Anda tumpangi akan melewati jalan-jalan yang menanjak dan menurun.

Sebagian masyarakat Samarinda menyebut tanjakan sebagai ‘gunung’. Jadi, saat Anda bertanya mengenai penunjuk arah kepada warga setempat, jangan bingung dengan istilah tersebut.

Budaya Daerah

Penduduk yang menempati wilayah Samarinda saat ini didominasi oleh masyarakat keturunan suku Banjar dan Dayak. Sebagian ada yang menyebut suku Dayak sebagai suku Kutai. Namun sebenarnya, suku Kutai masih satu rumpun dengan suku Dayak. Itulah mengapa kebudayaan Dayak dan Banjar tampak cukup kental di Kalimantan Timur, termasuk di Samarinda. Meskipun demikian, ada juga kebudayaan-kebudayaan lain yang akhirnya turut serta menghiasi keragaman di Samarinda.

·                    Bahasa Daerah

Bahasa daerah yang digunakan di Samarinda bermacam-macam. Akan tetapi, di banyak tempat, Anda akan mendapati sebagian masyarakat menggunakan bahasa Banjar. Namun, ada juga bahasa lain, seperti bahasa Kutai, Begumpai, dan Kenyah.

·                    Musik Tradisional

Samarinda memiliki musik tradisional yang dimainkan dengan alat musik khas daerah setempat, seperti: sampek, kadire, dan jatung utang. Alat musik sampek, sejak dahulu sudah digunakan sebagai peranti musik masyarakat suku Dayak. Musik yang dimainkan dengan alat tersebut dinamakan Musik Sampek. Jenis musik tersebut biasa digunakan untuk mengiringi upacara adat dan hajatan yang digelar masyarakat.

Musik Sampek dapat digunakan untuk menyatakan perasaan, seperti sedih atau gembira. Untuk menyatakan kegembiraan, musik sampek biasanya dimainkan pada siang hari. Sebaliknya, pada malam hari, musik tersebut akan dimainkan dengan suasana sendu yang menggambarkan kesedihan.

Alat musik lain yang kerap dipakai dalam pergelaran musik tradisional adalah kadire atau keledi, yakni sebuah alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup. Bentuknya cukup unik, yakni labu kering dan tempurung kelapa dihubungkan dengan tabung-tabung bambu. Untuk menghasilkan nada-nada tertentu, pemain harus meniup tempurung kelapa, bukan labu.

Alat musik tradisional yang juga cukup terkenal di Samarinda adalah jatung utang. Alat musik tersebut dibuat dari batangan kayu yang dijajar dan dirangkai dengan tali sehingga menyerupai bentuk gambang. Cara memainkannya adalah dengan memukulnya menggunakan dua alat pemukul. Biasanya, alat musik ini dimainkan ketika musim tanam tiba untuk mengusir hama atau hewan-hewan perusak tanaman.

·                    Tarian Daerah

Samarinda juga memiliki beberapa tari daerah yang begitu indah. Salah satu tarian terpopuler yang ada di sana adalah Tari Enggang. Jenis tarian tradisional ini dibawakan untuk menghormati para leluhur.

Tarian ini menggambarkan kehidupan burung enggang. Menurut kepercayaan orang-orang dari suku Dayak Kenyah, dahulu nenek moyang mereka mirip seperti burung enggang. Mereka berasal dari langit, kemudian turun ke bumi.

Biasanya, tarian ini dibawakan ketika acara pergelaran budaya. Yang membawakannya adalah para perempuan muda dari suku Dayak. Sementara itu, busana yang dikenakan biasanya dilengkapi dengan bulu-bulu burung enggang.

Hal yang Harus Dilakukan di Samarinda

Mengisi waktu liburan dengan pergi ke Samarinda mungkin bisa memberikan Anda pengalaman yang berbeda. Pasalnya, kota ini memiliki beragam keunikan yang menarik untuk dipelajari. Berikut beberapa aktivitas yang bisa Anda lakukan saat berada di Samarinda.

·                    Berkunjung ke Desa Budaya Pampang

Berwisata ke sebuah desa budaya tentu akan memberikan banyak manfaat. Selain menambah pengetahuan, kunjungan ke desa budaya juga dapat membuat seseorang lebih mengenal negerinya serta dapat menyerap kearifan lokal dan nilai-nilai hidup yang baik.

Di Samarinda, terdapat desa budaya yang bernama Desa Pampang di wilayah Samarinda Utara. Desa tersebut dihuni oleh masyarakat dari suku Dayak. Sudah sejak lama, desa ini menjadi salah satu tujuan wisata para wisatawan dari berbagai negara.

Di sana, mereka dapat melihat Lamin Adat Tamung Tawai, yaitu rumah adat suku Dayak. Rumah asli tersebut berdiri begitu megah dengan ukuran yang besar, tinggi, dan luas. Di sekelilingnya, terdapat ukiran-ukiran cantik serta beragam ornamen khas suku Dayak.

Apabila datang pada hari Minggu, wisatawan bisa berkesempatan menyaksikan tarian adat suku tersebut. Mereka biasanya menggelar tari-tarian setiap Minggu pukul 14.00—15.00 WITA. Jika ingin pergi ke sana, Anda harus menempuh perjalanan sekitar 20 km dari pusat kota Samarinda melalui jalur utama Samarinda – Bontang.

·                    Melihat Langsung Proses Pembuatan Tenun Samarinda

Kain tenun merupakan salah satu bentuk produk kreatif hasil budaya bangsa yang sudah terkenal ke seluruh dunia sejak ratusan tahun yang lalu. Kain tersebut dibuat secara manual dengan alat tenun bukan mesin (ATBM).

Proses pembuatannya juga cukup sulit. Untuk menghasilkan satu buah sarung, penenun bisa menghabiskan waktu berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan. Tentu saja, harga kain tenun umumnya lebih mahal daripada kain biasa. Meskipun demikian, kualitas kain tenun memang sudah teruji. Kain tenun dapat digunakan hingga bertahun-tahun.

Untuk melestarikan salah satu produk budaya unggulan ini, ratusan penduduk Samarinda tetap rajin membuat kain tenun berbentuk sarung. Produk tersebut biasa dikenal oleh masyarakat luas dengan sebutan Sarung Samarinda.

Selain untuk melestarikan produk budaya, pembuatan Sarung Samarinda ternyata juga bisa menjadi objek wisata yang disukai banyak wisatawan. Di Kelurahan Masjid, Samarinda Seberang, terdapat kampung penenun yang saat ini sering ramai dikunjungi wisatawan. Mereka rata-rata datang untuk melihat secara langsung proses pembuatan sarung tersebut serta cara mengoperasikan ATBM yang dipakai untuk menenun. Kemudian, mereka juga membeli sarung-sarung tersebut sebagai buah tangan untuk dibawa pulang.

Meskipun harga yang ditawarkan cukup mahal, akan tetapi banyak wisatawan yang tetap memilih untuk membeli. Pasalnya, sarung-sarung tenun dari sentra kerajinan tenun tersebut sudah pasti terjamin keasliannya, yakni buatan tangan, bukan buatan pabrik. Hal tersebut berbeda dengan Sarung Samarinda yang kerap dijual di pasaran dengan harga murah, tetapi bukan asli buatan tangan.

·                    Menelisik Sejarah Kalimantan di Museum Mulawarman

Apabila Anda senang belajar sejarah, itu berarti Museum Mulawarman adalah destinasi yang wajib Anda kunjungi. Tempat wisata edukasi ini memiliki ribuan koleksi benda-benda bersejarah yang merupakan bukti-bukti peninggalan Kerajaan Kutai Kartanegara.

Di museum tersebut, Anda dapat menyaksikan singgasana yang dahulu pernah digunakan sebagai tempat duduk raja dan ratu. Ada juga replika Prasasti Yupa yang menjadi bukti tertulis penggunaan aksara Pallawa di Kerajaan Kutai. Benda-benda peninggalan yang lain, di antaranya: keramik kuno dari Tiongkok, gamelan dari Keraton Yogyakarta, dan hasil-hasil kerajinan tangan.

·                    Menikmati Keindahan Pulau Beras Basah

Selain wisata budaya dan sejarah, di kawasan sekitar Samarinda ternyata juga terdapat berbagai destinasi wisata alam yang menakjubkan. Salah satunya adalah wisata alam Pulau Beras Basah yang berada di sisi timur Pulau Kalimantan.

Di pulau tersebut, Anda akan mendapati deretan pantai yang berpasir putih dengan air laut yang tampak jernih dengan warna biru kehijauan. Meskipun termasuk kategori pulau tidak berpenghuni, namun Pulau Beras Basah tetap selalu ramai dikunjungi.

Selain bersantai di area pantai, pengunjung juga dapat berenang serta melakukan aktivitas menyelam. Melalui aktivitas tersebut, pengunjung dapat melihat kecantikan alam bawah laut di sekitar Pulau Beras Basah. Selain ikan berwarna-warna, beragam jenis batu karang yang ada juga tampak begitu indah.

·                    Berlayar Menyusuri Sungai Mahakam

Aktivitas susur sungai bisa menjadi alternatif wisata yang mungkin belum pernah Anda coba sebelumnya. Di Kota Samarinda, pemerintah setempat sudah menyiapkan beberapa kapal wisata yang siap melayani aktivitas menyusuri Sungai Mahakam bagi para wisatawan. Kapal-kapal berlantai dua tersebut juga dilengkapi fasilitas yang memadai, yang dapat membuat wisatawan merasa nyaman.

Selama menyusuri Sungai Mahakam, para pengunjung dapat menikmati suasana kehidupan masyarakat Samarinda yang tinggal di tepi sungai. Selain itu, pengunjung juga akan diperlihatkan beberapa ikon pariwisata yang terkenal, seperti Islamic Center, Jembatan Mahkota II, dan Jembatan Mahakam yang megah.

·                    Berjalan-jalan di Pulau Kumala

Pernahkah Anda merasakan sensasi berjalan-jalan di atas sungai? Apabila belum, cobalah untuk datang ke Pulau Kumala.

Pulau ini sebenarnya merupakan delta Sungai Mahakam. Namun karena memiliki lokasi yang cukup luas, tempat tersebut akhirnya dikembangkan sebagai lokasi wisata yang cukup instagrammable. Di sana, terdapat air mancur berbentuk melingkar yang kerap dijadikan sebagai lokasi favorit wisatawan untuk berfoto.

Selain berjalan-jalan, di Pulau Kumala pengunjung juga dapat berkeliling dengan menggunakan sepeda. Pasalnya, pihak pengelola sudah menyediakan fasilitas penyewaan sepeda yang dapat digunakan oleh para wisatawan.

Saat bersepeda mengitari pulau, pengunjung akan dimanjakan oleh pemandangan cantik yang berupa pepohonan, patung Lembuswana di segala penjuru, serta Sungai Mahakam yang luas. Jadi, pengunjung dapat merasakan sensasi yang berbeda, yakni bersepeda di atas sungai.

·                    Mencicipi Kuliner Khas Samarinda

Samarinda memiliki beragam kuliner khas yang dijamin akan mampu menggoyang lidah Anda. Saat berada di Samarinda, jangan lupa untuk mencicipi aneka kuliner lezat berikut ini.

  • Nasi Kuning Samarinda

Menikmati menu nasi kuning sudah menjadi kebiasaan warga Samarinda setiap pagi. Hangatnya nasi kuning yang gurih yang disajikan dengan telur bumbu bali, sambal spesial, serundeng, ikan gabus, serta bawang goreng, tentu akan membuat siapa saja ingin segera mencicipi kelezatan nasi kuning tersebut. Meskipun tampilannya mirip dengan nasi kuning di daerah lain, tetapi rasa nasi kuning Samarinda jelas berbeda. Jadi, Anda wajib mencobanya.

  • Ayam Cincane

Kuliner lezat yang satu ini juga menjadi salah satu makanan yang paling banyak diburu wisatawan. Biasanya, ayam cincane hanya akan dihidangkan pada saat ada acara adat. Ayam yang dimasak pun hanya boleh menggunakan ayam kampung. Jika Anda ingin mencicipinya, ayam cincane kini sudah ada di berbagai rumah makan Samarinda.

  • Nasi Bekepor

Jenis kuliner lain yang juga sayang jika dilewatkan adalah nasi bekepor. Makanan dengan komposisi: nasi dan sayur asam dengan kepala ikan ini merupakan warisan kuliner yang sudah ada sejak zaman kerajaan. Penyajiannya juga harus disertai dengan sambal raja. Rasanya sudah pasti istimewa.

·                    Bersantai di Lokasi Wisata Air Terjun Tanah Merah

Setelah puas berkeliling kota, kini saatnya Anda menyegarkan tubuh dan pikiran di kawasan wisata Air Terjun Tanah Merah. Air terjun yang memiliki tinggi sekitar 15 meter tersebut tampak begitu indah karena alirannya merayap di bebatuan sehingga menghasilkan gerojokan yang melebar.

Di sisi bawah air terjun, terdapat kubangan menyerupai danau tempat jatuhnya gerojokan tersebut. Akan tetapi, area danau tersebut tidak dapat dimasuki karena sudah dilindungi oleh pagar pengaman. Jadi, pengunjung tersebut tetap bisa menikmati keindahan air terjun tersebut hanya dalam jarak beberapa meter.

Lokasi wisata Air Terjun Tanah Merah sudah dilengkapi dengan fasilitas yang cukup lengkap. Di sana, sudah tersedia gazebo, kamar mandi, bangku taman, dan area bermain anak. Apabila ingin menikmati sajian kuliner, Anda juga bisa langsung datang ke warung-warung makan yang sudah banyak tersedia di lokasi tersebut.

Tempat wisata tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas outbond. Jadi, Anda dan keluarga tetap bisa menikmati wisata alam yang seru. Sementara bagi yang gemar memancing, Anda juga tidak perlu khawatir. Di lokasi tersebut, juga sudah tersedia arena memancing. Dengan demikian, kegiatan berwisata pun tidak hanya seru, tetapi juga bisa lebih berkesan. Selamat menikmati perjalanan wisata di Kota Samarinda.