Daftar
Daftarkan dirimu sebagai Airy Traveler

DAFTAR
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Sudah punya akun Airy? MASUK
|
Masuk
Masuk sebagai Airy Traveler


MASUK
LUPA PASSWORD?
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Belum punya akun Airy? DAFTAR
Tiket Pesawat ke Semarang
Kota Asal
Semua Bandara
Kota Tujuan
Semua Bandara
Tanggal Berangkat
17 Des 2018
Tanggal Pulang
19 Des 2018
Penumpang
1 penumpang
CARI
Tiket Pesawat ke Semarang (SRG)

 

Semarang

Tentang Kota Semarang

Kota Semarang menjadi salah satu kota penting yang ada di Indonesia. Tak hanya berperan sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah, Semarang juga merupakan salah satu kota metropolitan di tanah air. Berdasar jenis pemerintahannya, Semarang terbagi menjadi 2, yakni Kabupaten Semarang dan Kota Semarang.

Sebagai destinasi wisata, Kota Semarang juga memiliki daya tarik tinggi di kalangan para pelancong. Kota yang satu ini dikenal sebagai kota multietnis. Masyarakat dari beragam etnis, seperti Jawa, Tionghoa, ataupun Arab mampu menjaga keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari.

Secara khusus, Kota Semarang juga dikenal sebagai kota dengan komunitas Tionghoa terbesar di Indonesia. Komunitas Tionghoa yang ada di kota ini pun telah berbaur secara baik dengan etnis lain. Sebagai buktinya, terdapat beragam hasil budaya yang merupakan akulturasi antara beberapa corak masyarakat di Semarang.

Kalau ingin melihat keragaman budaya yang ada di Semarang, lokasi yang dulunya menjadi pusat tempat tinggal masing-masing etnis. Ada 4 kampung budaya yang beberapa di antaranya sudah tergerus arus perkembangan zaman dan sebagian masih bertahan hingga sekarang. Empat kampung tersebut adalah Kampung Kauman, Kampung Pecinan, Kampung Belanda (Little Netherland), serta Kampung Melayu.

Kampung Kauman merupakan kampung yang berada di sekitar Masjid Kauman dan menjadi tempat kediaman para santri yang menjadikannya sebagai wilayah dengan unsur religius yang tinggi. Hanya saja, saat ini Kampung Kauman berkembang pesat dan penghuninya tak lagi cuma warga pribumi, tapi juga keturunan Arab serta Tionghoa.

Selanjutnya adalah Kampung Pecinan yang sesuai dengan namanya merupakan wilayah yang mayoritas dihuni oleh warga Tionghoa. Kampung ini memiliki lokasi tak jauh dari Kota Lama Semarang dan saat ini masih bisa dijumpai keberadaannya. Di sini, wisatawan dapat menjumpai keberadaan beragam bangunan berarsitektur Tiongkok serta menjadi destinasi wisata kuliner terkenal di Semarang.

Sementara itu, Little Nederland merupakan kawasan yang sekarang terkenal dengan sebutan Kota Lama Semarang. Daerah ini dulu menjadi lokasi pusat Pemerintahan Belanda. Gereja Blenduk yang menjadi landmark dari kawasan ini, aslinya memiliki nama Nederlandsch Indische Kerk. Di kawasan yang sama, juga terdapat Stasiun Tawang, Polder Air Tawang, serta Jembatan Berok yang memiliki nama asli Jembatan Burg.

Terakhir, Kampung Melayu yang dulu dikenal sebagai area tempat tinggal warga keturunan Melayu dan Arab. Lokasi Kampung Melayu berada di sekitar Masjid Layur yang dikenal sebagai salah satu masjid tertua di Semarang. Perpaduan budaya yang ada di kampung ini secara jelas terlihat dalam desain arsitektur Masjid Layur yang memiliki kombinasi corak Jawa, Arab, serta Melayu.

Sejarah Singkat Kota Semarang

Kota Semarang juga telah lama dikenal sebagai kota pusat perdagangan. Pada zaman Kerajaan Mataram Kuno abad VIII, Mataram disebut dengan nama Pragota. Dari sini, Kerajaan Mataram Kuno melakukan pelayaran ke berbagai kota besar dunia, termasuk di antaranya adalah Tanjung Harapan di Afrika.

Sejak itu, peran Semarang sebagai kota pelabuhan terus meningkat. Hal ini terbukti dengan peristiwa kedatangan Laksamana Cheng Ho dari Tiongkok ke Semarang. Peristiwa ini pun menjadi momen yang terus diperingati oleh warga Semarang. Apalagi, di sini juga berdiri Kelenteng Sam Poo Kong yang ditujukan sebagai penghormatan kepada Laksamana Cheng Ho.

Pada masa penjajahan Belanda, Kota Semarang dikenal sebagai kota yang memegang peran perekonomian sangat penting. Tidak heran kalau fasilitas publik di kota ini pun sangat lengkap. Belanda membangun beragam fasilitas penunjang seperti jalan raya, rel kereta api, pasar, pusat perkantoran, dan lain-lain di sini.

Secara khusus, Kota Semarang juga memiliki peran penting dalam perkembangan transportasi kereta api di Indonesia. Di kota ini, terdapat perusahaan milik Belanda yang membawahi bidang perkeretaapian, yakni Nederlandsch Indische Spoorwagen (NIS). Kantor milik NIS saat ini pun masih berdiri megah, terkenal dengan nama Lawang Sewu.

Tidak hanya itu, Semarang juga menjadi kota yang memiliki rel kereta api pertama di Indonesia. Pemerintah Belanda membangun rel kereta api yang menghubungkan Semarang dengan beberapa kota di sekitarnya pada tanggal 16 Juni 1864. Jalur kereta tersebut dimulai dari Semarang dan berlanjut ke kota Solo, Kedungjati, Magelang, Surabaya, serta Jogja.

Stasiun kereta peninggalan Belanda juga masih bisa dijumpai di Kota Semarang. Bahkan, Stasiun Poncol serta Stasiun Tawang saat ini masih aktif digunakan oleh PT KAI. Kedua stasiun tersebut pun terlihat sangat mencolok dengan desain bangunan yang bergaya Eropa.

Bandara di Kota Semarang

Karena perannya sebagai salah satu kota besar di Jawa Tengah, tidak heran kalau Semarang memiliki bandara internasional. Bandara tersebut adalah Bandar Udara Internasional Ahmad Yani (SRG) yang terhitung telah melayani penerbangan internasional sejak tahun 2004. Untuk penerbangan domestik sendiri, bandara ini memiliki beberapa rute favorit yaitu penerbangan Semarang Jakarta, penerbangan Semarang Surabaya, penerbangan Semarang Bali, penerbangan Semarang Bandung, penerbangan Semarang Balikpapan.

Sejak tanggal 7 Juni 2018, Bandar Udara Internasional Ahmad Yani (SRG) telah beralih dari Terminal Lama ke Terminal Baru. Terminal baru bandara yang memiliki kode SRG ini dibangun sejak tahun 2017 dengan konsep yang modern dan berkapasitas jauh lebih besar. Kini jika anda membeli tiket pesawat ke Semarang (SRG) anda akan tiba di bandara internasional yang satu ini.

Terminal Bandara di Semarang

Terminal Baru Bandara Internasional Ahmad Yani memiliki desain yang unik karena dibangun di atas air. Bandara yang masih terus dalam tahap pembangunan ini, menurut rencana bakal memiliki 3 lantai dengan luas total mencapai 58.652 meter persegi dengan kapasitas penumpang maksimal sebanyak 7 juta orang per tahun.

Ukuran Terminal Baru, kalau dibandingkan dengan terminal lama jauh lebih besar. Bahkan, perbedaan antara keduanya mencapai 9 kali lipat. Apalagi, Terminal Lama hanya memiliki luas 6.708 meter persegi dan berkapasitas cuma 800 ribu penumpang per tahun.

Lokasi Terminal Baru Bandara Ahmad Yani tidak mengalami perubahan, yakni di Jl. Puad Ahmad Yani, Semarang, berjarak sekitar 6 km dari pusat kota. Hanya saja, Terminal Baru terletak berseberangan dengan terminal lama. Selain itu, Terminal Baru ini juga masih tetap memakai landasan pacu yang sama dengan terminal lama.

Pajak Bandara di Kota Semarang (SRG)

Nominal pajak bandara yang dikenakan kepada penumpang juga tidak berubah. Untuk penumpang rute domestik, dikenakan pajak sebesar Rp50.000. Sementara itu, untuk penumpang rute internasional, pajak bandara yang harus dibayar sebesar Rp150.000.

Kualitas pelayanan kepada para calon penumpang di Terminal Baru juga menjadi lebih baik. Di sini, terdapat sebanyak 30 unit counter check dengan 3 unit garbarata yang bisa dimanfaatkan. Selanjutnya, terminal ini juga punya apron dengan luas mencapai 72.522 meter persegi yang sanggup menampung 13 pesawat berbadan sempit atau perpaduan antara 10 pesawat berbadan sempit dengan 2 pesawat kargo.

Maskapai yang melayani rute penerbangan di Bandara Internasional Ahmad Yani pun beragam. Maskapai-maskapai seperti Kalstar Aviation, maskapai Trigana Air, maskapai Transnusa, maskapai Xpress Air, maskapai Lion Air, maskapai Nam Air, maskapai Sriwijaya Air, maskapai Wings Air, maskapai Batik Air, maskapai Garuda Indonesia, ataupun maskapai Citilink merupakan beberapa perusahaan yang melayani rute domestik. Sementara itu, untuk rute internasional, hanya ada jalur menuju ke Singapura dan Kuala Lumpur yang masing-masing ditangani oleh Silk Air dan maskapai AirAsia.

Transportasi Bandara Semarang

Untuk transportasi menuju ke Bandar Udara Internasional Ahmad Yani (SRG), tersedia pilihan menggunakan taksi atau Bus Rapid Trans (BRT). Perlu diketahui, berbeda dengan pelayanan di bandara lain, di sini Anda tidak akan menjumpai transportasi Bus Damri yang secara khusus mengantar calon penumpang ke bandara. Peran tersebut digantikan oleh BRT.

Layanan BRT di Semarang tersedia dalam 6 koridor. Secara khusus, Koridor V menjadi sarana bagi para calon penumpang untuk berangkat ke bandara. Koridor ini menghubungkan antara Bandara Internasional Ahmad Yani dengan Simpang Lima. Tarif yang dikenakan kepada penumpang BRT pun sangat murah, hanya Rp3.500 per orang. Pembelian tiket bisa dijumpai di Terminal Baru.

Tips Bepergian ke Semarang

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Semarang, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan, yakni:

·                    Hindari Kunjungan saat Musim Hujan

Saat berlibur ke Semarang, pastikan untuk menghindari waktu kunjungan ketika musim hujan. Alasannya, karena saat musim hujan, Kota Semarang rawan banjir. Apalagi, kawasan Semarang Bawah sudah lama dikenal sebagai area yang sering terkena banjir rob.

Sejatinya, upaya penanganan banjir telah dilakukan oleh Pemerintah Belanda pada masa lalu. Hal itu bisa dilihat dengan keberadaan Banjir Kanal Barat dan Banjir Kanal Timur. Hanya saja, keberadaan kedua kanal tersebut tidak mampu mengatasi banjir yang saat ini sering terjadi di Semarang.

·                    Persiapkan Sunblock

Kota Semarang merupakan kota yang ada di pesisir pantai. Jadi, tidak heran kalau udara di kota ini sangat panas. Bagi Anda yang tidak terbiasa dengan suasana tersebut, sebaiknya persiapkan untuk membawa sunblock selama liburan. Apalagi, banyak destinasi wisata menarik yang mengharuskan wisatawan untuk lalu-lalang di bawah terik panas matahari.

·                    Manfaatkan Transportasi Umum

Kota Semarang merupakan kota dengan sarana transportasi umum yang komplet. Oleh karena itu, Anda tak perlu khawatir saat ingin menuju ke beragam tempat wisata populer yang ada di kota berjuluk Kota Lumpia ini.

Kalau ingin memperoleh sarana transportasi murah dan mudah, bisa menggunakan BRT. Seperti yang telah disebutkan, terdapat 6 jalur koridor BRT yang bisa dimanfaatkan. Cukup dengan uang Rp3.500, Anda bisa diantar ke berbagai lokasi di Semarang. Apalagi, BRT secara total memiliki sebanyak 15 rute yang bisa digunakan.

Sebagai alternatif, Anda juga bisa memanfaatkan layanan transportasi murah menggunakan aplikasi online seperti Grab atau Gojek. Hanya saja, sebaiknya hindari pemesanan layanan transportasi online ketika berada di sekitar stasiun, bandara, atau terminal, karena bisa memicu konflik dengan pengendara layanan transportasi lain.

Destinasi Wisata Populer di Semarang

Untuk pilihan tempat wisata, Kota Semarang punya banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi. Biasanya para wisatawan dari berbagai daerah seperti Batam, Belitung, Ambon, Malang, Jambi, Balikpapan, Makassar, Solo, dan maupun wisatawan mancanegara akan mencari tempat wisata untuk liburannya. Nah secara khusus, 5 tempat wisata berikut harus Anda kunjungi selagi berada di Semarang:

·                    Semarang Kota Lama

Destinasi wajib di Semarang yang pertama adalah kawasan Semarang Kota Lama. Di tempat ini, wisatawan bisa merasakan suasana Kota Semarang di masa lalu lewat kehadiran beragam bangunan tua berarsitektur Eropa. Beberapa bangunan yang menjadi landmark dari Semarang Kota Lama di antaranya adalah Gereja Blenduk, Pabrik Rokok Praoe Lajar, ataupun Stasiun Tawang.

Deretan bangunan tua yang ada di kawasan ini membuatnya jadi destinasi menarik untuk para pecinta fotografi. Sebagai pelengkap, ada pula beberapa kafe dengan desain kolonial unik yang menarik dijadikan sebagai tempat persinggahan. Selanjutnya, Taman Srigunting yang lokasinya berada tak jauh dari Gereja Blenduk juga bisa menjadi tempat untuk menghabiskan waktu sambil beristirahat.

·                    Simpang Lima

Simpang Lima Semarang menjadi lokasi kunjungan wajib berikutnya saat liburan ke Semarang. Tempat yang satu ini berupa sebuah persimpangan 5 jalan, yakni Jl. Pahlawan, Jl. Ahmad Yani, Jl. Pandanaran, Jl. Gajah Mada, serta Jl. A. Dahlah. Di bagian tengah, terdapat area lapangan yang disebut Lapangan Pancasila.

Di tempat ini, para wisatawan dapat melakukan beragam aktivitas menarik. Anda bisa menjumpai keberadaan deretan penjual makanan tradisional di area pujasera, termasuk di antaranya adalah tahu gimbal, lumpia, soto bokoran, dan lain-lain. Selanjutnya, bisa pula menjadikan tempat ini untuk berburu foto instagramable yang cantik.

·                    Lawang Sewu

Lawang Sewu menjadi ikon paling terkenal dari Kota Semarang. Bangunan tua ini memang memiliki desain yang unik, dengan keberadaan jendela serta pintu berukuran besar. Saking banyaknya jendela dan pintu tersebut, tak heran kalau masyarakat setempat menyebutnya dengan gedung Lawang Sewu.

Selain memiliki keunikan pada desain arsitekturnya yang khas Eropa, Lawang Sewu juga menyimpan cerita mistis. Tak jarang wisatawan datang ke tempat ini dan menelusuri bagian dalam bangunan karena penasaran dengan cerita mistis tersebut. Apalagi, pada zaman dahulu, banyak warga pribumi yang menjadi korban penyiksaan pasukan belanda di dalam bangunan ini.

·                    Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid yang proses pembangunannya berlangsung antara tahun 2001 sampai 2006 ini menjadi pilihan destinasi menarik berikutnya di Semarang. Bangunan masjid ini terlihat begitu megah dengan luas mencapai 10 hektare. Desain arsitektur yang digunakan untuk pembangunan masjid ini memakai perpaduan antara unsur Jawa, Islam, serta Romawi.

Bagian yang menarik dari Masjid Agung Jawa Tengah ini adalah di area serambinya. Di situ, Anda bisa menyaksikan keberadaan 6 payung raksasa, seperti yang bisa dijumpai pada Masjid Nabawi. Payung raksasa itu memiliki ketinggian mencapai 20 meter dengan diameter 14 meter. Payung raksasa biasa digunakan ketika momen salat Jumat, Idulfitri, serta Iduladha.

·                    Kelenteng Sam Po Kong

Destinasi wajib berikutnya di Semarang adalah Kelenteng Sam Po Kong yang ada di Jl. Simongan Nomor 129, Bongsari. Kelenteng ini dibangun di lokasi petilasan atau pendaratan pertama Laksamana Cheng Ho. Seperti halnya kelenteng lain, Kelenteng Sam Po Kong ini menjadi tempat ibadah warga Tionghoa, terlepas fakta sejarah yang mengungkapkan bahwa Laksamana Cheng Ho merupakan seorang muslim.

Memasuki area Kelenteng Sam Po Kong, Anda akan disambut dengan keberadaan bangunan berarsitektur Tiongkok yang kental. Warna merah pun terlihat begitu mendominasi. Selain itu, di kompleks kelenteng ini juga terdapat patung Cheng Ho yang terbuat dari emas. Ada pula relief yang menceritakan tentang perjalanan Laksamana Cheng Ho mulai dari Tiongkok sampai ke tanah Jawa.

Budaya Daerah Semarang

Menjadi wilayah yang dihuni oleh masyarakat dari beragam etnis, Kota Semarang punya budaya yang menarik. Akulturasi budaya tersebut bisa dilihat dari beberapa tradisi yang dimiliki oleh warga Ibu Kota Jawa Tengah ini. Beberapa tradisi unik yang masih dijalankan oleh warga Semarang hingga saat ini di antaranya adalah:

·                    Dugderan

Dugderan menjadi tradisi unik yang dijalankan oleh masyarakat Semarang sebagai sarana untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan. Tradisi serupa juga bisa ditemukan di beberapa wilayah lainnya di Jawa Tengah, seperti Megengan di Demak, Dhandhangan di Kudus, ataupun Baratan yang dilangsungkan oleh warga Jepara.

Dugderan berasal dari 2 kata, yakni dug dan deran. Dug diambil dari bunyi yang dihasilkan ketika pemukulan bedug yang menjadi penanda waktu salat. Sementara itu, deran diambil dari bunyi petasan yang kerap digunakan untuk memeriahkan pelangsungan kegiatan ini. Selain diwarnai dengan kembang api dan petasan, festival Dugderan juga dibarengi dengan pelaksanaan pasar malam.

·                    Tari Gambang Semarang

Tari Gambang menjadi tarian tradisional yang bisa dijumpai di Kota Semarang. Tarian tradisional lini menggabungkan antara unsur lelucon, vokal, serta musik. Keberadaan tarian ini juga menjadi wujud keharmonisan beragam etnis yang ada di Semarang. Buktinya,  lagu pengiring tarian Gambang Semarang merupakan gubahan dari seorang warga Tionghoa bernama Oei Yok Siang pada puluhan tahun lalu.

·                    Warak Endog

Akulturasi budaya yang unik di Semarang juga bisa dijumpai dari keberadaan Warak Endog. Warak Endog merupakan patung yang biasa dihadirkan dalam setiap pelaksanaan Dugderan. Kata warak diambil dari bahasa Arab yang artinya suci, sementara itu kata endog dari bahasa Jawa yang artinya bertelur. Ketika digabung, Warak Endog memiliki makna upaya untuk menjaga kesucian bulan Ramadhan sehingga bisa memperoleh pahala di Idulfitri.

Bentuk fisik Warak Endog memiliki keunikan. Pada bagian kepala, patung ini terlihat memiliki bentuk seperti kepala naga yang menjadi representasi budaya Tionghoa. Tubuh yang dimiliki oleh hewan rekaan ini memiliki bentuk seperti buraq yang menjadi representasi budaya Arab. Sementara itu, empat kaki kambing pada Warak Endog dijadikan sebagai perwakilan budaya Jawa.

·                    Sesaji Rewanda

Tradisi unik di Semarang berikutnya adalah pada pelaksanaan Sesaji Rewanda yang dilakukan secara rutin oleh warga di area pelataran Gua Kreo yang ada di Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Pada pelaksanaan kegiatan ini, masyarakat berlomba-lomba untuk memberikan sesaji beragam jenis makanan kepada para monyet yang hidup di sekitar Gua Kreo.

Tradisi ini menjadi kegiatan rutin yang dilakukan oleh warga Kandri setiap tanggal 1 Syawal dan sekaligus menjadi daya tarik untuk para wisatawan. Pelaksanaannya dilakukan sebagai sarana napak tilas ketika Sunan Kalijaga mencari kayu jati yang dipakai untuk pembangunan Masjid Agung Demak di area sekitar Gua Kreo. Saat peristiwa tersebut, diketahui banyak monyet ekor panjang yang menjadi penghuni kawasan Gua Kreo.

Hal yang Harus Dilakukan di Semarang

Saat berlibur ke Semarang, wisatawan juga tidak akan merasa bosan. Banyak aktivitas yang dapat dilakukan saat melancong ke kota terbesar kelima di Indonesia ini. Nah, dari sekian banyak kegiatan wisata, ini beberapa di antaranya yang harus Anda lakukan di Semarang:

·                    Berburu kuliner di Kampung Pecinan

Kunjungan ke Kampung Pecinan, khususnya di Pasar Semawis, menjadi pilihan tepat kalau Anda ingin mencicipi beragam makanan enak. Di tempat ini, Anda bisa menjumpai beragam deretan kuliner, mulai dari kuliner yang langka, makanan tradisional, hingga jajanan kekinian. Semuanya bisa dijumpai lewat ratusan pedagang yang menggelar jualannya di sepanjang Jalan Semawis.

Pasar Semawis yang buka pada rentang antara pukul 17.00 sampai 22.00 WIB ini menjadi surganya para pecinta kuliner. Makanan khas Semarang yang sudah mulai langka, seperti jamu bun yang kaya akan beragam rempah, pisang plenet yang legendaris sejak tahun 1960, ataupun beragam menu nonhalal yang berbahan utama daging babi. Semuanya bisa dijumpai di sini.

·                    Berburu oleh-oleh khas Semarang

Aktivitas kedua yang bisa Anda lakukan selama di Semarang adalah membawa pulang oleh-oleh khas kota ini. Ada beberapa pilihan oleh-oleh yang bisa dipertimbangkan, di antaranya adalah:

  • Tahu bakso

Tahu bakso menjadi oleh-oleh yang bisa Anda pertimbangkan untuk kerabat atau kolega di rumah. Tahu ini dibuat dengan campuran daging cincang dan merupakan jajanan khas dari wilayah Ungaran. Merek tahu bakso yang terkenal di Semarang adalah Tahu Baxo Bu Pudji yang kiosnya bisa ditemukan di Jl. Pandanaran.

  • Lumpia Semarang

Belum lengkap liburan ke Semarang kalau tidak membawa pulang lumpia Semarang. Makanan yang satu ini merupakan jenis jajanan peranakan yang dibuat dengan isian yang terdiri dari telur, udang, ayam, serta rebung. Semuanya dibalut menggunakan kulit yang terbuat dari tepung. Ada beberapa toko lumpia Semarang yang terkenal, seperti Lumpia Gang Lombok, Loenpia Mbak Lien, Lumpia Mataram, serta Loenpia Express.

  • Roti Ganjel Rel

Nama roti yang satu ini sangat unik, Roti Ganjel Rel. Nama itu digunakan karena bentuk roti yang memang berupa gelondongan besar dengan tekstur keras dan padat. Roti ini, oleh masyarakat Semarang disebut dengan nama roti gambang karena bentuknya yang sengaja dibuat mirip dengan alat musik gambang.

Roti tempo dulu ini biasanya disajikan dengan lapisan cokelat yang ditaburi wijen di bagian atasnya. Sekali gigit, rasa kayu manis pada roti ini akan begitu terasa. Hanya saja, untuk mendapatkan Roti Ganjel Rel cukup sulit. Beberapa lokasi yang menjual kue zaman dulu ini di antaranya adalah Waroeng Semawis,  Pasar Johar, atau kios yang ada di Jl. K. H. Agus Salim.

  • Tahu pong

Tahu bakso bukan satu-satunya oleh-oleh olahan tahu yang bisa bawa pulang sebagai buah tangan dari Semarang. Ada pula tahu pong yang telah ada di Semarang sejak tahun 1930-an. Tahu pong ini memiliki bentuk berbeda dengan tahu lain, karena bagian tengahnya yang kopong (tidak berisi). Anda bisa menemukan kedai tahu pong di Jl. Gajah Mada.

  • Costa Brava van Java

Kalau enggan membawa oleh-oleh makanan, bisa pula memilih untuk berkunjung ke kios Costa Brava van Java yang ada di Jl. Tlogosari III nomor 32 A, Tembalang. Di sini, Anda bisa menjumpai beragam suvenir khas Semarang. Kalau ingin murah, bisa memilih untuk membeli gantungan kunci, mug, ataupun magnet. Selain itu, ada pula opsi lainnya seperti kaus serta tote bag.

·                    Berburu barang antik di Pasar Klitikan

Berkunjung ke Kota Lama Semarang tidak hanya menjadi kesempatan untuk melihat deretan gedung tua dengan arsitektur unik. Di sini, Anda juga bisa mencoba belanja barang antik yang dapat dijumpai di Pasar Klitikan. Lokasi pasar ini tak begitu jauh dari Taman Srigunting. Anda hanya cukup berjalan kaki beberapa meter untuk sampai ke tempat ini.

Sesampainya di Pasar Klitikan, Anda akan mendapati kios-kios dengan barang-barang kuno dengan kesan vintage-nya. Beragam jenis barang kuno dan antik bisa dijumpai di sini, mulai dari keramik khas Tiongkok, onderdil sepeda motor kuno, lukisan, hingga uang zaman dulu. Menariknya lagi, para pembeli yang datang juga berasal dari berbagai tempat, termasuk di antaranya pembeli dari Surabaya, Malaysia, serta Jakarta. 

·                    Mengunjungi Kelenteng Sam Po Kong

Berkunjung ke Kelenteng Sam Po Kong, jangan lupa untuk mencoba berfoto dengan pakaian khas Tiongkok. Di area sekitar kelenteng ini, Anda bisa menjumpai layanan penyewaan pakaian khas Tiongkok dalam beragam ukuran. Hanya saja, layanan penyewaan ini tidak gratis. Anda harus rela mengeluarkan uang sebesar Rp100 ribu untuk menggunakannya.