Daftar
Daftarkan dirimu sebagai Airy Traveler

DAFTAR
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Sudah punya akun Airy? MASUK
|
Masuk
Masuk sebagai Airy Traveler


MASUK
LUPA PASSWORD?
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Belum punya akun Airy? DAFTAR
Tiket Pesawat ke Solo
Kota Asal
Semua Bandara
Kota Tujuan
Semua Bandara
Tanggal Berangkat
17 Nov 2018
Tanggal Pulang
19 Nov 2018
Penumpang
1 penumpang
CARI
Tiket Pesawat ke Solo (SOC)

 

Solo

Tentang Kota Solo

Solo adalah nama lain untuk Surakarta, salah satu kota sekaligus area otonom di Provinsi Jawa Tengah. Kota ini terkenal dengan kekayaan budaya, ekonomi kerakyatan, serta tempat wisata dan kuliner. Solo juga memiliki sejarah yang cukup kaya sejak pendiriannya. Meskipun luas wilayahnya tidak terlalu besar, namun kota yang satu ini tetap menjadi salah satu destinasi yang paling sering dikunjungi oleh para wisatawan domestik. Berikut profil lengkap Solo yang patut diketahui.

Sejarah Singkat Kota Solo

Nama “Solo” berasal dari Dusun Sala, yang merupakan area pilihan Sunan Pakubuwana II (1711-1745), raja pertama Kerajaan Surakarta, untuk membangun istana baru. Sunan Pakubuwana II mulanya berdiam di Kartasura, namun setelah terjadinya peristiwa kerusuhan bernama Geger Pacinan, sang sultan memutuskan membeli Dusun Sala dengan harga 10.000 Gulden, dan memindahkan pusat pemerintahannya ke area tersebut. Keraton Surakarta Hadiningrat secara resmi menjadi pusat pemerintahan pada tanggal 17 Februari 1745, dan tanggal ini menjadi hari jadi Kota Solo/Surakarta hingga saat ini.

Kondisi Geografis Kota Solo

Kota Solo memiliki luas 44.03 kilometer persegi, dan terletak di ketinggian antara 93 hingga 98 meter di atas permukaan laut. Kota ini dikelilingi beberapa gunung seperti Merapi, Merbabu, dan Lawu. Solo juga terkenal dengan Sungai Bengawan Solo, yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa yang juga berkontribusi pada kesuburan tanah di sekitarnya. Secara administratif, Solo merupakan bagian dari Provinsi Jawa Tengah, serta berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar, dan Boyolali. Solo terbagi menjadi lima kecamatan, yaitu Jebres, Pasar Kliwon, Lawiyan, Banjarsari, dan Serengan.

Zona Waktu dan Kondisi Iklim Solo

Solo termasuk ke dalam area Waktu Indonesia Barat (GMT+7). Siang hari di Solo sedikit lebih lama dari malam hari. Cuaca sepanjang tahun cukup panas, tetapi dengan curah hujan yang cukup tinggi pada akhir Januari hingga Februari serta Mei hingga Juli. Suhu rata-rata di Solo sekitar 26 hingga 27 derajat Celsius, tetapi saat sedang terik, suhu bisa mencapai sekitar 30 derajat Celsius, terutama pada bulan-bulan terpanas seperti Oktober dan November.

Penduduk di Kota Solo

Menurut statistik Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, populasi Kota Solo pada tahun 2015 berjumlah 552.650 jiwa. Populasinya didominasi suku Jawa, tetapi ada juga kelompok masyarakat Tionghoa, Tamil, dan Arab. Solo juga memiliki cukup banyak masyarakat pendatang dari berbagai daerah di Indonesia.

Bandara di Kota Solo

Solo tidak memiliki bandara di pusat kota, tetapi terdapat Bandar Udara Adi Sumarmo (SOC) di luar batas kotanya, yaitu sekitar 14 kilometer ke arah utara atau 17 kilometer dari pusat kota. Bandara ini terletak di Ngemplak, tepatnya di perbatasan antara Kabupaten Boyolali dan Karanganyar. Bandar Udara Adi Sumarmo (SOC) merupakan akses terdekat bagi penduduk Kota Solo untuk melakukan perjalanan udara. Jika anda membeli tiket pesawat ke kota Solo, maka Anda dipastikan akan tiba di Bandar Udara Adi Sumarmo (SOC) ini.

Transportasi Bandara Solo

Meskipun tidak berada di pusat kota Solo, namun ada banyak cara untuk menuju ke Bandar Udara Adi Sumarmo dari pusat Kota Solo, yaitu:

 

  • Dengan mobil pribadi atau sewaan

Pengemudi bisa melewati Jalan Adi Sucipto atau Jalan Cendrawasih, dengan waktu tempuh antara 41 hingga 47 menit.

  • Dengan kereta api dan bus (dari Stasiun Balapan)

Anda bisa naik Kereta Ekspres Prambanan dari Stasiun Balapan Solo, turun di Stasiun Purwosari, lalu disambung naik bus jurusan Palur – Adi Sumarmo. Lama perjalanannya sekitar 1,5 jam.

  • Dengan kereta api dan bus (dari Stasiun Purwosari)

Anda bisa naik Kereta Ekspres Prambanan dari Stasiun Purwosari ke Stasiun Balapan, dilanjutkan dengan bus jurusan Kartasura – Palur, lalu disambung dengan bus berbeda jurusan Palur – Adi Sumarmo. Lama perjalanannya sekitar 2,5 jam.

Untuk pilihan transportasi, terdapat Bus Batik Solo Trans (BST), Bus Damri, dan taksi yang dapat anda gunakan dari dan menuju Bandara di kota Solo ini.

Pajak Bandara Solo

Bandara Adi Sumarmo saat ini memiliki tiga terminal penumpang, dan sebagian besar melayani penerbangan domestik mulai dari Medan, Padang, Pekanbaru, Lampung, Palembang, Jakarta, Surabaya, Bali, Labuan Bajo, Manado, dan sebagainya. Pajak bandara saat ini adalah Rp50.000,00 untuk penerbangan domestik, dan Rp125.000,00 untuk penerbangan internasional.

Tips Bepergian ke Solo

Solo cenderung panas sepanjang tahun, dengan kecenderungan hujan pada akhir Januari dan Februari serta Juni dan Juli. Musim puncak wisata di Solo biasanya datang saat periode liburan sekolah (Juni dan Juli), menjelang atau saat Lebaran, serta libur Natal dan Tahun Baru. Oleh sebab itu suasana berbagai tempat wisata akan sedikit lebih ramai pada waktu-waktu ini.

Pertengahan Januari hingga Februari merupakan periode paling sepi, sehingga Anda bisa datang pada waktu-waktu ini jika tidak ingin mendatangi tempat wisata yang penuh sesak. Akan tetapi, pemerintah Kota Solo telah menyiapkan berbagai kegiatan dan acara untuk menarik wisatawan agar datang kapan saja sepanjang tahun, misalnya ajang Solo Great Sale yang biasanya diadakan setiap Februari. Solo memiliki berbagai tempat wisata andalan yang wajib dikunjungi, seperti:

·                    Keraton Surakarta Hadiningrat

Keraton Surakarta menghadirkan koleksi benda-benda milik keluarga kerajaan, seperti kereta kencana, berbagai senjata tradisional, kain batik, benda seni, hingga arsitektur keraton itu sendiri. Keraton ini juga rutin mengadakan pertunjukan seni serta kegiatan adat yang dapat disaksikan umum.

·                    Museum Keraton Surakarta

Museum Keraton Surakarta berada di dalam wilayah keraton, dan memiliki jam buka yang sama dengan Keraton Surakarta Hadiningrat. Museum ini memiliki 13 ruang yang memajang benda-benda pusaka dan bersejarah. Pengunjung juga dapat melihat sendiri berbagai benda yang digunakan oleh penghuni keraton, seperti beragam alat dapur tradisional.

·                    Pura Mangkunegaran

Pura Mangkunegaran adalah kediaman Sri Paduka Mangkunegara, dan terkenal dengan keindahan arsitektur yang merupakan campuran gaya Jawa dan Eropa. Sama seperti Keraton Surakarta, Pura Mangkunegaran juga menyimpan koleksi benda bersejarah, karya seni, dan benda pusaka. Ada juga koleksi senjata tradisional, termasuk dari daerah lain seperti Bali dan Yogyakarta.

·                    Taman Balekambang

Taman Balekambang adalah taman hutan kota dengan fasilitas lengkap seperti taman bermain, penyewaan perahu, delman wisata, kebun binatang mini, serta Wi-Fi. Taman yang juga merupakan paru-paru kota ini dipersembahkan Mangkunegara VII untuk anak perempuannya, Partini, pada tahun 1921.

·                    Pasar Burung Depok

Pasar Burung Depok adalah pasar aneka satwa yang menjual berbagai hewan peliharaan, seperti burung, hamster, kelinci, marmot, dan ikan hias. Pasar ini juga menjual berbagai perlengkapan dan pakan hewan peliharaan. Pasar Burung Depok juga sering menjadi tujuan perjalanan edukasi untuk anak-anak sekolah.

·                    Taman Sriwedari

Taman Sriwedari dikenal sebagai taman hiburan rakyat, karena sering menjadi area pertunjukan wayang, musik, dan tari tradisional. Taman ini juga merupakan lokasi pelaksanaan Malam Selikuran, yaitu upacara tradisional yang diadakan setiap Ramadhan untuk menyambut Lailatul Qadar. Taman Sriwedari juga memiliki fasilitas seperti tempat bermain anak, kedai makan, dan toko oleh-oleh.

·                    Taman Cerdas Jebres

Taman Cerdas Jebres adalah tempat wisata edukasi yang cocok untuk semua umur. Taman ini menghadirkan berbagai kelas singkat untuk umum, seperti kelas komputer dan seni. Ada juga pajangan edukatif seperti berbagai alat musik tradisional, seni ukir, dan foto serta ilustrasi peristiwa bersejarah. Panggung terbukanya sering menjadi tempat pertunjukan musik, pameran, dan pentas drama.

·                    Pandawa Waterworld

Pandawa Waterworld adalah waterpark unik yang mengusung tema Pandawa Lima. Wahana air ini memiliki kolam dan permainan untuk seluruh keluarga. Tema Pandawa Lima tampak pada patung-patung serta nama-nama beberapa kolam atau permainannya.

·                    Masjid Agung Surakarta

Masjid Agung Surakarta memiliki desain lebar dengan pendapa, mirip rumah joglo ala Jawa. Masjid ini telah ada sejak tahun 1768, dan merupakan salah satu pusat penyebaran ajaran Islam di Surakarta. Salah satu keunikannya adalah jam matahari antik.

·                    Benteng Vastenburg

Benteng Vastenburg adalah peninggalan sejarah yang berasal dari tahun 1745, dan pernah menjadi pusat garnisun pasukan Belanda. Berlokasi tepat di seberang kantor dinas wali kota, Benteng Vastenburg menampilkan detail-detail arsitektur yang unik, seperti beberapa patung, area terbuka di tengah benteng (bekas tempat latihan tentara), serta tampilan depan khas bangunan kolonial Eropa.

·                    Monumen Pers Nasional

Monumen Pers Nasional adalah tempat penyimpanan rekaman sejarah pers serta penerbitan di dunia, baik sebelum maupun sesudah deklarasi kemerdekaan. Tempat ini menyimpan berbagai arsip cetak, surat kabar dan majalah lama, serta alat komunikasi kuno.

·                    Museum Radya Pustaka

Museum Radya Pustaka terkenal karena memiliki berbagai naskah kuno berharga, seperti Wulang Reh (naskah tata negara karya Sultan Pakubuwono IV) serta Serat Rama karya Yasadipura I. Ada juga berbagai alat musik, benda pusaka, arca, dan koleksi wayang antik.

·                    Taman Satwa Taru Jurug

Taman Satwa Taru Jurug adalah kebun binatang populer yang dibangun pada tahun 1870, serta melewati berbagai renovasi sebelum menjadi tujuan wisata seperti sekarang. Taman Satwa Taru Jurug tidak hanya menyimpan berbagai koleksi hewan, tetapi juga fasilitas wisata keluarga lengkap. Ciri khasnya adalah patung komposer Gesang serta tubuh Kyai Rebo, gajah yang merupakan hewan tertua di Taru Jurug.

·                    Loji Gandrung

Loji Gandrung adalah nama lain untuk rumah dinas wali kota Solo. Rumah dinas ini memang digunakan sebagai hunian, tetapi ada bagian yang dibuka untuk pengunjung. Di dalamnya, terdapat koleksi keramik, patung, wayang, gamelan, dan berbagai foto bersejarah. Area di sekitar rumah ini juga merupakan lokasi car free day setiap Sabtu dan Minggu. Wisatawan membutuhkan izin dari penjaga dan kepala rumah tangga untuk memasukinya.

·                    Dalem Kalitan

Dalem Kalitan merupakan rumah peristirahatan mantan presiden Soeharto, yang lokasinya tidak jauh dari Loji Gandrung. Rumah bergaya joglo ini menyimpan koleksi foto, buku, piagam, dan barang peninggalan yang berkaitan dengan keluarga Soeharto. Rumah ini dikelola oleh staf yang juga bertugas memandu pengunjung.

·                    Museum Batik Danar Hadi

Museum Batik Danar Hadi merupakan paduan museum serta bengkel kerja batik yang dikelola oleh Rumah Batik Danar Hadi. Museum ini memajang kain batik dari Solo, Yogyakarta, Bali, Sumatra, Sulawesi, hingga batik yang memiliki pengaruh Tionghoa. Pengunjung juga dapat melihat langsung kegiatan para pembatik di bengkel kerja yang ada.

·                    Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia berada dekat dengan kantor wali kota Solo, dan memajang berbagai foto, uang lama, serta arsip sejarah beroperasinya Bank Indonesia di Solo, termasuk pendahulunya di era kolonial yang bernama De Javache Bank.

·                    Solo Paragon Mall

Solo Paragon adalah pusat perbelanjaan termewah di Solo, dan memiliki berbagai gerai lokal maupun internasional, pusat hiburan keluarga, serta restoran. Pusat perbelanjaan ini cocok untuk jalan-jalan sambil berbelanja, terutama karena lokasinya yang strategis di pusat kota.

·                    Pasar Triwindu

Pasar Triwindu adalah pusat belanja barang antik dan benda hasil kerajinan tradisional. Pasar ini terkenal karena tidak hanya menyediakan barang antik sungguhan yang mahal, tetapi juga benda-benda yang dibuat sedemikian rupa sehingga berkesan antik tetapi lebih murah.

·                    Pasar Klewer

Pasar Klewer adalah pasar terkenal di Solo yang tidak hanya menjual benda kebutuhan sehari-hari, tetapi juga oleh-oleh murah. Pasar ini merupakan tempat favorit untuk membeli pakaian murah, terutama produk batik dan aksesori.

·                    Astana Giribangun

Astana Giribangun adalah tempat pemakaman raksasa yang terkenal sebagai area peristirahatan terakhir Soeharto. Komplek pemakaman ini sebenarnya berlokasi di Karanganyar, tetapi cukup mudah dicapai dari Solo. Astana Giribangun dikelilingi oleh panorama indah, serta memiliki fasilitas cukup lengkap untuk pengunjung.

·                    Kampung Batik Kauman

Kampung Batik Kauman merupakan pusat industri batik tertua di Solo, dan memiliki lokasi cukup strategis sehingga mudah dijangkau. Sentra batik ini masih mengusung proses pembuatan batik tulis tradisional, walau ada juga aktivitas produksi batik cap dan kombinasi. Anda bisa melihat proses pembuatan batik secara langsung atau membeli batik Solo asli. Banyak bangunan di Kauman masih berupa rumah joglo atau bangunan model lama.

·                    Kampung Batik Laweyan

Kampung Batik Laweyan adalah pusat kerajinan batik yang merupakan salah satu destinasi wisata belanja populer. Selain berbagai toko batik, kawasan ini juga memiliki bengkel kerja yang terbuka untuk umum, serta kelas-kelas singkat membuat batik. Salah satu rumah batik terkenal di kawasan ini adalah Batik Mahkota.

·                    Wedangan Rumah Nenek

Wedangan Rumah Nenek adalah kedai unik yang berada tidak jauh dari Kampung Batik Laweyan, dan biasanya dikunjungi setelah wisatawan selesai berbelanja. Kedai ini mengusung nuansa tradisional dengan interior setengah terbuka, lantai bermotif mirip batik, perabot kayu, serta pilar-pilar berukir. Kedai ini menghidangkan aneka teh, wedang, jajanan khas angkringan, dan menu makan siang khas Indonesia.

·                    Masjid Laweyan

Masjid Laweyan berada di belakang Kampung Batik Laweyan, dan memiliki arsitektur yang mirip seperti gabungan antara kelenteng dan rumah joglo. Masjid ini berada di pinggir sungai dan menawarkan suasana ibadah yang unik.

·                    Toko Podjok

Toko Podjok adalah kedai kopi legendaris yang berlokasi di dalam area Pasar Gede. Kedai ini sudah ada sejak tahun 1945, dan terkenal karena menyuguhkan kopi Tjap Aring yang terkenal. Karena biji kopinya baru digiling sesaat setelah dipesan, pengunjung bisa meminta agar kopi digiling dengan tingkat kekasaran tertentu.

Budaya Daerah Kota Solo

Sebagian besar masyarakat Solo menggunakan bahasa Indonesia untuk komunikasi harian, namun bahasa Jawa juga cukup mendominasi. Aksara Jawa dapat terlihat di tempat-tempat umum, seperti nama instansi, kantor pemerintahan, tempat umum, serta papan nama jalan. Bahasa Jawa ala Solo dikenal sebagai versi halus dari dialek Mataraman Surakarta, yang cukup dekat dengan bahasa Jawa di Kediri, Madiun, atau Yogyakarta.

Solo membanggakan warisan budaya seperti musik gamelan, yang sering dibawakan sebagai pertunjukan di Keraton Surakarta atau Taman Balekambang. Salah satu warisan Solo terhadap dunia musik Indonesia adalah lagu keroncong Bengawan Solo ciptaan Gesang, penggubah lagu yang juga berasal dari Surakarta. Solo juga memiliki pabrik gamelan yang ada di Wirun, Sukoharjo. Gamelan yang diproduksi di sini telah dijual ke pembeli di berbagai daerah di Indonesia, dan bahkan diekspor.

Solo terkenal dengan tarian seperti Srimpi dan Bedhaya, yang erat kaitannya dengan tradisi Keraton Surakarta. Tari Bedhaya biasanya dibawakan dalam acara-acara khusus, seperti upacara penghormatan terhadap Sri Susuhunan Surakarta. Tari Srimpi sering ditampilkan untuk umum di Keraton Surakarta serta Pura Mangkunegaran sebagai bagian dari misi pelestarian tradisi dan pendidikan budaya.

Hal yang Harus Dilakukan di Solo

Sudah siap berkunjung ke Solo? Jangan lupa masukkan aktivitas wajib ini ke daftar rencana perjalanan Anda :

·                    Belajar sejarah Indonesia

Solo memiliki arti penting dalam rekaman sejarah Indonesia, sehingga Anda akan menemukan banyak museum atau tempat bersejarah di sini. Berbagai tempat seperti Monumen Pers Nasional, Museum Bank Indonesia Solo, Museum Samanhoedi (pendiri Sarekat Dagang Islam), serta Benteng Vastenburg adalah destinasi populer untuk penyuka sejarah.

·                    Membeli atau membuat batik

Batik Solo adalah salah satu kebanggaan Surakarta sekaligus oleh-oleh populer. Anda bisa membeli batik berkualitas di Rumah Batik Danar Hadi, atau membeli versi murahnya di Pasar Klewer. Untuk yang tertarik dengan sejarah batik, Museum Batik Danar Hadi memiliki berbagai koleksi batik menarik dari berbagai area Nusantara. Anda juga bisa ikut kelas singkat membuat batik di Batik Mahkota Laweyan.

·                    Menikmati kekayaan budaya

Solo memiliki berbagai tempat menikmati kekayaan budaya tradisional. Keraton Surakarta dan Pura Mangkunegaran bukan hanya menyimpan koleksi benda pusaka, tetapi juga sering menjadi tempat pertunjukan tari dan musik. Ada juga museum budaya seperti Museum Keris dan Museum Radya Pustaka.

·                    Bersenang-senang di taman hiburan keluarga

Jika Anda membawa keluarga atau anak, tidak perlu khawatir soal hiburan. Solo memiliki banyak destinasi yang cocok untuk semua umur. Pandawa Waterworld menawarkan berbagai kolam dan permainan air dalam wahana bertema wayang. Taman Satwa Taru Jurug mengajak keluarga melihat-lihat hewan lucu sambil belajar.

·                    Ikut wisata malam

Pasar Malam Ngarsopuro buka setiap malam Minggu di Jalan Diponegoro, dan menawarkan oleh-oleh, jajanan, hingga pertunjukan musik. Alun-alun Kidul Solo juga ramai saat malam hari. Galabo (Gladak Langen Bogan) adalah area wisata kuliner populer di Jalan Mayor Sunaryo yang hanya buka pada malam hari.

·                    Menjajal fotografi malam

Solo memiliki beberapa titik yang cukup ideal untuk fotografi malam. Bagian depan Keraton Surakarta, Pura Mangkunegaran, area Pasar Gede, Tugu Titik Nol, serta Taman Sriwedari, serta Benteng Vastenburg adalah titik-titik fotografi malam terkenal di Solo.

·                    Keliling kota naik bus wisata

Solo memiliki Bus Werkudara, yaitu bus wisata bertingkat yang rutenya melewati tempat-tempat wisata populer di Solo. Bus ini tersedia untuk grup setiap Senin hingga Jumat, dan perorangan setiap Sabtu serta Minggu. Satu perjalanan berdurasi sekitar dua jam, dan Anda akan mendapat banyak kesempatan untuk melihat-lihat, berfoto, serta membeli oleh-oleh atau jajanan.

·                    Menjajal Kereta Api Uap Jaladara

Kereta Api Jaladara adalah kereta api bertenaga uap dari era tahun 1920-an yang direstorasi serta dimanfaatkan sebagai kendaraan wisata. Anda dapat mengelilingi berbagai tujuan wisata populer di Solo, seperti Keraton Surakarta, Solo Grand Mall, Loji Gandrung, Rumah Batik Danar Hadi, Kampung Batik Kauman, dan BTC Solo. Kereta ini dapat disewa untuk perjalanan khusus, seperti wisata batik, wisata kuliner, dan wisata VIP.

·                    Mencicipi makanan khas Solo

Solo memiliki beberapa kuliner khas, seperti serabi, Selat Solo, soto ayam Surakarta, dan sate kere. Anda bisa menikmatinya di tempat-tempat makan terkenal serta murah meriah seperti Warung Selat Mbak Lies, Toko Serabi Ny. Lydia, Sate Kere Yu Rebi, serta Warung Soto Gading Solo. Ada juga Es Krim Tentrem, kedai es krim yang sudah ada sejak tahun 1952 dan menyajikan cita rasa zaman dulu.

·                    Wisata belanja

Solo memiliki berbagai tempat belanja yang populer di kalangan wisatawan. Terdapat beberapa pusat perbelanjaan modern seperti Solo Paragon, Solo Grand Mall, Solo Square, dan The Park Mall. Untuk yang ingin berburu barang dengan harga lebih murah, ada Pasar Klewer, BTC Solo, dan Pasar Triwindu.

·                    Wisata religi

Solo memiliki beberapa bangunan religi yang tidak hanya dimanfaatkan warga untuk beribadah, tetapi juga cocok sebagai tempat wisata religi. Masjid Agung Surakarta, Masjid Laweyan, dan Masjid Al-Wustho adalah masjid-masjid bersejarah dengan arsitektur unik. Gereja St. Anthonius merupakan gereja Katolik tertua Surakarta, sedangkan Gereja Santa Perawan Maria Regina lebih kecil tetapi syahdu dan populer untuk ibadah di kalangan wisatawan.

Anda juga bisa pergi ke Pecinan untuk memotret keindahan Kelenteng Tri Dharma Avalokitesvara, yang sudah berusia lebih dari dua abad. Sementara itu, Vihara Dharma Sundara menghadirkan pengaruh desain ala Jawa di dalam bangunannya, di mana Anda bisa melihat kubah ala candi berdampingan dengan patung-patung khas vihara.

·                    Melihat candi

Solo juga memiliki candi, yang walau tidak setenar Borobudur atau Prambanan, tetap memiliki pesona tersendiri. Candi Sukuh, yang berlokasi di Karanganyar, memiliki ukiran lingga dan yoni yang menjadi ciri khasnya. Sementara itu, Candi Cetho berada di daerah pegunungan di Nglorog, dan hingga kini masih dianggap sebagai tempat suci.

·                    Mencicipi hasil panen

Bandung dan Malang bukan satu-satunya tempat di mana wisatawan bisa mencicipi hasil panen tanaman langsung dari kebun. Kebun Teh Kemuning berjarak hanya sekitar 25 kilometer dari pusat kota Solo, dan menawarkan pemandangan indah, udara sejuk, serta suguhan aneka teh hangat di kedainya.

Jalur Solo-Tawangmangu memiliki kawasan agrowisata bernama Kebun Strawberry Karanganyar. Wisatawan dapat memetik stroberi dengan membayar harga yang cukup murah untuk setiap kilogramnya. Buah stroberi di sini juga dapat langsung dimakan, karena perawatannya tidak menggunakan pestisida.

·                    Menikmati air terjun

Area di luar pusat Kota Solo menawarkan beberapa air terjun wisata. Kesejukan tempat-tempat ini membantu menghilangkan stres dan penat. Beberapa air terjun yang ada di Solo antara lain Air Terjun Jumog, Grojogan Sewu, dan Parang Ijo. Ketiga tempat wisata air terjun ini memiliki fasilitas wisata yang cukup memadai, sehingga cocok untuk wisata keluarga.

·                    Menikmati kesejukan tempat pemandian

Area luar kota Solo juga menawarkan tempat wisata pemandian. Selain sejuk, tempat-tempat pemandian ini juga menyimpan jejak sejarah. Misalnya, ada Umbul Pengging yang dulunya merupakan tempat santai favorit keluarga Pakubuwono X. Ada juga Mata Air Cokro yang dulu pernah menjadi sumber pasokan air untuk keperluan penghuni Keraton Mangkunegara.

·                    Menjajal jiwa petualang di tengah alam

Solo memiliki beberapa tempat yang cocok untuk menjajal jiwa petualangan sambil menikmati keindahan alam. Taman Hutan Raya Mangkunegoro adalah tempat wisata alam yang juga menawarkan berbagai kegiatan petualangan, seperti mancakrida (outbound), berkemah, serta menyusuri jalur trekking di tengah hutan.

Tempat berkemah populer lainnya adalah Sekipan, yang berlokasi sekitar 40 kilometer dari Tawangmangu. Tempat berkemah ini memiliki fasilitas cukup lengkap serta pemandangan indah, dan bisa diakses dengan mudah dengan kendaraan umum, sewaan, atau pribadi dari Solo.

Solo menyajikan beragam keunikan budaya, jejak sejarah, pesona wisata, serta kekayaan kuliner. Tidak heran jika kota ini sekarang menjadi salah satu tujuan wisata yang cukup populer di Jawa Tengah.