Daftar
Daftarkan dirimu sebagai Airy Traveler

DAFTAR
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Sudah punya akun Airy? MASUK
|
Masuk
Masuk sebagai Airy Traveler


MASUK
LUPA PASSWORD?
atau lanjutkan dengan
FACEBOOK
GOOGLE
Belum punya akun Airy? DAFTAR
Tiket Pesawat ke Surabaya
Kota Asal
Semua Bandara
Kota Tujuan
Semua Bandara
Tanggal Berangkat
18 Okt 2018
Tanggal Pulang
20 Okt 2018
Penumpang
1 penumpang
CARI
Tiket Pesawat ke Surabaya (SUB)

 

Surabaya

Tentang Kota Surabaya

Berlabel sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Ada banyak hal yang membuat para wisatawan datang ke tempat ini. Kota ini dikenal sebagai kota multietnis, mulai dari warga dari suku Jawa, Madura, Tionghoa, ataupun Arab. Tak hanya itu, Kota Surabaya juga menjadi destinasi wisata sejarah, mengingat berbagai peristiwa penting di masa lalu banyak terjadi di sini.

Dengan kondisi kota seperti itu, wisatawan yang datang ke Surabaya bisa memilih berbagai pilihan tempat wisata. Bahkan, wisatawan yang berkunjung ke Surabaya tidak hanya pelancong domestik, tapi juga mancanegara.

Sejarah Kota Surabaya

Kota Surabaya memiliki sejarah yang sangat panjang, bahkan jauh sebelum zaman penjajahan. Menurut catatan dalam prasasti Trowulan I (tahun 1358 Masehi), Surabaya disebutkan dengan nama Churabhaya merupakan sebuah desa di tepi Sungai Brantas. Desa Churabhaya ini punya peran penting untuk sarana penyeberangan.

Bukti lainnya datang dari pujasastra dari Empu Prapanca yakni Kakawin Nagarakertagama. Pujasastra tersebut mencertakan tentang perjalanan yang dilakukan oleh Raja Hayam Wuruk ke kota ini pada tahun 1365 Masehi. Pendapat lain diungkapkan oleh budayawan berkebangsaan Jerman, Von Faber yang mengatakan kalau Surabaya sudah ada sejak tahun 1275 Masehi.

Hanya saja, saat ini pemerintah setempat menetapkan tanggal yang berbeda sebagai hari jadi Kota Surabaya, yakni pada 31 Mei 1293. Pada tanggal tersebut, terjadi peristiwa pertempuran antara pasukan Tartar dari Mongol melawan prajurit Majapahit yang dipimpin oleh Raden Wijaya.

Pertempuran ini secara simbolis mewakili dua pasukan tersebut, yakni sura (hiu) dan baya (buaya). Prajurit Mongol digambarkan sebagai ikan hiu yang datang melintasi laut dan pasukan Majapahit adalah sosok buaya yang datang dari darat. Karena itulah, Kota Surabaya menggunakan ikan hiu dan buaya sebagai simbol utamanya.

Selanjutnya, Kota Surabaya berkembang pesat, terutama setelah kota ini jadi pusat penyebaran agama Islam di Jawa Timur. Kota ini juga sempat jadi wilayah kekuasaan Kerajaan Demak dan Mataram. Selanjutnya, pada tahun 1677, Kota Surabaya resmi menjadi wilayah pendudukan VOC.

Pada masa pendudukan Belanda, Kota Surabaya jadi salah satu kota penting di Jawa Timur. Kota ini didapuk sebagai Ibu Kota Karesidenan Surabaya, dengan cakupan wilayah antara lain Jombang, Gresik, Sidoarjo, dan Mojokerto. Bahkan, pada rentang waktu yang sama, Surabaya sudah dikenal sebagai kota terbesar kedua setelah Batavia.

Pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan, Surabaya punya peran yang tidak kalah pentingnya. Bahkan, arek-arek Suroboyo berhasil menewaskan Jendral A.W.S Mallaby yang merupakan pimpinan pasukan sekutu. Kematian Jenderal Mallaby tersebut kemudian berdampak pada munculnya peristiwa Hari Pahlawan pada tanggal 10 November 1945.

Kondisi Geografis Surabaya

Saat ini, Kota Surabaya yang dikenal sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Timur terbagi atas 5 wilayah, yakni Surabaya Pusat, Surabaya Timur, Surabaya Barat, Surabaya Selatan, serta Surabaya Utara. Di bagian barat, Surabaya berbatasan dengan Kabupaten Gresik,di bagian selatan ada Kabupaten Sidoarjo. Sementara itu di utara dan timur, batasnya adalah Selat Madura.

Penduduk di Surabaya

Menurut data pada tahun 2017, Kota Surabaya memiliki penduduk dengan jumlah mencapai 2,8 juta. Dari jumlah tersebut, ada 4 etnis terbesar yang mendiami wilayah Kota Pahlawan ini, yaitu, Jawa (83,68%), Madura (7,5%), Arab (2,04%), serta Tionghoa (7,25%).

Meski mayoritas penduduknya adalah orang Jawa, masyarakat Kota Surabaya memiliki budaya yang jauh berbeda dengan orang Jawa yang ada di Jawa Tengah. Bahkan, terkesan orang Surabaya memiliki kepribadian yang egaliter dan cenderung kasar. Kondisi tersebut kemungkinan akibat lokasi Surabaya yang secara geografis berada jauh dari lingkungan keraton.

Karena itu, dalam percakapan sehari-hari, masyarakat Kota Surabaya terbiasa menggunakan bahasa Jawa ngoko, baik kepada teman sebaya atau orang lebih tua. Kondisi tersebut tentu saja sangat jauh berbeda dengan situasi di Kota Solo atau Yogyakarta yang masyarakatnya membiasakan diri menggunakan bahasa Jawa halus ketika berkomunikasi dengan orang lebih tua. 

Bandara di Surabaya

Akses masuk ke Kota Surabaya sangat mudah. Secara khusus, perjalanan lewat udara menjadi pilihan utama para wisatawan. Mengingat, Kota Surabaya memiliki bandara tersibuk kedua di Indonesia, yakni Bandara Internasional Juanda. Kapasitasnya pun sangat besar, mencapai 13-16 juta penumpang per tahun.

Pihak bandara juga terus berusaha untuk meningkatkan pelayanan kepada para penumpang. Sebagai buktinya, saat ini sudah terdapat 4 terminal, yakni Terminal 1, 2, 3, dan 4. Secara khusus, terminal 3 dan 4 merupakan terminal baru yang dibangun pada tahun 2015. Penambahan terminal tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas serta kenyamanan bagi para penumpang.

Tidak hanya penambahan kapasitas penumpang, bandara yang memiliki kode SUB ini juga memperoleh fasilitas penunjang lebih baik. Terminal 3 dan 4 yang kabarnya akan mulai beroperasi pada tahun 2018, merupakan terminal modern yang menggunakan konsep airport city.

Dengan konsep airport city tersebut, para penumpang bisa menemukan beragam fasilitas di dalam bandara. Fasilitas tersebut antara lain adalah area pusat perbelanjaaan, kereta monorail, jalan bawah tanah menuju ke terminal lain, serta akses ke jalan tol.

Para penumpang juga bisa menjumpai layanan penerbangan dari beragam maskapai di bandara ini. Maskapai-maskapai tersebut melayani rute penerbangan menuju ke Surabaya dari berbagai kota di tanah air dan luar negeri. Secara khusus, rute penerbangan dari Surabaya ke Jakarta atau sebaliknya merupakan rute yang terbanyak. Bahkan, pada tahun 2006, tercatat bandara ini melayani rute antara Jakarta dan Surabaya dengan intensitas mencapai 750 penerbangan per minggu.

Total, terdapat 22 maskapai yang membuka layanan penerbangan di Bandara Internasional Juanda, mulai dari maskapai besar hingga kecil, nasional ataupun internasional. Rute penerbangannya juga beragam, termasuk di antaranya adalah layanan penerbangan pesawat perintis.

Bandara Internasional Juanda juga memiliki reputasi yang sangat bagus di mata internasional. Sebagai buktinya, Bandara Juanda mendapatkan gelar sebagai bandara paling tepat waktu pada tahun 2016. Gelar ini diberikan oleh lembaga analis penerbangan asal Inggris, OAG.

Dalam studi yang mereka lakukan, OAG menemukan bahwa untuk kategori bandara besar (10-20 juta penumpang), Bandara Juanda punya tingkat on-time permance (OTP) yang sangat tinggi, mencapai 90,30%. Bahkan, mereka juga menempatkan Bandara Juanda dalam peringkat ketiga pada “OAG Punctuality League 2016”, tepat berada di bawah Bandara Birmingham dan Bandara Newcastle yang masing-masing punya OTP 91,28% dan 90,94%.

Penumpang yang berangkat dari bandara ini bisa memilih berbagai moda transportasi. Angkutan umum seperti bus bandara atau taksi bisa ditemukan dengan mudah. Sementara itu, penumpang yang memilih naik kendaraan pribadi juga tidak terlalu sulit. Mengingat, akses dari bandara menuju jalan tol tidak terlalu jauh dan area parkirnya juga luas.

Sebagai informasi tambahan, penumpang yang melakukan keberangkatan dari bandara ini akan dikenakan pajak bandara. Untuk penumpang penerbangan domestik, besar pajak bandaranya adalah senilai Rp75 ribu. Sementara itu, penumpang penerbangan internasional akan dikenakan pajak bandara sebesar Rp200 ribu.

Tips Liburan ke Surabaya

Dengan luas kota ini yang cukup besar, maka banyak sekali tempat wisata yang dapat dikunjungi di kota yang satu ini. Namun sebelum Anda berlibur ke Surabaya, ada beberapa hal yang harus Anda diperhatikan, yakni :

·                   Siapkan Baju yang Menyerap Keringat

Surabaya adalah kota dengan suhu udara sangat panas, mengingat lokasinya yang berada di tepi pantai. Oleh karena itu, pastikan untuk mengenakan pakaian yang bisa menyerap keringat. Dengan begitu, aktivitas wisata tetap bisa dilakukan dengan nyaman.

·                   Selalu Sedia Air Minum

Kondisi Kota Surabaya yang panas juga membuat tubuh cenderung lebih cepat mengeluarkan banyak cairan. Oleh karena itu, wisatawan harus mengantisipasinya. Caranya adalah dengan selalu menyediakan air minum.

·                   Persiapkan Sunblock

Tips berikutnya, seorang wisatawan juga harus menyiapkan sunblock. Dengan paparan sinar matahari yang menyengat, bisa menimbulkan kulit kering. Hasilnya, kulit akan terlihat lebih kusam dan berdampak pada penampilan.

Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk membawa sunblock saat pelesir ke Surabaya. Apalagi, kalau pilihan tempat wisata yang akan dikunjungi adalah area outdoor.

·                   Patuhi Peraturan Lalu Lintas

Kota Surabaya saat ini menjadi salah satu kota di Indonesia yang menerapkan sistem tilang secara modern. Seorang pengguna jalan yang kedapatan melanggar aturan lalu lintas dan terekam oleh kamera CCTV, bisa secara langsung mendapat sanksi dari pihak kepolisian.

Oleh karena itu, bagi wisatawan yang memilih berkeliling Surabaya menggunakan layanan sewa kendaraan, harus benar-benar hati-hati. Apalagi, sampai dengan sembrono tidak mengindahkan aturan lalu lintas.

Tempat Wisata Populer di Surabaya

Untuk pilihan tempat wisata, Kota Surabaya punya beragam lokasi yang bisa dipertimbangkan, di antaranya adalah:

·                    Surabaya North Quay

Bagi para pencinta wisata kekinian, Surabaya North Quay yang berlokasi di area Pelabuhan Tanjung Perak jadi opsi menarik. Di sini, pengunjung bisa memperoleh suasana yang meriah. Dengan desain yang menarik, para pengunjung bisa puas berburu foto instagramable di sini. Apalagi, tak jarang ada kapal pesiar yang bisa jadi latar belakang foto bersandar di pelabuhan ini. 

Setelah lelah berburu foto, para wisatawan juga bisa memilih aktivitas lain selama berlibur di Surabaya North Quay. Salah satunya adalah naik kapal berkeliling Selat Madura. Tidak ketinggalan, menyaksikan pemandangan matahari terbenam di sini juga kerap jadi pilihan para pengunjung.

Sebagai catatan, Surabaya North Quay yang berlokasi di Gapura Surya Nusantara ini tidak buka setiap hari. Wisatawan hanya bisa berkunjung ke sini pada akhir pekan, mulai daripukul 9 pagi hingga 9 malam.

·                    Suroboyo Carnival Park

Tempat favorit wisatawan berikutnya di Kota Surabaya adalah Suroboyo Carnival Park. Destinasi wisata ini secara khusus jadi lokasi kunjungan menarik saat berlibur bersama keluarga atau pasangan. Mengingat, di sini tersedia lebih dari 50 wahana yang bisa jadi hiburan. Wahana-wahana tersebut antara lain Uber-uberan, Beskop 3.600, Bledek Coaster, Motor Edan, Topan Badai, Kocar-kacir, Candy Land.

 Lokasi Suroboyo Carnival Park juga sangat mudah dijangkau, berada di alamat Jalan Ahmad Yani nomor 333. Para wisatawan bisa berkunjung ke tempat ini setiap hari kecuali hari Senin. Pada rentang Selasa-Kamis, tempat ini buka dari pukul 17.00 hingga 23.00 WIB. Sementara itu pada hari Jumat hingga Minggu, Suroboyo Carnival Park buka dari pukul 16.00 sampai 23.00 WIB.

·                    Museum Surabaya

Museum Surabaya merupakan tempat wisata terbaru yang dapat dikunjungi di Kota Surabaya. Gedung museum ini berlokasi di Gedung Siola yang dulunya dipakai sebagai pusat perbelanjaan. Di dalamnya, para pengunjung bisa menyaksikan koleksi bersejarah, mulai dari lokomotif tua, catatan-catatan tua, ataupun deretan foto wali kota Surabaya.

Menariknya lagi, wisatawan yang berkunjung ke sini tidak dipungut biaya apapun alias gratis. Wisatawan bisa mengunjungi museum ini setiap hari dari pukul 9 pagi hingga pukul 5 sore. Lokasinya juga sangat mudah ditemukan, beralamat di Jalan Tunjungan nomor 1, tepat di lokasi perempatan.

·                    Jembatan Suramadu

Berperan penting sebagai jembatan yang menghubungkan antara Kota Surabaya dengan Pulau Madura, Suramadu juga memiliki daya tarik tersendiri di mata wisatawan. Bahkan, para wisatawan kerap menyempatkan waktunya sekadar untuk melintasi jembatan ini. Apalagi, menyaksikan pemandangan jembatan ini pada sore atau malam hari akan terlihat sangat memukau.

·                    Jembatan Kenjeran Surabaya

Jembatan Kenjeran yang terletak di wilayah Surabaya Timur juga bisa jadi pilihan tempat wisata menarik. Jembatan ini berfungsi untuk menyambungkan antara Pantai Kenjeran Lama dengan Pantai Ria Kenjeran Baru. Desain jembatannya pun unik, berbentuk melengkung dengan panjang mencapai 800 meter.

Selain bisa menyaksikan keindahan desain arsitektur jembatan, wisatawan juga dapat melakukan aktivitas lain selama berada di sini. Pemerintah Kota Surabaya memang sengaja membangun jembatan ini sebagai sarana untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Hal itu ditunjang oleh kedekatan lokasi jembatan kampung nelayan yang menjadi tempat untuk berburu oleh-oleh dan beragam ikan laut.

Sebagai tambahan, para pengunjung Jembatan Kenjeran Surabaya juga bisa menyaksikan pertunjukan gratis air mancur menari. Air mancur tersebut memiliki penampilan yang cantik dengan disertai permainan lampu. Hanya saja, pertunjukan air mancur menari ini hanya bisa disaksikan pada akhir Sabtu malam, pukul 20.00 WIB dengan durasi selama 60 menit.

·                    Pantai Kenjeran

Nama Pantai Kenjeran sudah tidak asing lagi di telinga wisatawan. Mengingat, pantai ini sudah lama dikenal sebagai destinasi liburan, baik oleh masyarakat Kota Surabaya atau wisatawan dari luar kota. Ditambah lagi, saat ini pemerintah setempat terus berupaya untuk meningkatkan fasilitas serta kenyamanan bagi para pengunjung.

Di sini, wisatawan tidak hanya bisa menyaksikan keindahan pantai di sore hari. Ada banyak aktivitas menarik lain yang bisa dilakukan selagi pelesir ke Pantai Kenjeran. Ada dua lokasi pantai yang dapat dikunjungi di sini,yakni Pantai Ria Kenjeran Baru dan Pantai Ria Kenjeran Lama.

Pantai Kenjeran Lama menjadi lokasi yang tepat untuk menyaksikan pemandangan di sore hari. Selain itu, pantai ini juga kerap menjadi lokasi aktivitas lain seperti berlayar, berenang, atau sekadar bersantai. Sementara itu, Pantai Ria Kenjeran Baru memiliki fasilitas penunjang seperti gokart, balap motor, pacuan kuda, serta lapangan tenis.  

·                    Hutan Bambu Keputih

Suasana ala liburan ke hutan bambu Arashiyama di Jepang juga bisa didapatkan ketika berwisata ke Surabaya. Lokasi yang dapat dipilih adalah Hutan Bambu Keputih. Sesuai dengan namanya, di sini para wisatawan dapat berpose cantik dengan latar belakang rumpun bambu yang indah.

Menariknya lagi, para pengunjung bisa datang ke sini tanpa harus membayar tiket masuk alias gratis. Waktu terbaik untuk berkunjung ke sini adalah saat sore hari, ketika suasananya tidak terlalu panas. Sebagai tambahan, wisatawan juga bisa menyempatkan waktu untuk datang ke Taman Sakura yang lokasinya berdampingan dengan Hutan Bambu Keputih.

·                    Monumen Jalesveva Jayamahe

Kalau New York punya Patung Liberty, maka di Surabaya ada Monumen Jalesveva Jayamahe. Monumen ini menjadi lambang kekuatan maritim Indonesia, sengaja diberi nama Jalesveva Jayamahe yang merupakan moto angkatan laut Indonesia—bermakna Di Laut Kita Berjaya.

Patung ini memiliki warna yang sama dengan Patung Liberty. Namun, desain patungnya jauh berbeda,dibuat dengan sosok perwira angkatan laut berseragam lengkap dan tengah memegang pedang kehormatan. Selain menjadi simbol kekuatan maritim, monumen ini juga berfungsi sebagai mercusuar untuk kapal yang akan berlabuh ke Tanjung Perak.  

·                    Wisata Mangrove Wonorejo

Bagi pencinta wisata alam, bisa pula memilih berkunjung ke Wisata Mangrove Wonorejo. Sesuai dengan namanya, tempat ini dipenuhi oleh pohon bakau yang memberi perlindungan pantai dari abrasi. Para pengunjung bisa menyaksikan monyet-monyet yang bermain di pepohonan.

Tidak hanya itu, wisatawan juga dapat berkeliling area Wisata Mangrove Wonorejo menggunakan perahu. Tak jarang, pasangan yang akan melangsungkan pernikahan juga memilih tempat ini sebagai lokasi foto pre-wedding. Dengan latar belakang pohon bakau dan jembatan kayu, suasananya pun akan terlihat sangat romantis.

·                    Tugu Pahlawan Surabaya

Rekomendasi tempat wisata terakhir tentu saja adalah Tugu Pahlawan. Mengingat, tempat ini merupakan identitas utama yang dimiliki oleh Kota Surabaya. Di sini, wisatawan tidak hanya bisa menyaksikan keberadaan tugu setinggi 41,15 meter. Di waktu yang sama, tugu ini juga memiliki area museum bawah tanah dengan kedalaman mencapai 7 meter—disebut dengan nama Museum1 November.

Di dalam museum tersebut, terdapat berbagai koleksi yang bisa disaksikan oleh para wisatawan. Dokumentasi foto pembangunan Tugu Pahlawan bisa dilihat di sini. Selain itu, para pengunjung juga dapat melihat keberadaan diorama perjuangan arek-arek Suroboyo yang disertai rekaman pidato Bung Tomo.

Mengenal Budaya Kota Surabaya

Seperti yang telah disebutkan, Kota Surabaya memiliki kultur budaya multietnis. Masyarakat Kota Surabaya pun bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan lancar tanpa terbatas oleh perbedaan etnis. Hal itu karena kultur orang-orang Surabaya yang cenderung bersikap terbuka dalam setiap tindakan serta omongannya.

Nuansa multietnis tersebut juga terlihat jelas dalam seni budaya masyarakat Kota Surabaya. Salah satunya adalah manten pegon yang merupakan upacara pengantin tradisional masyarakat Kota Pahlawan. Tradisi ini merupakan perpaduan antara budaya Tionghoa, Arab, Madura, Jawa, dan Belanda.

Perpaduan budaya itu pun bisa secara langsung dilihat dalam pakaian yang dikenakan oleh pasangan pengantin. Keberadaan jubah mewakili budaya Arab. Pemakaian rok panjang oleh pengantin wanita sebagai ciri budaya Eropa. Sementara itu, pemakaian mahkota dan kain sutra masing-masing merupakan bagian dari budaya khas Jawa dan Tionghoa.

Produk budaya khas Surabaya lainnya juga masih sangat banyak, sebut saja tari hadrah jidor, gending jula-juli, tari remo, seni ujung, tari lenggang, ataupun besutan. Untuk pengembangan serta pelestarian budaya-budaya tersebut, Pemerintah Kota Surabaya pun membentuk Dewan Kesenian Surabaya (DKS) sebagai wadah para seniman.

Aktivitas Wajib saat Berkunjung ke Surabaya

Selain berkunjung ke tempat-tempat wisata menarik, ada pula aktivitas yang tak boleh dilewatkan saat berlibur ke Surabaya, yakni:

·                    Mengikuti Tur Wisata Surabaya Heritage Track

Mengikuti aktivitas wisata yang menarik dengan gratis tentu jadi pilihan yang menyenangkan. Itulah yang ditawarkan oleh House of Sampoerna dengan Surabaya Heritage Track-nya. Dalam tur wisata ini,wisatawan akan diajak untuk menelusuri tempat-tempat wisata bersejarah di Kota Surabaya.

Ada berbagai rute yang bisa dipilih. Para wisatawan juga akan disertai dengan seorang pemandu wisata yang siap memberikan informasi terkait tempat yang dikunjungi. Sebagai tambahan, House of Sampoerna juga memberikan akses kepada para wisatawan yang ingin menyaksikan proses pembuatan rokok secara langsung.

·                    Wisata Religi

Berkunjung ke tempat-tempat yang bernuansa religi juga bisa jadi aktivitas menarik di Surabaya. Tidak hanya bagi pelancong yang beragama muslim, tapi juga penganut agama lain. Di kota ini, terdapat beberapa destinasi wisata religi yang dapat dikunjungi, di antaranya adalah Makam dan Masjid Sunan Ampel, Masjid Cheng Ho, Patung Budha Empat Wajah, Kelenteng Sanggar Agung, ataupun Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria.

Wisata Kuliner Khas Surabaya

Bagi para pencinta kuliner, aktivitas berburu makanan enak di Kota Surabaya dijamin bakal memberi pengalaman tidak terlupakan. Wisatawan bisa menemukan makanan yang menggugah selera kapan saja dan di mana saja. Bahkan saat pagi buta ataupun dini hari. Beberapa pilihan kuliner dengan cita rasa maknyus yang bisa dipertimbangkan antara lain adalah:

·                    Sate Klopo Ondomohen Ny. Asih

Untuk para pencinta sate, Sate Klopo Ondomohen Ny. Asih yang terletak di Jalan Walikota Mustajab nomor 36 jadi pilihan tepat. Sate di tempat ini bukanlah sate biasa, melainkan sate dengan taburan parutan kelapa dalam proses pembuatannya. Beragam pilihan sate bisa didapatkan, mulai dari sate ayam, sate daging sapi, sate udang, ataupun sate sumsum.

·                    Es Krim Zangrandi

Menikmati es krim di tengah panasnya Kota Surabaya tentu jadi pilihan bijak. Untuk mendapatkan es krim dengan cita rasa terbaik, lokasi yang bisa dipertimbangkan adalah Es Krim Zangrandi—kedai es krim legendaris yang telah berdiri sejak tahun 1933.

Es krim di sini dibuat dengan resep turun-temurun dan cita rasanya pun jauh berbeda dengan kedai es krim di tempat lain. Ditambah lagi, pihak pengelola juga sengaja mendesain ruangan dengan bangunan bertema klasik yang memberikan pengalaman kuliner serasa di zaman kolonial.

·                    Kepiting Cak Gundul 1992

Kuliner seafood enak juga bisa didapatkan dengan mudah di Surabaya. Pilihan tepat untuk menyantap makanan olahan laut adalah Kepiting Cak Gundul 1992 yang berlokasi di Jalan Kupang Indah. Di sini, para pengunjung tak hanya bisa mencicipi olahan kepiting, tapi juga makanan laut lain seperti udang, cumi, ikan, ataupun kerang.

·                    Lontong Balap Pak Gendut

Belum lengkap liburan ke Surabaya kalau tanpa mencicipi kuliner lontong balap. Makanan yang satu ini memang tidak bisa lepas dari lidah masyarakat Surabaya, dan lokasi tepat untuk menikmati kuliner ini adalah Lontong Balap Pak Gendut. Warung lontong balap ini sudah lama jadi favorit orang-orang Surabaya, berdiri sejak tahun 1958 dan kini lokasinya bisa ditemukan dengan mudah di Jalan Prof. Dr. Moestopo, tak jauh dari Stasiun Gubeng.

·                    Bebek Tugu Pahlawan

Kuliner pinggir jalan di Surabaya juga punya cita rasa yang tidak kalah dengan restoran mahal. Salah satunya adalah Bebek Tugu Pahlawan yang terletak di Jalan Tembaan nomor 19A. Di sini, wisatawan bisa mencicipi daging bebek goreng dengan sambal pedas yang maknyus.

Harganya juga tidak terlalu mahal, berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp20 ribu.  Apalagi, Warung Bebek Tugu Pahlawan ini bisa kunjungi dengan mudah, karena buka dari pukul 18.00 hingga dini hari. Sangat cocok bagi wisatawan yang kelaparan di malam hari. 

·                    Berkeliling Taman

Aktivitas yang tak kalah seru berikutnya adalah berkeliling taman di Kota Surabaya. Apalagi, taman dengan suasana yang menarik di Kota Surabaya bukan hanya Taman Bungkul. Ada pula taman-taman lain yang punya suasana tidak kalah indahnya, termasuk di antaranya adalah Taman Balaikota, Taman Flora, Taman Mundu, Taman Teratai, Kebun Bibit Wonorejo, ataupun Taman Gantung.

Dengan informasi lengkap terkait Kota Surabaya tersebut, Anda pun bisa merasakan pengalaman liburan yang puas di kota ini. Selamat bersenang-senang.