Tiket Pesawat ke Yogyakarta
Kota Asal
Semua Bandara
Kota Tujuan
Semua Bandara
Tanggal Berangkat
16 Ags 2018
Tanggal Pulang
18 Ags 2018
Penumpang
1 penumpang
CARI
Tiket Pesawat ke Yogyakarta (JOG)

 

Yogyakarta

Tentang Kota Yogyakarta

Yogyakarta merupakan salah satu destinasi yang cukup populer di kalangan wisatawan. Kota ini memang memiliki daya tarik yang kuat, terutama bagi seseorang yang senang mendalami budaya Jawa, ingin menikmati keindahan alam, dan gemar berbelanja aneka produk berbahan dasar batik. Percaya atau tidak, semua hal itu bisa didapatkan dan dinikmati jika berkunjung ke Yogyakarta.

Menurut data, jumlah wisatawan yang datang ke Yogyakarta meningkat setiap tahun, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Hal ini tidak mengherankan mengingat Yogyakarta terus berbenah dalam mengembangkan pariwisatanya. Bahkan, kini sudah banyak bermunculan objek wisata kekinian yang bukan hanya diburu kaum muda, tetapi juga wisatawan yang mengajak keluarganya.

Sejarah Kota Yogyakarta

Yogyakarta adalah salah satu dari dua daerah istimewa yang diakui di Indonesia. Status istimewa tersebut disandang oleh Yogyakarta berdasarkan asal-muasal terbentuknya kota kedua tertua di Indonesia ini. Menurut fakta sejarah, sejak zaman sebelum kemerdekaan Indonesia, Kesultanan Yogyakarta telah diakui sebagai dependent state atau negara bagian yang memiliki kewenangan mengatur daerahnya sendiri.

Ketika Indonesia merdeka dan menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kesultanan Yogyakarta pun ikut melebur di dalamnya. Oleh Ir. Soekarno, founding father Indonesia, Yogyakarta diberi gelar istimewa dan gelar tersebut bertahan hingga kini.

Secara geografis, wilayah Yogyakarta terletak di bagian selatan Pulau Jawa. Daerah ini berbatasan langsung dengan Samudera Hindia pada bagian selatan dan wilayah Jawa Tengah pada bagian lainnya. Luas wilayah Yogyakarta adalah sekitar 3.185,80 km persegi. Wilayah seluas ini terbagi atas 4 kabupaten dan 1 kotamadya.

Seperti halnya daerah-daerah di Indonesia yang terletak di sisi sebelah barat, Yogyakarta termasuk dalam zona Waktu Indonesia Barat (WIB). Berdasarkan zona waktu internasional, Yogyakarta berada pada GMT +7.

Penduduk lokal yang menghuni wilayah Yogyakarta sebagian besar bersuku Jawa. Selebihnya adalah masyarakat pendatang beraneka suku, termasuk dari Sunda, Batak, Papua, dan sebagainya. Hal ini utamanya dipicu oleh status Yogyakarta sebagai Kota Pelajar.

Khususnya di daerah perkotaan, tempat berdirinya kampus-kampus ternama, banyak pendatang yang berstatus mahasiswa. Sebagian besar tinggal sementara di rumah-rumah kost yang disewakan penduduk setempat.

Konon, penduduk Yogyakarta terkenal dengan keramahannya. Sebagai kota yang menjunjung tinggi budaya Jawa, sopan santun dan keramahan memang telah menjadi karakter yang mendarah daging. Tak heran, Anda pasti akan menerima sapaan hangat saat bertemu dengan penduduk setempat, terutama dari mereka yang tinggal di sekitar lokasi wisata.

Informasi Bandara di Yogyakarta

Bandara yang aktif beroperasi di Yogyakarta saat ini adalah Bandara Internasional Adisutjipto. Bandara ini digunakan untuk penerbangan domestik maupun internasional. Ada banyak maskapai yang beroperasi di Bandara Internasional Adisutjipto, antara lain maskapai Airasia, maskapai Garuda Indonesia, maskapai Citilink, maskapai Batik Air, maskapai Lion Air, maskapai NAM Air, dan sebagainya.

Di dalam bandara ini, ada 2 terminal, yaitu Terminal Keberangkatan dan Terminal Kedatangan. Keduanya terhubung di area yang tidak terlalu luas sehingga Anda bisa dengan mudah mencapainya.

Tujuan penerbangan yang dilayani di bandara berkode JOG ini pun sangat variatif, mulai dari tujuan ke berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Dari kota Banjarmasin, Padang, Jambi, Tarakan, Manado, Bengkulu, Labuan Bajo, hingga Jayapura. Demikian pula, para wisatawan mancanegara biasanya masuk ke wilayah Yogyakarta melalui Bandara Adisutjipto.

Letak Bandara Adisutjipto adalah di Jl. Raya Solo km. 9, berdekatan dengan kompleks Akademi Angkatan Udara Yogyakarta. Dari pusat kota, letak bandara ini tidak terlalu jauh dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 20 menit perjalanan. Ada banyak sarana transportasi yang bisa digunakan untuk mencapai bandara, antara lain bus damri, transportasi online, Transjogja, dan taksi.

Kini, tidak ada lagi pajak bandara atau penarikan di bandara yang dilakukan pada saat keberangkatan. Hal ini dilakukan berdasarkan kebijakan Angkasa Pura I yang memasukkan pajak bandara atau Passenger Service Charge (PSC) dalam biaya tiket pesawat yang telah dibeli. Apabila tidak jadi melakukan perjalanan, biaya tersebut dapat diterima kembali melalui proses refund.

Bagi Anda yang ingin bepergian ke kota lain dan hanya menggunakan Bandara Adisutjipto sebagai tempat untuk transit, ada jalur kereta api yang langsung terhubung dengan area bandara. Anda bisa menggunakan kereta api Prameks, misalnya, jika ingin langsung menuju Solo. Kota yang merupakan salah satu destinasi wisata menarik ini bisa dicapai dengan 1 jam perjalanan menggunakan kereta api.

Selain itu, ada pula berbagai fasilitas pendukung yang juga tersedia di area bandara. Mulai dari restoran, toko oleh-oleh, hingga hotel yang letaknya cukup dekat dari bandara.

Tips Bepergian ke Kota Yogyakarta

Nah, bagi Anda yang ingin berkunjung ke Yogyakarta, rancanglah itinerary dengan mempertimbangkan waktu terbaik. Dengan demikian, Anda bisa menikmati seluruh pesona Yogyakarta dengan lebih optimal.

Yogyakarta biasanya lebih ramai pada akhir pekan atau hari libur nasional, khususnya pada Juli dan Desember. Setiap waktu tersebut, bisa dipastikan jalanan kota Yogyakarta serta berbagai tempat wisata di kota ini padat dipenuhi oleh para pengunjung. Untuk itu, ada beberapa tips penting yang perlu Anda ketahui saat bepergian ke kota Yogyakarta.

  • Gunakan Jalur Alternatif

Jika Anda berkunjung ke Yogyakarta pada peak season dan high season, jalur di jalan-jalan utama kota pasti akan padat, baik oleh bus pariwisata maupun kendaraan pribadi. Nah, bagi Anda yang menggunakan kendaraan pribadi untuk menjelajahi kota ini, Anda harus siap dengan risiko kemacetan tersebut.

Tips untuk menghindarinya adalah menggunakan jalur alternatif yang tersedia. Biasanya, jalur ini hanya digunakan oleh penduduk setempat. Namun, dengan cara ini, Anda pun bisa bergerak lebih cepat menuju lokasi yang diinginkan.

  • Datang Pada Saat Penyelenggaraan Event Tahunan

Carilah informasi mengenai penyelenggaraan berbagai event tahunan di Yogyakarta. Sebagai kota budaya, ada banyak acara yang biasa diselenggarakan di kota ini, baik dalam skala kecil maupun nasional. Bentuknya pun bermacam-macam, mulai dari pertunjukan seni, upacara adat dan budaya, wisata kuliner, hingga event kreatif.  Beberapa di antaranya adalah Pasar Kangen, Sekaten, Jogja Jazz, dan berbagai festival lainnya.

Dengan menyusun rencana perjalanan sembari mempertimbangkan hal ini, Anda bisa mendapatkan hiburan ekstra ketika berkunjung ke Yogyakarta. Biasanya, event-event tersebut digelar secara rutin hampir sepanjang tahun. Jadi, pilih saja sesuai keinginan.

  • Bersiaplah pada Musim Hujan

Karena terletak di wilayah tropis, ada dua musim yang biasa terjadi secara bergantian di Yogyakarta, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Musim kemarau biasanya dimulai Maret hingga Agustus, sedangkan musim hujan pada September hingga Februari.

Apabila Anda berkunjung pada musim hujan, bersiaplah dengan cuaca yang kurang bersahabat setiap hari. Tentunya, acara bepergian pun menjadi tidak nyaman, apalagi jika Anda ingin mengunjungi objek wisata alam atau lokasi wisata outdoor.

Jika sudah menentukan waktu yang tepat untuk berkunjung ke Yogyakarta, persiapan lain yang tidak boleh diabaikan adalah sarana transportasi selama berada di Yogyakarta. Untungnya, saat ini sudah tersedia transportasi online yang memudahkan mobilitas wisatawan, baik dari bandara maupun penginapan ke tempat-tempat wisata yang diinginkan.

Nah, berikut beberapa tips yang perlu Anda ketahui ketika bepergian ke berbagai tempat wisata yang ada di kota Yogyakarta.

  1. Waspada Jalan Satu Arah

Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi saat mengunjungi Yogyakarta, hal penting yang harus diketahui adalah rambu-rambu lalu lintas. Perlu diketahui, ada banyak jalur di jalan-jalan kota ini yang menggunakan aturan jalan satu arah. Oleh karena itu, sebelum melakukan perjalanan, ketahui jalan-jalan mana saja yang termasuk satu arah.

  1. Manfaatkan Jalur Ring Road

Di Yogyakarta belum ada jalan bebas hambatan. Namun, ada sebuah jalur khusus yang terletak melingkar di pinggir kota, yaitu jalan Ring Road. Jalan ini menghubungkan berbagai lokasi, baik di utara, selatan, barat, maupun timur kota Yogyakarta. Menggunakan jalur ini akan membuat perjalanan Anda lebih lancar karena minim hambatan.

  1. Transportasi yang Tersedia

Ada banyak sarana transportasi yang bisa digunakan ketika berpindah dari satu tempat ke tempat lain selama berada di dalam kota. Mulai dari transportasi online, taksi, hingga bus umum. Pada area tertentu, masih ada pula sarana transportasi tradisional, seperti becak dan andong.

  1. Lebih Sering Bertanya

Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi, jangan segan untuk menanyakan lokasi tujuan kepada para penduduk lokal. Meskipun ada peta atau Google Map yang diharapkan dapat membantu, petunjuk dari penduduk lokal biasanya lebih valid dan mudah diikuti.

Meskipun demikian, Anda harus jeli mengamati petunjuk yang diberikan. Anda juga perlu tahu arah angin karena penduduk lokal biasanya menggunakan arah angin untuk menentukan letak sebuah tempat. Dengan lebih sering bertanya, risiko untuk tersasar pun lebih kecil.

  1. Sewa Kendaraan

Ingin bepergian dengan lebih fleksibel di Yogyakarta? Jangan khawatir, di kota ini tersedia banyak kendaraan yang bisa disewa selama 24 jam, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Anda bisa menggunakannya untuk bepergian ke seluruh area kota dengan membayar biaya sewa sekitar Rp200.000 hingga Rp400.000 ribu per 24 jam (kendaraan roda empat) Rp50.000 hingga Rp70.000 (kendaraan roda dua).

Perlu diketahui, Yogyakarta terdiri atas beberapa wilayah yang berjarak cukup jauh. Hal ini penting menjadi pertimbangan Anda sebelum merancang perjalanan sehingga waktu yang digunakan lebih efektif. Sebagai contoh, ketika berkunjung ke Gunungkidul, salah kabupaten di Yogyakarta yang memiliki beragam destinasi menarik, Anda perlu menyediakan waktu ekstra.

Dari pusat kota Yogyakarta, jarak Wonosari, ibukota Gunungkidul, memang tidak terlalu jauh. Namun, untuk mencapai pantai-pantai yang terletak di wilayah ini membutuhkan waktu yang lebih banyak. Setidaknya, jarak tersebut harus ditempuh selama 2 jam perjalanan.

Tantangan lainnya adalah terbatasnya sarana transportasi yang tersedia. Oleh karena itu, Anda sebaiknya menyewa kendaraan sendiri untuk berkunjung ke pantai di Gunungkidul sehingga perjalanan bisa lebih fleksibel. Selain itu, jalur menuju Gunungkidul pada akhir pekan atau hari libur nasional sangat padat. Jadi, sediakan pula waktu yang lebih longgar sehingga tidak habis digunakan di perjalanan.

Budaya Daerah Yogyakarta

Bahasa percakapan yang digunakan sehari-hari oleh penduduk lokal Yogyakarta adalah Bahasa Jawa. Namun, sebagian besar di antaranya juga fasih menggunakan bahasa Indonesia. Jika berbelanja, misalnya, jangan kaget jika Anda langsung disapa dengan bahasa Jawa. Balas saja dengan sopan menggunakan bahasa Indonesia. Setelah itu, komunikasi bisa dilanjutkan dengan menggunakan bahasa Indonesia.

Budaya lainnya yang menjadi salah satu daya tarik andalan di Yogyakarta adalah musik tradisional khas, yaitu gamelan. Anda bisa menikmati irama gamelan yang terkesan magis pada upacara-upacara adat yang diselenggarakan, termasuk upacara perkawinan dan pertunjukan seni.

Salah satu gamelan legendaris yang terdapat di Keraton Kesultanan Yogyakarta adalah Gamelan Sekati. Gamelan ini hanya dibunyikan pada waktu-waktu tertentu, yaitu pada saat acara Sekaten. Meskipun demikian, Anda masih bisa mendengarkan suara gamelan pada acara-acara lainnya.

Kebudayaan lain yang menjadi daya tarik kota Yogyakarta adalah tarian daerah. Di Keraton Yogyakarta, misalnya, ada sebuah tarian yang sering dipertunjukkan, yaitu Tari Srimpi. Tarian ini ditampilkan oleh 4 penari perempuan dan hanya ditarikan pada waktu-waktu khusus. Lama tarian sekitar 1 jam. Gerakan Tari Srimpi sangat lemah gemulai dan menunjukkan karakter serta sifat orang Jawa yang lembut.

Hal yang Harus Dilakukan Saat ke Yogyakarta

Ada banyak alasan wisatawan berkunjung ke Yogyakarta. Beberapa di antaranya datang untuk menikmati keindahan berbagai objek wisata di kota ini. Ada pula yang sekadar ingin berburu wisata kulinernya. Sebagian lainnya datang untuk berbelanja batik dan aneka kerajinan buatan tangan yang khas. Nah, supaya liburan ke Yogyakarta kali ini semakin berkesan, berikut beberapa ide aktivitas yang bisa Anda coba.

  • Nongkrong Santai di Malioboro

Malioboro adalah jantung kota Yogyakarta. Di kawasan inilah, segala aktivitas masyarakat biasanya terpusat, khususnya pada akhir pekan. Jadi, tak lengkap rasanya ke Yogyakarta tanpa berkunjung ke Malioboro. Lantas, apa saja yang bisa Anda lakukan selama berada di tempat ini?

Anda bisa nongkrong santai di bangku-bangku yang tersedia di trotoar sepanjang jalan Malioboro. Bangku-bangku ini memang sengaja disediakan bagi para pengunjung yang ingin menikmati suasana kota. Sambil nongkrong, Anda akan dihibur oleh para musisi jalanan yang menyanyikan lagu-lagu andalan mereka.

  • Berbelanja Batik di Pasar Beringharjo

Apakah Anda menyukai kegiatan berbelanja? Pasar Beringharjo adalah lokasi pertama yang harus didatangi. Di pasar yang satu ini, Anda akan menemukan beragam koleksi batik yang tersedia dan dijual dengan harga miring, mulai dari pakaian, tas, sandal, dan aksesori bernuansa batik. Lokasinya tepat di pusat kota sehingga sangat mudah dijangkau oleh wisatawan.

Salah satu tips berbelanja di Pasar Beringharjo adalah pintar menawar harga. Barang-barang yang dijual di pasar ini sebagian besar boleh ditawar. Selain mendapatkan harga terbaik, Anda juga bisa menikmati seni bertransaksi dengan para penjual melalui aktivitas ini. Selain itu, siapkanlah fisik yang fit supaya bisa berkeliling pasar yang memiliki area yang cukup luas.

  • Menikmati Eksotisme Pantai Parangtritis

Hal lain yang wajib dilakukan selama berada di Yogyakarta adalah berkunjung ke Pantai Parangtritis. Pantai yang terletak di bagian selatan Yogyakarta ini memang sangat terkenal sebagai destinasi wisata yang banyak dikunjungi. Apa hal menarik yang bisa Anda nikmati ketika berkunjung ke pantai ini?

Pertama, Anda bisa melepas stres dengan bermain pasir di pinggir pantai yang landai dan luas ini. Kedua, nikmati sensasi menumpang delman atau naik kuda yang menyusuri sepanjang pinggir pantai. Ketiga, naiklah ke Bukit Parang Endog dan nikmati pesona Pantai Parangtritis dari ketinggian.

Keempat, ajaklah si kecil untuk bermain ATV (All Terrain Vehicle), yaitu sebuah kendaraan kecil berbentuk motor dan beroda empat. ATV sangat cocok digunakan pada medan berpasir. Kelima, menikmati keindahan matahari terbenam pada sore hari. Nah, setelah selesai menikmati semua hal itu, Anda bisa mengganjal perut dengan sajian jagung bakar yang dijajakan di sepanjang bibir Pantai Parangtritis.

  • Menikmati Suasana Senja di Bukit Bintang

Aktivitas menarik lain yang bisa Anda lakukan saat berkunjung ke Yogyakarta adalah menikmati suasana senja di Bukit Bintang. Tempat ini terletak di jalur menuju Kabupaten Gunungkidul, tepatnya daerah Patuk, Jl. Jogja-Wonosari km 15. Dari pusat kota, jaraknya memang cukup jauh. Namun, usaha Anda untuk tiba di tempat ini akan terbayar oleh indahnya suasana yang ditawarkan.

Bukit Bintang adalah sebuah area yang terletak di ketinggian dan berada di tepi tebing jalan. Dari tempat ini, pengunjung bisa melihat lansekap kota dengan leluasa. Pada sore hari, Bukit Bintang biasanya ramai oleh kawula muda yang nongkrong sambil mencicipi nikmatnya jagung bakar yang lezat. Tempat ini juga tak kalah unik pada malam hari. Lampu-lampu kendaraan dan rumah penduduk akan terlihat berkelip-kelip seperti bintang.

  • Mencicipi Kuliner Khas Yogyakarta

Salah satu kuliner khas dari Yogyakarta adalah gudeg. Makanan ini terbuat dari nangka muda dan direbus bersama santan dan gula kelapa. Warnanya cokelat dan rasanya manis. Pada saat disajikan, gudeg biasanya dilengkapi dengan berbagai lauk tambahan, seperti telur, ayam, dan sambal krecek.

Ada banyak penjual gudeg di Yogyakarta. Namun, jika ingin mencicipi gudeg legendaris, berkunjunglah ke Jl. Wijilan. Di sini, banyak penjual gudeg yang telah memulai usahanya sejak lama.

Kuliner lainnya yang juga cocok dijadikan sebagai oleh-oleh wisata adalah bakpia. Ini adalah makanan kecil yang biasanya berisi kacang hijau. Namun, saat ini sudah ada banyak variasi isi yang tersedia, seperti cokelat dan keju. Anda bisa mencari bakpia di daerah Pathok. Di sinilah pusat penjualan bakpia terkenal di Yogyakarta.

  • Berkunjung ke Keraton

Objek wisata wajib lainnya yang wajib Anda kunjungi saat berada di Yogyakarta adalah Keraton Kesultanan Yogyakarta. Berdasarkan sejarahnya, Yogyakarta pada masa lampau memang merupakan kerajaan yang kemudian melebur dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Meskipun demikian, ada beberapa bangunan bersejarah yang bisa dinikmati. Salah satunya Keraton Yogyakarta, tempat tinggal keluarga Sultan. Nah, wisatawan bebas keluar masuk di bagian area Keraton yang terbuka untuk umum. Anda bisa berkunjung ke tempat ini untuk menyaksikan kemegahan Kesultanan Yogyakarta pada masa lampau.

  • Mencoba Tradisi Masangin di Alun-alun Kidul

Salah satu tradisi yang masih dapat dilakukan hingga sekarang di Alun-alun Kidul adalah Tradisi Masangin. Ini adalah semacam permainan sederhana yang harus dilakukan dengan mata tertutup kain hitam. Caranya, si pemain harus melewati sela-sela dua pohon beringin yang tumbuh di tengah Alun-alun Kidul. Sebagian orang yang mencoba biasanya tidak melakukannya dengan sukses.

Kegiatan ini boleh dilakukan oleh siapa pun. Konon, menurut kepercayaan tradisi setempat, hanya orang-orang berhati bersih saja yang bisa melewati tantangan ini. Nah, selain Masangin, Anda juga bisa bersenang-senang dengan menaiki kereta hias yang banyak disewakan mengelilingi Alun-alun Kidul.

  • Berkunjung ke Prambanan

Bila Anda menyukai sejarah, berkunjung ke Prambanan adalah keharusan. Ini merupakan salah satu candi Hindu yang besar. Prambanan menawarkan kemegahan kerajaan pada masa lampau. Di dinding candi, ada banyak relief yang menceritakan hal itu. Tidak jauh dari lokasi Prambanan, Anda juga bisa ke Ratu Boko, sebuah candi lainnya yang dapat menjadi tempat untuk menikmati keindahan matahari sore.

Berkunjung ke Prambanan tidak terlalu sulit. Lokasinya di Jl. Jogja-Solo, yaitu perbatasan antara Yogyakarta dan Klaten. Anda bisa datang dengan kendaraan pribadi atau menggunakan kendaraan umum seperti Transjogja.

  • Ngopi Joss di Angkringan Lik Man

Apakah Anda pernah mendengar istilah Kopi Joss? Ini adalah salah satu racikan kopi yang bisa ditemui di Angkringan Lik Man, Jl. Wongsodirjan. Lokasinya berdekatan dengan Stasiun Tugu, Yogyakarta. Kopi Joss adalah kopi unik yang dibubuhi oleh arang yang masih membara. Desis yang terdengar ketika arang dimasukkan ke dalam cairan hitam ini membuat namanya dikenal sebagai Kopi Joss.

Selain kopi, angkringan ini juga ramai dikunjungi karena tempatnya yang menarik. Di sini, banyak orang dari segala kelompok nongkrong lesehan sambil menikmati suasana kota pada malam hari.

  • Belajar Membatik

Kegiatan lain yang tidak boleh Anda lewatkan saat berkunjung ke Yogyakarta adalah belajar membatik. Membatik adalah salah satu budaya yang telah dilakukan sejak zaman dahulu, khususnya oleh para wanita di Yogyakarta. Saat ini, masih ada banyak perajin batik yang bertebaran di seluruh penjuru kota.

Belajar membatik tidak mudah. Anda harus menyiapkan mental yang kuat supaya bisa tekun mengerjakan berbagai pola yang rumit. Belajarlah membatik dari penduduk lokal atau di berbagai tempat pelatihan yang menawarkan pelajaran membatik kilat.

  • Menikmati Wisata Alam di Kaliurang

Objek wisata lainnya yang bisa Anda kunjungi selama berada di Yogyakarta adalah Kaliurang. Lokasi kawasan ini terletak di utara kota Yogyakarta, tepatnya di kaki Gunung Merapi. Di sini, ada berbagai objek wisata yang bisa dikunjungi, mulai dari tempat wisata sejarah hingga wisata kekinian.

Sebut saja, Museum Gunung Merapi, The World Landmarks, Taman Nasional Gunung Merapi, Jeep Merapi Lava Tour, Air Terjun Tlogo Muncar, Tlogo Putri, Gua Jepang, Taman Kaliurang, The Lost World Castle, Bukit Klangon, dan Stonehenge.

Lokasi Kaliurang memang cukup jauh dari pusat kota. Anda harus menempuh perjalanan sekitar 30 menit untuk tiba di kawasan ini. Namun, jangan khawatir dengan penginapan karena tersedia banyak villa yang bisa disewa di Kaliurang. Di sini, Anda dapat menikmati suasana yang masih segar dan tenang. Cicipi juga berbagai kuliner khas, seperti jadah tempe dan sate kelinci.

  • Berkunjung ke Gunungkidul

Selanjutnya, jangan pula lewatkan pengalaman wisata yang sungguh menarik di Gunungkidul, salah satu kabupaten di Yogyakarta. Ada banyak pantai eksotis di Gunungkidul yang bisa Anda jelajahi. Jaraknya dari pusat kota cukup jauh, yaitu sekitar 2 jam perjalanan.

Supaya lebih efektif, Anda bisa merancang perjalanan sehari penuh untuk menelusuri seluruh pantai yang ada di pesisir selatan Gunungkidul. Selain itu, Anda juga bisa menyempatkan diri untuk bermain air dan menikmati eksotisme Gua Pindul yang terkenal.

Masih banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan saat berkunjung ke Yogyakarta. Pastikan terlebih dahulu Anda telah menyusun itinerary yang detail dan tepat supaya acara piknik ke Yogyakarta lebih menyenangkan dan lancar.